Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Wanita merokok
Niko cepat menghubungi Farel karena dia ingin meminta nomor ponsel Sadewa untuk memberitahu bahwa saat ini Yuli sedang muntah rambut beserta dengan silet juga, dokter yang menangani hal itu sampai terheran-heran dan mereka masih kebingungan untuk mengantarkan apa yang telah terjadi kepada pasien mereka satu ini sebab itu adalah penyakit yang tidak biasa.
Keluarga juga tidak menuntut penjelasan dari dokter karena mereka telah mengetahui bahwa itu semua adalah ulah dari seseorang yang mengirim santet, jadi Niko memutuskan untuk segera menghubungi Sadewa saja agar pria itu bisa segera membantu apa yang telah terjadi kepada Yuli tanpa membuang banyak waktu lagi.
Walau dia sudah mengatakan untuk meminta waktu selama dua hari namun tetap saja Niko tidak mampu untuk melakukan semua itu, dua hari adalah waktu yang sangat lama bila dia harus menunggu karena saat ini Yuli saja sudah sangat menderita dengan siksaan yang di berikan oleh pengirim santet yang mereka juga tidak tahu siapa.
Padahal baru tadi pagi mereka bertemu dengan Sadewa dan tentu saja Sadewa sudah mengetahui penyakit dari Yuli kali ini, tapi iblis yang ada di tubuh Yuli seolah tidak memberikan kesempatan untuk jeda walau hanya sebentar saja sehingga saat ada kesempatan masuk maka dia langsung menyiksa dengan sangat keji seperti ini.
Padahal Niko juga sudah mengatakan kepada Tina untuk membaca apa saja yang dia bisa untuk menolak agar iblis itu tidak sampai membuat masalah, namun apa daya bahwa iblis itu ternyata jauh lebih kuat karena Tina merasakan ketakutan yang begitu luar biasa di dalam diri biasa saat ini.
Kadang kesempatan yang seperti itu justru membuat iblis itu merasa senang dan kemudian mengambil kesempatan untuk menyakiti orang yang telah mereka tuju, bukan salah Tina juga karena dia tidak pernah tahu tentang hal gaib sehingga wajar saja bila Tina merasa gugup dan juga ketakutan saat tadi melihat sosok bayi bajang.
"Dia sekarang tidak bisa di hubungi, aku kasih nomor secara langsung saja ya biar kau bisa segera menghubungi Sadewa." Farel berkata dengan nada panik juga.
"Ya, tapi aku juga sambil minta tolong agar kau menghubungi dia terus karena sekarang keadaan Yuli semakin parah." jelas Niko.
"Aku pasti akan mencoba untuk menghubungi dia, semoga saja Sadewa bisa mengangkat panggilan dari kita." harap Farel.
"Baik lah, kalau begitu aku tutup dulu ya karena sekarang keadaan di rumah sakit sedang sangat sibuk." ucap Niko.
"Eh tunggu dulu, ini Nando apa memang tidak ke rumah sakit bersama dengan kalian?" Farel bertanya penasaran karena tadi dia melihat Nando ada di dalam rumah.
"Entah lah, aku tidak bisa menjawab masalah itu karena sampai sekarang Nando tidak ada datang ke rumah sakit." Niko menjawab dengan suara yang begitu lesu.
"Nando ini bagaimana kok dia tidak ke rumah sakit, terus ini siapa juga yang datang menemani Nando di dalam rumah?" Farel memang melihat keberadaan orang lain.
Mendengar ucapan Farel barusan maka tentu saja Niko menjadi begitu kaget dan bingung karena menurut dia sama sekali tidak ada kedatangan tamu, dia sedang sibuk mengurus keadaan Yuli sehingga mana mungkin sempat untuk bertanya kepada Nando tentang situasi yang ada di rumah sana.
Mau bertanya kepada Tina tentang siapa yang datang itu juga tidak mungkin karena sekarang keadaan Tina sedang begitu buruk, sejak tadi dia tidak berhenti menangis karena membayangkan bila nanti Yuli sampai tiada dan bagaimana soal kesedihan dari anak mereka yang belum besar itu, sedangkan sekarang saja Yudith sudah begitu terpuruk.
"Mungkin salah satu saudara kami karena aku juga belum tahu tentang keadaan rumah, Rel." jawab Niko akhirnya.
"Oh Ya sudah kalau begitu, aku cuma takut saja jadi fitnah karena tadi aku melihat wanita itu merokok di depan rumah." jelas Farel.
"Seperti nya memang salah satu saudara kami, nanti aku akan menghubungi dia untuk bertanya." jawab Niko.
Farel segera menutup panggilan telepon karena dia juga tidak ingin mengganggu keadaan Niko yang pasti sedang sangat sibuk sekarang, sudahlah memang Niko sibuk mengurus keadaan Yuli ini sekarang malah ketambahan juga dengan ucapan Farel yang mengatakan bahwa ada seorang wanita merokok di depan rumah Nando.
"Siapa wanita ini, tidak mungkin dia adalah salah satu saudara kami." batin Niko dengan perasaan mulai gundah.
"Apa memang Nando mulai bermain api karena dia sudah merasa bosan mengurus Yuli?" Niko mulai berpikiran jauh karena memang keadaan kian sulit.
"Mana nomor ponsel Nando ini?!" Niko jadi tidak sabar karena dia ingin segera menghubungi Nando.
Sejak tadi malam Niko sama sekali tidak ada pulang ke rumah dan sudah pasti keadaan diam menjadi begitu lelah sehingga akan mudah sekali untuk emosi, padahal seharusnya yang ada di rumah sakit saat ini adalah Nando karena Yuli adalah istri dia sampai saat ini.
Tapi malah Niko dan juga Tina yang sibuk sendiri mengurus keadaan Yuli yang bertambah parah saja, Ando mana ada mengetahui tentang ini dan itu karena dia sedang sibuk bercinta dengan Nabila yang ada di dalam rumah, memang sungguh pria yang biadab dan tidak pernah mengenal kasih sayang tulus dari seorang istri.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...