NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:345.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Farhan melangkah mendekat. Setiap langkahnya terasa seperti beban yang penuh amarah. Sopir pribadinya yang masih berada di samping mobil menelan ludah kuat kuat, bahkan ia pun terlihat tegang. Dan pada detik itu Kinara sadar kalau Farhan sedang ada di batas antara marah dan hancur.

"M-mas, ayah bilang apa?"

"Semua ini terjadi gara gara kau!" Ucap Farhan dengan penuh penekanan dan membuat Kinara menelan ludahnya dengan berat.

"M-mas, aku tidak tahu apa yang terjadi."

Farhan mengangkat tangannya dengan pelan untuk menghentikan kata-kata istrinya. Ia memejamkan matanya sejenak, menarik napas seperti seseorang yang sedang mencoba keras untuk menahan amarahnya, lalu menatap Kinara dengan tajam.

"Tidak ada bedanya kau tahu atau tidak, tetap saja keberadaan mu telah mengubah semuanya.”

Kalimat itu menusuk jauh ke dalam dada Kinara. Tapi sebelum Kinara sempat menjawab perkataan suaminya, Farhan terlebih dahulu membuang wajahnya ke samping dan mengembuskan napas berat.

“Aku butuh waktu, biarkan aku sendiri.” katanya pendek.

Lalu tanpa menunggu jawaban dari Kinara, Farhan langsung berjalan cepat menuju pintu rumah, memasukinya dan membiarkan pintunya tertutup keras di belakangnya.

Brakk!

Suara pintu itu menggema di halaman yang luas dan membuat Kinara mematung. Ia tidak tahu apa yang lebih menyakitkan—tatapan dingin suaminya, atau kenyataan bahwa dirinya tidak bisa melakukan apa pun untuk meredakan emosi yang dirasakan oleh suaminya.

“Nyonya…” panggil sopir pribadi Farhan dengan hati-hati dan membuat Kinara menoleh perlahan.

“Sebaiknya, Nyonya masuk dan lihat kondisi Tuan Farhan sekarang. Tuan Farhan kalau sedang marah atau terluka, beliau punya kebiasaan menyakiti dirinya sendiri.”

Deg.

Penjelasan sopir itu membuat detak jantung Kinara serasa berhenti berdetak.

“Menyakiti dirinya sendiri?”

Sopir mengangguk pelan, suaranya semakin pelan.

"Betul, nyonya. Tuan Farhan memang marah dan kecewa saat ini, namun dia tidak akan menunjukkan kemarahan itu kepada orang lain, dia tidak mau orang itu terluka karena amarahnya. Dalam Kondisinya saat ini, tuan Farhan pasti akan menyakiti dirinya sendiri untuk meluapkan semua amarahnya."

Jantung Kinara berdebar semakin kencang dan perutnya serasa melilit. Farhan yang bersikap dingin saja sudah membuatnya gugup apalagi Farhan yang sedang menyakiti dirinya? Tanpa pikir panjang, Kinara langsung meraih ujung rok gaunnya agar tidak menghambat langkahnya, lalu berlari ke arah pintu rumah.

Ia membuka pintu rumah besar itu dan langsung disambut aroma rumah baru yang bercampur dengan wangi kayu mahoni dan lavender yang lembut. Ruang tengah yang luas, lampu gantung kristal yang memantulkan cahaya hangat, sofa besar berwarna krem, dinding ber lukisan minimalis yang semuanya terlihat indah.

Tapi suasana rumah tetap terasa kosong, sepi dan terlalu dingin.

“Mas Farhan?” panggil Kinara pelan namun tak ada jawaban.

Ia melangkah masuk lebih dalam, mengamati seluruh ruangan dari kiri ke kanan. Namun tidak ada siapa-siapa. Langkahnya membawanya menuju dapur yang berada di sisi kanan rumah namun lagi lagi tempat itu kosong.

Kemudian ia berbelok ke arah lorong panjang yang memiliki beberapa pintu di sisi kiri dan kanan.

“Mas Farhan?” panggil Kinara lagi namun masih tidak ada jawaban. Hanya suara langkah kakinya yang terdengar memantul di lantai marmer.

Kinara mengintip setiap pintu yang ia lewati. Dari kamar tamu, kamar mandi, gudang kecil hingga ruang kerja pribadi. Semakin jauh Kinara berjalan, semakin besar rasa panik yang menjalar di tubuhnya.

"Ya Allah, sebenarnya dimana suamiku saat ini? Tolong jangan biarkan dia menyakiti dirinya sendiri, ya tuhan." Gumam Kinara yang tak henti-hentinya merasa khawatir.

Ketika ia akan berbalik dan memeriksa ruangan lain, tiba-tiba terdengar suara kaca pecah menghantam tembok dengan keras, tajam, dan mengerikan, yang membuat Kinara terlonjak kaget.

BRRAAAKKKK!!!

Tanpa berpikir panjang, Kinara langsung berlari ke arah sumber suara, sebuah pintu kamar yang berada di ujung lorong. Ia meraih gagang pintu itu dan membukanya tanpa ragu. Setelah pintu kamar itu terbuka, alangkah terkejutnya Kinara saat mengetahui

pemandangan di depannya yang membuat napasnya langsung tercekat.

“Astaghfirullah mas, apa yang kamu lakukan mas?!”

Farhan berdiri membelakangi pintu, tubuhnya membungkuk sedikit ke depan. Lengan kanannya bergetar, dan di lantai terlihat pecahan kaca dari meja kaca kecil yang sudah hancur berantakan. Wajah Kinara semakin pucat saat ia melihat darah segar yang menetes dari tangan Farhan, jatuh satu persatu ke lantai dan menciptakan bercak merah yang kontras dengan lantai putih kamar itu.

Farhan perlahan mengangkat kepalanya, memandang tangannya yang berlumuran darah, sementara napasnya terdengar berat. Kinara melangkah maju dan hendak mendekati suaminya, namun Farhan langsung menoleh, menatapnya dengan tatapan matanya yang gelap penuh amarah dan kehancuran dalam satu waktu.

"BERHENTI KINARA! TOLONG JANGAN COBA COBA KAU MENDEKATI KU." Bentak Farhan dengan tegas sembari memutar badannya untuk menghadap ke arah Kinara dan memperlihatkan tangan kanannya yang penuh luka dan darah yang menetes dari jari jarinya.

Kinara menggigit bibirnya, matanya mulai berkaca-kaca saat melihat kondisi suaminya.

“Tidak mas, tolong jangan suruh aku pergi. Aku tidak bisa meninggalkan suamiku dalam keadaan seperti ini, tolong ijinkan aku untuk mengobati luka di tangan mu mas."

"Apa kau tidak dengar apa yang aku katakan Kinara? Aku bilang pergi ya pergi!!!" Ulang Farhan dengan keras dan membuat Kinara menggelengkan kepalanya sementara air matanya tidak berhenti menetes dari kedua matanya.

"Aku dengar apa yang mas katakan padaku, tapi aku tidak akan pergi mas. Sejak aku memutuskan untuk menerima pernikahan ini, aku sudah berjanji kepada diriku sendiri kalau aku akan selalu berada disisi mas apapun yang terjadi. Aku tidak akan pergi." Ucap Kinara yang sama sekali tidak goyah apalagi setelah ia dibentak Farhan dengan keras. Ia tetap maju dan mendekati suaminya pelan pelan.

Farhan menutup kedua matanya kuat-kuat, sementara kepalanya menunduk dalam-dalam.

“Jangan mendekatiku, Kinara. Aku serius. Kalau kau mendekat, aku nggak tahu apa yang bisa kulakukan padamu. MENJAUH LAH DARIKU.” desis Farhan dengan lirih tapi tajam.

Kinara menatap tubuh suaminya yang tegang. Tubuh laki-laki itu seperti tali yang ditarik terlalu kencang dan siap putus kapan saja. Ancaman dalam suaranya jelas terdengar nyata. Tapi justru di situlah hati Kinara semakin terasa nyeri. Ia tidak melihat kemarahan. Ia melihat seseorang yang lebih terlihat seperti kelelahan menahan luka seorang diri.

Perlahan, dengan langkah yang hampir tidak bersuara, Kinara maju satu langkah lagi.

"AKU BILANG BERHENTI!!!" Teriak Farhan dengan keras, namun Kinara tidak berhenti.

Tangannya yang gemetar terangkat, lalu tanpa ragu ia melingkarkan kedua lengannya ke tubuh Farhan. Memeluknya dari depan dengan erat, seakan jika ia melepas pelukannya, suaminya itu akan benar-benar hancur di hadapannya.

1
Febby fadila
ya Alhamdulillah sdah sampai finisnya juga, makasih Thor ceritanya bagus kadang menguras emosi juga hehehe 🥰❤️❤️🌟🌟
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sama sama kak😍🙏
total 1 replies
Febby fadila
semoga menjadi keluarga yg bahagia
Febby fadila
baru ini aku baca dirumah konglomerat nggak ada asisten rumah tangga
Febby fadila
alhamdllah akhirnya semua bisa bahagia dengan jlan hidup masing²
Febby fadila
astaga aku yg mules 🤭🤣🤣
Febby fadila
astaga nggak kebayang klw sampai terjadi sesuatu sama Kinara dan bayinya bisa mati langsung si Farhan ini
Febby fadila
udah mau lahiran semoga anak bersama ibunya selamat dan sehat
Febby fadila
lagian sudah punya istri yg shalihah ngapain masih terjebak dalam masa lalu, kan jadi kasihan sama istrinya juga
Febby fadila
berdamailah dengan masa lalu karena itu jalan satu² menuju kebahagiaan
Febby fadila
semoga Adilla benar² berubah ya, lupakan Farhan dia sdah menjadi suami orang, pergilah dan menata kembali hati dan pikiran kamu agar kamu bisa bahagia nanti kedepannya
Febby fadila
semoga Adilla datang dengan niat baiknya, amin
Umi Kulsum
subkhanallah...moga selalu damai
Febby fadila
semoga ibu dan bayinya sehat sampai lahiran nanti
Febby fadila
bilang aja Kinara yakin Dee pasti Farhan bakalan langsung tancap gas untuk membeli nasi gorengnya
Febby fadila
terus apa nggak kasih tau juga kabar gembiranya ini untuk keluarga yang di pesantren biar mereka juga tau kan
Febby fadila
klw bgt mending pakai jasa art aja Farhan biar ada yg masak dan membersihkan rumah
Febby fadila
sosweetnya 🥰🥰🥰🥰
Febby fadila
jangan terlalu berpatokan pada rasa bersalah dan trauma Farhan itu akan membuat kamu selamanya nggak punya pendirian sendiri
Febby fadila
Alhamdulillah semoga dengan sakitnya Kinara ini adalah Istiqomah nya Farhan dengan benar
Febby fadila
iya benar kamu harus jadi suami yg siaga farhan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!