NovelToon NovelToon
Kultivator Pengembara 2

Kultivator Pengembara 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Lanjutan novel kultivator pengembara

Jian Feng berakhir mati dan di buang ke pusaran reinkarnasi dan masuk ke tubuh seorang pemuda sampah yang di anggap cacat karena memiliki Dantian yang tersumbat.

Dengan pengetahuannya Jian Feng akan kembali merangkak untuk balas dendam dan menjadi yang terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Melamun

​Gedung kantor gubernur yang megah itu mendadak hening saat iring-iringan aneh Jian Feng tiba di gerbang depan.

Para penjaga yang tadinya berdiri tegak dengan tombak berkilau, kini melongo melihat seorang wanita cantik yang terengah-engah menyeret tumpukan preman babak belur, sementara di depannya seorang pria bertudung asyik mengunyah sisa Tanghulu.

​"Siapa kalian?! Apa yang kalian lakukan di sini?" bentak salah satu penjaga, meski suaranya sedikit bergetar melihat kondisi para preman yang wajahnya sudah tidak berbentuk.

​"Kirim paket," jawab Jian Feng singkat. Ia menunjuk tumpukan preman itu dengan stik Tanghulu-nya. "Itu buronan yang mengganggu kedai di ujung jalan. Aku dengar ada hadiah untuk kepala mereka. Panggilkan atasanmu yang paling punya wewenang... dan paling punya banyak uang."

​Di dalam ruang audiensi yang dingin, seorang pejabat gemuk bernama Tuan Fang menatap Jian Feng dengan dahi berkerut.

Di atas meja tersaji kantong-kantong koin perak, namun Jian Feng hanya menatapnya dengan pandangan malas.

​"Dua puluh koin perak per kepala. Itu aturan standarnya, Tuan..." Tuan Fang berdehem, mencoba terlihat berwibawa.

​Jian Feng bersandar di kursi mahoni, kakinya diangkat satu ke atas lutut. "Tuan Fang, mari kita bicara jujur. Preman-preman ini bukan hanya pengganggu biasa. Mereka memiliki tanda dari sindikat 'Tangan Banyak' di lengan mereka. Jika aku tidak membereskannya, besok kedai itu akan rata dengan tanah, dan laporan kinerjamu ke pusat akan terlihat sangat... buruk."

​Jian Feng mengetukkan jarinya ke meja. "Aku tidak hanya menyerahkan kriminal, aku sedang menyelamatkan kariermu. Jadi, mari kita bicarakan 'biaya administrasi' tambahan karena aku sudah melakukan pekerjaan prajuritmu."

​Tuan Fang berkeringat dingin. Ia merasakan aura yang sangat menekan dari pria di depannya. "B-berapa yang kau inginkan?"

​"Lipat tigakan, dan tambahkan satu surat jalan resmi agar aku tidak diganggu penjaga gerbang," Jian Feng tersenyum di balik cadarnya. "Atau... aku bisa saja melepaskan mereka kembali di sini, sekarang juga. Bagaimana?"

​Petir Kecil mengeluarkan suara kretek listrik dari atas tudung Jian Feng, menambah efek dramatis. Tuan Fang langsung memucat dan dengan gemetar mengeluarkan beberapa kantong emas dari laci rahasianya.

​Setelah keluar dari kantor gubernur dengan kantong yang jauh lebih berat, Jian Feng berhenti di depan wanita cantik yang tadi menyeret para preman.

Wanita itu tampak sangat berantakan; riasannya luntur dan napasnya masih memburu.

​"Ini bagianmu," Jian Feng melemparkan sekeping koin emas padanya. "Gunakan untuk membeli otak baru agar kau tidak mencoba merayu kakek-kakek berbahaya lagi di masa depan."

​Wanita itu menerima koin itu dengan tangan gemetar. "T-terima kasih, Tuan... Siapa sebenarnya namamu?"

​"Bukan siapa-siapa. Hanya seorang pengembara yang benci makanan manis," ucap Jian Feng sembari melambaikan tangan tanpa menoleh. "Pergilah. Dan berhentilah menjadi penipu, kau terlalu cantik untuk berakhir di selokan."

​Wanita itu terpaku, menatap punggung Jian Feng yang menjauh sampai pria itu menghilang di kerumunan pasar.

​Jian Feng berjalan menuju sebuah bukit kecil di pinggiran alun-alun kota, tempat di mana pohon-pohon rindang memberikan tempat teduh yang sempurna.

Ia duduk bersandar di salah satu batang pohon, menatap ke arah alun-alun yang mulai dipenuhi oleh para pedagang yang mendirikan tenda untuk pasar malam.

​Matahari mulai terbenam, mengecat langit dengan warna jingga dan ungu yang magis. Jian Feng terdiam cukup lama, membiarkan pikirannya melayang jauh melampaui waktu.

​"Tuan, kenapa kita di sini? Bukannya lebih baik kita mencari penginapan mewah dengan uang perasan tadi?" tanya Petir Kecil, merangkak turun ke pangkuan Jian Feng.

​"Aku hanya ingin melihat cahaya, Kecil," gumam Jian Feng pelan. "Dulu... Lin Xue sangat menyukai pasar malam. Dia selalu ingin melihat lampion terbang, tapi tubuhnya terlalu lemah untuk berdesakan di kerumunan setiap saat. Aku sering berjanji akan membawanya setiap hari, tapi aku terlalu sibuk mencari cara untuk membuatnya tetap hidup."

​Jian Feng menatap tangannya yang kosong. "Sekarang aku punya semua waktu di dunia, aku punya uang, aku punya kekuatan... tapi dia tidak ada di sini untuk memintaku membelikan manisan lagi."

​Petir Kecil terdiam. Ia tidak mengejek kali ini. Ia hanya menyandarkan kepalanya di tangan Jian Feng yang dingin.

​"Tuan... kau bukan gagal," bisik Petir Kecil. "Kau hanya sedang berada di bab yang berbeda. Ingat apa katamu? Dia sekarang adalah cahaya yang menuntun jalan. Mungkin pasar malam ini adalah caranya menyapamu."

​Jian Feng tersenyum tipis, matanya sedikit berkaca-kaca namun segera ia usap dengan kasar. "Kau benar. Sepertinya kau mulai tertular sisi puitisku, Laba-laba Bodoh."

​Kegelapan malam akhirnya jatuh, namun alun-alun di bawah sana justru meledak dalam warna-warni cahaya.

Ratusan lampion mulai dinyalakan, suara gelak tawa orang-orang fana, musik jalanan, dan aroma berbagai macam masakan mulai naik ke atas bukit.

​Jian Feng berdiri, merapikan tudungnya yang tertiup angin malam. Rasa sedihnya tidak hilang, namun kini ada tekad baru yang menyala di matanya.

​"Ayo, Petir Kecil. Mari kita habiskan uang Tuan Fang untuk semua makanan yang ada di bawah sana. Dan jika monster 'Tangan Banyak' itu memang ada di sini... dia akan menyesal karena telah mengganggu malam kencanku dengan kenangan Lin Xue."

​Jian Feng melompat turun dari bukit, mendarat dengan ringan di tengah riuh rendah pasar malam yang baru saja dimulai.

1
MF
💪/Hunger//Hunger/💪💪💪💪💪💪
aku
sedikit
Agen One: Hehe, Nuhun pisan🤣🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aku
ber arti adeganngewetidakpernahterjadiyathor
aku
lalu emas yg banyak itu,sdh masuk cincin ya thor.
thor lu kaya Jiang Feng
Ra_Lathia
knp jadi tubuh ganda, cb tetep pke tubuh satu tp kmdian jd kultivator yg menipu "penulis takdir", tp ttp bgus laah👍
Agen One: /Rice//Rice//Rice//Rice/
total 1 replies
Ra_Lathia
pembukaan season yang bagus👍
MF
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Adibhamad Alshunaybir
mantap kak author lanjutkan up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!