fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Oliver Pho-bela
Waktu berlalu dan tak ada cara lain bagi mereka keluar dari sana. Harapan seperti pupus.
Tiba-tiba salah satu pintu kecil terbuka.
Semua mata tertuju pada pintu kecil disudut ruangan itu. Pedang mereka siap menjemput lawan yang sekiranya akan datang.
Sosok tak dikenal muncul.
“Ayo lewat sini Ser, teman-teman anda sudah menunggu diluar sana. ” kata orang yang keluar dari pintu itu.
Orang itu bertubuh pendek gendut berpakaian courtier Kastil. Tak ada tanggapan dari Oliver dan yang lain. Tatapan mereka penuh kecurigaan..
“Siapa anda?” Tanya Jhon, mendekati orang itu. matanya juga memeriksa apakah ada orang lain lagi dibalik pintu yang terbuka.
“Namaku Lilo. Aku Courtier \*) kastil ini. Aku bersuku Adara, sehingga sudah menjadi kewajibanku menyelamatkan kalian semua. Cepatlah! sedikit lagi para prajurit Kastil akan berkumpul didepan pintu besar dan akan menangkap kalian semua. Jumlah mereka mungkin puluhan orang, Kalian tak akan sanggup melawan. ” kata Lilo lagi. Ia kemudian membuka pintu lebar-lebar dan mempersilahkan Oliver dan pasukannya masuk.
Satu persatu para kesatria masuk.
Dan benar saja, mereka akhirnya selamat dari jebakan itu. Disuatu tempat dibelakang Kastel disana sudah ada William Meredith, Enoch West dan George Anderson menjemput mereka. Mereka bertiga selamat dari kekacauan di pintu gerbang utama Kastel.
“Ser. Misi kami berhasil di pintu depan. Kerusakan yang terjadi lumayan parah.” kata William melaporkan. ia terlihat lelah namun senang.
“Untunglah kalian semua selamat.” kata Jhon menyapa. ia menyalami mereka.
Kini mereka terfokus pada Lilo.
“Tuan-tuan aku hanya bisa mengantar kalian sampai disini. Semoga kalian bisa selamat pulang sampai di Kaitaia.” kata Lilo. matanya menyelidik sekitar, jangan sampai ada yang melihat mereka semua.
“Terima kasih anda sudah menyelamatkan kami Ser Lilo. Hanya saja, misi kami belum berhasil, untuk melenyapkan Earl Whangarei..” kata Oliver.
“Serahkan saja tugas itu padaku Ser. Aku courtier Kastil. Aku akan melanjutkan tugas kalian itu. Aku ingin mengambil peran dalam perjuangan yang aku dengar sudah dimulai di Kaitaia. Hanya saja saranku pada kalian semua, segeralah kembali. Kekacauan yang terjadi saat ini akan mengundang kekuatan besar dari luar. Para perwira akan pulang dan mengunci kota.” kata Lilo. ia terlihat jujur.
“Baiklah. Kami juga sudah berkurang, beberapa tak selamat dan kami sangat kelelahan. Aku tak ingin membawa mereka mati bersamaku.” kata Oliver. Sambil menatap para kesatria Iblis Merah yang tersisa.
“Apakah tidak sebaiknya kita selesaikan saja misi ini Ser? Kita hampir selesai..” kata Jhon . Ia terlihat masih bersemangat meskipun Lelah. wajahnya penuh peluh dan debu.
“Tidak Jhon .Kehancuran Kapal Black Ghost dan Gudang senjata Whangarei sudah cukup. Tuan Owen masih butuh tenaga kita untuk perang terbuka dengan Whangarei. Apalagi kita tidak tahu jelas kemana Earl Whangarei pergi. Kita harus kembali...Ser Lilo, bisakah anda bantu kami temukan jalan aman ke sungai?” tanya Oliver
“Baiklah mari aku antarkan kalian.” kata Lilo, ia segera bergegas pergi diikuti para kesatria.
Akhirnya Oliver dan sisa prajurit Iblis Merah bisa kembali ke sungai dimana ditambatkan perahu mereka. Semua perjalanan itu dilakukan pada malam hari dan sangat hati-hati sehingga perjalanan mereka aman dari pantauan mata-mata musuh dan para prajurit yang berusaha mencari keberadaan meraka.
Sebelum berpisah, Lilo berjanji akan melaksanakan tugasnya. Ia pun meminta Oliver untuk kembali lagi suatu saat nanti ke Whangarei untuk membebaskan wilayah itu. ia ingin Whangarei masuk di wilayah merdeka Lord Owen Ghie.
“Aku berjanji akan kembali. dan jika saat itu tiba, aku akan kenalkan anda pada SerOwen ” kata Oliver. Keduanya kemudian bersalaman.
Lilo hanya menatap kepergian mereka yang segera dibalut malam.
***
Selama 20 hari Oliver, Jhon dan para pasukan Iblis Merah melaksanakan tugas mereka. Kepulangan mereka dijemput langsung oleh Leader Owen , Leader mengucapkan terima kasih atas pengorbanan anggota Iblis Merah baik yang berhasil kembali atau yang tewas dalam tugas. namun misi mereka tetaplah menjadi rahasia bahkan di kalangan pasukan Kaitaia sendiri dan kesatria keluarga. Informasi berkembang setelah itu. Whangarei goyah. Bukan hanya karena Serangan sekelompok penyusup yang menghancurkan Kapal Black Ghost, Gudang senjata dan kebakaran hebat Kastel. Namun karena peristiwa ini, para keluarga suku Adara di Whangarei mengangkat senjata dan mengobarkan perlawanan di Desa-desa di wilayah itu.
Sayangnya, kekacauan yang disebapkan kerusuhan seketika bisa dipadamkan. Dan penangkapan terjadi di semua sudut perkotaan bagi para perusuh. Dan salah satu kabar yang terdengar di Kaitaia adalah eksekusi pada 10 orang courtier yang merencanakan membunuh Earl Whangarei salah satunya Lilo \*)
*) Juga penginapan Dario Dalquor di hancurkan oleh prajurit. Dario di tahan. Dan beberapa tahun kemudian dijatuhi hukuman mati oleh Kekaisaran. Anaknya sendiri Darra, dimintakan oleh ayahnya untuk meminta perlindungan kepada Oliver di Kaitaia. Darra berhasil menemui Oliver setelah perjalanan panjang dan penuh derita. Oliver sendiri kaget akan berita yang ia dengar tentang situasi Whangarei, juga keinginan anak itu untuk bersamanya.sebenarnya ia tak ingin menampung gadis ini. Namun karena tak ada tempat lain untuknya, Darra untuk sementara tinggal di Kastil Kaitaia. Dan semua kebutuhannya dicukupkan oleh Oliver.
***
Kini tahun 112, setahun setelah pelantikan Owen .
Di kediaman Jhon Bentley, Kapten Red Devils.
“Sangat disayangkan ia dieksekusi kemarin.” Kata Jhon. usai menceritakan situasi Whangarei setelah peristiwa penyerbuan itu. juga soal nasib Lilo.
“Dia sudah berjasa untuk kita” kata Oliver.
“Aku dengar kamu akan merekrut lagi pasukan Iblis Merah yang baru?” tanya Oliver.
Mereka berdua menikmati malam dengan anggur panas dan rusa panggang. bau harum daging menyebar memancing dahaga.
Tempat itu dihalaman belakang rumah tempat tunggu para kesatria. Malam sehabis hujan, dingin menyeruak menciptakan syahdu.
“Iya., mereka akan datang dari Lemuria, dari pelatihan disana. beberapa hari lagi akan sampai"
“Anda sendiri berasal dari mana? ” tanya Oliver
“Aku berasal dari Lemuria. Leluhur kami berasal dari sana. sejak 5 tahun lalu aku berkenalan dengan para pejuang Iblis Merah. Aku bergabung sejak pimpinan kami sebelum Ernest Mangnall. Yakni Lord James West, ia pimpinan pertama Iblis Merah. dan memimpin selama 3 tahun. Namun tewas pada satu misi kami saat menyergap konvoi Kekaisaran di wilayah selatan..”
“Reputasi Iblis Merah sudah lama terdengar. Sejak tahun berapa kalian berjuang?”
“James West memulai perjuangan ini sejak tahun pertama. Mengajak para pemuda dari Lemuria yang adalah keturunan suku Adara untuk mengangkat senjata. setiap tahun akan ada beberapa pemuda yang akan datang menambah kekuatan. Tentu mereka yang lulus dari seleksi yang ketat.” Jhon meneguk anggur lagi. entah sudah berapa kali.
“Apakah kalian mencatat jumlah anggota selama ini?”
“Tentu. Keanggotaan kami datang dan pergi, namun ketika mengambil sumpah untuk bergabung, perpisahan kami hanya kematian. Total sudah ada 47 anggota yang tewas. Dan kepemimpinan sudah berganti sampai 3 kali. James West selama 3 tahun, Ernest Mangnall 9 tahun. Dan terakhir padaku hari ini.”
“Bagaimana dengan keluarga para anggota?”
“Kami sudah bersumpah untuk tidak menikah Ser..” kata Jhon.
“Oh sejauh itu.” Oliver kaget mendengarnya.
“Pernikahan hanya akan menjadi beban dalam perjuangan kami, kami yakini itu. Karena kami mengambil sumpah untuk mati dalam perjuangan ini. ada satu paham yang kami anut ; Kehidupan seorang kesatria hancur saat dia memprioritaskan wanita dari pada misi dan ambisinya.”
Oliver merasa kagum dengan semua cerita Jhon . Ia berfikir filosofi kelompok ini hampir mirip kehidupannya, yang memilih meninggalkan istrinya untuk berjuang, tiba-tiba ia teringat wanita yang pernah bersamanya itu, bagaimana keadaannya?
Seorang penjaga memberitahu ada tamu yang datang. Jhon dan Oliver menengok kearah pintu gerbang kecil dibelakang, saat itulah muncul sosok yang dikenal mereka. Yang kini diangkat Leader Owen untuk membantu Maester Sorush untuk tugas adminstrasi dan hukum Union ; Angurey Wayn.
“Selam tuan-tuan, maaf mengganggu kalian.” Angurey masuk dan langsung mengambil tempat diantara Jhon dan Oliver.
"Kedatangan mu tepat ser, masih ada anggur dan daging rusa ini" tawar Oliver.
"Oh terimakasih".
****
*) courtier : Abdi dalem
*) Adara : suku asli The Horn Land