Tak lebih indah dari intan permata
Mengurai ketulusan persemaian jiwa
Bukan dahaga pengemis duka
Bukan lara pelerai luka
Ikatan yang tak pernah berdiri
Diatas panggung perintih hati
Meski harus menari
Diatas duri-duri yang berbisik lirih
Demi ikatan yang berarti abadi
Sampai mata ini tertutup rapi
Dihadapan sang Ilahi.
***
Nadya Syafina (Nadin) harus rela dicabut uang bulanan nya oleh ayahnya. Setelah menolak dijodohkan dengan anak rekan bisnis ayahnya yang ternyata adalah mantan pacar Nadin.
Tanggung jawab terhadap Bunda nya yang sedang sakit dan adik kesayangannya memaksanya bekerja di sebuah kantin perusahaan.
Bagaimana Jika Bos perusahaan itu adalah musuh bebuyutannya dan seorang yang diam-diam mengaguminya dimasa lalu?
Bagaimana juga jika mantannya masih mengejarnya dan mengharapkannya kembali?
Lalu siapa yang akan dipilih Nadin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nasya kamila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Takut di Grebek Hansip
"Jadi Nadia Syafina maukah kamu menerima cintaku dan ayo kita menikah"
Jrengggggg
Ku tatap keseriusan di mata Titan. Aku mencari sebuah kebohongan yang terpancar dimatanya. Setidaknya ada alasan untukku menolak permintaan nya untuk mengajak ku menikah. Karena aku merasa tidak pantas untuknya.
Sayangnya tak ku temukan kebohongan di matanya. Entah kenapa hatiku meyakini itu.
Sekali lagi aku mencoba menenangkan pikiranku. Ku hirup nafas panjang kemudian menghembuskannya pelan-pelan sebelum akhirnya ku jawab pernyataan Titan tadi.
"Kamu yakin ingin menikahiku Tan?Kamu mau berjanji untuk terus bersamaku disaat suka dan duka dan yang terpenting kamu mau hanya setia dan menjadikan aku satu-satunya perempuan di hidupmu? " Tanyaku bertubi-tubi.
Pria itu tersenyum kearahku lalu menggenggam tanganku lagi.
"Tentu saja Nad? Aku serius ingin menikahimu.Aku tidak bisa menjanjikan yang muluk-muluk.Aku hanya akan berjanji selalu mencintaimu sepanjang hidupku dan kamu satu-satunya wanita dihidupku"Ucap Titan serius
"Kalau begitu lamar aku besok pagi dan nikahi aku saat itu juga"
"Apa....???? " Teriak Titan. Pria itu tampak terkejut dengan ucapanku.Bukan apa-apa, semua pria akan bereaksi sama saat diminta menikah secara mendadak apalagi dalam kurun waktu yang sangat singkat.
"Kamu serius Nad? Jangan bercanda Nadin? Apa itu tidak terlalu cepat?Kamu gak takut kalau nanti kamu dikatain orang-orang kalau kamu hamil duluan atau apalah " Ucap Titan.
Aku hanya tersenyum getir mendengar ucapan Titan. Aku tidak tau apakah keputusanku ini benar atau salah yang jelas saat ini itulah yang ada di fikiran ku.
"Aku serius Titan, nikahi aku besok atau lupakan semua keinginanmu itu. Kalau soal itu aku tidak perduli,karena waktu yang akan menjawab semuanya.Kamu tau tan? Mau aku nikah cepat atau lama sekalipun semua orang akan tetap membicarakanmu"Jawabku cuek.
Fiks aku mengatakan itu dari lubuk hatiku. Siapa yang tidak mengenal Titan pengusaha muda yang terkenal itu. Berbanding terbalik dengan aku, siapa Nadin?. Perempuan hebat macam apa yang bisa menaklukan hati seorang Titan. Ah... aku sepertinya harus siap mendapat cibiran itu jika Titan benar mau menikahiku besok. Apalagi jika semua orang tau siapa aku.
"Ok.. ok... aku akan lamar kamu dan nikahin kamu besok. Aku bertanya seperti itu karena aku merasa semua wanita menginginkan pernikahan mereka yang terlihat sempurna. Kamu serius hanya ingin menikah dengan sederhana saja?Karena jujur aku tidak mungkin melakukan pernikahan yang mewah dalam waktu sesingkat itu. " Ucap Titan meyakinkan ku.
"Bagiku yang penting semuanya sah saja,selebihnya tidak penting" Jawabku.
Bohong kalau aku bilang tidak ingin seperti wanita lainnya memiliki impian menikah dengan sempurna. Ya aku juga menginginkan itu. Tapi.. entah mengapa perasaan ku mengatakan jika aku tidak menikah dengan Titan besok maka kesempatan ku untuk menikah dengan Titan tidak akan pernah terjadi. Entahlah kenapa aku bisa berfikiran seperti itu.
Dan aku seperti tidak rela. Maka aku memberi pilihan pada Titan. Menikah atau tidak sama sekali. Semoga keputusan ku benar dan tidak akan membuatku menyesal dikemudian hari.
Saat itu juga aku diantar pulang Titan. Meskipun aku menolak tapi Titan tetap kekeh mengantarkan ku pulang. Dia bilang tidak ingin terjadi apa-apa dengan calon mempelainya jika berkeliaran dijalan.
Beruntung nya Ale tidak kerumah malam itu. Pria itu benar-benar telah menghianatiku dengan adik tiriku sendiri.Bahkan dia sudah tidak perduli padaku
*******
Setengah jam yang lalu pernikahan ku dan Titan berlangsung dengan sakral meskipun pernikahan itu hanya berlangsung dengan sangat sederhana.Hanya dihadiri penghulu, pak Rt dan pak Rw yang menjadi saksi serta keluarga kami dan beberapa tetangga dekat rumahku saja.
Untuk saat ini kami hanya menikah secara siri dan secara negara akan segera menyusul menunggu berkas-berkasnya lengkap terlebih dahulu. Mengingat waktu yang begitu sempit.
Saat ini Titan sedang berada di ruang tamu ngobrol sama Ayah,bunda dan mama Sonia hanya tinggal mereka karena tamu yang lain sudah pulang. Sementara aku dikamar ditemani Embul dan Jeje.
Aku sedang berusaha melepas sanggul yang terpasang di kepalaku. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Embul. Semalam setelah aku memberi tahunya lewat sambungan telepon, gadis itu begitu antusias. Bahkan sejak pukul dua pagi Embul datang membawa peralatan make-up nya dan membawa baju kebaya punya emaknya. Dia mendandaniku sedemikian rupa hingga aku merasa menjadi pengantin beneran.
Eh... salah, aku kan emang jadi pengantin beneran gak bohong-bohongan.Meskipun hanya dandanan yang sederhana.
Ya salam....
Masih dengan aktifitas ku membuka sanggul. Aku sungguh menyesal memakai benda itu. Dari tadi kuputer-puter benda bulat itu masih bertahan di tempatnya.
"Bantuin napa mbul bukain nih sanggul. Masangnya model gimana sih kamu tadi, bukanya susah banget" Gerutuku sambil menarik-narik rambut palsu itu.
"Sabar kenapa sih Nad, dasar kamu itu emang gak sabaran" Omel Embul sambil mengambil alih membuka sanggul ku.Hebatnya dalam waktu singkat sanggul itu terbuka.
"Pegel nih dari tadi pagi manggul itu di kepalaku. Kamu sih kebangetan pake gituan segala"
"Ya lagian kamu nikahnya mendadak sih, coba aja santai-santai pastinya kamu pakai gaun yang mewah habis itu di dandanin MUA terkenal. Masih untung kamu aku pakaiin baju kebaya Emak dan aku dandanin. Dari pada kamu nikahnya pakai baju biasa. Kayak pasangan mesum yang ke grebek hansip lalu di kawinin di tempat itu juga tau gak"Embul masih sibuk saja nyerocos dan aku hanya manyun-manyun menirukan ocehannya.
" Hahahaahah kayak mang Jono tukang sayur yang kepergok ama mbak Lusi Janda kembang itu ya" Tawa Jeje begitu menggelegar. Membuatku melotot kearahnya.
"Anak kecil gak usah ikut-ikutan. Kenapa gak main aja sama Devan diluar sih.Tau banget gosip tetangga.Kecil-kecil udah jadi bigos" Kini aku berbalik mengomeli Jeje.
" Biarin weekkk"Balas Jeje
"Ish di bilangin juga"
" Kebiasaan deh berantem melulu kalian ini.Ngomong-ngomong kamu ngapain sih buru-buru banget Nad. Kemarin aja masih nolak-nolak. Gak taunya sekarang langsung nikah aja. Kan sekarang aku gak ada temennya jomblo.Cek Jones deh aku"Keluh Embul
"Ada tuh cowok sama-sama jomblo kayak kamu" Kini gantian aku yang menggoda Embul. Embul tampak manyun mendengarnya.
"Gak mau ah, aku itu masih sebel banget sama Bayu tau"
"Emang aku sebut nama Bayu gitu? " Yes kena kamu Embul sekarang.
"Tau ah aku ngambek nih sekarang"Rajuk Embul
"Yehhh, kak Embul ngambekan" Kini Jeje yang ngoyakin Embul.
"Bener banget tu dek"Ucapku sambil bertos ria dengan Jeje. Kami tertawa bersama-sama sambil sesekali menggoda Embul. Sampai akhirnya pintu kamar terbuka dan berdirilah pria tampan yang beberapa waktu lalu sudah sah menjadi suamiku.
Glek
Kami bertiga seketika terdiam dan menatap pria itu. Asli fikiranKu berubah menjadi horor banget melihat pria yang sialnya sudah menjadi suamiku itu ada di depan pintu kamarku. Bahkan pria itu dengan gagahnya perlahan masuk ke dalam kamar.
" Ehm Nad, kayaknya sudah waktunya aku dan Jeje keluar deh"Bisik Embul.
Ya Allah mbul.... tega banget kamu ninggalin aku sendirian di saat seperti ini. Tapi itu hanya ada di fikiran ku ya. Mana berani aku mengatakan itu di depan Titan yang sudah ku paksa menikahiku dengan cepat.
"Ayo Je kita keluar" Ajak Embul sambil menarik tangan Jeje.
Suer makin merinding akunya. Tapi Jeje masih tak beranjak dari tempatnya. Adikku itu kekeh tetap mau ditempatnya.
"Ayo Je" Ajak Embul sekali lagi.
"Gak mau kak Embul, Jeje mau jagain kak Nadin" Jawab gadis itu polos.
"Udah ada pak Titan yang jagain kak Nadin kali Je"Lagi-lagi Embul masih berusaha mengajak Jeje keluar.
" Justru itu kak Embul. Kalau kak Nadin di biarin berduaan sama Kak Titan. Jeje takutnya nanti mereka di grebek hansip kayak mang Jono sama mbak Lusi"
Kami bertiga saling berpandangan sebelum akhirnya tawa kami meledak.
Adikku ini masih benar-benar polos ternyata.
*
*
*
Udah sah udah sah. Gimana perasaan Ale ya pas tau Nadin udah nikah ama Titan. Bakal jadi hari patah hati nasional nih😭😭😭😭😭😭🤭
Kamu sih le gak gercap banget.
Jangan lupa Like, komen and Favorit in ya. Syukur-syukur kasih bunga atau kopi biar othornya gak ngantuk🤭🤭🤭
mf y thor,ini cm pendpt q sndr aja🙏