NovelToon NovelToon
Satu Derajat Celcius

Satu Derajat Celcius

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Genius / Diam-Diam Cinta / Fantasi Wanita / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi Zayden Abbey, dunia adalah medan tempur yang bising dan penuh amarah, sampai suatu siang di perempatan kota, ia dipaksa berhenti oleh lampu merah. Di tengah deru mesin motor yang memekakkan telinga dan kepulan asap knalpot yang menyesakkan, Zayden melihatnya—Anastasia Amy.
Gadis itu berdiri tenang di trotoar, seolah memiliki dunianya sendiri yang kedap suara. Saat Amy menoleh dan menatap Zayden dengan pandangan dingin namun tajam, jantung Zayden yang biasanya berdegup karena adrenalin tawuran, tiba-tiba berhenti sesaat. Di mata Zayden, Amy bukan sekadar gadis cantik; dia adalah "hening yang paling indah." Dalam satu detik itu, harga diri Zayden sebagai penguasa jalanan runtuh. Pemuda yang tak pernah bisa disentuh oleh senjata lawan ini justru tumbang tanpa perlawanan hanya karena satu tatapan datar dari Amy. Zayden menyadari satu hal: ia tidak sedang kehilangan kendali motornya, ia sedang kehilangan kendali atas hatinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejujuran Sang Panglima

Wajah Tuan Pratama berubah menjadi kelabu. Amarahnya kini berganti menjadi ketenangan yang jauh lebih mengerikan, ketenangan seorang penguasa yang sedang menghitung langkah untuk menghancurkan lawan.

Ia menurunkan tongkatnya, matanya menatap tajam ke arah Amy yang masih memeluk tubuh Zayden yang bersimbah darah.

"Hamil?" desis Tuan Pratama. Suaranya rendah, setajam pisau bedah.

"Kamu pikir Papa bodoh, Anastasia? Kamu pikir Papa akan langsung percaya pada drama murahan yang kamu buat demi menyelamatkan preman ini?"

Tuan Pratama mendekat, menarik paksa bahu Amy agar berdiri tegak menghadapnya.

"Kalau benar kamu hamil, buktikan," tantang ayahnya. "Papa tidak butuh kata-kata. Kita ke rumah sakit sekarang juga. Papa punya dokter pribadi yang bisa memberikan hasil tes darah dalam satu jam. Jika hasilnya positif... Papa akan membiarkan anak ini hidup dan memikirkan cara menutupi aib ini."

Tuan Pratama melirik Zayden yang terbatuk darah di aspal. "Tapi... jika hasilnya negatif, Anastasia... Papa pastikan hari ini adalah hari terakhir pemuda ini melihat matahari. Papa akan menjebloskannya ke penjara dengan pasal berlapis, atau lebih buruk lagi."

Amy mematung, Seluruh sendinya terasa lemas. Ia tahu kebohongannya akan terbongkar dalam hitungan menit jika mereka pergi ke dokter, Rencana nekatnya justru menjadi lubang kubur bagi Zayden.

Zayden, dengan sisa tenaganya, merangkak bangun. Ia menggunakan pilar gerbang sebagai tumpuan. Wajahnya hancur, satu matanya bengkak, tapi ia tertawa kecil,tawa yang membuat Tuan Pratama mengernyitkan dahi.

"Ngapain harus ke rumah sakit, Tuan?" ucap Zayden parau. Ia melangkah tertatih ke depan Amy, menghalangi gadis itu dari tatapan ayahnya.

"Zayden, jangan..." bisik Amy ketakutan.

Zayden menoleh ke Amy, memberikan senyum yang paling tenang yang pernah Amy lihat, Ia lalu kembali menatap Tuan Pratama.

"Amy nggak perlu buktiin apa-apa. Karena yang salah di sini cuma saya," Zayden membusungkan dadanya yang sesak.

"Tuan minta bukti? Bukti kalau saya serius sama anak Tuan?"

Zayden tiba-tiba berlutut di aspal yang keras. Bukan berlutut karena lemah, tapi berlutut dengan martabat seorang pria.

"Saya nggak punya hasil tes medis. Tapi saya punya ini," Zayden merogoh saku jaketnya yang robek, mengeluarkan sebuah buku catatan kecil yang sudah lecek dan terkena noda darahnya sendiri. Itu adalah buku berisi semua puisi, rencana masa depan, dan coretan sketsa bengkel yang ia bangun untuk Amy.

"Di dalam sini ada bukti kalau saya nggak pernah sekali pun berniat ngerusak Amy. Soal pengakuan Amy tadi..." Zayden menjeda, menatap Amy dengan penuh cinta yang pedih.

"Dia cuma mau nyelamatin nyawa saya. Kami nggak pernah tidur bareng. Amy masih suci, Tuan. Suci sesuci cinta saya ke dia."

Tuan Pratama terdiam melihat buku itu dilempar ke hadapannya.

"Saya bohong soal hamil itu, Pa!" teriak Amy akhirnya, pecah dalam tangis.

"Tapi itu karena Papa lebih peduli sama nama baik daripada kebahagiaan aku! Papa bunuh Kak Sarah dengan aturan Papa, dan sekarang Papa mau bunuh aku juga?!"

Zayden berdiri lagi, menahan sakit yang luar biasa di tulang rusuknya.

"Tuan, kalau Tuan mau bukti keseriusan... kasih saya waktu satu tahun. Jangan kirim Amy ke luar negeri, jangan kurung dia. Biarin saya buktiin kalau saya bisa jadi orang yang layak. Kalau dalam satu tahun saya masih jadi sampah... Tuan boleh lakuin apa aja ke saya."

Tuan Pratama mengambil buku catatan Zayden, membukanya perlahan, dan membaca baris demi baris tulisan tangan Zayden yang berantakan namun jujur.

"Bagaimana cara meyakinkan setangkai bunga, bahwa tangan yang berdarah ini masih sanggup menjaganya dengan lembut?"

Suasana menjadi sunyi senyap. Hanya ada suara isak tangis Amy yang memilukan. Tuan Pratama menatap Zayden, lalu menatap putrinya yang hancur. Bayangan Sarah yang terbujur kaku di masa lalu kembali melintas.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading 🥰🥰😍

1
Marine
mantap kak buat chapter pembukaannya, janlup mampir yaww
Marine
mantap kak buat chapter pembukaannya, janlup mampir yaww
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!