Tanisha Elajar, seorang gadis yang mempunyai paras begitu cantik bak boneka Barbie. Karena sebuah kebohongan yang dia ciptakan, membuat gadis cantik ini kehilangan kekasihnya.
Tanisha melakukan berbagai macam rayuan untuk memikat mantannya itu. Hingga suatu hari, ada masalah yang besar menimpa dirinya. Membuat gadis ini tak lagi mengejar mantan tercintanya itu.
Devan Pratama, hatinya begitu sakit saat mengetahui kebenaran yang selama ini tik ia ketahui. Sehingga mengharuskan dirinya memutus hubungannya dengan sang kekasih.
Entah sampai kapan Devan bisa bertahan dari godaan sang mantan? Dan apakah dirinya akan kembali menjalin cinta dengan gadis yang telah lama ia kejar itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_yuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa Maksud Semua Ini?
"Baik, kita mulai dengan cara yang ringan dulu." ucap Tanisha penuh percaya diri. Untuk kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ruangan Devan yang masih tertutup.
Tangan Tanisha meraih handel pintu, ia menarik nafasnya untuk merilekskan tubuhnya, untuk kemudian membuka pintunya dengan pelan. Saat kakinya mulai melangkah masuk ke dalam, betapa kaget nya Tanisha mengetahui ada seorang perempuan lain di dalam ruangan Devan.
Meski hatinya saat ini terbakar, Tanisha berusaha untuk bersikap biasa saja. Menampilkan ekspresi santai kepada mereka. Terlihat saat ini Devan sedang bersenda gurau dengan perempuan itu.
Tangan Tanisha mencengkeram ganggang bekal makanan yang dia bawa dengan sangat kuat. Ingin sekali dirinya mengajak berantem dengan perempuan yang kini tengah duduk di depan Devan. Mata perempuan itu terlihat sangat mengagumi pria yang ada di hadapannya.
Namun, Tanisha tetap tidak melunturkan senyuman manis yang tersugging di bibirnya. Dia tidak akan merendahkan harga dirinya di depan pesaingnya dengan cara merengek atau apalah itu namanya. Big, No! Tanisha tidak akan melakukan itu. Dia lebih memilih cara yang elegan kali ini.
Devan terhentak kaget saat melihat dengan santai nya Tanisha masuk ke dalam ruangannya. Dia pikir, karena semalam Tanisha bersama dengan pria lain, gadisnya itu tidak akan datang lagi ke tempat kerjanya di waktu makan siang seperti yang dilakukan Tanisha sebelumnya.
"Lagi ada tamu ya, Mas?" tanya Tanisha dengan senyum yang mengembang di bibir mungilnya.
Devan terdiam tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Tanisha. Dia nampak mengamati penampilan gadisnya yang terbilang cukup berani kali ini. Bahkan Devan tidak pernah sekalipun melihat Tanisha mencemol rambutnya seperti itu.
"Aku ganggu ya, Mas?" tanya Tanisha dengan nada begitu manja, serta tatapannya yang dibuat seperti dirinya sedang bersalah telah mengganggu waktu mereka.
Perempuan yang bersama Devan, menatap sinis ke arah Tanisha. Dia merasa Tanisha telah mengganggu waktu dirinya untuk melakukan pendekatan kepada Devan.
"Mas...," panggil Tanisha lagi. Karena Devan tetap tidak merespon dirinya.
Dengan gerakan manja, tangan Tanisha terangkat untuk kemudian dia lingkarkan di leher Devan. Kini Tanisha berdiri tepat di samping Devan. Bekal makanan yang dia bawa tadi, ia taruh di atas meja.Tentu saja hal itu membuat perempuan yang duduk di depan Devan membelalak tidak percaya.
"Sha, jangan begini," ucap Devan setelah berhasil meraih kesadarannya atas terlenanya ia dengan pesona Tanisha.
"Aku hanya bawa makan siang untukmu, Mas. Tapi kelihatannya aku sedang mengganggu kalian, ya?" tanya Tanisha dengan wajah yang dibuat sendu.
"Iya, anda mengganggu kami. Kami sedang melakukan diskusi untuk perjalan Pak Devan minggu depan." jawab perempuan yang bernama Veena tersebut. Nada yang dia ucapkan terdengar begitu ketus.
Tanisha kini berganti menata Devan dengan tatapan meminta penjelasan. Devan tahu, lambat laun pasti ga dia nya itu akan mengetahui tentang keberangkatannya.
Karena tidak mendapat jawaban dari Devan, bahkan mantan kekasihnya itu saat ini memalingkan wajahnya, menghindari tatapan Tanisha.
Tanisha tidak mempedulikan ada perempuan lain di ruangan ini. Yang dia butuhkan sekarang adalah penjelasan dari Devan. Karena sebuah cinta yang teramat sangat dalam pada Devan, membuat Tanisha membuang rasa malunya.
"Apa maksud perempuan ini, Mas?" tanya Tanisha yang saat ini berpindah tempat. Ya, sekarang Tanisha duduk di pangkuan Devan.
Kok aku ngerasa ada yang aneh, ya di bawah sana🙈