NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Romantis / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi secara tak terduga memperoleh sebuah pedang aneh yang mampu berbicara. Dari pedang itulah ia mempelajari teknik pedang kuno dan jalan kultivasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Saat kekuatannya dianggap cukup, pedang tersebut memerintahkannya untuk mengembara—mencari cara agar sang roh pedang dapat memperoleh wujud fisik.

Maka dimulailah perjalanan Jian Yi sebagai seorang pengembara, melangkah di antara bahaya, rahasia, dan takdir yang perlahan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Kedalaman Abisal

​Komandan prajurit duyung itu, yang bernama Lan Cang, menancapkan trisulanya ke atas bongkahan es yang terapung.

Matanya yang biru tajam menatap Jian Yi dengan saksama. "Baiklah, manusia bernama Jian Yi. Jika kau benar-benar sang pembantai Naga Hitam, maka kau harus membuktikan kekuatanmu dengan membersihkan Qi busuk di Palung Naga Merintih. Tapi ingat, di kedalaman itu, tekanan air bisa meremukkan tulang Grand Master sekalipun."

​Jian Yi mengangguk tenang. "Tunjukkan jalannya, Lan Cang."

​"Tunggu dulu!" sela Lu Feng sambil meneguk sisa araknya. "Aku bisa menahan napas dengan teknik 'Pernapasan Kura-kura Seribu Tahun', tapi si Bakpao—maksudku Nona Ling'er—dan Jian Yi, bagaimana kalian akan bertahan di bawah sana? Kalian bukan ikan."

​Ling'er mendengus, pipinya menggembung bangga. "Jangan meremehkanku! Meskipun raga fisiku baru, aku tetaplah pusaka surgawi."

Ia memejamkan mata, dan energi merkuri perak mulai mengalir keluar dari pori-pori kulitnya, membentuk sebuah gelembung transparan yang berkilauan di sekitar tubuhnya dan Jian Yi.

​"Ini adalah Perisai Roh Shui-Jin," jelas Ling'er. Namun, wajahnya tiba-tiba berubah ragu. "Tapi... karena energi Kristal Api semalam masih belum stabil, jangkauan perisai ini sangat terbatas. Agar udaranya tidak bocor dan tekanannya tetap seimbang, kita harus... erm... tetap menempel."

​"Menempel?" Jian Yi mengangkat alis.

​"Maksudnya, kau harus memelukku erat-erat, Dasar Bodoh! Jangan sampai ada celah udara di antara kita, atau perisainya akan pecah!" teriak Ling'er dengan wajah yang mulai memerah lagi, teringat kejadian memalukan di penginapan.

​Lu Feng tertawa terbahak-bahak hingga hampir jatuh dari kapal. "Hahaha! Sempurna! Tugas menyelamatkan laut atau kencan di bawah air? Selamat bersenang-senang, Yi!"

​BYUUURRR!

​Mereka melompat ke dalam laut yang jernih. Lan Cang memimpin di depan, melesat seperti anak panah biru. Di belakangnya, Jian Yi dan Ling'er tenggelam dalam gelembung perak mereka.

​Sesuai instruksi, Jian Yi harus melingkarkan kedua lengannya di pinggang Ling'er, menarik tubuh mungil namun berisi itu hingga benar-benar merapat ke dadanya.

Karena posisi mereka yang vertikal saat menyelam, wajah Ling'er tepat berada di depan dada bidang Jian Yi.

Aroma maskulin Jian Yi bercampur dengan wangi arak tipis menyerang indra penciuman Ling'er, membuatnya hampir lupa cara mengendalikan perisai.

​"Jangan melamun, Ling'er. Tekanannya mulai meningkat." bisik Jian Yi tepat di telinganya. Napas hangat Jian Yi menciptakan sensasi kesemutan yang membuat punggung Ling'er merinding.

​"D-diamlah! Aku sedang fokus!" balas Ling'er, meskipun ia justru semakin menyandarkan kepalanya di bahu Jian Yi, mencari kenyamanan di tengah tekanan laut dalam yang mengerikan.

​Semakin dalam mereka menyelam, cahaya matahari mulai menghilang, digantikan oleh keremangan biru yang dingin.

Di sekitar mereka, terumbu karang yang biasanya berwarna-warni kini tampak hitam dan layu, diselimuti oleh kabut ungu gelap—energi busuk sisa-sisa amarah Naga Hitam yang terbawa arus bawah laut.

​"Itu tempatnya," Lan Cang berhenti di depan sebuah celah raksasa yang tampak seperti mulut monster yang menganga. "Istana Karang Biru terletak di balik palung ini. Tapi di dalamnya, seorang mantan tetua kami yang terinfeksi energi naga, Mo Kun, telah berubah menjadi monster gila yang menjaga Mutiara Laut Abadi."

​"Mo Kun?" Jian Yi menyipitkan mata. Ia bisa merasakan aura yang sangat tidak menyenangkan dari dalam kegelapan palung tersebut.

​Tiba-tiba, sebuah pusaran air raksasa tercipta dari dalam palung. Dari kegelapan, muncul sosok duyung raksasa dengan sisik yang sudah pecah-pecah dan mata yang menyala merah darah.

Tangannya bukan lagi memegang trisula, melainkan telah bermutasi menjadi cakar hitam yang panjang.

​"Manusia... Api... Berikan... Bakar..." erang Mo Kun dengan suara yang terdistorsi oleh air.

​"Ling'er, bersiaplah," perintah Jian Yi. Ia tidak bisa melepaskan pelukannya karena itu akan menghancurkan perisai mereka, yang berarti ia harus bertarung dengan satu tangan, sementara tangan lainnya tetap memeluk erat pinggang Ling'er.

​"Aku akan mendukungmu dengan energi api dari dalam!" Ling'er mencengkeram lengan Jian Yi, menyalurkan energi panas Kristal Api ke seluruh tubuh pria itu agar serangannya bisa menembus dinginnya air abisal.

​Mo Kun menerjang dengan kecepatan luar biasa, cakar hitamnya mengarah tepat ke gelembung mereka.

​"Lu Feng! Bantu Lan Cang mengurus pengikutnya! Biarkan tetua gila ini padaku!" teriak Jian Yi sambil menghunus tangan kanannya yang kini diselimuti api biru yang menyala di bawah air.

1
Dadan Purwandi
mantapppp 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
gaspolll thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap ceritanya 🔥🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
hancurkannnnn🔥🔥🔥🔥
angin kelana
dah 7 tahun lg yah...
Agen One: time skip aja/Pray/
total 1 replies
Adibhamad Alshunaybir
mantap author semangat up nya☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!