NovelToon NovelToon
Istri Nakal CEO Dingin

Istri Nakal CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO / Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:139.6k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Ziva Putri Willson, putri bungsu keluarga Willson, adalah perpaduan sempurna antara kecantikan, kecerdasan, dan kepercayaan diri setinggi langit. Di usianya yang masih muda, dia telah menjadi desainer ternama yg namanya menggema hingga ke mancanegara.

Damian Alexander, CEO muda yang dikenal kejam dan dingin. Baginya, hidup hanyalah deretan angka dan nilai saham. Dia sangat anti pada wanita karena menganggap mereka makhluk paling merepotkan di dunia.

"Dengar, Tuan CEO, kamu mungkin bisa membeli saham dunia, tapi kamu tidak bisa membeli hak untuk mengatur kapan aku harus bernapas. Jadi, simpan wajah sok kuasamu itu untuk rapat, bukan untukku." -Ziva.

"Aku sudah menghadapi ribuan musuh bisnis yang licin, tapi menghadapi satu wanita bermulut tajam seperti dia jauh lebih menguras energi daripada akuisisi perusahaan. Tapi justru itu yang membuatnya berbeda." — Damian.

Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Si Tuan Dingin yang mulai kehilangan akal sehatnya, atau Nona cerewet berwajah manis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NGEGOSIP

Di dalam mobil yang sedang melaju dengan kecepatan sedang, Damian duduk dengan tenang sambil mengecek tabletnya, sementara Ziva di sampingnya gelisah setengah mati, jantungnya masih terasa seperti habis lari maraton.

Ziva melirik Damian yang tampak tidak berdosa, kesal karena diabaikan, Ziva akhirnya mengeluarkan ponsel dan langsung membuka grup WhatsApp "Trio Cecan"

Tanpa menunggu lama, dia langsung menekan tombol Group Call.

"VIO! TIARA! TOLONG AKU!"

Teriak Ziva tertahan begitu telepon tersambung. Dia sengaja mengecilkan suaranya agar tidak terdengar Damian, meski jarak mereka cuma se jangkauan tangan.

"ZIVA?! Kenapa? Kamu diculik? Atau jas desainmu robek di tengah pesta?" suara Vio terdengar cempreng dari seberang.

"Atau jangan-jangan, Tuan muda Alexander itu mutusin pertunangan di depan umum?" timpal Tiara antusias.

"Lebih parah!" jawab Ziva menutup mulutnya dengan telapak tangan.

"Dia... dia nyium keningku di depan Bang Kenzo dan Bang Arkan! Terus dia bilang aku aset tidak ternilai! Aku mau mati saja!" jerit Ziva, matanya melirik Damian yang tetap fokus pada tabletnya.

Hening dua detik di seberang telepon, hingga akhir....

"APA?! DEMI BENANG SUTRA?!"

Jerit Vio dan Tiara bersamaan.

"Ziva, dengerin aku," suara Tiara mendadak serius.

"Tipe-tipe kayak Damian itu nggak akan nyium kalau nggak ada maksudnya, itu tandanya dia lagi nandain wilayah! Kamu sekarang resmi jadi milik dia!" ucap Tiara, yang biasa nya paling tenang di antara mereka bertiga, kini ikut antusias.

"Cieee... ada yang pipinya merah ya? Ngaku lo!" goda Vio.

"Tadi gimana? Bibirnya dingin kayak es batu atau hangat kayak kopi pagi?" tanya Vio, menaik turun kan alis nya.

"VIO! BERHENTI!"

Teriak Ziva merasa wajahnya makin panas.

"Dia itu kaku banget! Mana ada orang nyium dibilang bunga investasi? Dia pikir aku deposito?!" ucap Ziva, kembali menggerutu.

Damian yang sedari tadi diam mendengar kan percakapan Ziva dengan sahabat-sahabat nya itu, tiba-tiba berdehem pelan tanpa mengalihkan pandangan dari tabletnya.

"Ehem!"

"Kalau mau ghibah soal calon suami, minimal volumenya dikecilkan, Ziva. Aku tidak tuli," ucap Damian datar.

Ziva langsung membeku, ponselnya hampir jatuh, dia sampai lupa kalau dia sedang bersama Damian, orang yang sedari tadi menjadi topik pembicaraan nya dengan kedua sahabat nya.

"Eh? Itu suara Damian?" tanya Tiara di telepon.

"Halo Tuan Damian! Maaf ya, temen kami ini emang agak korslet otaknya!" ucap Tiara.

"Matikan teleponnya, Ziva. Atau aku yang matikan paksa," ancam Damian pelan tapi tegas.

"Iya, iya!" jawab Ziva langsung mematikan sambungan telepon sepihak, mengabaikan teriakan protes dari kedua sahabatnya.

Suasana mobil kembali hening, Ziva lebih memilih membuang muka ke arah jendela, pura-pura sibuk melihat lampu jalanan.

"Kenapa? Sahabatmu bilang apa?" tanya Damian tiba-tiba.

"Bukan urusanmu," jawab Ziva, ketus.

"Mereka bilang aku menandai wilayah?" tanya Damian meletakkan tabletnya, benar-benar menoleh ke arah Ziva.

"Itu tidak salah, karena setelah malam ini, satu dunia tahu kamu milik siapa. Termasuk abang-abang mu yang protektif itu," lanjut Damian, tersenyum penuh kemenangan.

"Aku bukan barang, Damian. Aku nggak bisa dimiliki begitu saja," protes Ziva sambil menoleh balik.

Damian menatapnya dalam, lalu tangannya bergerak cepat menarik tengkuk Ziva pelan, membuat wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. Ziva menahan napas.

"Kamu desainer, kan? Kamu tahu bedanya barang custom dengan barang pabrikan?" tanya Damian dengan suara berat.

"Y-ya tahu. Barang custom itu eksklusif, dibuat khusus untuk satu orang dan nggak ada duanya," jawab Ziva mengerjap bingung.

"Tepat. Dan bagiku, kamu itu custom, dan hanya ada satu, dan aku sudah bayar mahal untuk itu, jadi, jangan harap bisa kabur," ucap Damian, tersenyum miring.

Ziva terpaku, kalimat itu harusnya terdengar seperti urusan bisnis, tapi kenapa rasanya lebih bikin baper daripada puisi cinta?

"Dasar, kulkas sombong," gumam Ziva pelan, memalingkan wajah untuk menyembunyikan senyum tipis yang mendadak muncul di bibirnya.

Damian kembali mengambil tabletnya seolah tidak terjadi apa-apa.

"Tidur. Lima belas menit lagi kita sampai ke rumahmu, aku tidak mau disalahkan Bang Kenzo kalau besok matamu bengkak karena kurang tidur," ucap Damian, kemabli ke dunianya sendiri.

"Iya, Tuan Muda! Cerewet!" jawab Ziva, meski kali ini dia tidak benar-benar marah.

Mobil terus melaju membelah jalanan kota yang mulai lengang.

Sementara Ziva masih memeluk tas kecilnya dengan erat, dan otaknya masih memutar ulang kejadian di ballroom tadi seperti kaset rusak.

"Damian," panggil Ziva tiba-tiba, memecah keheningan.

"Hm?"

Jawab Damian menyahut tanpa menoleh, jempolnya masih sibuk melakukan scrolling di layar tablet.

"Soal Clarissa tadi, kenapa kamu nggak biarin dia ngomong dulu? Maksudku, dia kan cantik, anak firma hukum besar, dan kelihatannya dia memang beneran suka sama kamu. Kenapa kamu malah dukung aku yang jelas-jelas cuma lagi ya, akting jadi tunangan yang galak?" tanya Ziva, melihat ke Damian.

Damian akhirnya berhenti mengetik, dia mematikan layar tabletnya, lalu menyandarkan punggung ke kursi kulit mobil yang empuk.

"Pertama, itu gak penting dan dia sangat berisik, aku nggak suka orang yang nggak bisa bedain urusan profesional dan obsesi pribadi," jawab Damian, tenang.

"Kedua, dia menghina pekerjaanmu. Menghina tunanganku di depan umum itu sama saja menghina pilihanku, dan aku tidak pernah salah pilih," lanjut Damian, menatap Ziva, dalam.

"Cih, tetap saja ujung-ujungnya soal harga diri kamu yang setinggi langit itu, kan?" tanya Ziva mencibir pelan.

"Bukan." jawab Damian datar.

"Karena menurutku, cara kamu membalasnya tadi jauh lebih menarik daripada argumen hukum mana pun yang bisa dia kasih. Kamu punya taring, Ziva. Aku suka itu," lanjut Damian, dengan tatapan mata yang sulit di artikan.

"Uhuk"

Ziva tersedak ludahnya sendiri.

"H-hah? Kamu bilang apa? Kamu suka aku punya taring? Kamu pikir aku ini dracula?" tanya Ziva, tidak nyambung.

"Bukan itu maksud nya Ziva, tapi artinya kamu nggak lemah, aku nggak perlu khawatir meninggalkanmu sendirian di kandang singa seperti pesta tadi," jawab Damian, menghela nafas nya sabar.

Ting

Ting

Ting

Tepat saat itu, ponsel Ziva bergetar hebat di tangannya, ada chat masuk WhatsApp dari grup sahabatnya masuk bertubi-tubi.

Ziva melirik layar ponselnya yang menyala.

💌Vio gadis cerewet 🍜.

"ZIV! SUMPAH YA! JANGAN MATIIN TELEPONNYA!

"GUE TAHU LO MASIH DI MOBIL! CEPET SPIL! DIA NYIUM NYA LAMA NGGAK? ADA RASA-RASA CINTANYA NGGAK?"

💌 Dr. Tiara 🩺.

"Pasti Damian lagi dengerin ya? Tuan Damian, kalau Ziva gigit, tendang aja Tuan! Dia emang gitu!"

Ziva buru-buru membalikkan ponselnya ke paha, berharap Damian tidak sempat membaca notifikasi yang muncul di bagian atas layar. Tapi terlambat.

1
Healer
salah satu plot twist terbaik👍👍
Noey Aprilia
Smbil bca,tp otak ikutn halu....
pgn bgt jd ziva,d cntai tlus sm dami..plus cnta dr kluarganya jg...
playboy udh saatnya tobat..biar dia tau gmna rsanya brjuang mngejar prmpuan yg ga mmpan sm psonanya...smnggttt......😘😘😘
Tiara Bella
bang Arkan semangat ya ngejar dokter Tiara......
Tiara Bella
saling buka rahasia jdnya.....
Tiara Bella
plot twist bngt ya....😍
Husna
ohohoo tyt Ziva memang cinta pertama nya Damian....

OMG bisa nahan rasa selama itu....
its true love ❤️❤️❤️
Husna
ohohoo tyt Ziva memang cinta pertama nya Damian....

OMG bisa nahan rasa selama itu....
its true love ❤️❤️❤️
Tiara Bella
temen masa kecil malah kynya....
Tiara Bella
wah temen² ziva ditaksir sm abang²nya ziva Kenzo udh sm vio,,,skrng Arkan suka sm Tiara.....gassss lah...
Ayla Anindiyafarisa
hooh kamu ketauan Damian😅
Ayla Anindiyafarisa
cepet gerak Arkan ntar diambil orang tu temen adikmu
Noey Aprilia
Pntsn pas mau d jdohin sm ziva dia ga nolak,taunya udh jd target dr dlu....
biasanya kn bnyk drama,trs acuh....
Laahh....ni mlah mkin hri mkin bucin....
tar kl ziva hmil,psti anknya jd rival....🤣🤣🤣
Susilowati Jais
semangat thor
Ayla Anindiyafarisa
udah pande gombal si tuan kulkas😅😅
Lyvia
meleleh adek bang 😄😄😄😄😄😄
Mommy Ayu
duuuh.... manisnya mereka berdua
Mommy Ayu
waow.... Damian romantis banget....
Husna
OMG damiiii....
sweet banget sih.....

curiga nih... keknya kak oThor orangnya jg romantis nih..... cieeeee

maniss bgt loh, sll bikin baper🥰🥰🥰
Tiara Bella
so sweet nya Damian.....
T1 T1n
wahh 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!