Arka kembali ke masa lalu di saat kota kelahiran nya masih aman dan sebelum gerombolan monster menyerang, Arka dengan kisah cinta mengejar perempuan cantik dari anak tuan penguasa kota dan kisah arka mengubah masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuniPus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
Bab 15 – Bimbingan
Saat Arya dan grupnya berbincang, tatapan Arya menangkap sosok dari kejauhan. Di antara deretan rak buku, sosok anggun yang memperhatikan buku tebal yang di pegangnya. Rambut ungu bagaikan air terjun. Ikatan kepala terbuat dari sutra yang terikat di samping telinganya menambah keindahan dirinya.
Sinar sore matahari yang menerpa wajahnya, membuatnya semakin elegan dan menawan.
Hanya memandangnya jantung Arya berdegup kencang. Sejenak, berjuta memori menggelayuti pikirannya. Di gurun tak berujung, bersembunyi dan berlari dari kejaran makhluk iblis, dalam situasi di antara hidup dan mati, dengan kepekaan Arya terhadap bahaya, ia berulang kali menyelamatkan orang-orang dan bersama Lestari akhirnya saling mengenal satu sama lain.
Walaupun pencapaian Arya tidak begitu baik dan dinding antara ia dan Lestari yang begitu tinggi, mereka tetap bersama.
Malam itu, Arya menyentuh punggung lembut Lestari, cinta yang ia rasakan tak dapat ditahan lagi. Di bawah cahaya bulan, Lestari bagaikan patung dewi yang begitu sempurna, wajah yang menawan, lengan halus bagaikan giok, payudara yang menantang… semua gambaran itu tersimpan rapat di hatinya.
Saat itu, ia tak pernah menyangka bahwa seorang dewi Lestari akan jatuh di pelukannya.
Setelah itu, untuk melindungi ia dan orang-orang yang selamat, Lestari mengorbankan nyawa di medan pertempuran. Melihat kejadian itu, hati Arya bagaikan ditikam oleh seseorang. Masih terasa jelas sakit itu. Jika bukan karena permintaan Lestari untuk melindungi keluarganya yang tersisa, Arya akan mati bersamanya.
"Aku tak akan kembali ke situasi ini, tak akan bisa melihatnya lagi, jika bukan karena Kitab Roh Iblis Temporal yang misterius!"
Arya menarik napas yang dalam, menenangkan dirinya. Ia selalu mencari cara untuk dekat Lestari, namun bukan untuk mengganggunya. Selain itu, sejak pernikahan antara Lestari dan Surya belum ditetapkan, Arya perlu meningkatkan kekuatannya segera.
Hanya dengan kekuatan, ia dapat menghalau Keluarga Keraton, lalu dapat mengambil Lestari dari genggaman Surya.
"Kalian semua pergilah dulu, aku masih memiliki beberapa urusan!" kata Arya kepada grupnya.
Darma dan Bagas melihat ke arah tatapan Arya, tangan yang memegang buku kuno, si cantik yang sedang membaca dengan tenangnya bagaikan peri di sore hari, sempurna, memakai gaun sutra putih, memancarkan keanggunan, bersandar di rak buku. Dengan postur yang berwibawa, tenang dan elegan bagaikan teratai yang baru mekar, suci dan terpandang yang tak bisa diragukan lagi. Mereka tahu apa yang akan dilakukan Arya.
Setiap orang pasti menyukai hal yang indah. Seperti halnya melihat Lestari, mereka bahkan tak memiliki keberanian untuk melihatnya karena kepercayaan diri yang rendah.
Arya berjalan mendekati Lestari.
"Aku bertaruh Arya gagal dalam 15 menit, ia kan diabaikan!" kata Bagas tersenyum yakin.
"Aku harap Arya tak berharap banyak padanya," gumam Darma.
Mereka bersembunyi di sudut melihat Arya. "Perempuan itu akan mengabaikannya. Ia tak semudah itu untuk didekati, bahkan Surya telah berkali-kali gagal."
Lestari membaca buku dengan tenangnya di sore hari, pemandangan ini membuat Arya tak dapat menahan perasaannya.
Secara tak terduga, Arya melihat Lestari membaca buku Api Petir Ilahi.
Lestari mengerutkan dahi sambil terus membuka buku. Ia merupakan sosok yang gigih dalam bersaing dan juga pekerja keras, entah itu dari sisi bakat, kemampuan, atau dari pengetahuan, mereka bahkan lebih kuat dari orang biasa. Lestari memiliki sedikit kebanggaan di hatinya, namun ia menyadari batasan yang besar antara ia dan Arya.
Isi buku ini begitu mendalam dan detail!
Edisi pertama telah diterjemahkan, namun edisi selanjutnya ditulis dengan bahasa kerajaan Angin Salju. Ia tak mengerti!
Dalam ilmu pengetahuan, Lestari lebih unggul dibanding pasangannya, namun ia salah memilih pria. Setelah itu terjadi, Arya baru hadir.
Melihat Lestari memegang dan membuka buku tersebut, dengan pemahaman Arya terhadap Lestari, ia dapat menebak pikiran Lestari. Ia tak dapat menahan senyumnya sambil berjalan ke samping Lestari, dan sambil berbisik berkata "Jadi, murid Lestari juga tertarik pada buku ini?"
Lestari tiba-tiba tersadar dari pikirannya. Melihat Arya, ekspresi wajahnya begitu terkejut, ia tak menyangka ia akan bertemu Arya. Arya berada di sini untuk membaca buku, jika tidak bagaimana ia memiliki semua pengetahuan itu?
"Buku ini terlalu mendalam. Aku hanya melihat dan sadar bahwa aku tak dapat membaca seluruhnya!" kata Lestari sambil menutup buku, dan secara elegan dan sopan menjaga jarak dari Arya.
Sosok langsing Lestari, walaupun ia berada beberapa langkah jauhnya, wangi parfumnya dapat tercium. Arya mengenal wangi khas ini, tak dapat terlupakan. Wangi ini, sangat familiar dan akrab, wangi yang telah tertanam di benaknya.
"Buku Api Petir Ilahi ditulis dengan huruf dari era kerajaan Angin Salju. Kata-kata yang terlalu spiritual dan sulit untuk dipahami, namun jika kau telah mempelajari bahasa era Emas Hitam, kau akan lebih mudah untuk memahami dan membacanya," kata Arya tersenyum.
"Bahasa dari era Emas Hitam?" kata Lestari, sebelum era kegelapan, ada 3 era yang dicatat memiliki kerajaan terkuat dari setiap eranya, era kerajaan Roh Suci, era kerajaan Angin Salju secara berurutan. Kerajaan Emas Hitam merupakan kerajaan besar di era Angin Salju.
Arya belajar dan tahu banyak hal, Lestari begitu terpesona.
"Namun mempelajari bahasa hanya untuk membaca buku tidaklah penting. Dengan sikapmu, tidak cocok untuk berlatih teknik Kultivasi Api Petir." ekspresi tenang Arya, tak seperti anak lelaki lainnya yang pendiam dan kaku di depan Lestari.
Selain itu, Arya paham dengan sosok Lestari, dari luar hingga dalam.
"Oh? Lalu teknik apa yang cocok denganku?" Lestari mengujinya, pengetahuan Arya membuatnya sedih dan tertekan.
"Jika aku menebaknya dengan benar, keluargamu, seseorang di keluargamu menggunakan kekuatan jiwa untuk menguji tubuhmu sebelumnya, kau telah berlatih teknik Kultivasi Angin Salju, jadi teknik itu yang cocok dengan kondisi tubuhmu!" kata Arya tersenyum.
Mata Lestari terbelalak, terkejut. Tebakan Arya benar, kakeknya melakukan hal tersebut, namun itu adalah rahasia yang tak boleh diketahui siapapun, bagaimana ia tahu?
Melihat ekspresi Lestari, Arya tahu bahwa tebakannya benar, sambil tersenyum ia berkata "Walaupun keluargamu telah mengujimu sebelumnya, namun ia tak dapat mengetahui bentuk alam jiwamu, jadi mungkin saja teknik yang ia pilihkan tak sesuai untukmu."
"Bentuk alam jiwa?" Lestari mengerutkan dahinya, ia sama sekali tak mengetahui hal itu.
"Bagaimana jika kau memberikan aku sedikit waktu dan biarkan aku mengujimu untuk mengetahuinya?" Kata Arya.
Lestari mengangkat kepalanya ke arah Arya, berpikir sejenak dan menggelengkan kepala, "Tak perlu!" ia tetap menjaga jarak dengan Arya. Jika metode yang Arya pergunakan sama dengan yang kakeknya lakukan, lalu akan ada sentuhan kulit yang terjadi. Lestari masih mempunyai beberapa cara untuk menolak Arya.
Arya tersenyum mengetahui pikiran Lestari. Ia tahu pikiran Lestari terlalu jauh, berkata, "Sebenarnya metode pengujian sangat sederhana, ambillah kristal tak terpakai ketika kau di rumah, lalu masukkan kekuatanmu ke dalamnya. Aku hanya perlu melihat kristal untuk mengetahui bentuk alam jiwa."
"Oh? Semudah itu?" dengan tatapan penyesalan ke Arya. Ia telah salah paham, sebuah kristal tak memerlukan banyak uang.
"Jika kau ingin melakukannya, temui aku besok di sini di waktu yang sama," kata Arya sebelum berbalik dan meninggalkannya.
Lestari terkejut melihat ke Arya. Biasanya para anak lelaki akan berbincang dengannya lebih lama, namun Arya berbeda. Dia sosok seperti apa sih? Ia sadar bahwa ia sama sekali tak tahu mengenai teman sekelasnya ini.
Arya mengetahui karakter Lestari. Semakin ia berusaha dekat, maka Lestari akan semakin menjauh. Masih banyak waktu ke depannya, pertama harus meninggalkan kesan yang baik lalu perlahan-lahan menjalin hubungan.
Lestari menggertakkan giginya, terdengar "Teman sekelas Arya."
"Ada apa?" tanya Arya berbalik.
Melihat Arya dan Lestari berbincang dari kejauhan dan saat Arya berjalan menjauh, Lestari tiba-tiba memanggilnya, membuat Darma, Bagas dan ketiga lainnya saling bertatapan seperti orang bodoh.
"Sangat pantas, ia pantas menjadi pemimpin, ia membuat dewi Sekar membuatnya sarapan, dan sekarang membuat dewi Lestari memanggil namanya demi kebahagiaan sepanjang hidup, aku memerlukan bimbingan darinya," gumam Bayu.
Ini membuat orang-orang iri, untuk dapat berbincang dengan dewi Lestari, berapa banyak pria yang mengharapkannya?
Darma dan Bagas saling bertatapan.
"Sepertinya kita terlalu meremehkan Arya!"
"Ia terlalu banyak menyimpan rahasia kemampuannya!"
"Arya dapat berhubungan dengan dewi Sekar, dan ia juga berhubungan dengan dewi Lestari. Memegang di tangan kiri dan memegang yang lain di tangan kanan, kebahagiaan yang tak terungkapkan!"
Arya tak mengetahui percakapan mereka, mendengar Lestari memanggilnya merupakan hal yang tak terduga, ia lalu berpaling.
"Pengetahuan Arya mengenai pola inskripsi sangat detail, aku memiliki pertanyaan untukmu, bolehkah?" tanya Lestari dengan mata berbinar.
"Tentu boleh, katakanlah," tawa Arya.
Lestari tak terlalu berharap, setelah semua pertanyaan yang ingin ia tanyakan tidak dapat dijawab oleh orang biasa. Dengan tujuan untuk memahami pola inskripsi, pengetahuan Lestari yang terlahir dari keluarga terpandang, telah melampaui pasangannya.