NovelToon NovelToon
Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Razif Tanjung

Mati konyol hanya gara-gara dua potong roti? jangan bercanda!

Nasib buruk menimpa seorang pemuda gelandangan. perut lapar memaksanya untuk mencuri, tapi bayaran dari perbuatannya itu nyawanya hampir melayang di hajar warga.

Namur, takdir berkata lain.

saat matanya kembali terbuka, ia bukan lagi sekedar gelandangan bodoh yang lemah, jiwa dari tubuh kurus itu telah menyatu dengan jiwa seorang ahli racun, sains, dan ahli dalam ramuan.

" Lihat saja suatu saat kalian akan berlutut di kaki ku untuk minta tolong "

Di dunia yang moralnya sudah rusak ini,haus akan kekuasaan, kekayaan, dan populeritas dia bakalan menjadi penguasa tertinggi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Razif Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 : Ayam gila

Suasana di lantai dua ruko Nusantara Glow malam itu sangat kontras dengan kemewahan perjamuan di rumah Pak surya.

Kaca SUV yang pecah, jas yang robek, dan bau mesiu yang masih menempel di rambut mereka menjadi pengingat pedih: Darmawan bukan lagi sekadar lawan bisnis, dia adalah predator yang sudah siap menumpahkan darah demi sebuah ambisi.

Bara duduk di kursi kayu besarnya. Di depannya, empat wanita tangguh itu tampak kelelahan, akibat beban mental atas situasi yang baru saja terjadi.

"Darmawan nampaknya sudah bergerak, ini menandakan dia sangat terusik dengan kehadiran kita, ini sangat-sangat tidak menguntungkan bagi kita karena dia punya orang-orang suruhan yang memperkerjakan hal kotor, dia juga punya koneksi yang luas, dan punya dukungan dari beberapa orang-orang penting lainnya"

Bara menjeda mangambil nafas sesaat dan menatap mata wanitanya yang sudah mulai serius, kemudian dia melanjutkannya dengan nada yang sama.

"kemungkinan pengaruh orang-orang yang berada di belakangnya itu melebihi pak Surya, kita harus bertindak cepat sebelum dia melakukan hal-hal yang tak terduga lainya."

 Alisa juga mulai ikut bersuara dengan sedikit sisa-sisa mental pasca kejadian yang tak mengenakkan tersebut.

"Bara, kita punya uang, tapi kita belum punya 'gigi' untuk menggigit akarnya yang sudah menusuk sampai ke dasar kota ini,"

Viona mengangguk, sambil memijat bahunya. "Dia sudah mengakar selama puluhan tahun. untuk melakukan tindakan, kita harus punya rencana pasti yang tidak merugikan bagi pihak kita, untuk saat ini Kita butuh perisai tambahan yang lebih kuat dari pak Surya dan lebih kuat dari sekadar keberuntungan."

Bara terdiam. Otak alkemisnya sedang memutar ribuan strategi. Benar, dia hebat dalam meracik racun dan obat, tapi dia bukan pahlawan film aksi yang bisa menangkis peluru dengan tangan kosong. Kekuatannya ada pada persiapan, jikalau orang lain menggunakan peluru, kemungkinan dia berakhir di pemakaman adalah 60 persen.

Tiba-tiba, Rani berdiri mengatakan beberapa kalimat yang cukup untuk membuat mereka sedikit bisa bernafas.

"Kalian tahu kan kalau aku masuk polisi lewat 'jalur tol'? Itu karena ayahku bukan sekadar pejabat biasa. Dia adalah Letnan Jenderal di Mabes TNI yang memegang kendali atas satuan intelijen tempur."

Bara mengangkat alis. "Sudah kuduga, Pantas saja galakmu seperti orang baru dapet pangkat."

Rani mendengus, mengabaikan ejekan Bara. "Ayahku sangat menyayangiku. Kalau dia tahu putrinya hampir jadi sasaran sniper malam ini, dia tidak akan tinggal diam. Aku bisa meminta saran—bahkan wewenang khusus—untuk menugaskan satu unit Pasukan Khusus Operasional dalam skala kecil. Sekitar 50 orang personel terlatih untuk menjaga ruko ini dan mengawal kalian 24 jam."

"50 tentara?!" Clara melongo. "Ruko kita bakal kelihatan seperti markas kudeta kalau dijaga tentara bersenjata lengkap kan?!"

"Tidak perlu berseragam tempur," lanjut Rani. "Mereka bisa menyamar sebagai kurir, satpam, atau pembeli. Ayahku punya wewenang untuk 'Latihan Pengamanan Objek Vital Nasional'. Dan mengingat ruko ini adalah aset riset yang didukung Pak Surya( salah satu orang paling berpengaruh di negara), ini sangat masuk akal secara hukum."

Bara mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja. "50 orang profesional... itu jumlah yang cukup untuk sementara, kita akan bergerak cepat menghancurkan Darmawan agar kita bisa menghirup udara bebas."

Dua hari kemudian, suasana di sekitar Ruko Nusantara Glow mendadak berubah. Bagi warga biasa, tidak ada yang aneh. Tapi bagi mata terlatih, ada sesuatu yang berbeda.

Tukang parkir di depan ruko yang biasanya bapak-bapak tua, kini berganti menjadi pria muda berambut cepak dengan postur tubuh tegap.

 Kurir yang keluar masuk mengantar botol kaca kini berjalan dengan langkah yang sangat sinkron. Bahkan di atap gedung sebelah, ada dua orang yang tampak seperti teknisi AC, padahal mereka sedang memegang teropong pantau.

Bara berdiri di balkon lantai tiga, menatap "pasukan" barunya. Di belakangnya, berdiri Kapten Aris, pemimpin tim 50 orang yang dikirim ayah Rani.

"Tuan Bara," Aris memberi hormat. "Kami sudah membagi tim menjadi tiga ring. Ring satu di dalam ruko, ring dua di radius 50 meter, dan ring tiga untuk perlindungan pribadi. Perintah Jenderal sangat jelas: Tidak ada sebutir peluru pun yang boleh menyentuh Anda atau para Nona."

Bara menoleh, ia masih memakai kaos partai kuningnya dan celana kolor batik, kontras dengan kegagahan Kapten Aris.

"Kapten, terima kasih. Tapi ada satu masalah," ucap Bara. "Kalian tentara hebat, tapi tubuh manusia punya batas. Darmawan punya uang untuk menyewa tentara bayaran luar negeri yang mungkin lebih nekat. Saya butuh kalian bukan cuma hebat, tapi Super."

Aris mengernyit. "Maksud Anda, Tuan?"

Bara mengeluarkan sebuah peti kayu. Isinya 70 botol kecil cairan berwarna biru kristal.( 50 untuk tim yang dikirim ayah Rani dan 20 untuk tim yang dikirim pak Surya )

"Ini adalah 'Serum Spartan'. Hasil modifikasi dari ramuan yang saya berikan pada supir-supir truk dulu, tapi versinya jauh lebih stabil dan kuat. Jika kalian meminum ini, metabolisme tubuh akan meningkat 5 kali lipat. Luka ringan akan sembuh dalam hitungan hari, penglihatan malam akan lebih tajam, dan tidak akan butuh tidur selama 48 jam jika situasi darurat yang sangat memaksa."

Aris tampak ragu. "Ini... doping?"

"Ini alkimia, Kapten. Sains masa depan yang telah saya kembangkan agar tidak memiliki efek samping, bahan-bahannya juga sangat langka, jadi hanya segini yang bisa saya buat untuk saat ini, kalian adalah orang-orang pertama yang akan merasakan khasiatnya, tentu nya Serum ini hanya bisa di minum oleh orang-orang yang mempunyai fisik terlatih seperti kalian." jawab Bara bangga.

 "Anggap saja ini bonus gaji dari saya. Saya tidak mau pelindung saya kelelahan saat musuh datang."

Tentunya mereka menerima dengan senang hati, karena mereka sudah membaca artikel tentang Bara yang sangat luar biasa dalam meracik ramuan, bahkan diluar akal sehat manusia.

Ada perjanjian di antara mereka yaitu tidak boleh memberi tahukan hal ini kepada orang lain kecuali atasan mereka, karena hal ini akan memicu bahaya lain bagi Bara.

Malam itu, di laboratorium ruko, Rani masuk menemui Bara. Dia melihat Bara sedang sibuk menumbuk bubuk berwarna perak.

"Bara," panggil Rani pelan. Dia kini lebih sering mengenakan baju yang sopan (karena perintah Alisa agar tidak menggoda Bara dengan "aset" barunya).

 "Terima kasih sudah menjaga rahasia tentang... pertumbuhanku pada Ayahku."

Bara menoleh, menyeringai nakal. "Tenang saja, Rani. Ayahmu pasti cuma mengira anaknya makin rajin minum susu. Tapi ingat, sesi pijat lanjutannya masih tertunda lho. Masih ada sisa 20% potensi yang belum maksimal."

Wajah Rani memerah. "Jangan bahas itu sekarang! Aku ke sini mau kasih dokumen perjanjian yang telah kamu buat dengan ayah, bahwasanya kamu akan memberikan 10 persen usaha mu kepada ayah. " Bara juga menandatangani perjanjian yang sama dengan ayah Rani sebagai biaya perlindungan.

"Ok Terimakasih"

Tiba-tiba, Alisa masuk dengan tumpukan dokumen. Wajahnya sangat serius.

"Bara, pergerakan kita membeli saham Darmawan mulai tercium. Rico sepertinya curiga kenapa ada pihak luar bernama 'The Green Ghost' yang terus-menerus memborong saham saat harganya jatuh,"

"Berapa persen yang sudah kita pegang?" tanya Bara.

"Baru 8%. Kita butuh 15% lagi untuk punya suara di rapat umum pemegang saham," jawab Alisa.

 Dalam 2 hari sebelumnya mereka gencar dalam membeli saham Darmawan yang beredar di pasaran, ini bentuk upaya dari perlawan pertama dari Bara. Membeli dan mendepak Darmawan dari tahta kekuasaan.

Bara mengambil telpon yang terletak di atas meja dan bergulat dengan angka-angka yang ada di sana, dia menekan sebuah nomor yang bertuliskan viona ( partner galak).

"Viona, datang lah ketoko segera, ada yang mau saya bahas. " Ucap bara dalam sebuah sambungan telpon tersebut.

Hanya butuh hitungan menit viona sampai dan lansung menyelonong masuk keruangan Bara tanpa permisi, sebuah kebiasaan "Ya, ada apa?"

" Ini saatnya Viona, gabungkan Nusantara glow dengan Perusahaanmu dan gunakan koneksimu, untuk buat pengumuman bahwa kamu akan bekerja sama secara eksklusif dengan Nusantara Glow."

"Berita itu akan membuat nilai perusahaan kita naik, dan secara otomatis membuat investor Darmawan melirik perusahaan kita dan mengalihkan dananya kepada kita, Dan saat harga saham Darmawan lagi terpuruk, kita akan masuk memborong semua yang ada," perintah Bara.

Saat ini Nusantara glow masih berupa usaha berbasis menengah yang sedang naik daun karena pengaruh produk-produk yang bara ciptakan, dia butuh perusahaan sebagai akar untuk membuat namanya menjadi tinggi dan ini sudah direncanakannya jauh hari dengan Viona sebelumnya.

"Siap laksanakan," ucap Viona dengan senyum senang. "Anggap saja sudah beres."

Keesokan harinya, kejadian konyol terjadi di kantin belakang ruko. Kapten Aris dan beberapa anak buahnya sedang makan siang. Mereka sedang mencoba khasiat "Serum Spartan" yang diberikan Bara.

Sersan Jago, si ayam jago berbulu Phoenix, tiba-tiba masuk ke kantin. Ayam itu berjalan dengan gaya angkuh di atas meja makan para tentara.

Salah satu tentara muda yang baru bergabung. Eko, mencoba mengusir Jago. "Eh, yam! Minggir! Ini meja makan, hus-hus turun sana."

Sersan Jago berhenti. Dia menatap Eko dengan tatapan menghina, sombong sekali ayam kampret ini ya.

PETOK!

 Jago melakukan tendangan putar dengan kakinya yang kuat, menjatuhkan piring nasi Eko sampai hancur di lantai.

"Heh! Ayam kurang ajar!" Eko mencoba menangkap Jago.

Tapi Sersan Jago adalah ayam hasil didikan Hutan Larangan.

Dia bergerak lebih cepat dari tentara terlatih. Dia melompat ke pundak Eko, mematuk telinganya, lalu terbang ke atas lampu gantung sambil berkokok sombong.

Kapten Aris tertawa terbahak-bahak. "Eko! Kamu itu tentara elit, masa kalah sama ayam!"

"Ayamnya aneh, Kapten! Pergerakannya lincah!" keluh Eko sambil memegangi telinganya.

Bara masuk ke kantin dengan sandal Swallow hijau-merahnya.

"Maaf, Kapten. Jago memang selalu buat ulah."

Bara memberikan sepotong jahe merah pada Jago. Ayam itu langsung tenang dan turun ke pundak Bara.

"Kapten," Bara menatap para tentara itu. "Kemungkinan Darmawan akan mengirim orang lagi, kali ini mungkin lewat sabotase pasokan. Saya mau tim Anda menjaga jalur logistik dari Hutan Larangan ke Ruko. Mereka tidak boleh merebut pasokan kita."

"Siap, Tuan Bara!" jawab mereka serempak.

Malam harinya, Bara kembali ke Hutan Larangan. Dia tidak bisa terus-menerus di ruko. Dia butuh laboratorium yang lebih besar.

Dengan bantuan 10 orang tim Rani yang menyamar sebagai kuli bangunan (tapi kerjanya secepat kilat karena ramuan Bara), Bara mulai merombak gubuk bambunya.

"Lantai bawah akan jadi gudang fermentasi. Lantai atas jadi laboratorium steril. Dan di sekeliling tebing, pasang sensor gerak yang terhubung ke ponselku," perintah Bara.

Bara berdiri di puncak tebing, menatap Hutan Larangan yang kini mulai terang oleh lampu tenaga surya. Di depannya, hamparan tanaman herbal mutan tumbuh subur.

"Darmawan..." gumam Bara. "Hari mu sudah dekat, jadi nikmatilah sesuatu yang kamu miliki sekarang, sebelum aku merebut semuanya".

Dia mengambil foto orang tuanya yang tersimpan di dompet kulitnya yang sudah butut. "Ayah, Ibu... sebentar lagi. Aku akan membawa nama Wardhana kembali ke puncak, tapi bukan dengan cara kalian yang lembut. Aku akan membangun kerajaan ini di atas pondasi alkimia dan ketakutan para musuhku."

Tiba-tiba, ponsel Bara berdering. Panggilan dari Alisa.

"Bara! Darmawan melakukan pergerakan gila! Dia mengundangmu secara resmi ke kantor pusatnya besok. Dia bilang dia mau 'berdamai' dan menawarkan kerjasama lisensi."

Bara menyeringai. "Berdamai? Ular tidak pernah menawarkan perdamaian kecuali dia sedang menyiapkan racun di taringnya."

"Lalu, apa jawabanmu?" tanya Alisa cemas.

"Katakan padanya, aku akan datang"

Bara menutup telepon. Dia tahu, ini adalah jebakan. Tapi bagi Bara, jebakan adalah tempat terbaik untuk membalikkan keadaan, dan keadaan itu sudah Bara rencanakan dengan matang, tidak peduli apapun jebakan yang datang, Bara akan tetap menjatuhkan Darmawan besok.

1
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Razif Tanjung: terimakasih udah mampir kak🙏
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
Gege
pikir ada adegan kultivasi ganda kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu lima some...kan tenaganya berlimpah ruah birahinya naik..mirip epek afrodiak..🤣🤭
Razif Tanjung: jangan tar ke banned🤣🤣🤣
total 1 replies
Gege
naaaah kaaan ada adegan nanti remas remas...pastikan scene remas meremas 2k kata sendiri thoorr...🤣🤣
Razif Tanjung: eittt pelanggaran 🤣🤣
total 1 replies
Gege
kereeen updatenya...apik dan epic... kalo bisa lima kenapa tiga Thor...banyakin hareemnyaah...
Gege
apakah akan ada scene kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu dalam 10k kata thorr?🤣
Razif Tanjung: oh jelas tidak🤭
total 1 replies
Gege
mantaabbb...gassss 10k kata per update thorrr...
Gege
wasyeeek... moga ada alur yang nemuin wanita kena kanker payudara sembuhnya harus dipijat dengan olesan ramua ajaibnya Bara...yoook bikin thorr alurnya
Razif Tanjung: wah kebetulan sekali🤣🤣🤣, tinggal nunggu update ya kak
total 1 replies
Gege
karya yang warbyasaah
Gege
gilaa karya yang warbyasaah...para reader NT wajib sih ini mampir...rugi kalo engga...gasss thorrr
Gege
udah sampe bab 6 ceritanya amajing bangeed...warbyasaah...gass sekali up 10k kata...🤣
Razif Tanjung: wah terima kasih udah mampir saya terharu loh
total 1 replies
Slow ego
gua ikut mampir like👍.
Slow ego
namanya unik🤔
Razif Tanjung: terimakasih banyak kak, apakah ada yang harus saya perbaiki kedepannya, dari sudut pandang kakak yang baca deh
total 3 replies
anggita
mampir like👍, iklan👆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!