Bagaikan petir di siang bolong, Karin yang baru saja menerima perasaan pria yang ia cintai, begitu terkejut ketika mengetahui bahwa pernikahannya dengan orang lain sedang di persiapkan oleh orang tuanya ,bagaimana dengan pria yang ia cintai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisaJm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
“Kenapa?”
Tanya Edgar pada kekasihnya itu, Laura kemudian memeluk Edgar namun pria itu menepisnya, ia hanya ingin jawaban dari kekasihnya itu.
“Begini, aku mendapat tawaran menjadi model di sana, kau tahu kan aku sangat ingin menjadi model? Jadi aku akan ke Kanada bersama sepupu ku untuk beberapa bulan.”
Jelas Laura tentu saja membuat Edgar terkejut, beberapa bulan? Itu artinya beberapa bulan ini ia akan jauh dari kekasih itu? Edgar tentu saja menolak hal itu, ia tidak bisa jauh dari Laura apalagi untuk waktu yang lama.
“Aku tidak mengizinkan mu! Kalau kau butuh uang aku bisa memberimu sebanyak yang kau inginkan.”
Ucap Edgar, Laura pun mencoba untuk membujuk kekasihnya itu agar mengizinkan nya pergi meskipun dengan atau tanpa izin Edgar ia akan tetap pergi ke Kanada tapi sumber yang Laura saat ini adalah Edgar tentu saja ia harus bersikap baik pada nya.
“Sayang, hanya beberapa bulan saja setelah itu aku berjanji akan setuju menikah dengan mu.”
Ucap Laura tentu saja membuat Edgar menoleh padanya, senyuman kini terlihat di wajah Edgar begitu mendengar ucapan kekasihnya yang sudah lama ia nantikan.
“Benarkah?”
Ucap Edgar, Laura menganggukkan kepalanya seraya tersenyum membuat Edgar akhirnya setuju dengan hal itu, keduanya kemudian saling berpelukan, setelah itu Laura mengajak Edgar untuk menghabiskan waktu bersama sebelum ia akan berangkat ke Kanada beberapa hari lagi, Edgar pun setuju lalu memilih untuk pergi bersama Laura.
Sedangkan di rumah sakit, saat ini Adrian dan Wita baru saja mengantar Karin ke ruang rawat, dokter sedang menanganinya jadi Adrian dan Wita tengah menunggu di luar, tak lama dokter pun datang menghampiri kedua nya.
“Tenang saja, ini hanya demam biasa, saya akan memberikan resep obat, jadi dia sudah bisa dibawa pulang.”
Jelas sang dokter membuat Adrian dan Wita benar benar lega saat ini, setelah menebus obat mereka membawa kembali ke apartement, namun sepanjang perjalanan Adrian tak begitu fokus lantaran mengingat ucapan Tante Wita yang yang mengatakan jika Karin adalah istri Edgar, jika itu benar kenapa Edgar memperkenalkan Karin sebagai kerabat jauhnya?
“Tante, apa Adrian boleh menanyakan sesuatu?”
Tanya Adrian pada Wita yang tengah duduk di jok belakang bersama Karin, Wita menoleh lalu menganggukkan kepalanya.
“Jadi Karin adalah istri Edgar?”
Tanya Adrian sontak membuat Karin yang tengah menyadarkan tubuhnya pada mama mertuanya itu kini menoleh pada Adrian, bagaimana bisa pria itu tahu? Wita kemudian menganggukkan kepalanya membuat Adrian benar benar terkejut.
“Tapi...”
“Kak Adrian.”
Ucap Karin membuat Adrian terkejut begitupun dengan Wita.
“Ada apa sayang?”
Tanya Wita, Karin menggelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis lalu melirik Adrian dari spion tengah, Adrian yang mengerti hal itu pun memilih diam hingga tak lama mobil yang mereka kendarai tiba di gedung apartement, Seperti saat membawa Karin kerumah sakit, Adrian kembali menggendong tubuh Karin menuju unit apartement Edgar.
“Tidak perlu kak, Karin bisa sendiri.”
Ucap Karin merasa tak enak pada Adrian.
“Bisa sendiri apanya? kau masih sangat lemah.”
Ucap Adrian membuat Karin tak berkutik lantaran ia memang masih sangat lemah, Adrian kemudian mengangkat tubuh Karin menuju lift, rasanya bener bener canggung, Karin bahkan tidak bisa menatap wajah Adrian saat ini.
“Ada apa ini? Kenapa kau menggendong Karin?”