Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Bayi bajang
Buuuuulll.
Asap membumbung tinggi ketika iblis suruhan itu telah kembali dengan keadaan yang cukup lumayan parah, gadis yang berdiri di hadapan dupa itu hanya menyeringai karena dia telah mengetahui bahwa ada seseorang yang telah berani ikut campur dalam urusan ini dan kemungkinan besar dia harus bekerja lebih keras agar bisa menyiksa orang yang telah dia tuju.
Dukun brewok yang berbaju hitam itu juga terdiam sambil memperhatikan keadaan iblis yang baru saja dia suruh untuk menyakiti Yuli, Dia terlihat tidak cuma sama sekali karena mengetahui bahwa iblis yang menjadi suruhan ini adalah jenis bayi bajang sehingga tidak mungkin mudah terluka seperti para iblis lain.
Bayi bajang memiliki kekuatan yang luar biasa dan bila yang menyuruh dia adalah Ibu tanding sendiri maka sudah pasti dia akan menuruti dengan sangat patuh karena anak yang di buang seperti itu membutuhkan kasih sayang begitu besar dari Ibu, walau pada dasarnya sang Ibu sama sekali tidak mengharapkan dia ada.
Bila memang Ibu mau dia ada di dunia ini maka jelas bagi itu tidak akan menjadi bayi bajang yang di gugurkan begitu saja oleh orang tuanya, bayi bajang adalah anak yang terlahir secara tidak normal alias masih belum cukup umur sehingga dia digugurkan dan kemudian di buang begitu saja oleh orang yang mengandung.
Saat ada dukun sakti yang mampu melakukan ritual maka bayi itu bisa di jadikan sarana santet yang begitu mematikan untuk orang lain, jadi memiliki urusan dengan bayi bajang ini cukup rumit karena dia juga memiliki sifat seperti anak manusia yang begitu mudah merajuk dan susah sekali untuk di kendalikan.
Sesaji juga harus lengkap agar dia tetap menuruti apa yang di pinta oleh orang tersebut, bila saja dendam yang ada di dalam hati ini tidaklah sangat kuat maka sudah pasti orang tersebut tidak akan mau mengurus bayi bajang yang memiliki banyak kehendak bila sudah melihat orang lain memiliki hal yang dia inginkan.
"Masuk dan istirahatlah sekarang karena kau sudah bekerja keras." Mbah dukun menatap bayi bajang itu.
"Jadi tugas yang harus aku lakukan sudah selesai?" bayi bajang bertanya kepada Mbah dukun.
"Sudah, sekarang kau bisa istirahat dulu dan besok baru kita lakukan hal seperti itu lagi." Mbah dukun menjawab dengan nada begitu lembut.
"Aku ingin bersama dengan Ibu." bayi bajang menatap wanita cantik yang ada di hadapan Mbah dukun.
"Boleh saja, tapi kamu harus masuk dulu ke dalam boneka ini lagi jadi nanti baru bisa beristirahat dengan Ibu." bujuk Mbah Dukun penuh lemah lembut sekali.
"Itu tidak bohong kan?" bayi bajang memastikan terlebih dahulu karena kemarin dia sempat di bohongi.
"Tidak." Mbah dukun menggeleng sambil tersenyum.
"Ibu juga tidak bohong kepada aku kan?" tanya bayi bajang kepada wanita cantik yang tetap diam sejak tadi.
Lidah wanita ini begitu kelu karena dia tidak ingin menjawab apa yang telah di tanyakan oleh anak tersebut, anak yang tidak lain adalah anak dia sendiri karena dulu dia sempat mengalami keguguran alias sengaja di gugurkan sehingga bayi itu bisa di jadikan sarana santet untuk menyakiti orang yang telah dia tuju dan bisa melakukan apa saja sesuai yang dia inginkan asalkan wanita ini mau memberikan kasih sayang begitu besar.
"Ica?" Mbah dukun menegur wanita yang masih tetap terdiam itu.
"Ah eh iya, aku akan membawa kau pulang malam ini." Ica tersentak kaget dan segera mengangguk.
"Horeeeee, aku akan tidur dengan Ibu." bayi bajang bersorak begitu senang setelah mendengar jawaban dari Ica.
Mbah dukun juga tersenyum sehingga bagi bajang itu kemudian memutuskan masuk ke dalam boneka yang sudah di jahit dengan benang tujuh rupa, rupa boneka itu juga begitu seram sehingga siapa saja yang melihat pasti akan sangat ketakutan sehingga wajar saja bila Ica tidak mau tidur dengan boneka tersebut karena dia pasti memendam rasa takut yang ada di dalam hati ini.
"Jangan ingkari janji mu itu karena nanti dia akan merajuk dan tidak akan mau melakukan hal ini lagi." pesan Mbah dukun kepada gadis cantik itu.
"Tapi aku tidak berani bila harus tidur dengan boneka seram seperti ini." Ica membayangkan saja sudah merinding.
"Kau hanya perlu mengingat bahwa di dalam boneka ini adalah anak mu!" tegas Mbah Dukun.
"Sungguh aku tidak bisa!" Ica ingin menangis karena dia memang sangat ketakutan.
"Turuti ucapan ku! kau juga harus berusaha bila keinginan yang ada di dalam hatimu itu sangat besar, jangan hanya ingin mendapatkan hasil saja." Mbah Dukun sudah begitu marah melihat gadis ini yang tetap keras kepala.
Ica sudah tidak bisa lagi untuk menolak karena dia juga memiliki keinginan yang begitu besar dan semua itu masih membutuhkan jasa dari bayi bajang tersebut, jadi sebisa mungkin dia harus menjaga sikap dan memberi kasih sayang kepada sang jabang bayi.
Lagi pula itu adalah anak dia sendiri sehingga sesudah pasti harus memberikan kasih sayang walau sang anak sekarang sudah dalam keadaan yang berbeda dengan dia, ini masih mending karena tidak perlu merawat dengan banyak uang atau segala macam karena bayi bajang itu hanya menginginkan kasih sayang yang begitu besar.
"Pulang lah sekarang dan rawat boneka ini dengan baik." suruh Mbah Dukun.
"Apa dia harus aku bawa masuk ke dalam kamar dan tidur dengan aku malam ini juga?" Ica masih merasa begitu ragu.
"Letakan saja dia di kasur sebelah kau tidur, maka itu sudah cukup dan dia bisa merasakan hal itu." jelas Mbah dukun.
"Awal dulu Mbah tidak ada mengatakan itu kepada aku, tapi sekarang malah ada hal seperti ini pula!" protes Ica.
"Aku sudah memberikan peringatan bahwa bayi bajang yang di jadikan sarana santet ini pasti akan memiliki kemauan yang tidak biasa." jelas Mbah dukun pelan.
"Tapi andai saja aku tahu sejak awal maka aku tidak akan mengambil jalan ini." kesal Ica.
"Sekarang semua sudah terjadi dan kau juga tidak bisa mundur, ini bukan masalah berat karena kau hanya tinggal meletakkan boneka ini di sebelah kasur mu saja!" bentak Mbah Dukun sudah emosi sekarang.
"Astaga kenapa aku jadi punya urusan rumit begini." kesal Ica.
Namun mau kesal bagaimana juga itu tidak akan mengubah keadaan karena semua sudah terjadi, sekarang hanya tinggal menikmati bagaimana dia akan mengurus boneka yang tersimpan janin dia sendiri di dalam sana, janin yang keluar dari perut Ica belum murni sebagai bayi biasa sehingga masih bisa untuk di bangun menjadi bayi bajang itu.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...