"Anak ku hilaaaaang, kemana anak ku pergi?"
Beberapa waktu terakhir ini banyak anak anak dan juga orang tua mati tenggelam, mereka di temukan bila sudah empat atau tiga hari di dalam air sehingga keadaan tubuh sudah mengembung.
Sebelum tenggelam ada yang bilang bahwa mereka berjalan dengan pandangan kosong, mereka tidak di makan buaya karena tidak ada gigitan di tubuh mereka.
Apa yang membawa mereka kedalam air?
mungkin kah ada sebuah misteri sehingga mereka semua meninggal di dalam air?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. Ketakutan Alan
"Mas kamu kenapa sih dari tadi tidak tidur dan terus gelisah seperti itu?" Julia bertanya penasaran kepada Alan.
"Eh anu, mata ini tidak bisa untuk di bawa tidur karena seolah terbayang dengan sesuatu." Alan memang tidak bisa tidur karena dia merasa ada seseorang yang sedang mengawasi.
"Kan aku sudah bilang tidak usah ikut mencari, tapi kamu keras kepala dan tetap mencari mayat di sungai." Julia memarahi sang suami.
"Ya gimana lagi, kan kasihan sama orang orang juga kalau tidak membantu." Alan memberikan alasan agar Julia tidak marah.
"Hahhhh kamu itu selalu saja begitu, wudhu saja sana terus sholat biar hati kamu tenang." suruh Julia.
Alan mendengarkan ucapan sang istri dan dia segera turun dari atas ranjang untuk masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil air wudhu karena saat ini pikiran dia begitu gelisah, untuk memejamkan mata dan tidur saja dia tidak mampu karena ketika mata ini tertutup seolah ada wajah yang mendekat.
Bayangan dalam pikiran Alan saat ini adalah dia masih ada di dalam sungai itu dan mencari keberadaan Reza yang hilang begitu saja, padahal Alan tidak mencari sepenuhnya karena dia memutuskan untuk berhenti di tengah jalan dan turun dari perahu karena merasa tidak sanggup dan ada yang aneh dengan sungai itu.
Sebab sekilas ketika Arya mengajak pergi dia melihat seseorang yang berambut panjang di dalam air namun dia tidak berani mengatakan kepada Arya, dia hanya beralasan ingin turun dari atas perahu dan buang air besar di rumah sehingga Arya pun memutuskan untuk mencari teman lain agar bisa mencari keberadaan Reza.
Ternyata sampai malam rasa takut itu tetap ada dan sekarang dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena merasa di perhatikan oleh sosok tersebut, sekarang Alan memutuskan untuk salat tahajud saja agar pikiran ini bisa tenang sedikit dan tidak merasa ketakutan lagi dengan bayangan setan yang ada di dalam air itu.
"Ya Allah aku kok jadi penakut sekali begini, tau begitu aku tidak ikut mencari lah." keluh Alan.
Byuuuur.
Byuuuur.
"Siapa yang mandi itu?!" kaget Alan karena mendengar suara orang mandi.
"Tidak mungkin Julia kan, dia saja tadi terlihat sangat mengantuk." ujar Alan jadi penasaran dan ingin melihat suara air itu.
Perlahan kaki Alan mendekati kamar mandi yang ada di sebelah karena dia tadi memang mengambil air wudhu di tempatnya sebab mereka memiliki tempat yang berbeda, ini malah mendengar ada suara orang mandi di kamar mandi itu sehingga Alan merasa ada yang aneh dan kemungkinan bukan Julia sang istri yang sudah mengantuk di dalam kamar.
"Tidak mungkin juga Alex kan." batin Alan karena putra nya sudah tidur nyenyak.
"Aaaaaah aku kesal sekali kalau sudah dalam suasana seperti ini." batin Alan menjerit karena ketakutan.
"Mas!"
"Allahu Akbar!" Alan tersentak sampai loncat karena di sentuh oleh Julia yang sudah ada di belakang dia.
Julia tersenyum seolah tidak bersalah karena sudah membuat kaget sang suami, Alan rasa ingin marah namun tidak jadi karena dia memang suami yang baik dan tidak pernah banyak tingkah kepada sang istri sehingga dia memilih untuk segera masuk kembali agar bisa mengambil air wudhu dan membiarkan Julia ada di luar.
"Kamu pernah membayangkan kalau malam gini duduk di luar terus melihat pemandangan, Mas?" tanya Julia dari luar.
"Kita pernah melakukan nya kan?" Alan bertanya balik sambil melipat lengan baju.
"Maksud ku di pinggir sungai, sambil menikmati cahaya bulan." jelas Julia sambil sedikit tertawa.
"Ah tidak mau, sungai lagi banyak korban begitu kamu malah mau kepinggir sungai." tolak Alan.
Hening sama sekali tidak ada jawaban lagi dari Julia sehingga Alan memutuskan untuk segera mengambil air wudhu dan melakukan salat tahajud, lagi pula menurut Alan tidak ada yang penting karena mungkin saja Julia juga gabut setelah dia terbangun karena Alan yang tidak bisa tidur dan terus bergerak.
Setelah keluar dari mengambil air wudhu Alan menatap kesana kemari karena Julia sudah tidak ada lagi di sana, Alan segera berjalan menuju kamar untuk mengambil peci namun dia sangat kaget karena melihat Julia sudah meringkuk di atas kasur dengan tubuh di peluk oleh selimut tebal itu.
"Kok dia tetap tidur seperti tadi." batin Alan dengan perasaan campur aduk.
"Tapi kan jaraknya sangat sebentar barusan dari kamar mandi itu, oh ya aku juga masih belum tau siapa yang mandi tadi." Alan baru sadar karena keburu di tepuk oleh Julia.
"Pasti ada yang tidak beres, aku harus melihat Alex dulu!" Alan bergegas menuju kamar sang anak.
Sebab sekarang ini Julia emang sudah tertidur pulas dan tidak ada bangun sama sekali karena dia begitu mengantuk tapi sempat terganggu dengan Alan yang tidak mau tenang, di kasur mereka terus bergerak ke sana kemari sehingga Julia pun terbangun lalu menyuruh sang suami melakukan salat tahajud.
Di lihat dari posisi dia tidur sekarang itu sama sekali tidak ada bangun ketika di tinggal oleh Alan tadi, Alan yang sudah cemas tidak karuan karena dia takut bila sesuatu terjadi kepada Alex yang tertidur sendirian di kamar dia karena memang sang anak sudah beranjak remaja sehingga tidak mungkin mereka tidur satu kamar.
"Hahhh untung lah Alex tidak apa apa." Alan menarik nafas lega.
Tes.
Tes.
"Basah apa ini?!" Alan kaget karena kepala dia seolah kena tetesan air dari atas.
"Apa air wudhu ku tadi, tapi beda kok rasa nya." Alan perlahan mendongak keatas untuk memastikan.
Seketika Alan ingin menjerit namun dia tidak sanggup karena yang di atasnya saat ini adalah sosok mengerikan dengan gigi panjang serta tubuh hitam, rambutnya begitu panjang sehingga mampu memenuhi seluruh ruangan yang ada di rumah ini sehingga alam yang melihat menjadi lemah tidak karuan dan ingin pingsan saat ini juga.
"AAAAAAAAAGHHHKKK!"
Akhir nya teriakan keras keluar dari mulut Alan karena dia sudah tidak sanggup menahan rasa takut yang ada di dalam hati, Julia yang sudah tertidur pula sontak saja jadi tersentak kaget dan dia segera keluar dari kamar untuk melihat apa yang telah terjadi kepada sang suami itu.
Selamat sore besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
aku jg setuju dgn ibu2 yg lain klo si kokop pindah dr desa pandan arum😌
udah di batai sama Purnama juga ga kapok...
apa perlu ya di bantai sama hantu air dulu baru dia kapok...
yang jadi suaminya aja sampai malu ya bang Thamrin...
lanjut mak... di Cileungsi lagi hujan lebat mak...
ap kopsah jdi ketua hantu air aja..cockk kayanya
udh insaf kan...
mantan kk ipar ku sekrang istriku...