NovelToon NovelToon
Diamnya Seorang Istri

Diamnya Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Tamat / Poligami / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.2
Nama Author: gustikhafida

Cahaya, wanita berusia 21 tahun. Sikapnya yang ceria dan periang, kini seketika menjadi diam pada suaminya yang bernama Rian Pamungkas.

Pernikahan yang selama 3 tahun mereka hiasi dengan kebahagiaan, seketika sinar di mata Cahaya.

Air mata terus mengalir saat tak sengaja melihat suaminya bermesraan dengan sahabatnya yang bernama Vina.

Sahabat yang tidak pernah dia sangka akan menjadi duri di dalam rumah tangganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gustikhafida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Rian berdiri dan berjalan menuju balkon. "Kamu tidak percaya denganku, Ay. Baiklah, akan aku buktikan, kalau cintaku lebih besar kepadamu. Dan aku menyesali semua perbuatanku ini!" teriak Rian dari balkon kamar.

Aya memutar tubuhnya, dia melihat suaminya yang tengah berdiri di balkon kamar, "Mau apa kamu, Mas?" tanya Aya santai.

"Aku akan buktikan jika cintaku hanya untukmu, Ay bukan untuk Vina atau pun lainnya!" teriak Rian.

"Untuk apa kamu membuktikan, Mas? Jangan kotori tanganmu sendiri. Apalagi sampai membunuh nyawamu sendiri. Ingat, di dalam rahim Vina, ada calon anakmu. Calon anak yang kelak nanti, membutuhkan perhatian dan kasih sayangmu. Apa kamu tidak mau melihat anakmu lahir ke dunia ini?"

"Aku tidak perduli, Ay. Mau anak itu lahir atau tidak, aku tidak perduli. Yang aku pikirkan sekarang, adalah kamu. Kamu istriku, Ay. Bagaimana bisa, aku kehilangan wanita yang menemaniku dari nol sampai aku se sukses ini, aku tidak bisa, Ay." ucap Rian menaikan kaki kanannya ke pembatas besi balkon.

"Kamu mau ngapain, Mas?" tanya Aya berlari menghampiri suaminya.

"Aku akan membuktikan kalau aku cinta kamu, Ay!"

"Dengan cara bunuh diri, Mas? Tanpa kamu membuktikan, aku sudah tahu ... kalau kamu mencintai aku, Mas!"

"Maka dari itu, maafkan aku, Ay. Kita mulai dari awal lagi. Kalau kamu memintaku untuk menalak Vina. Aku akan melakukannya!"

"Aku tidak akan meminta hal gila seperti itu, Mas. Kalau pun, kamu mau bunuh diri. Silahkan saja, Mas. Tapi tunggu aku keluar kamar. Aku tidak mau di salahkan atas kematian mu. Dan aku akan bahagia bersama Mas Fajar!" tantang Aya sambil menyilangkan ke dua tangannya di dada.

Rian menatap bawah, tiba-tiba muncul rasa takut dari dalam dirinya. "Aku serius, Ay. Kamu mau aku mati?" tanya Rian.

"Siapa yang bilang, kalau aku menginginkan kematianmu, Mas. Aku tidak pernah mengatakan hal itu. Tapi kalau kamu mau bunuh diri, silahkan saja, Mas. Tapi, tunggu aku keluar kamar. Kamu bisa, kan?" titah Aya. 'Mas-mas, memangnya aku tidak tahu kelemahanmu. Kamu ini takut ketinggian. Mana mungkin, kamu bunuh diri di balkon kamar hotel yang tinggi ini.' batin Aya.

"Ay, aku serius. Aku lompat!"

"Ya sudah, aku keluar kamar, Mas. Aku lihat kamu dari lantai bawah." tantang Aya kembali.

Mendengar jawaban Aya, Rian semakin tak percaya. Dia menghentikan aksinya, "Kamu berubah, Ay!"

"Aku berubah bagaimana, Mas? Kamu tidak jadi lompat?" tanya Aya saat melihat suaminya berjalan ke arahnya.

"Tidak jadi," ketus Rian.

"Tidak jadi? Kenapa berubah pikiran, Mas. Padahal, aku menantikannya!"

"Aya, aku tahu kamu sedang mengejekku!"

"Siapa yang mengejekmu, Mas. Aku cuma tanya, kamu gak jadi bunuh dirri?"

"Tidak! Aku marah denganmu. Sudah tahu, suamimu takut ketinggian. Tapi malah kamu tantang. Memangnya, kamu mau kehilanganku?" kesal Rian setelah berhadapan dengan Aya.

"Haha ... kamu lucu, Mas. Sudah sanah bunuh dirri!" titah Aya dengan senyum tipisnya.

"Enak ya, kalau aku mati. Kamu senang gitu? Kamu bisa berduaan dengan fajar? Iya?" gerutu Rian mengacak-acakan rambut Aya.

"Mas, jangan pegang-pegang aku! Kita bukan suami istri lagi!" kesal Aya membenarkan rambutnya.

Melihat senyum manis terbit dari bibir istrinya, Rian merasakan hubungannya dengan Aya kembali seperti dulu. Tanpa ada masalah. Hanya kasih sayang dan cinta yang menghiasi kehidupannya.

"Menurutku, kamu lebih cantik kalau rambutmu berantakan seperti ini, Ay."

"Berantakan di bilang cantik. Dasar modus! Ya sudah, aku pergi dulu. Sudah larut malam. Kalau kamu takut pulang ke rumah. Kamu bisa istirahat di sini. Aku sengaja pesan kamar ini untukmu!"

"Kamu yakin, pulang malam-malam begini, Ay. Sudah jam 1 pagi. Jalanan sudah sepi. Menginaplah di sini. Aku janji, aku tidak akan melakukan hal yang membuatmu kecewa!" pinta Rian.

"Mau malam atau pagi, aku akan tetap pergi dari sini, Mas. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Karena mulai detik ini dan seterusnya, aku harus menjaga diriku sendiri. Cukup sampai di sini, aku merepotkanmu. Aku tidak mau bergantung padamu!" ucap Aya tegas.

"Ay, ayolah. Kita masih suami istri. Sudah sepantasnya kita tinggal satu ranjang. Aku janji, aku tidak akan menyentuhmu. Ini sudah pagi, sayang. Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu. Mau di tengah jalan di begal? Apalagi kamu perempuan. Begini saja, izinkan aku mengantarmu sampai rumah. Setelah itu, aku akan kembali ke hotel ini. Bagaimana?" tawar Rian.

"Tidak bisa. Aku tidak mau memberitahukan alamat rumah baruku pada siapa pun. Kamu tidak perlu khawatir. Aku bisa jaga diriku--"

"Ay! Aku bisa saja menalak Vina sekarang juga di depanmu! Turuti aku, atau aku melepaskan Vina!" ancam Rian.

Mendengar ancaman suaminya. Aya terkekeh. "Kenapa, Mas? Ingat, dia sedang mengandung anakmu. Cucu kesayangan ibumu. Aku senang, kamu tidak mabuk. Tapi, untuk menuruti semua permintaanmu, aku tidak bisa. Kita sudah memilih jalan kita masing-masing. Aku dan kamu berbeda jalan. Sangat berbeda. Ibarat kamu belok ke kiri dan aku belok ke kanan. Tidak ada titik untuk pertemuan kita."

"Aku tidak perduli. Mau dia mengandung anakku atau bukan. Intinya, aku tidak mau kamu pulang sendirian. Sangat berbahaya, Ay." ucap Rian frustrasi.

"Baiklah. Aku akan menginap di hotel ini. Kalau begitu, aku pesan kamar dulu! Kamu istirahat, Mas!" titah Aya berjalan menuju pintu kamar hotel.

"Ay, kenapa kamu meragukan setiap ucapanku, ha! Aku janji, aku tidak akan menyentuhmu. Sekali lagi maafkan aku. Kesalahanku memang fatal. Tapi, tidurlah di sini. Di kamar ini, agar aku bisa menjagamu sampai matahari terbit!" teriak Rian.

'Aku memang butuh kamu, Mas. Sebenarnya, cintaku lebih besar dari rasa benci ku padamu. Tapi, saat melihat ibumu yang sama sekali tidak mengharapkanku. Dan Vina yang telah mengandung anakmu. Aku akan pendam keinginanku bersamamu. Bila perlu, aku hilangkan saja perlahan!' batin Aya memutar gagang pintu dan pintu pun terbuka.

Rian menggeram kesal saat melihat istrinya keluar kamar. "Argkhh! Siaal! Semua ini karena Vina. Awas saja, Vina! Setelah bayi itu lahir, aku akan menceraikanmu. Aku lebih memilih istriku, Aya dari pada kamu! Dan kamu Aya. Sampai kapan pun, aku tidak akan menceraikanmu. Biarkan saja, kamu menganggapku egois. Aku akan berusaha mempertahankan rumah tangga kita. Rumah tangga yang sebenarnya." gumam Rian merebahkan tubuhnya di kasur empuk.

Sedangkan di satu sisi. Aya berjalan menuju meja resepsionis. "Mbak, saya mau cek in!" ucap Aya.

"Maaf, semua kamar di hotel ini sudah penuh. Mungkin, anda bisa cek ini di hotel lainnya?" jawab penjaga resepsionis dengan lembut.

"Terimakasih!" ucap Aya, 'Aku tidak mungkin pulang sendirian. Benar kata Mas Rian. Perjalanan pulang sangat beresiko. Tapi, hotel sebelah juga sedikit jauh! Aku harus bagaimana?' batin Aya kebingungan

1
Anonymous
Sya bodoh lemah,
Susi Yanti
aya hrs berfikir gmn klo dia sendiri ternyata hamil anak Rian dong
Yuni Harti
Luar biasa
helmi
bab bak yang aku skip berharap bab selanjutnya sudah cerai..eh tahu2 masih belum juga...
helmi
astaga kayaknya cerainya ini pas mau selesai🤣🤣
helmi
sudah sampai bab 50 belum juga cerai.
ichapurie
cerita yg bisa menjadi inspirasi buat yg pengen jadi pelakor, karena disini pelakor yg seperti wc umum, diterima apa adanya oleh penghianat, /Facepalm/
Daryati Idar
d sini yg menang pelakorny
ichapurie
Ceritaya tentang pelakor dan penghianat yg menang, untung lgsg baca ending, gak zonk
Rochma Wati
Luar biasa
Amilawati
semoga Aya mati
Amilawati
lebay baget si Aya,,
Amilawati
muak aku bacah cerita yg perempuan ya TDK punya hrga diri/tolol
block ajah la
Amilawati
karakter Aya yg menjijikan bukan karakter pelakor ya
Amilawati
semoga Aya matiii
Amilawati
semoga Aya mati
Amilawati
aya pelacur juga ya
Amilawati
malas bacahaya karakter utamanya Bosh tolol dn muarahn
Amilawati
aya TDK tegas juga,, tingkahnya kaya to LC, murahan
siti sariningsih
gemes rasanya sama Ay, terlalu lemah, tinggalin aja Ray yg banyak drama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!