NovelToon NovelToon
Cahaya Abadi Shatila

Cahaya Abadi Shatila

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Cinta setelah menikah / Romansa / Tamat
Popularitas:372
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Mentari sore di Pantai Santa Monica, California, mulai turun ke peraduan. Langit yang semula biru cerah kini berubah menjadi gradasi oranye dan ungu yang cantik. Di antara kerumunan turis dan peselancar, dua pria muda berjalan beriringan dengan langkah tenang. Salah satunya adalah Muhammad Hannan, atau yang akrab disapa Hannan, seorang ustadz muda yang sedang menempuh studi lanjut di Amerika.
​"Hannan, lihatlah. Kadang aku berpikir, bumi Allah itu begitu luas. Di sini senjanya sama indahnya dengan di pesantren dulu, ya?" celetuk Gus Malik sambil membetulkan letak kacamata hitamnya.
​Hannan tersenyum tipis. "Benar, Gus. Keindahan ini pengingat bahwa di mana pun kita berpijak, kita tetap berada di bawah langit yang sama."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Pertemuan yang Tertulis

Mentari sore di Pantai Santa Monica, California, mulai turun ke peraduan. Langit yang semula biru cerah kini berubah menjadi gradasi oranye dan ungu yang cantik. Di antara kerumunan turis dan peselancar, dua pria muda berjalan beriringan dengan langkah tenang. Salah satunya adalah Muhammad Hannan, atau yang akrab disapa Hannan, seorang ustadz muda yang sedang menempuh studi lanjut di Amerika.

"Hannan, lihatlah. Kadang aku berpikir, bumi Allah itu begitu luas. Di sini senjanya sama indahnya dengan di pesantren dulu, ya?" celetuk Gus Malik sambil membetulkan letak kacamata hitamnya.

Hannan tersenyum tipis. "Benar, Gus. Keindahan ini pengingat bahwa di mana pun kita berpijak, kita tetap berada di bawah langit yang sama."

Tenggorokan Hannan terasa kering setelah cukup lama berjalan menyusuri bibir pantai. Ia melihat sebuah kedai kopi kecil tak jauh dari dermaga. "Gus, aku ke warung kopi sebentar ya? Haus sekali. Gus Malik mau titip?"

"Boleh, kopi hitam saja, Nan. Aku tunggu di bangku kayu itu, ya," jawab Gus Malik sambil menunjuk sebuah kursi kosong yang menghadap ke laut.

Hannan mengangguk dan segera melangkah menuju kedai. Pikirannya sedikit melayang, membayangkan tugas kuliah yang menumpuk di apartemennya. Karena terlalu asyik melamun sambil berjalan cepat...

Brukkk!

Langkah Hannan terhenti mendadak. Ia menabrak sesuatu—atau lebih tepatnya seseorang.

"Astagfirullah," gumam Hannan refleks. Ia hampir kehilangan keseimbangan.

Di hadapannya, seorang gadis tampak terhuyung. Gadis itu mengenakan dress berwarna merah muda lembut yang berkibar ditiup angin pantai. Rambutnya yang kecokelatan senada dengan warna senja. Hannan segera menundukkan pandangannya, merasa bersalah karena kurang hati-hati.

"Maaf, saya benar-benar tidak sengaja. Anda tidak apa-apa?" tanya Hannan dengan bahasa Inggris yang fasih, namun tetap menjaga jarak.

Hannan sudah bersiap jika gadis itu akan marah atau mengomel karena kecerobohannya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Gadis itu merapikan gaunnya dan menatap Hannan dengan binar mata yang ramah.

"Oh, tidak! Justru saya yang minta maaf," jawab gadis itu sambil tersenyum manis. "Saya jalan sambil melihat ponsel tadi, jadi tidak memperhatikan jalan. Maafkan saya, ya?"

Hannan sedikit tertegun. Jarang sekali ia menemui orang yang begitu rendah hati saat ditabrak di tempat umum.

"Nama saya Amara Nagita Slavina, panggil saja Amara," lanjut gadis itu tiba-tiba, seolah ingin mencairkan suasana kaku di antara mereka. Ia mengulurkan tangan, namun dengan sopan Hannan hanya mengatupkan kedua tangan di depan dada sambil tersenyum kecil.

Amara sempat terlihat bingung sejenak, namun kemudian ia tersenyum lebih lebar, memahami isyarat tersebut. Di bawah langit Amerika yang mulai meredup, pertemuan singkat itu terasa seperti awal dari sebuah cerita yang belum sempat mereka tulis.

Amara menurunkan tangannya perlahan, tidak merasa tersinggung sedikit pun dengan penolakan sopan Hannan untuk bersalaman. Sebaliknya, ia merasa ada sesuatu yang menyejukkan dari tatapan pria di depannya ini.

"Saya Muhammad Hannan, panggil saja Hannan," ucap Hannan lembut, memperkenalkan diri setelah Amara menyebutkan namanya tadi.

"Hannan..." Amara mengulang nama itu pelan, seolah sedang mencicipi bunyi namanya. "Nama yang bagus. Kamu sedang liburan di sini? Atau memang tinggal di California?"

Hannan sedikit memperbaiki posisi tas selempangnya. "Saya sedang menempuh studi di sini, Amara. Kebetulan sore ini sedang mencari udara segar bersama kawan." Ia melirik sekilas ke arah Gus Malik yang melambaikan tangan dari kejauhan, memberi kode agar Hannan cepat membawa kopinya.

Amara mengangguk-angguk paham. "Oh, pantas saja. Gaya bicaramu sangat... tenang. Berbeda dengan orang-orang yang biasanya aku temui di sekitar dermaga ini."

Hannan tersenyum tipis, sebuah senyum yang sangat terjaga namun terlihat tulus. "Terima kasih. Kalau begitu, saya permisi dulu. Teman saya sudah menunggu, dan sekali lagi, mohon maaf atas kejadian tadi."

"Eh, tunggu!" panggil Amara sebelum Hannan sempat melangkah lebih jauh.

Hannan menghentikan langkahnya dan menoleh. "Iya?"

Amara tampak sedikit ragu, ia memainkan jemarinya di atas gaun pink-nya. "Boleh aku minta nomor teleponmu? Atau mungkin akun media sosial? Bukan apa-apa, hanya saja... aku baru beberapa minggu di sini dan belum punya banyak teman bicara yang berasal dari Indonesia."

Hannan terdiam sejenak. Prinsipnya sebagai seorang ustadz membuatnya selalu berhati-hati dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Namun, ia melihat ketulusan di mata Amara—bukan tatapan menggoda, melainkan tatapan seseorang yang memang sedang merasa kesepian di negeri orang.

"Untuk urusan silaturahmi, tentu boleh," jawab Hannan akhirnya. Ia mengeluarkan selembar kartu nama kecil dari dompetnya—kartu nama mahasiswa pascasarjananya. "Ini ada nomor saya. Jika ada kesulitan selama di sini, insya Allah saya dan teman-teman komunitas muslim di sini bisa membantu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!