NovelToon NovelToon
ARTHUR: Warisan Yang Tidak Lengkap

ARTHUR: Warisan Yang Tidak Lengkap

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:334
Nilai: 5
Nama Author: DavidTri

Arthur tumbuh di bawah perlindungan seorang pelayan tua yang setia, tanpa pernah benar-benar memahami ayahnya dan apa yang telah ia tinggalkan. Ketika waktu mulai merenggut kekuatan pelindung lamanya, Arthur dipaksa menghadapi dunia yang selama ini dijauhkan darinya dunia yang dibangun di atas hutang lama, keputusan sunyi, dan enam nama yang tidak pernah disebutkan secara utuh.

Sedikit demi sedikit, Arthur menemukan bahwa kebaikan ayahnya di masa lalu telah membentuk takdir banyak orang, namun juga meninggalkan retakan yang kini mengincar dirinya.

Di antara latihan, pengkhianatan yang tidak terucap, dan sosok-sosok yang mengawasi dari kejauhan, Arthur harus memilih:
meneruskan warisan yang tidak lengkap atau menyerah bahkan sebelum ia sempat memutuskan...

baca novelnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 - Deklarasi Perang #1, cihuy

Dua hari setelah jamuan itu, waktu di Florence terasa… lebih lambat.

Bukan karena ada campur tangan Magic.

Tapi karena sesuatu sedang ditahan.

Arthur pertama kali menyadarinya di pagi hari, saat laporan logistik tiba terlambat dari jadwalnya.

Saat ia keluar dari kamarnya ia melihat sekelompok orang mondar-mandir di koridor seperti sedang terjadi kebakaran, namun tidak ada tanda-tanda asap tebal.

kemudian ia menanyakan sesuatu kepada seorang di koridor yang lewat dengan membawa banyak catatan.

"Hey, apakah ada sesuatu yang terjadi disini?" tanya Arthur

“b-benar tuan Arthur, ada laporan jika garam dari selatan sudah tertahan, tuan” lapor seorang juru tulis.

“Lalu izin lintas wilayah belum turun sejak kemarin.”

Toxen mendekat dan mendengus pelan.

“New Gate?.”

Arthur mengangguk.

Itu bukan serangan.

Itu sentuhan awal.

Gerakan Duke New Gate

Duke New Gate tidak mengirim ancaman.

Ia mengirim aturan.

Pajak lintas wilayah naik dua koin emas

Izin pedagang diperlambat

Beberapa kontrak lama “ditinjau ulang”

Semuanya sah.

Semuanya bersih.

“Ia ingin kau meminta keringanan, tuan muda” kata Toxen.

Arthur menatap catatan itu lama.

“Ia ingin aku menjauh dari Marquis Florence.”

Arthur pergi ke ruangan Marquis Florence yang dijaga 100 Knight, dan ia menanyakan perihal hal tadi.

Jawaban Marquis Florence Mengejutkan

Marquis Florence tidak marah.

Ia tersenyum tipis

senyum orang yang akhirnya boleh membuka kartu lama.

“Jika seperti ini maka sudah waktunya menggunakan wilayah itu...” katanya pelan.

Arthur mengangkat kepala.

“Waktunya apa dan wilayah apa yang kamu maksud tuan?”

Marquis Florence berdiri dan berjalan menuju lemari besi kecil di balik rak buku.

Ia membuka kunci berlapis.

Mengeluarkan peta tua wilayah barat Tirpen.

Di sana tertulis satu nama besar:

HARLOON

“Wilayah yang dianggap miskin oleh bangsawan” kata Marquis.

“Dan karena itu… Mereka diremehkan.”

Keluarga Bayangan Harloon

Marquis menunjuk beberapa tanda kecil di peta.

“Count Valric dijuluki ahli pengrajin baja.”

“Count Edran sebuah keluarga pengelola pelabuhan sungai Alterdus.”

“Viscount Thalen sang ahli dalam pedagang biji-bijian.”

Arthur terdiam.

Nama-nama itu tidak pernah muncul di pertemuan besar.

“Mereka tidak duduk di aula megah seperti kita” lanjut Marquis.

“Mereka duduk di gudang, dermaga, dan lumbung.”

Arthur mulai memahami.

“Mereka pasti mendukungmu.”

Marquis mengangguk.

“Sejak dua puluh tahun lalu.”

Perintah kecil dikirim.

Tidak lewat utusan resmi.

Lewat kontrak lama yang diaktifkan kembali.

Tiga hari kemudian:

Baja Harloon berhenti mengalir ke wilayah New Gate

Kapal-kapal di sungai mengubah rute

Harga gandum di wilayah New Gate naik mendadak

Duke New Gate menyadarinya.

Tapi terlambat.

Utusan Duke New Gate datang.

Bukan bangsawan.

Seorang juru bicara bernama Seris Vale.

“Saya ingin menyampaikan permintaan dari Duke New Gate, beliau berharap hubungan baik tetap terjaga, dengan Marquis Florence” katanya halus. Marquis Florence menyilangkan tangan.

“Hubungan baik tidak dimulai dengan menahan garam.”

Seris tersenyum kaku.

“Dan tidak dijawab dengan menutup pelabuhan.”

Arthur berdiri di samping Marquis.

“Ini bukan penutupan” katanya tenang.

“Ini pengalihan namanya.”

Seris menatap Arthur lama.

“Siapa kau!? Beraninya berbicara saat ada Marquis Florence disini!.”

Arthur menjawab pelan:

“Aku hanya pria muda dari keluarga Fireloren, dan disini karena aku belajar dari orang yang bertahan.”

Wilayah Tirpen mulai berbisik sejak kejadian itu.

New Gate kuat di atas kertas

Florence kuat di bawah tanah

Duke Polein…

mengamati.

Enam organisasi…

mulai saling mencurigai sejak Borein menghilang dari radar mereka...

Percakapan Di Malam Hari

Di balkon, Marquis Florence berbicara lirih pada Arthur.

“Kau tahu mengapa aku menyembunyikan Harloon?”

Arthur menggeleng.

“Karena siapa pun yang terlihat kuat” Marquis berkata,

“akan dihantam lebih dulu.”

Ia menatap Arthur.

“Sekarang kau terlihat oleh orang-orang.”

Arthur menarik napas.

“Maka mereka akan datang kepada ku atau dirimu, tuan Marquis.”

Marquis mengangguk.

“Dan kali ini… kita siap.”

Di kejauhan, asap kapal sungai Harloon bergerak pelan.

Arthur menatap barat.

Di sanalah jaringan sunyi bekerja.

Dan untuk pertama kalinya, ia mengerti:

Kekuatan sejati tidak berteriak.

Ia mengatur aliran lalu menunggu dunia kehausan.

Di wilayah Duke New Gate, sebuah aula batu hitam diterangi api rendah.

Tidak ada musik.

Tidak ada pelayan.

Hanya tiga orang duduk.

Duke New Gate, duduk di tengah.

Duke Polein, di sisi kanan, wajahnya tenang namun mata tak pernah diam.

Dan seorang pria tua berjubah abu-abu kepala penasehat militer New Gate, Lord Vaelron.

Duke New Gate memecah keheningan.

“Ini bukan lagi perselisihan dagang.”

Ia meletakkan peta Tirpen di meja.

“Florence tidak hanya bertahan dengan bantuan Harloon” lanjutnya pelan.

“Ia belajar cara membalas.”

Duke Polein mengamati peta itu lama.

“Ia mengaktifkan Harloon dengan bagus” gumamnya.

“Aku kira jaringan itu sudah mati sejak beberapa tahun lalu.”

Duke New Gate tersenyum tipis bukan senyum puas.

“Justru itu masalahnya.”

Duke New Gate menatap Duke Polein lurus.

“Aku tidak datang untuk meminta pendapatmu, Duke Polein.”

Ia menggeser sebuah dokumen.

“Aku datang untuk meminta kerja samamu.”

Duke Polein mengangkat alis.

“Kerja sama macam apa?”

“Perang habis-habisan dengan mereka.”

Kata itu menggantung di udara.

“Satu pihak” lanjut Duke New Gate,

“harus berdiri setelah ini. Tidak ada ruang bagi dua.”

Duke Polein menyandarkan punggung.

“Dan jika aku menolak ajakan mu?”

Duke New Gate menjawab tanpa ragu:

“Maka kau akan berdiri sendirian ketika Florence selesai.”

Keheningan panjang.

Akhirnya Duke Polein berkata pelan:

“Aku ingin sebuah jaminan darimu.”

“Apa pun itu.”

“Bahwa setelah Florence jatuh” Duke Polein menatap tajam,

“New Gate tidak berbalik memakan Polein.”

Duke New Gate mengangguk.

“Darah kita akan tercatat bersama sekarang.”

Restu dua Keluarga

Hari berikutnya, bendera Polein berkibar di atas benteng New Gate.

Tidak sebagai deklarasi.

Sebagai sinyal.

Persediaan Polein mulai mengalir

Para Knight senior Polein dikirim sebagai “penasihat”

Jalur rahasia dibuka

Di balik layar, keluarga-keluarga kecil di bawah Polein diperintahkan bersiap.

Ini bukan latihan.

Surat dikirim kepada Kaisar

Duke New Gate menulis sendiri surat itu.

Tidak emosional.

Tidak panjang.

Isinya sederhana:

“Marquis Florence mengganggu stabilitas wilayah barat Tirpen, mengaktifkan jaringan yang diyakini sebagai perdagangan ilegal, dan mengancam keseimbangan antar-keluarga bangsawan. Demi ketertiban Kekaisaran Agung Valerion, saya memohon izin untuk melakukan penindakan militer terbatas.”

Kata perang tidak ia tulis.

Namun maknanya jelas tercantum disana.

Istana Kaisar

Surat itu dibaca di hadapan Kaisar Valerion

Kaisar Valerius III.

Ia tidak marah.

Ia juga tidak setuju.

Ia diam.

Di belakangnya, tirai emas bergoyang pelan.

“Hmmm si Florence ya?” gumamnya.

“Nama lama yang disana.”

Seorang penasehat kaisar berbisik:

“Dan ada kabar terkini jika Arthur Fireloren anak dari Moren berdiri di sisinya.”

Kaisar menutup mata sejenak.

“Anak Moren yaa…” katanya pelan.

“Darah itu memang selalu membawa badai sejak generasi pendiri.”

Ia membuka mata.

“Berikan izin, Albert” katanya akhirnya.

“Tapi dengan batasan.”

Penasehat menunduk.

“Dan bagaimana jika batas itu dilanggar?”

Kaisar tersenyum samar.

“Maka perang itu akan mengurus dirinya sendiri.”

Kabar Sampai ke Florence

Tiga hari kemudian.

Utusan kekaisaran tiba di kediaman Marquis Florence.

Arthur berdiri di samping Marquis saat segel emas dibuka.

Isinya singkat.

Resmi.

Izin operasi militer terbatas

diberikan kepada Duke New Gate.

Tidak ada nama Florence disebut.

Namun semua orang tahu

siapa sasarannya.

Keheningan menyelimuti ruangan.

Toxen mengepalkan tangan.

“Mereka benar-benar memilih perang sebagai rencana terakhir.”

Marquis Florence menutup surat itu perlahan.

“Tidak” katanya tenang.

“Mereka sedang memilih kepastian.”

Ia menoleh ke Arthur.

“Dan sekarang… saat yang tepat untuk menunjukkan dirimu ke dunia, Arthur.”

Arthur mengangkat kepala.

Matanya tidak gemetar.

“Tentu, tuan Marquisi.”

Di kejauhan, genderang latihan mulai terdengar.

Bukan di Florence.

Di New Gate.

Arthur memandang peta Tirpen.

Titik-titik kecil mulai bergerak.

Dan untuk pertama kalinya, ia sadar:

Politik telah selesai berbicara.

Kini, sejarah akan menulis dengan darah atau dengan kecerdikan yang lebih tajam dari sebuah pedang.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
sukses selalu untuk semua karyanya kak
DavidTri: terimakasih kak🌞
total 1 replies
Vanillastrawberry
kritis banget tuan muda Arthur
Zan Apexion
Nice story 👍
DavidTri: Terima kasih 👋🏻
total 1 replies
Zan Apexion
Sedikit saran Thor, lupa tanda baca 'titik' setelah kata hentakan. letaknya di paragraf awal.
DavidTri: benar, lupa naruh titik di akhirannya, btw terima kasih
total 1 replies
DavidTri
21 nama yang sangat ...🗿
DavidTri
Episode 6 - 13 udah ada di draft😄 tinggal nunggu Minggu depan biar jadi jadwal up 1-2/Minggu🥳 Btw boleh baca Novel terbaru ku, Judulnya: Welcome To SERIAL KILLER
tentang orang jadi pembunuh gitu aja, kalau penasaran boleh di baca🔥
DavidTri: btw kenapa cover nya masih ngadep belakang dah🗿 padahal udah diganti si Arthur hadap ke depan ngelihat orang ganteng/cantik😀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!