NovelToon NovelToon
Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Shafira Azzahra, tidak menyangka laki-laki yang dulu selalu baik dan royal berubah ketika dirinya sudah menikah dengan Aris Permana. Aris, suaminya menunjukkan sifat aslinya yang pelit dan perhitungan dengannya. Apalagi sikapnya yang lebih mengutamakan keluarganya dibandingkan dirinya yang sebagai istri.

Setiap hari Shafira akan dikasih jatah belanja 20 ribu sehari oleh suaminya, Aris. Setiap hari Shafira harus memutar otak, harus dibuat apa dengan uang 20 ribu rupiah. Jika lauk tak enak, Sharifa'lah yang akan mendapatkan makian dari mulut julid keluarga suaminya.

Akhirnya Shafira memanfaatkan waktunya dirumah dengan menulis novel dan berjualan online dengan nama pena dan nama tokonya memakai nama samaran agar suami dan keluarganya tidak tahu kalau Sahfira juga memiliki penghasilan.

Suatu hari Shafira tidak sengaja melihat sang suami sedang jalan dengan seorang wanita. Karena mencium bau bau perselingkuhan, Shafira pun mulai masa bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh

Bu Yanti dan pak Dani saling berpandangan setelah mendengar ucapan Siska. Meskipun suaranya kecil, tapi cukup jelas bagi mereka berdua yang menguping, karna suasananya yang sudah cukup malam, dan kendaraan sudah jarang yang lewat membuat keadaan menjadi hening, sehingga keduanya bisa mendengar suara yang berasal dari dalam rumah.

"Pak, ini tidak bisa dibiarkan. Mereka sudah berbuat berzina dikampung ini pak." bisik bu Yanti pelan.

Pak Dani mengangguk, dan kebetulan ada beberapa warga yang sedang ronda malam lewat didepan rumah. Pak Dani langsung menghampiri mereka diikuti bu Yanti.

"Bapak-bapak, kami barusan melihat pak Agus masuk ke rumah Siska. Dan kami juga mendengar mereka membahas tentang Siska yang sedang hamil." ujar pak Dani berbicara hati-hati.

Bapak-bapak tersebut saling berpandangan

"Masuknya pak Dani, mereka sudah berbuat zina, gitu?" tanya salah satu warga memastikan.

"Iya lah pak, ngapain coba malam-malam begini pak Agus datang kerumah seorang janda, sendirian lagi. Pasti mereka sedang berbuat mesum didalam." cerocos bu Yanti yang sudah greget.

"Ayo bapak-bapak kita grebek mereka, jangan biarkan ada yang berbuat zina dikampung kita." sambung bu Yanti lagi yang sudah tidak sabar ingat melabrak keduanya.

Siska, sang janda muda yang ditinggal meninggal oleh suaminya, memang sering terlihat menggoda bapak-bapak dikampung itu. Sosoknya yang ramah pada para lelaki membuat para ibu-ibu sering merasa was-was, takut kalau suami-suami mereka sampai tergoda dengan keramahan sang janda. Keramahannya sering disalah artikan oleh para ibu-ibu, itu karna Siska hanya ramah pada para lelaki saja.

"Kalau memang benar begitu, ini tidak bisa dibiarkan. Ayo kita kerumah Siska."

Semuanya berjalan kerumah Siska, sebelum mengetuk pintu, mereka terlebih dulu menguping pembicaraan Siska yang terdengar samar-samar itu.

Awalnya salah satu dari mereka mengetuk pintu, tapi karna tidak ada yang membuka pintunya, warga yang sudah merasa geram pun akhirnya terpaksa mendobrak pintunya.

Brakk...

"Kalian sedang berbuat mesum ya." teriak salah satu warga yang melihat Siska sedang bergelayut manja dilengan pak Agus dengan pakaian yang seksi. Berusaha bersembunyi dibelakang pak Agus yang sedang berdiri mematung dengan wajah yang tampak memucat.

Sedangkan dirumahnya, bu Ratna yang sedang santai menonton sinetron kesukaannya bersama anak menantunya dikejutkan dengan suara gedoran pintu.

"Ratna... " teriak mak Tati, warga kampung yang biasanya menjual sayur mayur.

"Siapa sih yang gedor pintu malem-malem begini. Gak tahu sopan santun sekali." gerutu bu Ratna kesal.

"Ck! Mau apa malam-malam bertamu kerumah saya, saya gak pernah punya hutang ya diwarung kamu." ketus bu Ratna langsung setelah membuka pintu.

"Siapa juga yang mau nagih hutang, huh kalau gak karna terpaksa, saya juga ogah datang kerumah kamu." balas mak Tati tak kalah ketus.

Bu Ratna memang terkenal dengan sifat judesnya, tidak pernah mau akrab dengan warna kampung yang menurutnya tidak selevel denganya.

Apalagi hampir seluruh warga dikampungnya begitu akrab dengan Shafira, mantan menantunya. Membuat bu Ratna enggan bersosialisasi dengan mereka.

"Ya udah, ada apa? Saya gak nerima tamu malam-malam begini." sinisnya.

Membuat mak Tati mendengus.

"Itu, pak Agus sedang diarak para warga ke balai desa. Ketahuan sedang berada dirumah janda yang dikampung sebelah." ujar mak Tati ogah-ogahan. Ia jadi menyesal datang kerumah bu Ratna, tapi ada rasa kasihan juga.

"Apaa??" pekik bu Ratna.

"Kamu jangan main-main Tati, bercandaan kamu gak lucu." ujar bu Ratna tertawa sumbang.

Mak Tati memutar bola matanya malas melihat tanggapan dari bu Ratna.

"Kalau gak mau percaya, ya sudah. Tapi kamu jangan menyesal ya, kalau nanti pak Agus pulang-pulang bawa istri baru. Karna sebentar lagi mereka akan dinikahkan." ujar mak Tati menahan kesal sambil berjalan meninggalkan bu Ratna yang terdiam.

Melihat mak Tati yang terlihat serius, membuat bu Ratna sedikit percaya.

"Aris..." pekik bu Ratna setelah terdiam beberapa saat.

"Apa sih bu terika-teriak, siapa yang bertamu malam-malam?" tanya Aris celingak-celinguk.

"Antar ibu ke balai desa, cepat!" ujar bu Ratna panik.

"Mau apa sih malam-malam kebalai desa bu?

Ada pembagian sembako?" imbuh Aris.

"Bapak kamu diarak warga karna ketahuan main kerumah janda. Ayo cepat, kalau mau nanya, nanti aja. Ibu juga gak tahu, si Tati kasih berita benar, apa cuma hoax aja."

"Apa?" kaget Aris.

"Udah ayok, kamu cepat keluarin motornya." ujar bu Ratna mendorong Aris yang masih terlihat bengong.

Aris bergegas menyambar kunci motornya.

"Mas Aris mau kemana?" tanya Tia melihat kakaknya yang terlihat panik.

"Kamu diem dirumah aja, mas mau antar ibu ke balai desa dulu." ujar Aris langsung keluar rumah. Fela hanya cuek saja, malas bertanya ini itu.

"Pak Agus, apa benar anak yang sedang dikandung oleh Siska ini adalah anak pak Agus?" tanya pak RT. Semuanya sudah berkumpul dibalai desa. Banyak warga yang menyaksikan pak Agus yang sedang disidang dibalai warga.

"Gak nyangka ya, pak Agus yang selama ini terlihat pendiam, eh taunya bisa kecantol sama seorang janda muda." bisik ibu-ibu.

"Kan dulu saya juga pernah kasih tahu ibu-ibu, kalau saya sama suami saya itu pernah lihat pak Agus malam-malam jalan sama perempuan ini." ujar salah satu ibu-ibu yang pernah melihat pak Agus nongkrong diwarung dengan Siska.

"Gimana ya tanggapan bu Ratna kalau tahu suaminya punya selingkuhan, bahkan sampai si perempuan itu hamil." ujar ibu-ibu lain yang suaranya terdengar saling bersahut-sahutan.

"Syok pasti! Tapi biar aja, biar tahu rasa si Ratna. Dulu kan dia juga dukung anaknya itu, si Aris buat selingkuh dari Shafira. Sekarang giliran dia yang diselingkuhin." ujar ibu-ibu yang mulai julid.

"Iya ya, dulu bu Ratna selalu menindas menantunya, padahal Shafira anaknya rajin banget, ramah juga sama orang-orang, mudah bergaul sama kita-kita, beda sekali sama menantunya yang baru itu. Sama judesnya dengan bu Ratna."

"Gimana pak Agus?" tanya pak RT sekali lagi, karna pak Agus hanya terdiam menunduk.

"Y-ya i-itu memang anak saya." cicit pak Agus separuh berbisik.

Pak Burhan, selalu RT dikampung itu menggeleng kepalanya. Terlihat heran melihat pasangan didepannya, mengapa pak Agus yang sudah tua masih sempat-sempatnya memikirkan duan muda. Sedangkan Siska mau-mau saja dengan lelaki yang sudah hampir sepuh ini.

"Astaghfirullah.. Anda tahu kan pak Agus, zina itu perbuatan yang menimbulkan dosa besar. Selain itu juga, bapak bisa mendapatkan sanksi sosial." ujar pak Burhan tegas.

"I-iya maaf, saya khilaf pak." lirih pak Agus, ada rasa menyesal dihatinya, karna sekarang semua warga pasti akan berpikir buruk pada dirinya. Belum lagi kalau sampai istri beserta anak menantunya tahu kelakuannya, ia tidak bisa membayangkan bagaimana malunya ia didepan keluarganya sendiri.

Sedangkan Siska hanya menunduk

menyembunyikan wajahnya, ia juga merasa malu. Karna para warga tahu ia hamil diluar nikah.

"Tidak ada kata khilaf pak Agus, karna bapak melakukannya dengan keadaan sadar. Untuk menghindari dosa yang semakin besar, malam ini pak Agus harus menikahi dek Siska." tegas pak RT diangguki para warga yang menyaksikan.

"Tidak ada yang boleh menyuruh suami saya menikah lagi." teriak bu Ratna lantang.

"Ratna." lirih pak Agus dengan wajah yang semakin pucat.

1
Desi Belitong
aku suka dia melawan bukan hanya bisa nangis💪💪
Aisyah Sabilla
THOR KAPAN UPDATE
Iry: kemungkinan bsk aku update langsung banyak yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!