NovelToon NovelToon
Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Xiao, seorang Supreme Alchemist dan petarung tingkat Dewa di "Alam Kayangan", dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya demi merebut "Kitab Keabadian". Ia meledakkan jiwanya sendiri, tetapi bukannya musnah, ia bereinkarnasi 500 tahun kemudian ke tubuh seorang tuan muda yang dianggap sampah di sebuah kota kecil di Benua Bawah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Suara mekanisme roda gigi terdengar dari dalam pintu. Cahaya merah mulai menjalar di ukiran pintu, membentuk pola naga yang melingkar.

DUM!

Pintu perunggu itu bergetar, lalu perlahan tergeser terbuka ke samping.

"Terbuka!" seru Su Mei gembira.

Lin Xiao menarik kembali tangannya, napasnya sedikit memburu. "Ayo masuk."

Namun, kegembiraan mereka tidak berlangsung lama.

Di balik pintu itu, terdapat sebuah aula luas yang lantainya terbuat dari marmer hitam. Di kiri dan kanan aula, berjejer dua belas patung prajurit setinggi tiga meter. Patung-patung itu terbuat dari perunggu, memegang tombak raksasa.

Saat kaki Lin Xiao menyentuh lantai marmer aula...

Mata kedua belas patung itu menyala merah.

KRETEK...

Suara logam bergesekan yang menyakitkan telinga terdengar saat patung-patung itu mulai bergerak. Debu rontok dari bahu mereka.

"Boneka Alkimia (Alchemy Puppets)!" teriak Lin Xiao. "Mundur, Su Mei!"

Terlambat. Pintu perunggu di belakang mereka terbanting menutup. Jebakan!

Dua belas boneka perunggu itu melangkah maju serempak, menghentakkan tombak mereka ke lantai hingga marmer retak.

"Penyusup... Eliminasi..." Suara mekanik yang parau keluar dari leher boneka-boneka itu.

Mereka bukan boneka lambat. Detik berikutnya, salah satu boneka yang paling dekat menerjang dengan kecepatan setara Qi Gathering Tingkat 7!

Tombak perunggu raksasa menusuk ke arah dada Lin Xiao.

CLANG!

Lin Xiao menangkis dengan pedang Xuan. Getaran hebat merambat ke lengannya. Dia terdorong mundur dua langkah.

"Kuat! Fisik mereka setara logam!" seru Lin Xiao.

"Apa yang harus kita lakukan? Pedangku tidak mungkin menembus tubuh perunggu mereka!" teriak Su Mei panik saat dia menghindari sabetan tombak lain dengan berguling di lantai.

"Jangan serang tubuhnya! Itu buang-buang tenaga!" Lin Xiao memblokir dua tombak sekaligus, percikan api beterbangan. "Boneka Alkimia digerakkan oleh 'Inti Pil' yang biasanya disembunyikan di titik vital!"

Lin Xiao menggunakan Mata Roh-nya. Dunia menjadi hitam putih di pandangannya. Dia memindai tubuh boneka perunggu di depannya.

Di bagian dada kiri, tertutup pelat logam tebal, ada titik cahaya yang berputar.

"Dada kiri! Hancurkan pelat dadanya dan ambil pilnya!" perintah Lin Xiao.

"Kau gila?! Pelat itu tebal sekali!" protes Su Mei. Dia menembakkan Jarum Es ke arah mata boneka itu, tapi jarum itu hancur berkeping-keping tanpa meninggalkan goresan.

"Su Mei! Bekukan persendian lutut boneka di sebelah kananmu! Buat dia tidak bisa bergerak!"

Su Mei tidak banyak tanya. Dia mengumpulkan sisa Qi-nya. "Pembekuan Tulang!"

Semburan kabut es menghantam lutut boneka itu. Logam perunggu yang dingin menjadi semakin rapuh karena suhu ekstrem. Gerakan boneka itu melambat, kakinya kaku.

"Bagus!"

Lin Xiao memanfaatkan boneka yang melambat itu sebagai pijakan. Dia melompat ke bahu boneka itu, lalu melenting ke udara menuju boneka yang sedang menyerangnya tadi.

Dia memegang pedang Xuan terbalik.

"Teknik Pedang Naga: Tusukan Penembus Baju Zirah!"

Lin Xiao memusatkan seluruh kekuatan fisiknya pada satu titik di ujung pedang. Dia menusuk tepat ke arah pelat dada kiri boneka itu.

CRAAAK!

Logam perunggu itu sobek seperti kertas di bawah ketajaman pedang hitam Xuan dan kekuatan monster Lin Xiao. Pedangnya menembus masuk, menghancurkan sesuatu di dalamnya.

Pyaar!

Suara keramik pecah terdengar dari dalam tubuh boneka.

Cahaya merah di mata boneka itu padam seketika. Tubuh raksasanya ambruk ke lantai, menjadi tumpukan besi tua tak bernyawa.

"Satu jatuh! Masih ada sebelas!" teriak Lin Xiao, mendarat di atas bangkai boneka itu.

"Ini akan menjadi pertarungan panjang..." desah Su Mei, tapi dia segera bangkit dan mengambil posisi tempur di belakang punggung Lin Xiao. "Aku akan melindungi punggungmu. Jangan biarkan mereka menyentuhku!"

"Asal kau tidak pingsan," balas Lin Xiao menyeringai.

Pertarungan di aula tertutup itu berlangsung brutal. Suara benturan logam menggema tanpa henti. Lin Xiao bertindak sebagai ujung tombak penghancur, sementara Su Mei bertindak sebagai pengendali yang membekukan gerakan musuh di saat-saat kritis.

Satu per satu, boneka-boneka itu tumbang dengan dada berlubang.

Setengah jam kemudian.

Aula itu sunyi kembali, dipenuhi bangkai boneka perunggu.

Lin Xiao duduk bersandar pada kaki salah satu patung yang hancur, napasnya memburu. Jubah hitamnya robek di beberapa tempat, memperlihatkan luka goresan baru. Su Mei tergeletak di lantai marmer, benar-benar kehabisan tenaga, wajahnya kotor oleh debu dan keringat.

"Kita... kita gila..." Su Mei tertawa lemah, menatap langit-langit aula. "Kita baru saja menghancurkan dua belas boneka setara Tingkat 7. Ayahku tidak akan percaya cerita ini."

Lin Xiao bangkit berdiri, menyeka darah dari sudut bibirnya. Dia berjalan memungut pil-pil yang dia ambil dari dalam tubuh boneka-boneka itu.

"Pil Roh Penggerak. Kualitasnya sudah menurun setelah ratusan tahun, tapi masih mengandung energi murni. Ini rampasan perang yang bagus," Lin Xiao melempar dua butir pil ke arah Su Mei. "Makan itu. Itu akan memulihkan Qi-mu dengan cepat."

Su Mei menangkap pil itu ragu-ragu. "Kau memberiku ini? Ini barang antik!"

"Makan saja. Kita belum sampai di ruang utama," kata Lin Xiao sambil berjalan menuju ujung aula.

Di sana, sebuah pintu batu giok putih berdiri megah. Berbeda dengan pintu sebelumnya yang penuh jebakan, pintu ini memancarkan aura damai dan suci.

Lin Xiao mendorong pintu itu. Tidak terkunci.

Cahaya putih menyilaukan menyambut mereka.

Mereka masuk ke dalam Sanctum Utama.

Ruangan ini tidak besar, tapi sangat mewah. Dindingnya terbuat dari kristal yang menyala. Di tengah ruangan, terdapat sebuah altar batu giok.

Di atas altar itu, melayang tiga benda yang diselimuti bola cahaya pelindung.

Sebuah Gulungan Kulit Kuno (Kemungkinan Teknik Alkimia atau Resep Langka).

Sebuah Pedang Pendek berwarna biru transparan seperti es (Senjata tingkat tinggi).

Dan di tengah... sebuah Tungku Kecil berwarna merah tembaga yang di dalamnya menyala api kecil berwarna ungu.

Mata Lin Xiao terpaku pada tungku itu. Jantungnya berdegup kencang untuk pertama kalinya sejak dia bereinkarnasi.

"Itu..." suara Lin Xiao bergetar. "Api Roh Ungu (Purple Spirit Flame)... Salah satu dari 100 Api Surgawi!"

Su Mei, yang baru saja masuk, matanya langsung tertuju pada Pedang Pendek biru itu. Pedang itu seolah memanggilnya. Elemen es di tubuhnya bereaksi liar.

"Pedang itu..." Su Mei berjalan seperti terhipnotis.

"Hati-hati!" peringatan Lin Xiao.

Namun, sebelum mereka bisa melangkah mendekat, sebuah bayangan transparan muncul dari balik altar.

Sosok seorang lelaki tua berjubah putih, dengan janggut panjang dan wajah ramah namun berwibawa. Itu adalah sisa jiwa (Soul Remnant) dari pemilik makam ini.

"Selamat datang, anak-anak muda," suara lelaki tua itu bergema langsung di dalam pikiran mereka. "Sudah tiga ratus tahun aku menunggu seseorang yang cukup berbakat untuk melewati taman racunku dan mengalahkan penjagaku."

Hantu Master Gu tersenyum, matanya menatap Lin Xiao dan Su Mei bergantian.

"Tapi... warisanku hanya bisa diberikan kepada satu orang. Jadi..."

Senyum ramah itu berubah menjadi seringai yang sedikit nakal.

"...Kalian harus membuktikan siapa yang lebih layak. Atau, kalian bisa berbagi, tapi dengan konsekuensi yang menarik."

Lin Xiao menyipitkan mata, tangannya menggenggam gagang pedang Xuan. Sisa jiwa Grandmaster biasanya tidak jahat, tapi mereka suka menguji mental penerusnya dengan cara yang aneh.

"Ujian apa lagi, Orang Tua?" tanya Lin Xiao tidak sopan.

Master Gu tertawa. "Bukan ujian kekuatan. Tapi ujian hati. Salah satu dari tiga benda ini adalah kunci untuk keluar dari sini. Dua lainnya... akan memicu mekanisme penghancuran diri makam ini dalam waktu 5 menit."

"Pilihlah dengan bijak."

1
jamanku
ga sabar nunggu
Op L
lanjutkan tor
Yuu Li
gas
Yuu Li
oke
Yuu Li
makinnnn seruuuu👍
Lucy Sandy
makin seru👍👍👍
Lucy Sandy
lanjutkan sampai tamat
Roy Kkk
ceritanya menarik
Roy Kkk
bagus👍👍👍👍👍
Roy Kkk
matap bangat karyamu
King Salman
bagus
Jinan 2
cepat update
Raikuu 1
bagus
Rayhan Purwanto
lanjutkan
Lamia Dante
semangat namatin
Lamia Dante
bagus ceritanya👍👍👍
Jake King
luar biasa ceritanya
Jake King
makin sery👍
Op L
ceritannya seru
Op L
makin seru lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!