KHUSUS AREA DEWASA!
"Wanita itu menyuruhku untuk melupakan adegan panas yang dilakukan dengannya semalam?
yang benar saja!!.."
"Tidak semudah itu
nona Kaira!..." (Arka)
Seharusnya tak harus terjadi tapi memang itu kenyataannya, Kaira menyukai sosok lelaki tampan blasteran New York (Arka Bryanditama) sekaligus kakak ipar juga pria yang sempat ia tolak dulu saat dijodohkan dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 4
"Aku berandai-andai jika dia orang yang dijodohkan denganku akan ku terima, ternyata ini benar. Tapi kak Indah yang menjadi istrinya.." Batin Kaira ia masih mematung mendapati itu. "Sudahlah kenapa kau memikirkannya, apa pedulimu?.."
"Kenapa bengong Kai?, beri salam dia kakak iparmu.." Ujar papa Rangga kepada putrinya.
"Oke.."
Kaira menghampiri Arka yang duduk bersama Indah, tampak romantis sekali pasangan suami istri itu. "Hallo kak aku Kaira adiknya kak Indah..." Ujarnya sambil mengulurkan tangan.
Arka membalas uluran tangan itu. "Hallo adik..."
"Panggil Kaira saja aku sudah dewasa."
"Oke..."
Setelah itu Kaira duduk di samping papanya, tetapi mata indahnya itu tak lepas menatap lekat Arka dengan tatapan sedikit tajam.
"Kaira bakatmu dalam mendesain fashion benar-benar luar biasa, biarkan butikmu yang di Bandung diurus paman Bram. Kamu kembali tinggal di sini dan bekerja sama dengan perusahaan papa juga om Ditama.." Ujar Rangga.
Arka membalas tatapan mata Kaira yang tampak mengintimidasi itu. "Gadis kecil apa kau menyesal telah menolakku?." Batinnya.
Kaira beralih menatap papanya. "Akan ku coba pa.."
"Baiklah.."
Indah memutar mata malas ia benar-benar tak suka dengan kehadiran adik iparnya itu, apalagi sekarang Kaira akan berkoordinasi dalam dua perusahaan besar. Ingin membantah tapi ia sendiri tidak berbakat dalam mendesain.
"Ah iya, Indah Arka pernikahan kalian sudah berjalan dua bulan. Apa tidak kepikiran untuk memiliki keturunan?." Tanya mama Luna.
Mereka bertiga menatap pasangan suami istri itu termasuk Kaira, Indah kikuk dengan pertanyaan mama Luna sementara Arka hanya diam.
"Untuk sekarang tidak dulu kita sibuk dengan pekerjaan, apalagi Arka.." Ujar Indah.
Bagaimana bisa hamil? mereka melakukannya saja tidak. Jika Indah hamil pun itu bukan anak Arka melainkan anak Novan yang selalu bercinta dengannya. Arka sendiri tidak ada kemauan untuk membobol istrinya itu ia sibuk dengan pekerjaan.
"Apa tidak ada sesuatu yang terjadi di antara kalian berdua?." Selidik Rangga.
"Tidak.." Jawab singkat Arka ia sontak mencium kening Indah, lalu keduanya tersenyum.
"Syukurlah..."
Melihat itu Kaira membuang nafas kasar, rasanya kesal sekali entah kenapa.
"Kaira nanti juga Arka akan berbicara denganmu tentang proyek dalam bidang fashion, papa tahu kamu bisa diandalkan.."
Kaira hanya manggut-manggut saja. "Alat-alatnya harus dipersiapkan aku tidak mau repot mencari dulu kesana-kemari.."
"Baiklah..." Balas Arka.
"Oke...."
Kaira berdiri dari duduknya. "Semuanya aku mau istirahat dulu.."
"Iya Kai kamu pasti capek sayang..." Balas mama Luna.
Kaira menaiki anak tangga ia menatap kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Indah. "Apa jika mereka berdua melakukannya akan terdengar?..." Batinnya menerawang jauh. "Haish, stop memikirkan mereka. Ada apa denganmu Kai?.." Setelah itu Kaira memasuki kamar.
"Nak Arka apa kamu akan pulang sekarang?.." Tanya Rangga.
"Sepertinya akan menginap di sini..."
"Tumben?.." Timpal mama Luna.
"Aku ingin berduaan menghabiskan waktu bersama istriku.." Balas Arka sambil tersenyum.
"Haha baiklah..."
Seketika wajah Indah pucat ia menatap wajah Arka, Indah rencananya malam ini akan bertemu dengan Novan. Sebenarnya bukan itu yang ia khawatirkan, bagaimana jika Arka meminta haknya lalu mengetahui jika kesuciannya sudah terenggut.
"Ini sudah malam mari kita istirahat.." Ucap Rangga yang diangguki mereka.
Arka menggandeng tangan Indah untuk memasuki kamar, sekilas Arka menatap kamar Kaira setelahnya ia melanjutkan langkah.
Sesampainya di kamar, barulah Arka melepaskan genggaman.
Indah mematung perasaannya tak karuan, ia semakin dag dig dug saat Arka membuka kaosnya. "Anu, apa kau akan meminta hakmu sekarang?."
Arka menatap lama Indah ia merasakan jika wanita itu sedang cemas. "Bukankah wajar? selama dua bulan ini aku tidak memintanya..."
Indah meremas ujung baju kuat. "Bagaimana ini, aku tidak mau jika dia tahu kesucianku sudah hilang!!.." Batinnya.
Bersambung...
Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗
wesss.. sak karepmulaah, Ka...
wong penak tooo...
awalnya agak males baca.
tapi akhirnya tertarik buat baca kesimpulannya KAIRA begok itu aja sih.. pick me bgt. klo ngomong gak terus terang jd ambigu. gak bisa ambil keputusan.
padahal semua keluarga udah setuju ya kan tinggal bilang iya pacaran sama Arkaa gitu aja, nggak usah ribet orang tua keduanya juga setuju gitu. lah si kairanya NGLONTE sukanya.