Seorang gadis yang terpaksa menerima pernikahannya demi kakeknya yang memiliki sebuah perjanjian dengan sahabat lamannya.
Nah.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewidewie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31
Zahara sangat senang dan bahagia bisa bertemu dengan ibunya. Karena akhirnya keluarga Husein berkumpul kembali meskipun tanpa kakek Husein dan Zakki Husein.
Zara pun sangat senang menerima Arhan sebagai menantunya, dan keluarga Admaja juga menerima dengan baik kehadiran Zara.
Zahara berjalan masuk ke dalam kamarnya dengan raut muka ditekuk, ditambah lagi nampak Arhan yang keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di bawah pusar. Sejenak Zahara sempat kagum dengan keindahan pemandangan yang terpampang nyata di depan mata, tubuh seksi perut sixpack dengan roti sobek yang sungguh menggoda iman.
Arhan mengusap rambutnya dengan handuk dan tak memperdulikan istrinya yang dari tadi memperhatikannya.
" Kak Arhan " Panggil Zahara.
"hmmmm"
"Aku mau membuat perjanjian dengan mu" Ucap Zahara yang membuat Arhan menghentikan sejenak mengusap rambutnya dan menatap tajam ke arah Zahara
" Perjanjian apa? ".
" Aku tidak mau kejadian kemarin terulang kembali, aku masih mau kuliah dan mengejar cita citaku, jadi aku mau kak Arhan berjanji untuk tidak berbuat aneh aneh kepadaku " Jawab Zahara.
Arhan menghela nafas dengan berat kemudian menyampirkan handuknya di lehernya dan melipat kedua tangannya
" Kamu menganggap pernikahan kita ini lelucon ! ".
Zahara membalas dengan tatapan yang tak kalah tajam " Iya! karena kak Arhan tidak pernah serius dengan ucapannya, kak Arhan membohongi Zahara, kak Arhan tidak pernah sayang sama Zahara, kak Arhan jahat! ".
Arhan terdiam dan mendengus perlahan
" Zahara, dengarkan aku, aku ".
" Tidak! aku tidak mau dengar, pokoknya aku tidak akan minta bercerai kalau kak Arhan mau menandatangani surat perjanjian ini "
Ucap Zahara sambil menyodorkan selembar kertas pada Arhan.
Arhan tidak menerima surat itu dan berjalan ke arah jendela.
Zahara terdiam sejenak kemudian mendekati Arhan dan memberikan surat perjanjian itu di dadanya " Ini bukan surat perceraian tapi surat perjanjian pembatalan pernikahan apabila salah satu dari kita melanggar ".
Arhan menatap tajam dan meraih surat itu kemudian membacanya dengan sorot mata yang mengerikan, dan saat membacanya sesekali Arhan mengerutkan rahangnya.
" Apa ini Zahara! kamu sudah gila ya! " Gumam Arhan.
Zahara tak bergeming dan melipat kedua tangannya " Apa masih kurang jelas Kak! ".
Isi surat perjanjian.
1. Tidur harus terpisah, satu di ranjang satu di sofa atau bawah.
2. Bila di depan orang tua bersikap manis dan romantis.
3. Tidak saling ikut campur urusan masing masing.
Bila salah satu dari kita melanggar maka mendapatkan hukuman, hukuman masih rahasia dan apapun harus diterima.
Arhan sempat stress setelah membaca surat perjanjian yang tidak masuk akal itu, dengan menahan emosi dia mengambil bulpen dan menandatanganinya " Dasar bocil, kebanyakan nonton drama , ini nih akibatnya " Gumam Arhan.
"Apa yang kakak katakan, em jangan kira aku tak mendengarkan nya, ini semua salah kak Arhan jangan salahkan dramanya! " Zahara mulai menekan dengan tatapan nya yang tajam menakutkan.
" Trus karena apa coba? kalau tidak karena drama china itu, semuanya ceritanya sama, pernikahan kontrak, perjanjian pernikahan hhh bikin pusing saja! " Jawab Arhan dengan ketus.
Setelah selesai membubuhkan tanda tangannya Arhan memberikan surat kontrak itu tanpa berkata apapun membuat Zahara semakin kesal.
Zahara mendengus dengan kesal dan menyimpan surat perjanjian itu di dalam lemari pakaiannya kemudian duduk di sisi ranjang dan memutar drama kesukaan nya.
Arhan membuka handuknya dan tidak perduli dengan Zahara yang juga berada di sana dan tanpa sengaja Zahara menoleh kebelakang
" Achhhhh , kak Arhan kok ganti pakaiannya di situ sih, di kamar mandi dong ah! " Teriak Zahara sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Arhan terkekeh " Lah, ini kamarku ya terserah aku dong, ini juga urusanku ya kamu jangan ikut campur, aku mau ganti baju di manapun kan bukan urusanmu ".
" Sialan " Gumam Zahara kemudian kembali memantengi TV nya .
Arhan yang sudah berganti piyama pun segera merebahkan tubuhnya di ranjang king size nya. Zahara yang melihatnya pun tidak terima " Lho kak, kamu mau tidur di sini! ".
Arhan mengangguk.
Dengan kesal Zahara mengambil bantal dan selimutnya kemudian menggelarnya di lantai .
'' Dasar, hati batu tidak mau mengalah sama perempuan " Gumam Zahara kemudian mematikan TV dan merebahkan tubuhnya di atas karpet yang terletak di lantai.
Arhan berpura pura memejamkan matanya dan sesekali melirik ke arah istrinya.
Zahara yang sudah mulai mengantuk pun segera memejamkan matanya, dan tak lama kemudian terdengar dengkuran halus yang menandakan Zahara sudah terlelap.
Arhan menatap Zahara dengan lekat sambil tersenyum tipis kemudian beranjak dan mengambil ponselnya yang masih berada di tangan Zahara dan meletakkannya di atas meja.
" Dasar kamu, masih sangat polos dan menggemaskan " Gumam Arhan sambil mencubit pelan hidung istrinya itu dengan senyum tipis.
Melihat Zahara yang tidur meringkuk di lantai sangat membuatnya tidak tega, dengan perlahan Arhan mengangkat tubuh kecil istrinya itu dan meletakkannya di kasur.
Arhan menatap lekat wajah manis yang cantik dan menggemaskan.
cup
Arhan benar benar tidak tahan dengan bibir ranum istrinya lalu mengecupnya .
Ehm ehm Zahara melenguh dan Arhan segera melepaskan pagutannya karena akan menjadi masalah kalau sampai istrinya terbangun.
" Tidurlah sayang, aku mencintaimu " Gumamnya kemudian mengusap lembut pucuk kepala Zahara dan memakaikannya selimut untuk menutupi tubuh istrinya itu.
Dan Arhan pun mengambil posisi untuk tidur di sofa.
bersambung ...
trimakasih 👍 Thor selamat berkarya sehat selalu🙏