NovelToon NovelToon
Aku Hanya Figuran

Aku Hanya Figuran

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Kisah cinta ini bikin baper! / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:62.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: ErKa

Aku hanya seorang figuran dalam kisah cintamu. Tapi tidak apa-apa, setidaknya Aku masih bisa melihatmu. Aku masih bisa menyukaimu sebanyak yang Aku mau. Tidak apa-apa Kamu tidak melihatku, tapi tetap ijinkan Aku untuk melihatmu. Karena keberadaanmu bagai oksigen dalam hidupku. (Khansa Aulia)

*Update Senin-Sabtu
*Minggu Libur 😁



^ErKa^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ErKa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 7 - Duniamu dan Duniaku Yang Berbeda

Alex menatapku dengan sungguh-sungguh. Sepertinya dia benar-benar tidak mengerti dengan ucapanku.

"Aku tidak berbohong. Coba kacamatamu dilepas. Rambutmu diurai, Kamu manis kok. Aku temanmu, mana mungkin Aku berbohong."

Perkataan Alex membuat hatiku berantakan. Bagian dia mengatakan Aku manis membuat duniaku jungkir balik. Namun begitu dia mengatakan bahwa Kita hanya berteman, langsung menghempaskan diriku di dasar jurang yang paling dalam.

Padahal Aku tahu diri. Tapi entah mengapa diriku yang bodoh ini tidak segera sadar diri. Terus saja bermimpi dan bermimpi. Benar-benar bodoh!

"Besok sepedamu akan Aku kirim ke rumahmu. Untungnya besok hari Minggu."

"Ak-aku bisa mengambilnya sendiri. Aku akan meminta bantuan ayahku untuk mengambilnya..."

"Tidak perlu. Aku yang memaksa untuk mengantarmu. Aku yang akan bertanggung jawab."

Lagi-lagi Aku tidak bisa berdebat. Aku terdiam. Suasana sunyi kembali menghampiri. Untung saja kesunyian itu segera berakhir begitu Alex menghentikan mobilnya tepat di depan rumahku.

"Te-terima kasih ya. Aku sangat-sangat berterima kasih."

"Oke, tidak masalah. Tidur nyenyak Khansa. Terima kasih atas bantuanmu hari ini (merujuk pada tugas kelompok)."

Dan mereka pun berpisah. Khansa menatap mobil Alex sampai hilang dari pandangan.

"Itu siapa Nduk? Kok pulangnya malam?" Tiba-tiba ayahku membuka pintu dan sudah menungguku di depan rumah.

"Teman Yah..."

"Dimana sepedamu?"

"Di titipin di parkiran food court. Karena sudah malam, ada teman yang bersedia nganterin."

"Tahu gitu tadi Ayah yang nganterin Nduk."

"Iya Yah, nggak apa-apa. Khansa masuk ke kamar dulu ya."

"Iya. Cepat istirahat Nduk."

***

Adegan ciuman itu masih tidak bisa lepas dari kepalaku. Setiap kali mengingatnya, perasaanku selalu sakit. Tak terasa airmataku mengalir.

Kata orang cinta pertama itu akan selalu kandas. Mungkin itu yang Aku alami sekarang. Lucu sekali. Remaja berusia 15 tahun bisa juga merasakan patah hati.

Aku geli dengan perasaanku. Di mata orang lain pasti Aku terlihat seperti remaja yang melebay-lebaykan perasaannya. Tapi perasaanku benar-benar sakit. Bukankah Aku masih boleh menangis?

Malam itu Aku tidak bisa tidur nyenyak. Aku menangisi patah hatiku. Itu berlanjut sampai Aku kelelahan dan tertidur dengan sendirinya.

***

Hari Minggu pun tiba. Alex menepati janjinya. Jam enam pagi ada pria datang ke rumah Kami mengantarkan sepedaku. Katanya beliau disuruh Alex untuk melakukannya. Aku mengucapkan terima kasih dan menyuguhkan hidangan ala kadarnya.

Setelah tamu itu pergi, Aku mulai beberes rumah. Biasanya setiap hari Minggu Aku dan adikku akan ikut ayah menarik angkot. Hari ini pun tak terkecuali.

Setelah menyelesaikan segala pekerjaan rumah tangga, Aku dan adikku mulai bersiap-siap. Pukul tujuh pagi Kita sudah siap dan menarik angkot.

Mungkin karena hari Minggu, penumpang terlihat sangat sepi. Ketiadaan anak sekolah menjadi penyebabnya. Dalam satu kali rute hanya ada beberapa orang saja.

"Sepertinya kalau seperti ini terus akan rugi bensin ya Yah?"

"Iya Nduk, tapi mau bagaimana lagi. Kita hanya bisa berusaha dan bekerja keras, untuk hasilnya serahkan saja pada yang di atas." Kata-kata Ayah terlihat optimis, tapi guratan sedih terlihat di wajahnya.

Ya, Aku tahu dilema ayah. Setiap hari ayah harus berhutang uang bensin pada bosnya. Selain mengembalikan uang bensin, ayah juga harus menyerahkan uang setoran wajib tiap harinya.

Meskipun bekerja dari pagi sampai malam, acapkali penghasilan ayah sering minus. Uang tarikan habis buat bayar bensin dan setoran wajib. Seolah-olah pekerjaan yang dilakukan dari pagi sampai malam tidak ada hasilnya sama sekali.

"Malam ini makan Mie lagi nggak apa-apa ya Nduk?"

"Bisa makan saja sudah alhamduLillah Yah. Yang penting Kita tetap berusaha." Aku berusaha membesarkan hati ayah yang sedih.

"Maaf ya Nduk, ayah tidak bisa membuatmu dan adikmu hidup senang. Karena memiliki ayah sepertiku, hidup kalian jadi susah." Ayah terlihat sangat sedih.

Aku menggenggam tangan ayahku, berusaha menguatkan.

"Ayah sudah menjadi ayah yang terbaik bagi Kami. Terima kasih karena telah bersusah payah untuk menghidupi Kami. Kami sangat bersyukur memilikimu Yah..." Aku tidak bisa menahan diriku untuk berkaca-kaca. Ya, Aku memang sangat bersyukur. Meskipun pekerjaan ayahku seperti ini, tapi beliau berusaha keras untuk menghidupi Kami.

Tak terasa angkot berhenti di lampu merah. Tanpa sengaja mataku melihat mobil yang sangat familiar yang berhenti tepat di sebelah angkot ayahku. Aku menatap orang yang berada di balik kemudi. Kebetulan kaca mobil tidak terlalu gelap. Dan Aku mengenali orang-orang yang berada di dalamnya.

Tampak Alex dan Diana berada di dalam mobil itu. Mereka terlihat sangat serasi dan mesra. Mereka pasangan yang bahagia. Diana tampak mencubiti pipi Alex yang tersenyum kecil melihat tingkahnya.

Aku memalingkan wajah. Dari sini Aku semakin tersadar dengan posisiku. Ketika anak seusiaku bisa berpacaran dengan bebas dan mengekspresikan perasaannya, Aku berada di sini. Ikut ayahku menarik angkot, berusaha mengais rejeki.

Sungguh dua dunia yang berbeda. Duniaku dan dunia mereka sangat berbeda. Perasaanku semakin kerdil.

Sepertinya masalah hati memang tidak bisa kupikirkan saat ini. Aku harus fokus pada ayah, adik dan pendidikanku. Menyukai seseorang di tengah kondisiku yang seperti ini akan menjadi suatu kemewahan. Aku belum pantas untuk mendapatkan kemewahan itu.

"Doakan khansa ya Yah, semoga khansa bisa merubah perekonomian Kita." Aku berkata sembari menahan isakku. Aku memutuskan untuk berhenti menyukai Alex dan fokus pada keluarga dan pendidikan.

"Itu doa yang selalu Ayah panjatkan Nduk. Semoga hidupmu dan adikmu lebih baik dari hidup Ayah. Semoga kalian nantinya akan mendapatkan kebahagiaan, amin..."

"Amin..."

***

Seperti dugaan Ayah, malam itu Kami hanya bisa makan dengan mie. Keuntungan Ayah malam itu hanya dua puluh ribu. Sepuluh ribu Ayah berikan padaku untuk dibuat belanja, sementara sisanya Ayah simpan. Dengan uang sepuluh ribu itu Aku membeli mie instan 2 bungkus dan beras setengah kilo.

"Beli beras kok cuman setengah kilo. Mending ndak usah beli sekalian." Ucap pemilik warung. Meskipun berkata seperti itu, pemilik warung itu tetap menimbang beras untukku.

"Iya Bu, maaf. Mampunya hanya segitu Bu. Nanti kalau ada uang lebih Saya beli lima kilo Bu." Aku berusaha tersenyum, untuk mengambil hati pemilik warung.

"Ya sudah, karena Kamu anak baik beli berapa pun Ibu bungkusin. Tapi jangan lupa, kalau ada uang lebih jangan belanja di tempat lain. Tetap belanja di sini ya."

"Iya Bu, Saya janji. Terima kasih Bu." Aku pun pamit. Aku tidak bisa berlama-lama di warung, karena adikku pasti sudah menungguku dengan wajah kelaparan.

Sesampainya di rumah, Aku segera memasak nasi dan mulai menghidupkan kompor untuk memasak mie.

"Mie-nya di masak satu bungkus saja Nduk. Kasih kuah yang banyak. Yang satu bungkus buat dimakan besok saja." Ucap ayahku.

"Iya Yah, ini Khansa cuman masak satu bungkus."

Makan mie instan satu bungkus di bagi tiga orang sudah biasa bagi Kami. Aku akan membuat kuahnya lebih banyak dan membumbuinya agar bisa lebih sedap. Makan seperti ini saja Aku sudah sangat beruntung.

Banyak orang yang hidupnya jauh lebih susah dari Kami. Sedangkan Kami memiliki tempat untuk berteduh. Tidur di kasur. Ada selimut yang menghangati tubuh Kami. Ada pakaian yang Kami pakai sehari-hari. Maka nikmat apalagi yang kurang?

Malam itu Kami makan dengan lahap. Mie berkuah super banyak di santap dengan nasi hangat. Sungguh sangat nikmat. Semoga Tuhan selalu melancarkan rejeki Ayahku, agar Kami bisa selalu makan seperti ini, amin.

***

Happy Reading 🥰

1
Senjaku senjamu jadi satu 🍃
visualku hancur thor aku sudah membayabbgkan cha eun wo😄
Senjaku senjamu jadi satu 🍃
waktu dulu aku sempet sebel dengan pov ini, pass dibikin novel pov alex aku seneng banget🤭
Senjaku senjamu jadi satu 🍃
2025 akhir taun blik lagi baca ini dengan sound viral fuji aishar 'ayo sayang culik aku dong, aku sendirian cuma bengong'🤣
Siti Lientina
mestinya Khansa jujur nanya ke Alex, apa aku yg kedua?
masih berhubungan dgn Diana ga?

gitu lho khans
Siti Lientina
khanzaa 🥺🥺... tega banget
Siti Lientina
hahaha jadi inget dulu masa smu🤭🤭
Siti Lientina
dokter usil🤣🤣,

alex udah ada rasa tp ga menyadarinya
Siti Lientina
emang udah bagus menghindar
Siti Lientina
Khansa dikucilkan🥺🥺
le min ho
betul bgt kalau Khanza stres karena GK nangkap pelajarannya....AQ aja klu GK faham di paksa paham Yo pusing
le min ho
jadi keinget yg lagi viral,jaman sekarang uang 10ribu di tangan istri ckckckck

tapi klu bbrp tahun yg lalu 10rb masih cukuplah
le min ho
POV Khanza disini nyesek bgt sih nasibnya
le min ho
AQ sekolah dulu masih ngayuh sepeda juga jamannya sudah ada hp Nokia kayak punya Khanza tapi untungnya blm ada zaman full gadget,hp 1 buat serumah bangga bgt pokoknya
le min ho
baca pakai akun lain,di bulan Desember 2025
le min ho
baru part 1 aja udah bisa ngerasain jadi Khanza🤧...wajar bgt kog jaman sekolah mengagumi teman lawan jenis apa lagi modelan Alex

nostalgia baca ulang
Kumaha Dinya...🤦‍♀️🤦‍♀️
Lex ente sudah jadi stalker walau lewat jalur orang lain...😂😂
Kumaha Dinya...🤦‍♀️🤦‍♀️
sebenarnya Alex sudah ada rasa cinta sama Kansha waktu masih di bangku SMA hanya saja masih ragu, walau dia berusaha meyakinkan dirinya mencintai Diana, tetapi hatinya bertolak belakang.
Kumaha Dinya...🤦‍♀️🤦‍♀️
bapaknya Kansha kok begitu iyah, walaupun sampai pindah rumah, tapi tidak harus mengganti no hp juga.
Kumaha Dinya...🤦‍♀️🤦‍♀️
Lex gak baik nyimpan rahasia, apalagi ibu hamil tidak boleh stress sedih melow gitu..mending cepat kasih tahu yang sebenarnya, apalagi Kansha salah faham melulu, secara tidak sengaja nambah2 pada suami...wkwkwkwkkk
Kumaha Dinya...🤦‍♀️🤦‍♀️
settt dah c aku sudah 17 tahun menikah, sampai saat ini pak suami belum pernah mengucapkan kata sayang, apalagi menggombal. tapi kalau hendak tidur pasti dia langsung memeluk aku dari belakang seraya mengelus2 perut...anzayyy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!