NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Siapa Ayah Mereka

Reynan terkejut ketika mengikuti arah google maps untuk menuju kediaman Liana. Tempat yang begitu familiar. Ia sudah sudah kedua kalinya datang ke tempat itu. Yang menjadi pertanyaannya, kenapa Liana tinggal di rumah bocah kembar yang pernah diselamatkannya. Atau jangan-jangan bocah itu ada hubungannya dengan wanita yang diklaim menjadi asisten pribadinya?

"Ini seriusan rumah Liana? Kalau menurut alamat benar ini tempatnya. Tapi kok?"

Untuk memastikan kebenarannya, Reynan pun keluar dari mobilnya dan bergegas menuju rumah tersebut.

Tok... Tok ... Tok..., "Permisi."

Baru pertama kalinya ia datang ke rumah karyawannya. Entah apa yang tengah dipikirkannya hingga tak membuatnya sabar menunggu Liana datang ke kantor.

"Iya, tunggu sebentar."

Terdengar suara seorang wanita dari dalam rumah. Tak lama dari itu pintu terbuka dan nampaklah sosok wanita yang tengah dicarinya.

"Pak Reynan? Anda beneran datang ke sini?" tanya Liana. Tak bisa disembunyikan, wajahnya bersemu merah jambu. Ini pertama kalinya ia didatangi seorang pria, terkecuali Dion yang dianggap sebagai keluarganya sendiri.

"Saya sudah bilang mau datang, berarti saya pastikan untuk datang. Saya nggak suka basa basi, dan saya juga nggak suka bohong!" Reynan menjawab dengan tatapannya tegas dan juga dingin.

Liana mengangguk canggung. "Kalau begitu mari silahkan masuk, pak! Maaf..., rumahnya agak berantakan Pak, makhlum ada anak kecilnya." Liana memunguti mainan si kembar yang berserakan di lantai ruang tamu. Pagi itu ia masih belum sempat membersihkan rumah, dan ia juga berpikir mungkin bosnya tidak serius untuk datang menemuinya.

"Di mana anak-anakmu? Kok sepi?" tanya Reynan dengan matanya jelalatan melihat ke sekeliling ruangan, di mana matanya tertuju pada beberapa pigora foto yang terpajang di dinding.

"Anak-anak sudah berangkat sekolah Pak, tadi dianterin sama kak Dion."

Refleks Reynan menoleh dan menatapnya tajam. "Dion? Jam segini dia sudah ada di sini? Apa dia menginap di sini?"

Entah kenapa ia kurang suka dengan perhatian sahabatnya yang ditujukan pada Liana. Mungkin dia kasihan kepada sepupunya Pamela, atau mungkin ada hal lain yang membuat hatinya terusik.

"Nginap apaan? Ya enggaklah lah Pak," jawab Liana tanpa berpikir Reynan sedang kecewa padanya. "Kak Dion itu kan sudah punya istri, dan saya kenal dekat sama istrinya. Tadi Kak Dion datang ke sini bersama dengan Pamela. Mereka bersepakat untuk mengantarkan anak-anak sekolah."

Reynan agak lega setelah mendengar penjelasan dari Liana. "Oh..., jadi dia datang ke sini bersama dengan istrinya? Ya udah kalau gitu, kupikir dia datang ke sini sendirian atau bahkan menginap di sini."

Liana mendengus kecil. Pria itu secara tidak langsung menganggapnya begitu buruk. "Bapak ini terlalu berpikir jauh tentang saya. Saya nggak seburuk yang anda kira. Saya masih punya harga diri Pak," bantah Liana. "Bapak mau minum apa? Biar saya ambilkan." Meskipun agak dongkol, dia masih memiliki kepedulian dengan menawarkan minuman untuknya.

"Minum apa saja boleh, asal bukan air comberan aja," jawab Reynan.

Liana memutar bola matanya dengan menggerutu. "Kenapa nggak air kencing aja sekalian!" Liana langsung melenggang masuk ke dapur masih dengan mendumel. "Itu orang agak sengklek juga ya? Kupikir dia orangnya tegas, bahkan jarang sekali tersenyum. Benar apa yang dikatakan oleh kak Dion, dibalik sikap dinginnya, dia juga agak menjengkelkan."

Di ruang tamu, Reynan menelusuri dinding di mana ada deretan foto yang dipajang. Dia tertuju pada sosok foto dua anak kecil yang mukanya sebelas dua belas dengan dirinya. Dia bertanya-tanya, kenapa Liana mengkoleksi fotonya?

"Ini kan fotoku. Kenapa ada di sini? Sebenarnya dia itu siapa sih? Saudara bukan, istri bukan, bahkan kita masih beberapa kali bertemu. Apa mungkin dia reinkarnasi dari kehidupanku sebelumnya? Tapi mana mungkin?"

Ketika ia hendak memegang foto itu, tiba-tiba Liana datang mengejutkannya. "Loh, bapak ngapain berdiri di situ? Ini saya buatin teh hangat pak, silahkan diminum."

Reynan menolehnya dengan raut wajah dingin dan meminta penjelasan padanya mengenai foto tersebut. "Kamu bisa jelasin sama saya! Kenapa foto saya ada di rumah kamu?"

Liana tersentak. "Apa? Foto yang mana pak?" tanya Liana bingung.  Mana mungkin ia mengambil foto majikannya dan memajangnya di rumah. Apa sudah gila?"

"Ini kan foto masa kecil saya bersama Reyhan kembaran saya. Kenapa ada di sini? Sebenarnya kamu itu siapa sih? Kok sampai tahu masa kecil saya?"

Reynan begitu meyakini foto anak laki-laki yang masih berusia satu tahun itu memiliki kemiripan dengannya. Ia tidak mungkin salah lihat. Di rumah tua yang ditempati oleh orang tuanya masih tersimpan foto foto masa kecilnya.

"Pak, anda sudah salah paham sama saya. Ini foto anak saya Pak! Bukan foto bapak. Anak ini kembar, namanya Kenzo sama Kenzie. Waktu itu mereka masih berusia 1 tahun, dan kami tinggal di luar negeri. Mana mungkin saya mengambil foto bapak? Sedangkan saya baru bertemu beberapa kali dengan bapak."

Liana keukeh membantah tudingan Reynan mengenai foto tersebut. Ia masih ingat betul waktu pembuatan foto tersebut si kembar masih berusia 1 tahun.

"Serius ini foto anak kamu? Kenapa mirip sekali dengan saya sewaktu masih kecil?"

Reynan mengangkat tangannya dan mengambil pigora dan mengamatinya dengan seksama. Sangatlah mirip, bahkan bisa dikatakan itu duplikatnya.

"Saya nggak tahu kenapa anak saya mirip sama anda. Tapi bukannya di dunia ini mitos tentang kemiripan seseorang itu pasti ada. Ini nggak ada kaitannya dengan anda pak, anda sudah salah sangka."

Di situ pikiran Reynan maupun Liana sudah tak tenang. Mereka fokus pada foto di kembar yang kini berada di tangan Reynan.

"Sekarang saya tanya dan jawab dengan jujur." Reynan menaruh kembali figora tersebut di tempat semula. Dia mendekatkan dirinya hingga tak menyisakan jarak tepat di depan Liana.

"B—bapak mau tanya soal apa?" tanya Liana gugup.

"Tentang ayahnya. Siapa ayah biologis dari si kembar?"

Liana membuang muka menghindari wajah Reynan yang hampir menempel padanya.

S—saya tidak tahu pak!" Liana menjawabnya jujur dengan tubuh gemetaran. Dia benar-benar dibuat tak nyaman dengan keberadaan pria itu di kontrakannya.

Reynan terkekeh meledeknya. "Kok ada ya, melahirkan dua anak tapi tidak diketahui siapa ayah kandungnya. Baru kali ini ada wanita yang bermuka polos tapi dia suhu dalam hal percintaan. Kamu tinggal jawab aja, nggak usah banyak alasan!"

Liana menoleh dengan wajahnya merah padam. Tangannya mengepal emosi. Baru kali ini ada seorang pria yang bukan siapa-siapa baginya berniat untuk menghakiminya.

"Anda bisa sopan kan pak? Ini rumah saya, dan anda datang sebagai tamu! Anda tidak memiliki hak buat mengintrogasi saya mengenai kepribadian saya. Anda juga tidak memiliki hak buat mengetahui siapa ayah biologis dari anak-anak saya. Jika Anda datang hanya untuk mencari tahu hal-hal yang berkaitan dengan kepribadian saya, lebih baik silahkan pergi!"

1
Evi Lusiana
reinan bosmu itu,ayah dr anak²mu ana
tia
dobel up thor
tia
udah gk sabar siapa ayah dari si kembar
tia
lanjut thor jgn digantung 🤭
tia
lanjut thor
Ika Dw: oke...
total 1 replies
tia
ada kemungkinan liana tidur dgn rey,,, semangat thor
tia
lanjut thor
Ika Dw: siap👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!