NovelToon NovelToon
Bukan Suami Biasa

Bukan Suami Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / CEO / Pernikahan Kilat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Adrian Arkadia, seorang CEO jenius dan penguasa bisnis yang dingin, menyamar sebagai pria miskin demi memenuhi wasiat kakeknya untuk mencari cinta sejati.

Ia kemudian menikahi Arumi, gadis sederhana berhati emas yang dijadikan "pelayan" dan pemuas ambisi oleh ibu serta adiknya yang materialistis.

Di tengah hinaan keluarga mertua dan ancaman rentenir, Adrian menjalani kehidupan ganda yaitu menjadi kuli panggul yang direndahkan di malam hari, namun tetap menjadi raja bisnis yang menghancurkan musuh-musuhnya secara rahasia di siang hari.

Perlahan tapi pasti, Adrian menggunakan kekuasaannya untuk membalas setiap tetes air mata Arumi dan mengangkat derajat istrinya hingga para penindasnya berlutut memohon ampun.

Bagaimana kelanjutannya???
Jangan lupa mampir baca yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BSB BAB 17_Roda Nasib yang Berputar

Adrian berpura-pura berpikir sejenak. "Jika itu untuk kebaikan karier Arumi, saya tidak keberatan Prof, saya bisa ikut pindah ke sana." ucap Adrian.

Bu Ratna yang mendengar percakapan itu langsung merangkak mendekat.

"Profesor! Bawa saya dan Siska juga! Kami tidak punya tempat tinggal!" ucap bu Ratna tanpa malunya.

Profesor Wijaya menatap Bu Ratna dengan pandangan profesional yang tajam.

"Maaf Ibu, unit itu hanya untuk staf inti dan keluarganya. Peraturan manajemen sangat ketat. Arumi dan Ian saja." ucap Profesor Wijaya.

Bu Ratna hanya bisa menangis meraung-raung saat melihat Arumi dan Adrian mulai mengemasi barang-barang mereka yang sedikit ke dalam tas ransel.

Roda nasib benar-benar berputar 180 derajat, Arumi sang "budak rumah", kini menuju sebuah apartemen modern di pusat kota, sementara Siska, sang "tuan putri", harus meringkuk di gudang belakang yang berdebu.

Apartemen yang dimaksud Profesor Wijaya sebenarnya bukan apartemen biasa.

Itu adalah salah satu unit di Arkadia Residence, salah satu properti milik perusahaan Adrian.

Secara teknis itu adalah unit "standar", namun bagi Arumi, itu adalah kemewahan yang tak terbayangkan.

Begitu mereka masuk, Arumi terpaku melihat lantai granit yang bersih, dapur minimalis yang modern, dan jendela besar yang menampilkan pemandangan kota.

"Mas... ini terlalu bagus untuk kita," bisik Arumi sambil menyentuh sofa kain yang lembut.

"Apakah benar Profesor Wijaya meminjamkan ini hanya untuk asistennya?" tanyanya karena semuanya terlihat begitu mudah.

Adrian meletakkan tasnya di lantai, di dalam hatinya, ia tersenyum.

Ia sudah menyuruh timnya untuk menukar perabotan mewah di unit ini dengan perabotan yang terlihat "bagus tapi terjangkau" agar Arumi tidak curiga.

"Profesor sangat menghargai bakatmu Arumi, jangan rendah diri. Nikmatilah hasil kerja kerasmu," ucap Adrian.

Ia kemudian mendekati jendela. "Dan lihat, dari sini kau bisa melihat lampu-lampu kota. Kau tidak akan pernah lagi merasa sendirian di kegelapan gudang."

Arumi memeluk Adrian dari belakang. "Terima kasih, Mas. Kalau bukan karena Mas yang mendukungku malam itu saat gambarku rusak, aku pasti sudah menyerah."

Adrian membalikkan badan dan memeluk istrinya erat, ia merasa sedikit bersalah karena masih menyembunyikan identitas aslinya, namun ia tahu ini belum waktunya.

Ia ingin Arumi benar-benar berdiri kokoh dengan kakinya sendiri sebelum ia membuka tabir kekayaannya.

Malam harinya, saat Arumi sudah terlelap karena kelelahan pindahan, Adrian perlahan keluar menuju balkon apartemen.

Ia mengeluarkan ponsel tipisnya yang canggih, bukan ponsel jadul yang biasa ia pakai di depan Arumi.

"Hendra, laporkan situasi di rumah lama," perintah Adrian.

"Tuan Muda, Ibu mertua Anda dan Siska sekarang sedang berdebat di dalam gudang karena hanya ada satu kipas angin kecil dan banyak nyamuk. Pak Broto juga datang menagih sisa bunga hutang, tapi kami sudah mengusirnya dengan ancaman laporan pidana terkait intimidasi," lapor Hendra dari seberang telepon.

"Bagus. Biarkan mereka di sana selama seminggu, jangan beri bantuan apa pun kecuali air bersih dan listrik dasar, aku ingin mereka mengerti nilai dari setiap inci ruang yang selama ini Arumi bersihkan untuk mereka." ucap Adrian.

"Lalu bagaimana dengan proyek perpustakaan Nyonya Arumi, Tuan?"

"Pastikan semua vendor material memberikan harga diskon 'khusus' untuk proyeknya, tapi buat nota yang terlihat wajar agar dia tidak curiga, dan... siapkan undangan untuk pesta peringatan ulang tahun Arkadia Group bulan depan karena aku ingin Arumi hadir di sana sebagai tamu kehormatan, bukan sebagai asisten." kata Adrian.

"Tapi Tuan Muda, itu berarti Anda harus muncul sebagai CEO di depannya."

Adrian menatap kerlip lampu Jakarta dengan pandangan yang dalam.

"Masih ada waktu tiga puluh hari, dalam tiga puluh hari aku akan membuat Arumi menjadi desainer paling dicari di kota ini dan saat itu tiba status 'CEO Arkadia' tidak akan membuatnya merasa minder, tapi akan membuatnya merasa setara sebagai ratu di samping rajanya."

Keesokan paginya, Arumi mulai bekerja di kantor galeri Profesor Wijaya.

Namun, tantangan baru muncul, beberapa desainer senior di sana merasa iri dengan kehadiran Arumi yang "anak bawang" tapi langsung mendapatkan proyek besar.

Salah satu desainer bernama Maya mencoba menyabotase file presentasi Arumi di komputer kantor.

Namun Maya tidak tahu bahwa sistem komputer di kantor Profesor Wijaya kini telah dipantau secara rahasia oleh tim IT Arkadia Group atas perintah Adrian.

Saat Maya mencoba menghapus file Arumi, layarnya tiba-tiba terkunci dan muncul tulisan merah yaitu "AKSES DITOLAK. TINDAKAN ANDA TELAH DICATAT."

Maya pucat pasi dan segera menjauh dari meja Arumi, dia tiba-tiba merasa takut kenapa bisa muncul tulisan seperti itu.

Sore harinya saat pulang ke apartemen, Arumi menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal.

"Halo, dengan Mbak Arumi? Kami dari panitia Global Interior Visionary Award. Kami ingin menginformasikan bahwa karya Mbak telah resmi masuk ke babak Final Tiga Besar dan Mbak diundang untuk mempresentasikannya di Singapura minggu depan."

Arumi menjatuhkan ponselnya ke sofa, ia gemetar. Singapura? Final?

Adrian yang baru saja "pulang dari gudang" (sebenarnya dia baru saja selesai rapat di kantor pusat yang terletak hanya dua blok dari apartemen itu), menangkap Arumi yang hampir pingsan karena senang.

"Ada apa, Sayang?"

"Mas... Singapura! Aku masuk final di Singapura!" teriak Arumi sambil melompat ke pelukan Adrian.

Adrian tertawa lepas, sebuah tawa yang jarang ia keluarkan di ruang dewan direksi.

"Sudah kubilang kan? Kau adalah bintang, sekarang kita harus menyiapkan paspor-mu."

Namun di balik kegembiraan itu Adrian tahu bahwa perjalanan ke Singapura akan sulit.

Ia harus mengatur agar "Ian sang kuli" bisa ikut pergi tanpa terlihat aneh, dan ia harus memastikan musuh-musuh bisnisnya di Singapura tidak mengenali dirinya saat ia sedang bersama Arumi.

Sementara itu, di gudang belakang rumah lama, Siska sedang merencanakan sesuatu yang nekat.

Ia mencuri sisa uang belanja ibunya dan berniat kabur untuk mencari "sugar daddy" yang bisa menyelamatkannya, tanpa menyadari bahwa setiap langkahnya sudah dalam pengawasan orang-orang Adrian.

Cahaya lampu kota Jakarta terlihat seperti hamparan permata dari balkon apartemen lantai dua belas itu.

Bagi Arumi pemandangan ini masih terasa seperti mimpi yang terlalu indah untuk menjadi nyata.

Namun, berita tentang final di Singapura membawa kecemasan baru yang menghimpit dadanya.

Ia duduk di sofa, menatap paspor lamanya yang sudah hampir kedaluwarsa, lalu beralih menatap Adrian yang sedang berpura-pura memperbaiki engsel pintu lemari yang sebenarnya sama sekali tidak rusak.

"Mas Ian," panggil Arumi pelan.

Adrian menoleh, menyeka keringat buatan di dahinya agar lebih meyakinkan.

"Ya, Sayang? Kenapa wajahmu tampak mendung begitu? Bukankah ini berita luar biasa?" tanya Adrian berpura-pura.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

1
🏡s⃝ᴿ . Incha
lagi donk kak klu bisa double
erviana erastus
baru jadi resepsionis udah sombong 🤣 begitu lihat kartu nama langsung ciut 😏
erviana erastus
aku suka gaya mu kek 😍😍😍
Rahma Inayah
td songong tu resepsionits pas kasih liat kartu nm nyali nya ciut .semoga ni awal kesuksesan arumi
Asyatun 1
lanjut
Supryatin 123
keren si kakek haris❤️❤️❤️ Lnjut thor 💪💪
erviana erastus
siska, romi sekarang tambah dion hadeh kalian bkn lawanx
Wulan Sari
Yaaa memang dasar oenjahat Romi,Siska dan Dion banyak akalnya tapi semoga semuanya kena getahnya, gimana nt kalau kakek nya datang ya🤦🏼‍♀️ wah bakal jd terdakwa lg tu si mbak Rumi heeee 🤦🏼‍♀️🤭
Rahma Inayah
horang kaya maa bebasan klu mau kmn2 pakai hely pribadi ..tu kan kakek aja TDK percaya dgn kirim suara tu Krn apa kakek haris SDH melihat dan tau sifat Arumi walau br pertma bertemu JD GK mkn Langs percaya pada kirimn suara tu
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪
Rini
puas Lo rum nyiksa suami 😡😡
kpn kau sadar, heran seneng amat lihat suami tersiksa, jd sebel Ama Rumi jdnya sok yes 😡😡
Rini: kasihan teh 🤭
total 4 replies
erviana erastus
bnyk kali musuhx ian
Rahma Inayah
insting Adrian TDK pernh slah semoga dia BS mengatasi masalh yg di sabotase dan BS membuat kepercayaan KPD pak haji
Rahma Inayah
untung pak haji TDK termin omongan Dion bnr klu pke orang Dion akn pakai material baru semua
Asyatun 1
lanjut
juwita
yg membuat rumit diri km sendiri arumi. coba klo g nyuruh Adrian ngelepas smuanya g akn ky gini
Sri Siyamsih
untung pk haji orgnya bijak. semangat Arumi, Ian
🏡s⃝ᴿ . Incha
hadeh arumi coba dirimu menerima adrian yg ceo tdk jd susah dirimu
Rahma Inayah
siska km jgn terlalu terobsesi dgn urusan Adrian dana Arumi PD akhirnya km sndri yg akn masuk lubang buaya yg kamu galih sendri .tnp km tau Arumi SDH tau klu Adrian org kaya dan kakek nya juga tau klu slm 3 bulan syarat yg di beri Arumi utk Adrian buat buktikan cntnya PD Arumi mmg tulus
Lala_Syalala
jangan lupa terus dukung cerita aku yaaa🙏😊😊😍
Sri Siyamsih: tentu k, semangat y 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!