NovelToon NovelToon
Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Peluru Dan Permata: Istri Rahasia Sang Kolonel Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

Lana (17 tahun) hanyalah siswi SMA yang memikirkan ujian dan masa depan. Namun, dunianya runtuh saat ia dijadikan "jaminan" atas hutang nyawa ayahnya kepada keluarga konglomerat Al-Fahri. Ia dipaksa menikah dengan putra mahkota keluarga itu: Kolonel Adrian Al-Fahri.
​Adrian adalah pria berusia 29 tahun yang dingin, disiplin militer, dan memiliki kekayaan yang tak habis tujuh turunan. Baginya, pernikahan ini hanyalah tugas negara untuk melindungi aset. Bagi Lana, ini adalah penjara berlapis emas.
​Di sekolah, ia adalah siswi biasa yang sering dirundung. Di rumah, ia adalah nyonya besar di mansion mewah yang dikawal pasukan elit. Namun, apa jadinya saat sang Kolonel mulai terobsesi pada "istri kecilnya"? Dan apa jadinya jika musuh-musuh Adrian mulai mengincar Lana sebagai titik lemah sang mesin perang?
​"Tugas saya adalah menjaga kedaulatan negara, tapi tugas utama saya adalah memastikan tidak ada satu pun peluru yang menyentuh kulitmu, Lana."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Adrian Mengunjungi Sekolah (Menyamar)

Adrian mengunjungi sekolah esok pagi dengan menyamar untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun orang yang berani menyakiti Lana lagi secara fisik maupun mental. Pria itu tidak lagi mengenakan seragam loreng yang penuh dengan lencana kehormatan melainkan hanya memakai setelan jas hitam kasual tanpa dasi. Sebuah kacamata hitam bertengger di pangkal hidungnya yang tegas sementara rambutnya ditata sedikit berantakan agar tidak terlalu mencolok sebagai seorang perwira tinggi militer.

Lana melangkah turun dari kendaraan dengan jantung yang berdegup kencang karena kehadiran Adrian yang tepat berada di sampingnya. Ia merasa seluruh pasang mata siswa tertuju pada pria asing yang memiliki aura sangat mengintimidasi namun nampak sangat mempesona tersebut. Mereka berjalan bersisian melewati gerbang sekolah sementara Lana terus menundukkan kepala demi menghindari tatapan benci dari teman-temannya.

"Tolong jangan bertindak terlalu jauh atau semua orang akan semakin curiga dengan status kita yang sebenarnya," bisik Lana dengan suara yang sangat halus.

Adrian hanya menyunggingkan senyum tipis yang mengandung arti sangat misterius bagi siapa pun yang melihatnya dari kejauhan. Ia meletakkan telapak tangannya di pinggang Lana dengan pose yang sangat protektif seolah sedang memberikan tanda wilayah kepada siapa pun yang berniat mengganggu. Langkah kaki Adrian yang mantap bergema di sepanjang koridor sekolah hingga membuat para siswa menepi secara otomatis untuk memberikan jalan.

"Saya hanya sedang menjalankan peran saya sebagai wali sah yang ingin memastikan keamanan di tempat pendidikan ini," balas Adrian dengan nada suara yang rendah.

Lana merasa tubuhnya semakin kaku saat mereka berpapasan dengan Maya yang sedang berdiri di dekat loker sambil memegang ponselnya. Maya nampak terkesiap hingga hampir menjatuhkan benda di tangannya saat melihat ketampanan pria yang sedang mengawal Lana. Ia yang tadinya sudah menyiapkan makian pedas seketika kehilangan kata-kata saat beradu pandang dengan mata tajam milik Adrian di balik kacamata hitam.

"Lana, siapa pria ini yang berani masuk ke area sekolah tanpa seizin pihak keamanan kami?" tanya Maya dengan suara yang sedikit bergetar.

Adrian tidak membiarkan Lana menjawab pertanyaan tersebut melainkan ia langsung melangkah maju hingga jaraknya sangat dekat dengan Maya. Ia menurunkan sedikit kacamata hitamnya dan menatap Maya dengan pandangan yang mampu membuat nyali seorang pemberontak sekalipun menciut seketika. Hawa dingin yang keluar dari tubuh Adrian seolah membekukan udara di sekitar loker tersebut hingga suasana menjadi sangat sunyi.

"Saya adalah perwakilan dari yayasan yang kini membiayai sekolah ini, jadi sebaiknya Anda menjaga sikap di hadapan saya," tegas Adrian dengan penuh penekanan.

Lana hanya bisa mematung sambil melihat bagaimana Maya tertunduk lesu dengan wajah yang sudah berubah menjadi sangat pucat pasi. Ia menyadari bahwa penyamaran Adrian sebenarnya tidak bertujuan untuk menyembunyikan identitas melainkan untuk menunjukkan kekuasaan dengan cara yang berbeda. Di dalam hatinya, Lana merasa sedikit lega namun juga sangat khawatir mengenai kelanjutan hidupnya setelah semua drama kekuasaan ini berakhir.

Adrian kemudian mengajak Lana menuju ruang guru untuk menyelesaikan urusan administrasi beasiswa yang sempat tertunda karena kerusuhan kemarin. Namun di tengah perjalanan menuju ruang guru tersebut, mereka mengalami sebuah pertemuan tak sengaja di koridor dengan seseorang dari masa lalu Adrian. Seseorang itu menatap Adrian dengan pandangan penuh kerinduan sekaligus kebencian yang sangat mendalam hingga membuat langkah kaki sang kolonel terhenti mendadak.

Pertemuan tak sengaja di koridor tersebut akan membuka tabir mengenai sisi lain dari Adrian yang selama ini sangat dirahasiakan dari pengetahuan Lana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!