Tiara seorang anak pembantu yang menyamar sebagai gadis buruk rupa tak menyangka akan berakhir di satu ranjang dengan majikan nya yang di kenal impoten dan benci dengan wanita
Kelvin seorang CEO tampan sekaligus Majikan Tiara di kenal suka tidur dengan wanita untuk menyembuhkan penyakitnya namun salah satu wanita yang pernah tidur dengan nya tak ada satupun yang membuat nya sembuh dari penyakitnya.
Namun pada saat ia mabuk dan tak sadarkan diri tanpa sengaja ia berpasangan dengan Tiara yang hanya memakai handuk saja entah kenapa membuat gairah di tubuhnya bangkit kembali dan membuat nya gelap mata lalu memperkosa Tiara dan membuat gadis itu hamil di luar nikah tanpa sepengetahuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tes DNA
Pintu kamar 1508 terbuka dengan kasar, lalu muncul lah Kelvin keluar dari dalam kamar hotel yang ia tempati dengan wajah nya yang terlihat masam serta jas kerja nya yang terlihat berantakan.Dito datang tergesa-gesa menghampiri atasannya.
“Apa yang terjadi pak!?"
Kelvin berhenti sejenak di depan kamar, Ialu menghela nafas berat. menoleh ke arah Dito dengan tatapan yang penuh dengan emosi bercampur yang belum hilang.“Besok ajak wanita itu untuk melakukan tes DNA! saya masih tidak percaya jika dia berhasil hamil dari benih milik saya! pasti itu benih milik orang lain!"
“Tes DNA pak..? Memangnya wanita itu hamil?"Tanya Dito dengan keraguan nya.
Kelvin mengangguk dengan wajah yang semakin masam, kedua tangannya saling mengepal erat.“Yah saya baru tahu itu tadi, jadi wajar saja dia lebih memilih baju longgar karena jika baju yang ketat akan menyakiti perutnya.Wanita itu memang pandai menyembunyikan sesuatu, tapi saya tidak percaya jika benih yang dia kandung itu adalah benih dari saya!"
“Apa maksud pak Kelvin jika wanita itu pernah tidur dengan orang lain selain tidur dengan mu pak.?"
“Bisa saja itu terjadi makanya saya meminta kamu untuk membawa dia untuk melakukan tes DNA di sebuah klinik,"
“Baiklah pak, besok saya akan membawa nya ke klinik sesuai perintah mu pak."Jawab Dito sambil membungkuk menaati Perintah Kelvin.Setelah itu, Dito mengangkat kepalanya dengan tatapan yang penuh kesetiaan. "Saya akan pastikan prosesnya berjalan dengan baik dan lancar, apa ada lagi yang perlu saya siapkan pak?"
“Wanita itu masih di dalam, coba kamu suruh resepsionis wanita untuk membawa kan nya pakaian yang agak longgar khusus ibu hamil setelah itu pesankan taxi untuknya kembali pulang ke rumah sakit!"Perintah Kelvin kembali.
"Baik Pak!" jawab Dito dengan cepat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tiara meringkuk di sudut ranjang, menutupi tubuhnya setengah telanjang dengan selimut hotel, ia masih menangis sambil memeluk lututnya.Perlakuan Kelvin tadi rasanya ia tidak terima.
Tentang kehamilan yang selama ini ia sembunyikan dari pria itu, akhirnya pria itu mengetahuinya juga.Tapi yang Tiara tak habis pikir pria itu masih tidak terima kenyataan jika dia benar-benar hamil dari benih nya.
Kelvin menuduh jika selain tidur dengannya, dia juga menuduh jika Tiara tidur dengan laki-laki lain juga selain dirinya.Oleh karena itu dia akan memaksa Tiara untuk melakukan tes DNA agar bisa membuktikan jika anak nya di kandungnya ini darah dagingnya atau bukan.Sungguh sebuah fitnah jahat yang tak dapat Tiara terima.
Tiara tak pernah tidur dengan laki-laki manapun tanpa terkecuali ia pernah berakhir satu ranjang dengan Kelvin, itu karena ulah Kelvin sendiri lah yang memperkosa nya dengan paksa.
Tangisan Tiara semakin terdengar pilu di kamar hotel yang sunyi. bahkan suara Kelvin dan Dito yang tadinya berbicara di luar kini suaranya tak terdengar lagi.Tiara menyibak selimut yang menutupi tubuhnya lalu melihat secara langsung dress yang ia pakai sekarang robek dari atas dada hingga kebawah perut.
Pria sekaya Kelvin baginya uang 4 juta tiada arti,dan bukan suatu masalah jika terbuang. seperti harga dress ini yang harga nya hampir 4 juta lebih.Tiara menggigit bibir bawahnya dengan keras.Kedua tangan nya berusaha untuk menyatukan dress ini kembali agar tertutup seperti semula.“Dasar pria kaya, sombong, kejam!"Lirih Tiara masih terisak.“Ya Allah bagaimana aku bisa keluar dari kamar hotel ini jika penampilan ku seperti ini.”
Tak lama terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar 1508, Seketika Tiara menutupi tubuhnya kembali dengan selimut. Ia gemetar ketakutan siapa tau saja pria itu memutuskan untuk pulang dan kembali lagi ke sini untuk melanjutkan aksinya.
"Siapa?" Tiara bertanya dengan suara bergetar, berharap itu bukan Kelvin yang kembali. Tidak ada jawaban, tapi ketukan kembali terdengar, kali ini lebih lembut.
"Mbak saya resepsionis, saya membawa pakaian untuk Anda." Suara lembut dari luar pintu membuat Tiara sedikit lega.
Tiara menghela nafas lega yang tidak disadari, lalu menarik selimut lebih erat ke tubuhnya sebelum menjawab, "Baik tunggu sebentar ya."
Tiara bergerak perlahan dari ranjang, menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya sembari berjalan menuju pintu. Setelah membuka celah pintu sedikit, ia melihat seorang wanita muda mengenakan seragam hotel dengan senyum ramah.
"Maaf mbak jika saya mengganggu,"
Tiara hanya mengangguk sambil melihat sebuah paper bag yang resepsionis hotel itu pegang.
“Ini mbak, tadi saya di perintahkan oleh pak Dito untuk mengantar pakaian ini untuk mbak"Ujar resepsionis sambil memberikan sebuah tas paperbag bewarna pink. "Dia bilang kalau ini adalah baju yang sesuai dengan ukuran Anda dan pak Dito juga menyampaikan pesan bahwa anda akan pulang dengan taxi yang akan di pesankan nya untuk mbak"
Tiara menerima tas tersebut dengan tangan yang masih sedikit gemetar. "Terima kasih banyak"
“Kalau begitu saya permisi dulu mbak,kalau butuh bantuan apapun mbak tinggal telepon saja"
Tiara hanya mengangguk tanpa menjawab bahkan
Setelah resepsionis pergi, Tiara menutup pintu dan segera membuka tasnya. Di dalamnya ada setelan baju santai dan sedikit longgar di bagian perutnya perlengkapan mandi baru.“Setidaknya asisten nya itu masih punya hati di banding pria iblis itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tiara kembali lagi ke rumah sakit sekitar pukul 12 malam, ia berdiri diam di depan pintu ruangan operasi yang kini sudah sepi, hanya ada beberapa petugas medis yang sedang melakukan pemeriksaan akhir dan membersihkan alat-alat. Ia menatap pintu itu dengan mata yang masih berkaca-kaca.
Seorang petugas medis baru saja keluar, dan Tiara memanggil nya.“Sus apa operasi ibu Sri...
“Ooh apa mbak ini anaknya pasien ibu-ibu yang melakukan operasi pengangkatan tumor otak.?"
“Iya mbak, dia ibu saya. terus di mana ibu saya sekarang mbak?"
“Ibu Sri sudah di pindahkan ke ruangan ICU mbak"
"Bolehkah saya melihatnya sekilas saja? Saya hanya ingin tahu kondisi ibu saya," pinta Tiara dengan harapan.
Petugas medis menggeleng perlahan dengan ekspresi“Maaf ya mbak, untuk saat ini ruangan ICU hanya boleh diakses oleh tim medis saja agar kondisi pasien tetap stabil dan terhindar dari risiko infeksi. Keluarga bisa menunggu di ruang tunggu saja ya, nanti jika ada perkembangan atau sudah bisa dijangkau, kami akan segera memberitahu."
Tiara mengangguk perlahan, menahan rasa ingin segera melihat ibunya. "Baik mbak, terima kasih banyak atas informasi nya. Kalau boleh tahu, bagaimana kondisi ibu saya sekarang? Apakah sudah mulai sadar?"
"Kondisi ibu Sri dalam keadaan stabil mbak, alhamdulillah operasi berjalan lancar," jawab petugas medis dengan senyum menenangkan. "Untuk kesadaran, biasanya pasien akan mulai sadar dalam waktu 12 sampai 24 jam kedepan. Kami akan terus memantau kondisinya dengan seksama."
Setelah berterima kasih lagi, Tiara berbalik dan pergi ke ruang tunggu. Ia mengambil kursi di dekat pintu keluar, menatap arah ruangan ICU dengan doa yang tulus di hati. Tangan nya kembali sambil mengelus-elus perutnya berbisik pelan, "Nak setelah nenek sehat, ibu janji akan ajak kamu pergi dari sini"
Tiara menyandarkan punggungnya pada kursi, mata nya masih terpaku ke arah ICU sambil terus mengelus perutnya dengan lembut. Rasa lelah mulai menyerang tubuhnya, tapi dia tidak mau pergi jauh dari rumah sakit dia ingin berada di sini saat ibunya mulai sadar.