Kisah seorang istri yang diselingkuhi suaminya. Hingga suatu saat ia harus mengambil suatu keputusan yang sulit.
Keputusan apa yang harus dia ambil???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FitriRahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Reyna Yang Malang
Reyna merasa bahagia, karena pagi ini ia sudah memberitahukan tentang kehamilannya pada Abim. Tapi Abim menanggapi biasa saja.
Flashback on
Reyna sudah telat haid dalam dua bulan ini, tapi ia tidak pernah memeriksakannya dengan alat tes kehamilannya. Tapi rasa penasaran Reyna semakin menjadi akhirnya Reyna pun membeli alat tes kehamilan diapotik, tanpa sepengetahuan Abim.
Sehabis bangun tidur pagi, Reyna langsung menggunakan alat tes kehamilan dengan urine dipagi hari.
Betapa terkejutnya Reyna ketika hasil tes itu adalah garis dua, yang artinya positif. Reyna hamil anak Abimanan.
Betapa bahagianya Reyna! Anaknya akan menjadi pewaris tunggal dikeluarga Abimanan dan orang tua Abim akan menerimanya.
Nasib akan merubah semuanya, hidup dikontrakkan tidak akan pernah terjadi lagi. Abim akan menikahinya secara hukum demi anaknya. Kehidupan ekonominya akan semakin membaik, ia tidak akan lagi menjadi tulang punggung dikeluarga Reyna melainkan Abim yang akan membiayai hidup orang tuanya.
Senyum lebar terpancar diwajah Reyna. Ia pun memberikan hasil tes itu kepada Abim. Tapi sayang sekali, raut wajah Abim datar. Menanggapi dengan biasa saja.
Reyna kecewa, bukan itu yang diharapkan dari Abim. Mengucapkan selamat saja tidak. Apalagi membahas yang lain.
Flashback off
Jam sebelas siang Reyna dan Abim baru saja kembali dari kantor polisi.
Keduanya sudah mengurus kehilangannya dikantor polisi. Tapi naas semuanya tidak bisa kembali, bahkan surat-surat berharganya yang ada didalam tas Reyna dan Abim juga hilang.
Untungnya Abim dan Reyna dengan cepat memblokir ATM punya mereka berdua.
Abim dan Reyna telah kehilangan uangnya yang lumayan banyak. Mereka berdua juga harus mengurus kembali KTP, STNK, kartu ATM dan lain sebagainya. Dan itu semua membutuhkan biaya untuk pembuatannya.
"Aaaaaaaa." Teriak Abim yang frustasi akibat cobaan terus datang padanya.
"Kamu kenapa sih mas? Teriak-teriak aja! Berisik tau?" Sahut Reyna yang mendengarnya suara Abim begitu kencang!
Abim bangun, dari tempat duduknya. Kemudian ia mengacuhkan Reyna dan berlalu begitu saja.
Reyna yang merasa diacuhkan tidak terima. Lalu dirinya menyusul Abim dari belakang.
"Mas, aku tuh lagi mgomong! Kamu kenapa sih, marah-marah aja!"
Mata Reyna melihat tajam kearah Abim. Penuh tanda tanya. Keduanya akhirnya saling berhadapan.
"Aku pusing! Kamu hamil. Terus..." Kata Abim lalu ia tidak melanjutkan pembicaraannya!
"Terus apa? Diam.. mau bilang, kalau aku minta nikah secara hukum. Biar status anak ku jelas, dimata hukum! Apa itu salah. Terus apa salah ku juga, kalau aku minta kehidupan yang lebih baik! Jawab!"
Abim diam tidak menjawab pertanyaan Reyna. Abim sedang kalut, pikirannya melayang memikirkan semuanya!
"Kenapa kamu diam! Aku lagi nanya, kenapa kamu diam mas?"
"Diam..... Kamu bisa diam gak sih, aku pusing!"
"Selama ini aku diam dan ikutin mau kamu, tapi apa? Tapi apa yang aku dapetin. Hidup ku masih sama aja! Gak ada yang berubah dan kamu masih memikirkan mantan istri kamu, ya kan?" Bentak Reyna kesal dan meluapkan semua kekesalannya!
Abim pusing mendengarkan Reyna marah-marah sambil berteriak. Ia ingin menghindar dan pergi keluar rumah, tapi apa yang terjadi?
Brukk...
Reyna tertabrak motor yang melintas didepan rumahnya. Karena pengemudi motor itu melajukan motornya dengan kecepatan yang sangat cepat melintas digang ssmpit. Kemudian Reyna pun terjatuh.
"Aaaaaaaaaa.." Teriak Reyna.
Abim menengok kebelakang kemudian, melihat istrinya yang sudah terjatuh dan bersimbah darah.
Pengemudi motor itu pun ikut terjatuh akibat menabrak Reyna dan segera diamankan oleh warga.
Sedangkan Reyna mulai kehilangan kesadarannya. Abim dan para tetangga menolongnya untuk segera dibawa kerumah sakit!
****
Dirumah Sakit...
Jam 09.00 WIB
Reyna telah ditangani oleh dokter. Abim, mama Wiwid menunggu diluar ruangan IGD. Perasaan cemas terlihat oleh keduanya yang sedang menunggu.
Selang waktu setengah jam menunggu diluar, akhirnya dokter keluar dan menjelaskan keadaan pasien.
"Permisi, siapa suaminya?"
"Saya dok! Ada apa dengan istri saya?"
"Pasien, harus segera diselamatkan."
"Kenapa dok? Ada apa dengan calon bayi saya?"
"Jadi begini pak, pasien mengalami keguguran! Terus pasien mengalami pendarahan yang sangat banyak. Satu hal lagi, rahim istri bapak mengalami suatu masalah. Jadi kemungkinan besar sulit untuk mendapatkan keturunan lagi."
Abim dan ibu mertuanya, tidak percaya! Tidak lama kemudian Ibunya Reyna langsung pingsan, seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi!
Bu Wiwid, segera diselamatkan oleh suster dan dibawa keruang IGD.
Abim duduk diluar, kakinya tidak kuat untuk berdiri. Ia terdiam dan menangis! Semuanya karena ulahnya, sehingga Reyna jadi seperti ini!
Suster menghampiri Abim, yang sedang duduk dikursi.
"Permisi pak, tolong segera urus administrasi pasien. Pasien butuh pertolongan serta tolong cari donor darah O, stok dirumah sakit ini sedang kosong?"
"Apa? Saya harus cari kemana suster?"
"Bapak, bisa cari kerumah sakit lain atau bapak bisa menghubungi teman, saudara!"
"Baik suster!"
"Pak, saya tunggu dua puluh menit ya pak!" Kata suster.
Suster pun pergi. Abim dengan cepat segera pergi kebagian administrasi kemudian dengan ponsel ditangannya. Ia segera menghubungi teman, saudara dan menginformasikan distatus wa.
****
Sudah dua puluh menit, tapi Abim belum mendapatkan apa yang disuruh suster! Kepalanya mulai pusing, jantungnya berdegup kencang.
Ia terduduk lemas dilantai, mengharapkan suatu keajaiban untuknya! Agar istrinya bisa selamat!
Satu jam telah berlalu, dokter masih menunggu donor darah untuk Reyna. Tapi belum ada hasilnya. Sedangkan pasien masih kritis.
Disaat itu pula ada seseorang yang berhati baik! Mendekati Abim yang terdiam lemas tidak berdaya!
"Aku akan menyelamatkan istri mu!" Ungkap seorang lelaki tua.
Abim melihat wajah lelaki tua itu dengan jelas. Kemudian berdiri, ia seakan mendapatkan suatu harapan yang berarti!
"Terima kasih!" Sahutnya. Lalu berlari mencari suster untuk mengatakan, bahwa pendonornya sudah ditemukan.
.
.
.
Setelah mendonorkan darahnya, pendonor itu langsung pergi. Abim mencari pendonor yang mendonorkan darahnya untuk istrinya. Abim ingin mengucapkan terima kasih, tapi semua itu belum sempat terucapkan.
Reyna sudah mendapatkan tranfusi darah yang dibutuhkan. Kondisi masih tetap sama. Yang terpenting Abim sudah berusaha untuk kesembuhan Reyna. Sekarang hanya tinggal kehendak Allah SWT.
Reyna masih diruang ICU, keluarga yang datang hanya bisa menengok Reyna dari jauh. Seluruh tubuhnya dipasang alat-alat medis.
Dita melihat adiknya yang sedang sekarat! Sungguh ia tidak tega. Air matanya menetes kepipinya. Pandangannya kemudian beralih ke Abim. Dita pun berjalan mendekati Abim yang sedang duduk bersama bu Wiwid.
Ketika sudah dihadapan Abim. Dita meminta untuk berbicara berdua dengannya.
Kini mereka berdua berdiri saling berhadapan.
"Ada apa mbak?" Tanya Abim yang tidak tau kenapa Dita memanggilnya.
"Kamulah bencana buat Reyna, Abim! Gara-gara kamu hadir, Reyna menderita! Kamu nikahi dia sebagai duri dalam kehidupan rumah tangga kamu. Yang akibatnya Reyna diguncingkan oleh semua orang! Sekarang setelah rumah tangga kamu berakhir, kamu belum juga nikahi Reyna secara hukum. Mau kamu apa Abim?"
Amarah Dita meluap, ia menyalahkan semuanya pada Abim. Tangan Dita mengepal seraya hendak memukul wajah Abim yang menyebalkan. Tapi Dita tidak melakukannya
Abim menundukkan kepalanya dan terdiam. Ia mulai mencerna dan memikirkan apa perkataan Dita barusan. Memang semua yang Dita katakan adalah benar!
"Bim, masa depan Reyna telah hancur! Dia juga telah kehilangan calon bayinya hari ini. Dia juga tidak bisa hamil lagi. Entah bagaimana kalau dia sadar, lalu dia menanyakannya?"
"Maaf."
Hanya satu kata yang terlontar dari mulut Abim.
Tanpa kata-kata yang panjang keluar dari mulutnya!
Dita kesal karena Abim tidak bisa mengucapkan kata-kata yang lain, selain maaf! Dita akhirnya meninggalkan Abim sendirian, dan berlalu pergi. Dita kini memberi semangat untuk ibunya agar tetap kuat melihat kondisi Reyna.
...Happy Reading...