NovelToon NovelToon
Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Janda Miskin Kesayangan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Janda / Selingkuh
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Maxime Brixtone adalah seorang mafia yang sepanjang hidupnya terjebak dalam perselisihan kelam dengan ibu tirinya. Di tengah hidupnya yang penuh duri dan misteri tentang bagaimana konflik itu akan berakhir, Max berada di ambang kematian akibat rencana pembunuhan yang dirancang oleh sang ibu tiri.

Tak disangka, hidupnya di selamatkan oleh seorang wanita yang telah bersuami. Max bersembunyi di kediaman wanita tersebut, hingga mereka tanpa sengaja menyaksikan sang suami melakukan perselingkuhan.

Dari titik itu, batas antara rasa terima kasih, kemarahan, dan obsesi kepada wanita penyelamat hidupnya mulai kabur.

Max pun memiliki sebuah ide gila untuk menjadikan wanita yang telah menyelamatkan nyawanya menjadi seorang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 4

Namun ketika tangan mungil Zayna maju ingin membuka kancing kemeja pria tersebut, tiba-tiba tangan besar yang kuat mencengkram pergelangan tangan Zayna secara mendadak. Membuat Zayna terkejut.

“Ah…!!” Jerit Zayna merasa kesakitan.

Mendengar suara Zayna, pria itu membuka matanya.

“Maaf… Sepertinya… Aku mulai berhalusinasi. Ku pikir kau… Adalah mereka.” Pria itu perlahan melepaskan tangan Zayna.

“Dengan kondisi seperti ini, kau masih bisa bertahan. Kekuatan apa yang kau miliki.” Kata Zayna menyeka setiap wajah pria tersebut sedikit demi sedikit.

“Namaku Max. Maxime Brixton.”

Akhirnya pria tersebut menyebutkan namanya.

“Ah ya… Aku Zayna.”

Max mengerutkan keningnya. Dia berharap wanita di hadapannya ini bersorak atau pun terkejut ketika nama nya di sebutkan.

Siapa yang tidak mengenal Maxime Brixtone. Pengusaha, dan pria kaya raya yang wajah tampannya sudah tersebar di seluruh majalah serta berita tv, bahkan sesekali Max mengijinkan wawancara eksklusif.

Semua itu semata-mata untuk menutupi identitas asli dirinya yang sebenarnya, sebagai Mafia paling berpengaruh di dunia gelap.

Dengan pengaruhnya sebagai Mafia, bukan hal yang sulit bagi Max, untuk memiliki perusahaan serta bisnis yang mampu mempengaruhi laju perekonomian dunia.

“Aku Max.” Katanya lagi menekankan dan sedikit terengah karena luka di perutnya.

Zayna masih sibuk membuka setiap kancing kemeja Max, dan melepaskan kemeja putih tersebut, ia melihat perut kekar Max memiliki luka yang cukup dalam.

“Aku akan membersihkan lukanya, untuk sementara waktu aku hanya bisa membantu mensterilkannya. Sisanya kau harus pergi ke rumah sakit. Kenapa kau sampai terluka seperti ini. Jika itu orang lain, pasti sudah mati.” Kata Zayna sibuk menyiapkan desinfektan.

“Aku tidak mudah mati. Tapi kali ini memang aku hampir mati.” Kata Max.

Namun, Max merasa ada yang janggal kenapa wanita di hadapannya masih bersikap tenang saat dirinya menyebutkan nama nya.

“Apa kau tidak dengar, aku sudah menyebutkan namaku?”

“Iya aku sudah dengar, nama mu Maxime Brixtone. Aku akan memanggilmu Max.”

Mendadak Max tersenyum tipis, dengan bibir pucatnya dan wajah penuh darah bercampur keringat dingin. Sudut bibirnya terangkat naik. Ada rasa geli di dalam dadanya.

Kini Max paham. Melihat gestur wanita di hadapannya itu yang acuh dan ketika melihat wajahnya saat pertama kali tidak bereaksi apapun. Max menyimpulkan bahwa wanita di hadapannya tidak tahu siapa Maxime Brixtone.

“Berapa lama kau menjalani kehidupanmu di dalam goa?” Tanya Max.

“Ya?” Tanya Zayna, saat itu Zayna menyeka tangan kekar dan berotot milik Max. Otot-otot besar menonjol dan mengitari tangan Max.

“Maksudku. Apa kau tidak pernah melihat majalah atau televisi? Paling mudah internet.” Kata Max.

“Majalah? TV? Kau melihatnya di rumahku? Aku tidak punya waktu untuk itu. Aku bekerja selama hampir 18-20 jam terkadang aku hanya tidur selama 4 jam, bahkan jika aku tidak tidur sekalipun hutangku belum tentu bisa lunas.” Kata Zayna.

“Aku akan mulai mensterilkan luka yang ada di perutmu, ini akan terasa sakit jadi kau harus menahannya.” Lanjut Zayna mengambil desinfektan, dan secara perlahan Zayna mulai menempelkannya ke perut Max.

“Sshh…!!” Tubuh Max menegang, urat-urat besar menonjol di sepanjang aliran ototnya.

Seolah darahnya mendidih, Max mencengkram lengan Zayna dan mengeratkan rahangnya.

Beberapa kali Zayna membersihkan lukanya, hingga Max tanpa sadar menaruh kepalanya di bahu Zayna untuk menopang dirinya. Hampir seperti memeluk Zayna.

Setelah selesai Zayna mengambil perban dan perlahan melingkarkan perban itu di perut Max serta bahu Max yang besar, sehingga Zayna harus memeluk tubuh besar Max.

“Kau tidak tanya kenapa aku terluka?” Kata Max mulai tenang.

“Tidak. Kau pasti punya alasan sendiri. Lagi pula aku tidak melihat bahwa kau orang jahat.” Kata Zayna.

“Kau sangat ceroboh. Bagaimana jika ternyata aku penjahat?”

Zayna berhenti sejenak melilitkan perban. Lalu ia meneruskan berbicara.

“Seorang penjahat tidak akan berkomentar tentang bagaimana bajingannya suamiku, dan juga dia tidak akan mengajakku bersembunyi dengan tenang, tidak sampai di situ, kau menolongku saat kaki ku kesemutan.”

“Itu karena aku juga tidak ingin ketahuan, mereka masih mencariku.” Kata Max.

“Terlepas dari alasanmu. Kau juga menolongku. Jadi kita impas.”

Max terdiam.

Zayna selesai membalut luka di perut Max, ia kemudian bangkit membawa pancinya yang berisi air yang sudah berubah menjadi merah karena darah, matanya tertuju pada ranjang yang sedikit berantakan, ada rasa getir di dadanya, ia tidak ingin memakai ranjang itu.

“Ranjang itu satu-satunya milikku. Ranjang itu tempat ku tidur dan…”

“Kalau begitu kenapa tidak di buang saja.” Sahut Max.

“Aku harus memikirkan berulang kali. Tidak semudah itu ketika kau miskin.” Kata Zayna

“Jika aku buang, lalu aku tidur memakai apa? Sekarang musim dingin, lantai juga begitu dingin. Semua hal selalu harus di pikirkan baik-baik, ini bukan sekedar tentang ego, tapi himpitan ekonomi dan keterpaksaan yang mau tidak mau harus terus menjalani hidup.” Lanjut Zayna kemudian ia keluar dari kamar.

Max mencerna setiap kata yang Zayna katakan. Max penasaran bagaimana wanita itu bisa melewati hari demi hari dengan keterbatasan ekonomi yang di luar nalar nya, Max pun melihat sekeliling, lalu melihat jam tangan mewahnya, bahkan jika rumah itu di jual beserta isinya tidak akan mampu membeli satu buah arloji yang ia pakai.

Tak berapa lama, Zayna membawa 2 kasur lipat dan manaruhnya di lantai. Kasur itu cukup besar.

“Aku akan tidur di luar dan kau di dalam.” Kata Zayna menaruh 1 kasur lipatnya.

“Tidak. Kau tidur lah di sini. Aku yang akan tidur di luar. Berikan kasur nya padaku.” Max kemudian hendak berdiri dan ingin meraih satu kasur yang di bawa Zayna, untuk tidur di luar.

“Apa kau baik-baik saja? Tidur di ruang tamu dingin tidak ada penghangatnya.” Kata Zayna.

“Tidak apa-apa.” Kata Max.

Ketika Max hendak pergi, Zayna memikirkan nya dengan baik-baik, ia tidak mungkin membiarkan pria yang sedang sakit tidur di lantai yang dingin.

“Tidur lah di sini. Kita akan berbagi ruangan. Tapi jangan pernah macam-macam…” kata Zayna malu.

Max pun mendadak tertawa dengan suara yang rendah.

Zayna langsung melihat Max dengan wajah yang sangat merah. Namun wajah Zayna berubah kesal.

“Aku tahu aku tidak menarik. Aku wanita yang kumal seharusnya aku tidak mengatakan itu bukan? Kau bahkan tidak akan tertarik padaku. Aku ini bicara apa. Suami ku saja berselingkuh dengan gadis yang masih sangat muda.” Zayna kemudian menggelar kasur lalu merebahkan dirinya dan tidur menyamping.

Seulas senyuman yang lepas dari bibir Max tiba-tiba langsung lenyap. Max memandangi punggung dan bahu Zayna. Bukan itu maksud Max. Pria itu mendadak tertawa karena ia melihat wajah cantik Zayna yang cemberut sangat menggemaskan. Tapi Zayna begitu sensitif dan mengira Max menghinanya.

Bersambung

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
penguntit suruhan nevari belum tuntas yg kemarin 🤣🤣🤣
Umi Zein
kamu gak tau yg sebenarnya Max/Sob/, klo kamu tau tentang kebenarannya bencinya kamu pasti akan berbuah syang 0d ayahmu/Whimper//Chuckle/
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
Apa penguntit itu suruhan nevari???
hemmm mau ketemu istri orang aja adaaa saja gangguannya😏
ceritanya nggantung lagi dah kayak kates
Hanima
lanjut Maxxx
Umi Zein
ya seneng bahagia laah! wong dapet jatah dr istrinya orang😂😂
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Gas Max, Bisa jadi benihhhmu juga sdh tumbuh. Jadi tanggung jawablah, perjuangkan Zayna sampai titik darahhh penghabisan🤭🤣
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Anggap saja Max adalah obat untuk luka yang diderita zayna.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Semoga saja Drake segera menceraikannn Zayna. takut bangeet Zayna goyah dan dibodohiii drake. karena mereka sd impas sdh merasakan kehangatan bersama orang lain.
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
demi zayna max rela melakukan apapun🤭
Hanima
Lanjuttt Max
Hanima
semuaaaanya 🤭
Hanima
👍👍
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
gak papa drake sekarang bergaya dulu ala ala CEO yang terkenal dingin dan tak tersentuh😁🤭
sombonge ndhisek ajooorrre kari wkwkwk
Anonymous
Thor kok blm update
☆𝙎𝙊𝙇𝙀𝘿𝘼𝘿☆ ⚫3
duuuuh bolak balik ngintipin up apa blom🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Umi Zein
ooh jdi si Max sengaja ngasih posisi itu ke Drakula biar dia bisa mantau trus. licik tp pinter jg si Max /Proud//Joyful//Joyful/
Achimedess
keren
Achimedess
siipp
dlups
lanjukan
dlups
upp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!