Zivanya Aurelia Wardana (20) pergaulan bebas membuatnya mengalami mimpi terburuk dalam hidup. Menjadi ibu diusia yang masih begitu muda
Amarah Keluarga membuatnya mengambil keputusan besar untuk mengakhiri hidupnya. Namun hal itu bisa dicegah oleh seorang dokter tampan bernama Zionathan (24)
Ziva memberontak, memberi syarat pada Zio untuk mencarikan ayah bagi bayinya, menggantikan sang kekasih yang pergi entah kemana
Tak disangka jika Zionathan menjadikan dirinya sendiri sebagai ayah untuk bayi itu sekaligus suami untuk Zivanya
Bagaimana pernikahan atas dasar tanggung jawab itu dapat bertahan? dan bagaimana Zio bertindak saat ayah kandung bayi itu datang dan meminta Zivanya serta anaknya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masakan Suami
"Kakak suapi saja! Takutnya kamu masih lemes!" Zio menyodorkan sendok berisi makanan dan mau tak mau Ziva membuka mulutnya
"Setelah ini kamu minum susunya yaa!"
Ziva mengangguk, ia tengah fokus menerima setiap suapan dari suaminya
Setelah makan, Zio memberikan gelas susu pada istrinya. Ziva meneguk hingga setengah, susu rasa coklat itu terasa enak
"Kamu istirahat aja! Kakak keluar dulu!"
Baru saja hendak beranjak, tiba-tiba saja Ziva bangkit dan berlari menuju kamar mandi
Semua makanan itu keluar, bahkan susu coklat itu ikut keluar menjadi cairan menjijikan
Zio mendekat, pria tampan itu meraih rambut panjang Ziva dan menggenggamnya membuat Ziva merasa lebih leluasa lagi
"Ziva lemes kak!" Keluhnya, Ziva merasa jika tubuhnya lemah
"Kita ke kamar aja yaa!"
Ziva mengangguk, Zio kembali menggendong tubuh istrinya hingga kembali ke kamar
"Sekarang kamu tidur!" Pria itu membantu menyelimuti sang istri
Saat hendak pergi, tiba-tiba saja tangannya digenggam "Kak Zio temenin sampe Ziva tidur!"
Pria itu menurut, ia duduk disisi tempat tidur sembari menggenggam tangan istrinya itu
Ziva memejamkan matanya, sungguh rasanya membuka mata saja terasa sulit
Zio tersenyum, tangannya terulur mengusap perut yang masih terlihat rata itu
"Sayang! Tolong baik-baik didalam sana! Jangan bikin Mama sakit, yaa!" Ucap Zio pelan, mungkin hanya terdengar olehnya saja
Zio hendak bangkit namun Ziva kembali mengeratkan genggamannya. Zio tersenyum, pria tampan itu lalu berbaring disisi istrinya
Malam ini Zio akan menemani Ziva hingga wanita itu benar-benar terlelap, setelah itu barulah di ke kamarnya sendiri
***
Zio mengerjap, ia tak sadar kapan ia tertidur. Tubuhnya terasa berat, begitu ia lihat ternyata tangan Ziva melingkar di perutnya
Yang lebih membuat terkejut adalah kaki wanita itu yang berada di antara pahanya, membuat sesuatu yang tersembunyi dibalik kain penutup bangkit berdiri
"Ohh shit!" Zio mengumpat, pria itu hendak menurunkan kaki istrinya dengan pelan agar wanita itu tidak bangun
Ziva malah menggeliat, kakinya bergerak menggesek sesuatu yang telah berdiri tegak itu
"Selamatkan dirimu Zio!" Zio berusaha menjauhkan diri dari pelukan istrinya.
Bisa-bisa ia kehilangan kendali jika berada diposisi ini lebih lama lagi
Setelah berhasil, pria itu melihat tubuh bagian bawahnya yang mengembul
"Kamu memang tidak bisa diajak kerja sama junior!" Kesal Zio, dokter tampan itu beringsut, meninggalkan kamar istrinya dan pergi ke kamarnya sendiri
Dirinya sepertinya perlu air dingin untuk menjinakkan junior miliknya
***
Setelah beberapa saat, Zio masuk ke kamar sang istri dengan membawa nampan. Ia takut wanita hamil itu tidak mau makan setelah muntah
Zio mengetuk, setelah menunggu namun tak ada jawaban, pria itu memutuskan untuk masuk
Dokter tampan itu menyapu seluruh sudut ruangan, tak ada istrinya disana. Namun dari dalam kamar mandi terdengar suara seseorang yang tengah mengeluarkan isi perutnya
Huekk
"Dia muntah lagi?"
Zio menyimpan nampan tersebut diatas nakas, langkahnya cepat menuju kamar mandi dimana istrinya berada
Zio mendekat, ia melihat jika wanitanya itu tengah menunduk didepan wastafel. Morning sickness seperti ini wajar dialami wanita diawal kehamilan
"Kak Zio!" Suara Ziva terdengar manja, wanita itu benar-benar kehabisan tenaga karena muntah-muntah sejak kemarin
Dengan lembut Zio mengumpulkan setiap helai rambut panjang istrinya, lalu mengikatnya dengan ikat rambut yang ia bawa dari kamar
"Ziva mual!"
"Ini gak akan lama Ziva! Muntah saat hamil itu wajar!" Zio menjelaskan sembari memijat bahu wanita itu "Kita balik kekamar yaa!"
Wanita cantik itu mengangguk, Zio kembali menggendong tubuh istrinya hingga kekamar
"Kamu sarapan dulu!" Ujar Zio lalu mengambil nampan dari atas nakas
Wanita cantik itu menggeleng, rasanya Ziva mual setiap melihat makanan
"Ziva mual kak!" Ucapnya lemah
"Sedikit aja yaa! Kalau kamu gak makan nanti bayinya gak akan tumbuh!" Zio menjelaskan dengan bahasa yang lebih mudah
"Tapi makanannya gak enak!"
"Kamu mau makan apa? Bakso? Bakmi?" Zio memberikan pilihan yang mungkin disukai oleh wanita itu
"Ziva mau makan masakan kak Zio!"
Zio terkejut, ia bisa memasak, namun hanya beberapa makanan saja, bagaimana jika Ziva meminta yang aneh-aneh
"Kamu mau makan apa?" Tanya Zio
"Nasi goreng aja!"
Zio tersenyum lega, kalau hanya nasi goreng saja ia bisa
"Ya udah, mau ke dapur?" Tanya Zio dan wanita dihadapannya mengangguk
Zio kembali menggendong tubuh sang istri hingga ke dapur, sesampainya disana Ziva duduk dikursi meja makan sementara Zio sibuk mengeluarkan beberapa bahan dari dalam lemari pendingin
"Mau pake sosis atau bakso?" Tanya Zio sembari memotong bawang
"Dua-duanya!"
Pria tampan itu mengangguk, tangannya cukup cekatan mengaduk bahan yang berada didalam wajan
Setelah beberapa menit, satu porsi nasi goreng tertata diatas piring, Zio juga meletakkan satu telur ceplok diatasnya
"Baunya enak!" Wajah pucat Ziva terlihat antusias
"Ayo habiskan!"
Ziva makan dengan lahap, Zio tersenyum setidaknya Ziva mau makan walaupun sedikit
Tidak masalah jika dirinya harus terus memasak untuk istrinya itu
Ziva bahkan bersendawa setelah menghabiskan satu porsi nasi goreng buatan suaminya itu
"Enak"
"Sekarang minum susunya!" Zio menyerahkan segelas susu
"Gak mau kak! Kemarin Ziva muntah setelah minum susu" tolaknya
"Ini rasa vanilla! Kakak udah ganti susunya!"
Pasrah, Ziva meraih gelas susu dari tangan suaminya lalu meneguknya. Mungkin Zio benar, rasanya sedikit berbeda dari rasa coklat yang semalam ia minum
"Sudah kenyang?" Tanya Zio
"Ziva jadi ngantuk!"
"Kamu bersih-bersih dulu! Setelah itu baru istirahat!" Ujar Zio
"Kak Zio gak akan kemana-mana kan?" Tanya Ziva
Entah kenapa wanita itu merasa ingin terus berada didekat suaminya
"Iya, kakak gak akan kerumah sakit hari ini!"
Ziva terlihat senang, wanita cantik itu melangkah menuju kamarnya, ia membersihkan diri dan mengganti pakaian
Dan kabar baiknya adalah, ia tak memuntahkan nasi goreng buatan suaminya
Ziva keluar, menemui suaminya yang tengah duduk di sofa ruang tengah apartemen mewah mereka
Di pangkuannya terdapat laptop untuk memeriksa pekerjaan
"Kak Zio sibuk?" Tanya Ziva lalu duduk disebelah suaminya
"Gak terlalu, besok ada operasi dan kakak lagi ngecek hasil laporan medisnya!"
Ziva mengangguk, ditangannya terdapat sebuah toples berisi cemilan
Keduanya benar-benar menikmati hari ini berdua, setelah jam makan siang maka Zio akan memasakkan makanan untuk istrinya itu
Karena Ziva hanya akan makan jika makanan itu buatan suaminya
***
"Kamu baik-baik dirumah! Sebelum makan siang, kakak akan pulang untuk masak!" Ujar Zio, hari ini ia ada pekerjaan dan dengan terpaksa dokter tampan itu meninggalkan istrinya
Zivanya mengangguk "Kakak beneran pulang kan?"
"Iya" tiba-tiba saja pria tampan itu bersimpuh, wajahnya tepat berada didepan perut istrinya