NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Dosen Killer

Istri Rahasia Dosen Killer

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Aliansi Pernikahan / Pernikahan Kilat / Beda Usia / Tamat
Popularitas:28.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Desy Puspita

Niat hati mengejar nilai A, Nadine Halwatunissa nekat mendatangi kediaman dosennya. Sama sekali tidak dia duga jika malam itu akan menjadi awal dari segala malapetaka dalam hidupnya.

Cita-cita yang telah dia tata dan janjikan pada orang tuanya terancam patah. Alih-alih mendapatkan nilai A, Nadin harus menjadi menjadi istri rahasia dosen killer yang telah merenggut kesuciannya secara paksa, Zain Abraham.

......

"Hamil atau tidak hamil, kamu tetap tanggung jawabku, Nadin." - Zain Abraham

----

Plagiat dan pencotek jauh-jauh!! Ingat Azab, terutama penulis gamau mikir dan kreator YouTube yang gamodal (Maling naskah, dikasih suara lalu up seolah ini karyanya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 04 - Ngebet Nikah

Menikah, pilihan yang sangat sulit bagi Nadin. Dia berpikir begitu lama, dan Zain tetap sabar menunggu jawaban. Begitu banyak pertimbangannya, disamping usia yang masih begitu muda, Nadin juga tidak ingin kehilangan mimpinya.

Zain sempat mengatakan, terkait beasiswa yang Nadin khawatirkan, dia akan bertanggung jawab. Namun, yang Nadin pikirkan tidak sesederhana itu, tapi dia merasa bersalah pada ketua prodi yang dulu susah payah memperjuangkan hak Nadin.

Setelah cukup lama berdiskusi dan mencari jalan tengah yang sekiranya tidak merugikan, alhasil Nadin menerima lamaran setengah memaksa yang Zain lakukan dengan syarat pernikahan itu harus dirahasiakan. Tidak ada satu orang pun yang tahu, terutama pihak kampus dan teman-temannya.

Bukan Zain yang membuat aturan, tapi Nadin. Persyaratannya cukup mudah, jika dipikir-pikir lagi memang hal itu adalah jalan tengah yang paling baik untuk keduanya. Tidak dapat dipungkiri, salah-satu alasan Zain bersikukuh menikahinya bukan hanya karena tanggung jawab dan merasa bersalah, tapi demi menjaga nama baik keluarganya.

Sejak kecil Zain diajarkan untuk mengutamakan tiga hal dalam berhubungan dengan manusia, tanggung jawab, memuliakan wanita dan juga menjaga nama baik keluarga. Ya, tiga poin penting yang Syakil ajarkan pada putranya dan selalu Zain ingat hingga dewasa.

"Fine, apa ada permintaan lain?"

Nadin menggeleng, hanya itu saja poin utama yang harus Zain kabulkan, selebihnya tidak ada. Setelah dipastikan benar-benar tidak ada yang Nadin minta, Zain memberikan ponselnya hingga gadis itu mengerutkan dahi seketika.

"Apa? Bapak rekam suara saya?"

Zain memalingkan muka demi menyembunyikan senyumnya. Pertanyaan dan sorot tajam Nadin seolah menegaskan jika Zain masih menjadi ancaman walau dia sudah berusaha bersikap sebaik mungkin agar tidak membuatnya takut.

"Bukan, hubungi keluargamu ... aku butuh restu dan bicara langsung, kalau bisa ayahmu."

"Abi sudah tidak ada," jawab Nadin singkat, seketika pria itu tak bisa berkata-kata usai mendengar jawabannya.

Dia belum mengenal dekat calon istrinya, dan Zain sama sekali tidak tahu tentang itu. "Kakak ada?"

Raut wajahnya masih sama, Nadin menggeleng hingga Zain mulai bingung dan takut untuk bicara. "Om atau kakekmu, siapapun yang bisa."

"Tidak, adanya umi saja."

Cukup membingungkan, Zain memijat pangkal hidungnya lantaran merasa bingung dengan diri sendiri. Kenapa tidak dari tadi, begitulah gumam Zain dalam hati.

"Tidak apa, aku tetap harus bicara."

Walau Nadin tetap memaksa agar pernikahan itu dirahasiakan, tapi dia ingin orangtua dari gadis itu tidak terlalu terluka. Sedikit banyak Zain tahu jika ada seseorang yang menaruh harapan besar di punggung Nadin, dan dia hanya tidak ingin membuat seorang ibu hancur andai nanti tahu belakangan bahwa kehidupan putrinya telah berbeda.

Sialnya, niat itu justru Nadin salah artikan hingga melarang Zain menghubungi uminya. "Kenapa?"

"Tentang itu, cukup kita dan Tuhan yang tahu, umiku jangan," pinta Nadin dengan tatapan penuh permohonan.

"Aku hanya minta restu ibumu, tidak akan macam-macam," jelas Zain kemudian, setakut itu Nadin jika Zain jujur andai ditanya kenapa mereka harus menikah.

Penjelasan Zain berhasil membuat Nadin melunak. Dia melepaskan cengkraman di lengan Zain yang sebenarnya tanpa sadar dia lakukan. "Oh, iya."

Cepat sekali raut wajahnya berubah, Zain tersenyum tipis dibuatnya. Tanpa berpikir untuk menjauh, di hadapan Nadin dia nekat memberanikan diri meminta restu secara baik-baik untuk menikahi gadis itu.

Nadin tak begitu mendengarkan, dia tenggelam dalam pikirannya sendiri. Cukup lama Zain bicara, hingga di akhir percakapan pria itu terdengar gugup mengucapkan salam penutup.

Sesaat, suasana ruangan itu mendadak hening. Tiada satu pun yang bicara dan mereka tenggelam dengan suasana kecanggungan semacam itu cukup lama.

Agaknya mereka sama-sama bingung hingga kini memilih diam. Saking diamnya, helaan napas Nadin sampai bisa terdengar hingga menarik perhatian Zain untuk menatap ke arahnya.

"Kapan?"

Nadin sedang gugup saat ini, hingga ketika Zain bertanya otaknya agak sedikit tumpul. "Apanya yang kapan?"

"Siapnya, besok aku ke luar kota dan mungkin agak lama," tutur Zain memperjelas pertanyaan dan Nadin baru mengerti apa maksudnya.

Nadin sebenarnya pasrah, siap tidak siap dia memang harus siap karena permintaan Zain untuk menikah sudah dia setujui. Namun, jika harus buru-buru dia tidak sesiap itu juga. "Ehm setelah Bapak pulang saja, bulan depan juga tidak masalah," jawab Nadin yang saat itu juga membuat raut wajah Zain berubah.

Jika sebelumnya tidak ada yang Zain tolak, terkhusus yang kali ini dia menolak tegas permintaan Nadin. "Kelamaan, malam ini saja ... aku tidak tahu pasti kapan pulangnya, dan aku tidak ingin pulang-pulang dapat panggilan dari polisi atas dugaan pemerrkosa-an."

Picik sekali pikirannya, Nadin yang awalnya tidak pernah memiliki niat jahat untuk melaporkan Zain ke polisi mendadak terpikir saat ini. Sungguh Nadin bingung berhadapan dengan pria ini, nyatanya isu tentang sifat keras kepala dan semaunya sendiri dari seorang Zain bukan isapan jempol belaka, tapi memang kenyataannya.

Dia bertanya kapan siapnya, ketika Nadin menjawab keputusan ternyata tetap di tangannya. Lamarannya hanya kedok saja, pada akhirnya Nadin tak punya hak menentukan lebih walau sebelumnya Zain memang menurut.

.

.

Zain tidak pernah bercanda dengan ucapannya, apa yang dia katakan selalu dapat dibuktikan. Setelah tadi siang melamar dengan 85 persen unsur paksaan, malam ini dia benar-benar menikahi Nadin secara Agama dengan diketahui dua orang saksi yang merupakan teman dekat Zain.

Pernikahan super kilat yang sama sekali tidak pernah terbayangkan. Hendak duduk saja lesu dan dan Nadin menjalani pernikahan di kamar rumah sakit. Beralaskan Zain harus pergi besok pagi, dia terpaksa jadi pengantin dengan baju orang sakit.

Yang penting sah, begitu kalau kata saksinya. Walau terkesan dadakan, mereka masih tetap serius dan khusyuk, Nadin juga masih gugup kala Zain menyebut namanya dengan begitu mantap.

Lebih gugup lagi, kala Zain diminta untuk memegang ubun-ubunnya. Perasaan Nadin campur aduk, dia merasa seolah tengah bermimpi dan andai terbangun saat ini dia akan berlari.

"Itu kening, Zain, ubun-ubunnya."

"Oh iya, maaf Ustadz."

Lamunan Nadin buyar seketika perkara Zain salah pegang. Diperintahkan ubun-ubun dia justru menyentuh kening Nadin seolah tengah memastikan suhu tubuhnya.

"Di sini, Pak?"

"Iya di sana."

Entah apa yang dipikirkan Zain hingga eror begitu. Citra Zain sebagai dosen genius dan luar biasa cerdas seketika hancur begitu saja di hadapan mahasiswi yang kini telah sah menjadi istrinya.

"Bacakan doanya, hapal, 'kan?"

"Ha-hapal kok, Ustadz," jawab Zain gelagapan, entah benar hapal atau mengaku hapal saksi pernikahannya juga ragu, tapi yang jelas bibir Zain komat-kamit. "Yang penting Bismillah."

.

.

- To Be Continued -

1
Nurul Aisyah
nah loh ditagih kan wkwkwk 🤣
Zaara
aska bikin bengek mulu🤣🤣🤣
Zaara
serius q bacanya ngakak ga jdi sedih 🤣🤣🤣
Nurul Aisyah
cie cie wkwkwk
Bucinnya Baekhyun🐶
bener bener sih zain 🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙠𝙖𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙡𝙞𝙢 𝙩𝙥 𝙣𝙜𝙪𝙢𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙝𝙚𝙬𝙖𝙣 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙡𝙖𝙝𝙞𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙡𝙖𝙜...
mira maryati
kerennnn musibah membawa berkah 🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙜 𝙣𝙜𝙖𝙠𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙚𝙢𝙚𝙣 𝙙𝙚𝙠𝙚𝙩 𝙩𝙥 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙖𝙡𝙞𝙖𝙨 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙤𝙫𝙚𝙧 𝙠𝙚𝙥𝙤𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙗𝙖𝙙𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙚𝙣𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙞𝙝𝙖𝙣 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙧𝙩𝙞 𝙜𝙖 𝙪𝙨𝙖𝙝 𝙩𝙧𝙨2𝙖𝙣 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙣𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙜𝙖 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙗.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙮𝙪𝙠𝙪𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙜𝙖 𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙡𝙜 𝙝𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙗𝙡𝙤𝙠𝙞𝙧 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙜𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙝 𝙣𝙜𝙖𝙥𝙖𝙞𝙣𝙨𝙝 𝙙𝙞𝙨𝙞𝙢𝙥𝙖𝙣 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙣𝙤 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙚𝙙𝙨𝙤𝙨𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙖𝙢𝙖2 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝, 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙨𝙪𝙣𝙝 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙗𝙞𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙣2 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙢𝙖𝙚𝙣 𝙟𝙖𝙢𝙗𝙖𝙠 𝙩𝙧𝙨 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙗𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙖𝙙𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨 𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙟𝙜𝙣 𝙖𝙥𝙖2 𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙡𝙚 𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙖𝙙𝙖 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨/𝙣𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙞𝙟𝙖𝙠 𝙣𝙮𝙞𝙠𝙖𝙥𝙞 𝙥𝙙 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙤𝙬𝙝 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙣𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙥𝙬𝙣𝙜𝙖𝙠𝙪𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙝 𝙣𝙖𝙙.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙞 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙙𝙜𝙣 𝙣𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙧𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙖𝙬𝙖 𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙡𝙚𝙡𝙪𝙘𝙤𝙣 𝙖𝙥𝙖, 𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖 𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙖𝙪𝙩𝙤 𝙣𝙜𝙖𝙢𝙪𝙠 𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙥𝙖𝙠 𝙖𝙥𝙖... 𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙧𝙖 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩𝙢𝙪 𝙣 𝙠𝙚𝙥𝙞𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖𝙣𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙙𝙪𝙠𝙖𝙣𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙙𝙤𝙨𝙚𝙣 𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙖𝙠𝙝𝙡𝙖𝙠𝙢𝙪.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙟𝙞𝙝𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙥𝙪𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙠𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙩𝙥 𝙪𝙩𝙠 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙗𝙖𝙙𝙞 𝙜𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙭 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙫𝙖𝙨𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙗𝙤𝙘𝙖𝙝 𝙮𝙜 𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙡𝙞𝙞𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙢𝙬𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙘𝙤𝙠𝙡𝙖𝙩 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙚𝙣𝙜𝙚𝙠𝙣𝙮𝙖.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙨𝙚𝙧𝙚𝙢 𝙖𝙢𝙚𝙩 𝙝𝙪𝙠𝙪𝙢𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.😄
NORA SAFITRI
oooooeh, Zain😍😍
Maya Mawardi
somplak emang
Maya Mawardi
mati kutu
Maya Mawardi
menarik dan menghibur banget
Maya Mawardi
ya ampuuun beneran pasangan somplak ini mah ketawa terus jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!