NovelToon NovelToon
Dari Pecundang Jadi Legenda

Dari Pecundang Jadi Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:29.7k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di dunia tempat kekuatan adalah hukum dan kelemahan adalah dosa, Qiu Liong hanyalah sampah sekte murid buangan dengan akar spiritual retak, bahan ejekan, dan simbol kegagalan.
Ia dihina, dipermalukan, bahkan dikhianati oleh orang yang paling ia percaya.
Namun takdir berputar ketika ia menemukan Inti Kekosongan Tanpa Batas, warisan kuno dari dewa yang telah musnah. Kekuatan itu bukan sekadar energi… melainkan kemampuan untuk menembus hukum langit, menelan takdir, dan menciptakan ulang realitas.
Dari seorang pecundang yang diinjak-injak, Qiu Liong bangkit.
Ia akan merobek langit. Menghancurkan para dewa. Dan memahat namanya sebagai legenda yang tak akan pernah pudar.
Karena ketika dunia menertawakannya…
ia diam-diam sedang belajar menjadi tak terbatas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darah di Tangga Batu

Langit senja menggantung rendah ketika Qiu Liong melangkah turun dari Balai Utama Sekte Awan Biru. Tangga batu putih membentang panjang di depannya, berkilau samar diterpa cahaya matahari yang mulai tenggelam.

Setiap anak tangga terasa seperti gema dari kata-kata yang baru saja ia dengar.

Beban.

Hampir dikeluarkan.

Tak berbakat.

Angin gunung berembus dingin, menyapu jubah abu-abunya yang sederhana. Di belakangnya, suara murid-murid lain terdengar makin menjauh. Beberapa menertawakannya, beberapa sekadar berbisik.

Namun Qiu Liong tidak menoleh.

Ia sudah terlalu sering menoleh pada suara-suara itu.

Baru setengah jalan menuruni tangga, langkahnya terhenti.

Beberapa sosok berdiri menghalangi jalur turun.

Han Rui berada di tengah, dengan dua murid luar lainnya di sisi kiri dan kanan. Senyum mereka tidak bersahabat.

“Wah, bukankah ini murid istimewa yang diberi kesempatan khusus oleh para tetua?” sindir Han Rui.

Qiu Liong menghela napas pelan. “Aku sedang tidak ingin mencari masalah.”

“Masalah?” Han Rui tertawa pendek. “Kami hanya ingin memberi sedikit saran. Jika kau memang akan dikeluarkan, sebaiknya pergi dengan terhormat. Jangan mempermalukan sekte lebih jauh.”

Qiu Liong mencoba melangkah melewati mereka.

Sebuah tangan mendorong bahunya.

Tidak terlalu keras.

Namun cukup untuk menunjukkan niat.

“Setelah hari ini,” lanjut salah satu murid lain, “kau pikir masih pantas berdiri di antara kami?”

Darah di pelipis Qiu Liong terasa berdenyut.

Ia sudah menahan diri sepanjang hari.

Di arena.

Di hadapan Mei Lanyue.

Di depan para tetua.

Namun entah mengapa, di tangga batu yang sunyi ini, kesabarannya terasa semakin tipis.

“Aku tidak mengganggu kalian,” katanya datar.

Han Rui mendekat satu langkah. “Keberadaanmu saja sudah mengganggu.”

Dorongan kedua datang lebih keras.

Kali ini Qiu Liong terhuyung satu anak tangga ke bawah. Tumitnya terpeleset pada permukaan batu yang halus.

Ia berusaha menjaga keseimbangan

Namun tubuhnya kehilangan tumpuan.

Segalanya terjadi cepat.

Ia terguling, bahunya menghantam tepi tangga. Punggungnya membentur keras. Lalu kepalanya terbentur sudut batu yang tajam.

Suara benturan bergema singkat.

Dunia berputar.

Untuk beberapa detik, ia tak bisa mendengar apa pun selain dengungan di telinga.

Rasa hangat mengalir di sisi wajahnya.

Ketika penglihatannya kembali fokus, ia melihat bercak merah menetes di atas batu putih.

Darahnya sendiri.

Han Rui dan dua murid lain terdiam sesaat. Wajah mereka berubah ragu.

“Kami tidak menyentuhmu,” gumam salah satu dari mereka cepat, mundur setengah langkah.

Namun Qiu Liong tidak mendengar dengan jelas.

Ia perlahan duduk, satu tangan menyentuh pelipisnya. Darah mengalir di sela jarinya, menetes di tangga batu yang bersih.

Merah di atas putih.

Kontras yang menyakitkan.

Ia mencoba berdiri, namun lututnya goyah. Dunia masih terasa miring.

Di atas tangga, beberapa murid yang turun dari balai berhenti menyaksikan.

Tak ada yang mendekat.

Tak ada yang membantu.

Hanya tatapan.

Tatapan penasaran.

Tatapan meremehkan.

Tatapan dingin.

Di tengah kabut kesadaran yang samar, satu bayangan muncul di ujung atas tangga.

Jubah biru.

Mei Lanyue.

Ia berdiri diam, melihat ke arah Qiu Liong.

Tatapan mereka bertemu.

Qiu Liong tak tahu apa yang ia harapkan.

Kekhawatiran?

Kemurkaan pada mereka yang mendorongnya?

Namun wajah Mei Lanyue tetap tenang.

Mata itu… tetap dingin.

Qiu Liong tertawa kecil, suara seraknya bercampur darah di bibir.

Perlahan, dengan sisa tenaga yang ada, ia berdiri tegak.

Darah masih menetes di pelipisnya, membasahi kerah jubahnya.

Ia tidak menatap Han Rui lagi.

Tidak juga menatap murid-murid lain.

Ia hanya mengangkat wajahnya sedikit, menatap ke arah puncak tangga, ke arah Balai Sekte yang megah dan jauh.

Tangga batu ini…

adalah jalan menuju kehormatan bagi sebagian orang.

Bagi dirinya, itu adalah jalan penuh darah.

Namun ia tidak akan berhenti di tengah.

Dengan langkah goyah namun teguh, Qiu Liong kembali menuruni tangga satu per satu.

Setiap anak tangga meninggalkan jejak merah kecil di belakangnya.

Hari ini, darahnya menodai batu sekte.

Suatu hari nanti…

ia bersumpah dalam hati yang terbakar,

nama Qiu Liong akan terukir jauh lebih dalam daripada darah yang menetes di tangga ini.

1
Dafa Pratama
yaia
Dafa Pratama
saat qi1hw
Dafa Pratama
yue
bang dul
ceritanyanya sunyi banyak monolog, mungkin mc nya kuper
christian Defit Karamoy
aku terima masukan dari kakak"
maaf kalau ceritanya kurang bagus🙏
Darmadi Madi
pusing dgn cerita nya
christian Defit Karamoy: mohon maaf ya kak kalau ceritanya kurang bagus🙏
total 1 replies
Dian Pravita Sari
cerita apaalah kemana mana gak ada do. ain pemain inti gak jelas byk halu dan saduran gak ada gunanya masuk ke cerita
christian Defit Karamoy: maaf ya kak
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir lagi🤗
Boby Jacob
bosan baca
christian Defit Karamoy: maaf ya kak
total 1 replies
Saykoji
lanjut thor
Saykoji
ilusi pasti bisa kamu hadapi qiuliong💪
riano
bala mereka qiu liong
riano
balas mereka. qiuliong
winda
sejauh ini alur nya sangat menarik dan bikin ketagihan banget novel yang Thor buat
christian Defit Karamoy: trimakasih 🙏
total 1 replies
Nia
mantap thor😍
Ardi
tambah menarik thor👍
meg4k
iya Thor lanjut dong terlalu asik bacanya😍
kurnia
tambah lagi thor updatenya👍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo aku mampir lagi kak 🤗
christian Defit Karamoy: siap KAk trimakasih
total 1 replies
Stevanus
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!