Ye Fan adalah seorang psikopat yang menjadikan orang-orang jahat sebagai target eksekusinya. Ia menikmati perburuan tersebut tanpa rasa bersalah.
Sebelum kematiannya, Ye Fan menghabiskan waktu dengan sebuah game kultivasi yang menurutnya sangat menarik, karena di dalamnya ia bisa memburu dan membunuh para penjahat tanpa batas.
Namun, hidupnya berakhir ketika ia tewas ditembak polisi. Saat membuka mata kembali, Ye Fan mendapati dirinya telah bereinkarnasi ke dalam dunia kultivasi—dunia yang persis seperti game yang pernah ia mainkan, tempat hasrat lamanya kini dapat terwujud sepenuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29: Panggilan dari Istana Naga
Setibanya di gerbang sekte, suasana sudah jauh berbeda. Ratusan murid baru yang sedang berlatih di lapangan langsung berhenti dan berlutut serentak. Aroma kemenangan tercium di setiap sudut paviliun yang kini telah diperluas berkat dana dari hasil rampasan Lembah Api Suci.
Xiao Mei segera mengatur jamuan makan besar untuk merayakan keberhasilan lima murid utama. Namun, saat Ye Fan baru saja menduduki kursi kebesarannya di Aula Utama, sebuah bayangan melesat dari langit.
Seorang pria paruh baya mengenakan zirah emas yang menyilaukan mendarat dengan dentuman pelan. Di dadanya terukir lambang Naga Emas, simbol tertinggi dari Kekaisaran Pusat.
"Ketua Sekte Ye Fan," suara pria itu berat dan berwibawa. "Saya adalah Jenderal Qin, utusan langsung dari Kaisar Agung."
Ye Fan tetap duduk dengan tenang, menopang dagunya dengan tangan kiri. "Seorang Jenderal Kekaisaran datang ke sekte kecilku? Ada angin apa?"
Jenderal Qin mengeluarkan sebuah gulungan kain sutra berwarna ungu dengan segel lilin naga. "Kaisar telah mendengar prestasimu di Turnamen Naga Langit. Beliau terkesan, namun juga waspada. Anda diundang—atau lebih tepatnya, dipanggil—untuk hadir di Istana Pusat dalam tiga hari."
[DING!]
[Misi Baru Terdeteksi: Diplomasi di Istana Naga]
[Tujuan: Menghadapi Kaisar Agung dan membuktikan otoritas Sekte Pemburu Bayangan]
[Analisis Lingkungan: Istana Pusat memiliki formasi kuno yang dapat menekan ranah Penyatuan Roh!]
Jenderal Qin menatap Ye Fan dengan mata yang menyipit. "Saran saya, Ketua Ye... datanglah dengan sikap rendah hati. Kaisar bukanlah Master Huo Burn. Beliau adalah penguasa ranah Manifestasi Roh."
Ye Fan menyeringai tipis. Ranah Manifestasi Roh adalah satu tingkat di atas posisinya saat ini. Namun, sistem di kepalanya memberikan notifikasi lain.
[DING! Hadiah Terpendam Aktif!]
[Karena Host telah mencapai ranah Penyatuan Roh, fitur "Kamuflase Jiwa" diaktifkan. Host dapat menyembunyikan level aslinya bahkan dari pengguna ranah Manifestasi Roh!]
"Katakan pada Kaisarmu," Ye Fan berdiri, auranya membuat Jenderal Qin sedikit melangkah mundur tanpa sadar. "Aku akan datang. Bukan sebagai pelayan, tapi sebagai sekutu yang setara."
Persiapan Keberangkatan
Setelah Jenderal Qin pergi, Xiao Mei mendekati Ye Fan dengan wajah khawatir. "Ye Fan, ini jebakan. Mereka pasti ingin mengendalikanmu atau menghancurkan sekte kita sebelum terlalu besar."
Ye Fan membelai pipi Xiao Mei dengan lembut. "Jika mereka ingin mengendalikanku, mereka harus menyiapkan rantai yang lebih kuat dari dunia ini. Xiao Mei, selama aku pergi, gunakan Paviliun Teknik Otomatis untuk memperkuat Ling dan yang lainnya. Aku punya firasat, Kekaisaran ini menyimpan 'sampah' yang jauh lebih busuk daripada yang kita duga."
Ye Fan kemudian masuk ke ruang meditasinya. Ia membuka panel hadiah yang belum sempat ia gunakan sepenuhnya.
[DING! Menggunakan 10.000 Poin Reputasi!]
[Membeli: Pil 'Langkah Dewa' (Meningkatkan kecepatan 500% selama 1 jam)]
[Membeli: Teknik 'Sentuhan Kehampaan' (Dapat menghancurkan formasi pelindung apa pun)]
"Sistem," panggil Ye Fan dalam kegelapan. "Apakah ada tanda-tanda roh atau makhluk selain manusia di Istana Pusat?"
[Analisis Awal: Terdeteksi aura kuno yang tidak wajar di bawah Istana Pusat. Kemungkinan besar adalah sisa-sisa Jiwa Kuno yang tersegel.]
Mata Ye Fan berkilat merah,ini adalah kabar yang lebih menggairahkan daripada sekadar bertemu kaisar.
“Jiwa Kuno, ya? Esensi mereka pasti sangat lezat untuk kultivasiku.” batinnya.