kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Orang orang yang membantu memegangi jaka dengan erat. mereka menuruti perkataan Azam, karena mereka melihat kalau Azam bukan anak biasa seperti anak lainnya.
Azam mendekati jaka, pada saat Azam mendekat, Jaka meronta untuk melepaskan diri dari pegangan orang orang.
" arrrghhh,,,kamu jangan mendekat, jangan campuri urusanku "
" kamu itu yang menganggu orang ini, gak ada hak kamu untuk mengganggu manusia " ucap Azam
Azam memegang kepala Jaka, telapak tangan Azam mengeluarkan cahaya dan mulai masuk ke tubuh Jaka.
mahkluk yang merasuki jaka seketika kesakitan karena cahaya itu menyerang mahkluk itu. dengan waktu yang singkat mahkluk itu keluar.
tapi tubuh mahkluk itu seperti terbakar, karena cahaya putih seperti api yang membara bagi mahkluk ghaib. " arrrghhhhh,,,panassss,,,am..." teriak mahkluk itu kesakitan, sebelum meminta ampun mahkluk itu lenyap tak tersisa.
Jaka pingsan setelah mahkluk itu keluar, orang orang membantu untuk membaringkan Jaka di bangku panjang yang terbuat bambu.
" nak bagaimana dengan keadaannya, apa baik baik saja " tanya ibu mina
" alhamdulillah Bu, bang Jaka sudah terbebas dari mahkluk tadi, sekarang ibu tolong ambilkan air putih " pinta azam
ibu Mina menuruti permintaan Azam dan mengambil air putih. setelah itu ibu Mina kembali lagi sambil membawa air putih tersebut.
kemudian Azam mengambilnya dan menuangkan di telapak tangannya, setelah itu membasuhi muka Jaka. tak beberapa lama kemudian Jaka siuman dari pingsannya. dia kaget karena sudah banyak orang yang mengerubunginya.
" pak, bu,,,kenapa banyak sekali orang orang, terus kenapa aku ada disini " tanya heran jaka
Ibu Mina dan Pak Agil memeluk putra mereka karna khawatir sekali dengan keadaan jaka barusan. mereka mengucapkan rasa syukur karena anaknya tidak terjadi apa apa.
" kamu itu bikin takut ibu nak, kamu kenapa bisa seperti ini, apa yang kamu lakukan " ucap Ibu Mina
" iya jaka, apa yang telah kamu lakukan sebenarnya, sampai kamu kerasukan " timpal Pak Agil
Jaka masih tetap aja bingung, tetapi Pak Agil menceritakan apa yang terjadi kepadanya, setelah itu Jaka jadi teringat dengan kejadian kemarin.
" kemarin Jaka main kerumah temen pak bu, habis itu Jaka pulang, tapi pertengahan jalan Jaka kebelet pipis, terus jaka pipis di bawah pohon asam yang besar , setelah itu jaka pulang dan tidak tahu apa lagi setelah itu " jelas Jaka
mendengar cerita tersebut mereka terkejut, ternyata kejadian tadi berawal dari Jaka yang sembarangan pipis.
" bang lain kali kalau mau kencing itu lihat tempat dulu, jangan main kencing sembarangan, penunggu pohon itu marah sama abang karena tempatnya abang kencingi " ucap Azam
" bener tuh bang kata Azam, jangankan tuh setan, kita aja kalau rumah kita di kencingi pasti marah juga " timpal Rendi
" iya lain kali abang gak sembarangan lagi buat buang air kecil. loh kok kalian bisa di sini biasanya main di lapangan " kata jaka yang kaget dan bingung kenapa dua bocah ada di sini.
" kamu kenal sama dua anak ini jaka ? " tanya Ibu Mina
" kenal bu, mereka dua bocah yang baik, beda dengan rombongan bocah roy sama temennya, bandelnya bukan main bu " kata Jaka
" terima kasih ya nak, sudah membantu kami, untung juga kalian kesini kalau gak, ntah apa yang terjadi sama jaka " ucap Pak Agil
" sama sama pak, kami ikhlas kok bantuin bg jaka " sambil tersenyum Rendi
" lah kamu kan gak ngapa ngapain, yang kerja kan temen kamu itu, kok malah kamu yang jawab " ucap salah satu warga melihat tingkah Rendi yang seolah olah dia yang membantu.
" iya pak sama sama, tapi ini berkat Rendi juga, kalau gak di ajak kesini, Azam juga gak ada di sini " ucap Azam menjelaskan
Jaka terbengong pasalnya yang membantu dia adalah bocah kecil ini, dia kira aki aki atau orang tua yang bantu.
" abang ngucapin terimakasih sama kalian terutama kamu Azam, abang gak nyangka kalau Azam bisa ngobatin kesurupan " kata Jaka
" hehehe,,,iya bang sama sama " jawab Azam nyengir
dari kejadian tersebut para warga akhirnya tahu kalau Azam anaknya pak fathir adalah anak yang istimewa. setelah itu para warga segera meninggalkan rumah Pak Agil.
" ayok Ren kita main lagi, udah kelar di sini " ajak Azam
" iya zam ayok kita lanjutkan lagi pergi mainnya " kata Rendi
pada saat mereka mau balik pergi, Pak Agil dan Ibu Mina untuk menahan mereka sebentar. " Azam dan Rendi ini ambil ya, anggap ini ucapan terima kasih bapak sama nak Azam dan Rendi" sambil memberi amplop yang berisi uang.
" jangan pak, Azam gak mau. nanti kalau azam pulang bawa ini Azam di marahi Ibu sama Ayah " ucap Azam sambil menolak, beda halnya dengan rendi.
" aduh pak jangan, kami gak enak pak " sambil meraih amplop tersebut
" udah ambil aja, nanti kalau di tanya bilang dari bapak ya, ayah kamu kenal bapak kok " ucap Pak Agil sambil tersenyum.
Ibu Mina yang melihat mereka jadi tersenyum kemudian melihat Azam yang ikhlas membantu ibu Mina jadi tersenyum hangat. beda dengan Rendi yang nolak tapi di ambil juga yang membuat Ibu Mina tertawa dengan tingkah Rendi.
" baik lah pak bu,,Azam pamit untuk main lagi ya " sambil menyalami Pak Agil, Ibu Mina dan juga Jaka.
" Rendi juga ya pak bu " sambil menyalami Pak Agil dan Ibu Mina
di saat mau menyalami Jaka, Rendi berbisik ke Jaka. " bang lain kali jangan sembarangan lagi ya hehehe " ucap Rendi tertawa
jaka hanya tertawa saja, karena mereka berdua emang kocak anaknya. Azam dan Rendi keluar lalu meninggalkan rumah bang Jaka.
" wihhh emang rezeki nomplok kita zam, ini yang di bilang berkah di balik musibah " ucap Rendi senang
" hehehe,,gak boleh gitu Ren, kita harus ikhlas untuk nolong orang, sebaiknya di simpan nanti kasih ke orang tua " kata Azam
" aku mau simpan sendiri zam,,ada yang mau aku beli soalnya, hehehe " ucap Rendi
Azam cuma geleng kepala saja, Rendi lalu membuka amplopnya dan ternyata dia kaget melihat isinya.
" kenapa Ren kok gemetaran gitu ? " tanya Azam heran
" zam,,banyak banget isinya, coba lihat " kata Rendi dan memperlihatkan isi amplop
Azam melihat isinya ternyata ada dua lembar uang merah.
" hahaha zam sekarang aku bisa jadi orang kaya " kata Rendi
Azam hanya tersenyum saja melihat temennya seperti itu. lah ini bocah baru aja segitu udah di bilang kaya. namanya juga masih kecil nominal segitu emang besar. wkwkwk
pada saat mereka tadi berjalan dengan Rendi yang memperlihatkan uangnya. mereka tanpa sadar ada seseorang yang mengintip.
ada seseorang pemuda bernama bang Bono. dia adalah preman kampung yang suka bikin onar di kampung salur.