NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Malam Minggu itu udara di rumah Pak Darma terasa lebih padat dari biasanya. Sejak sore Kirana, Rafka, dan Gita sudah tiba. Aroma bumbu tumis dan santan memenuhi dapur, bercampur dengan suara panci dan wajan yang beradu. Kirana berdiri sejak tadi, tangannya cekatan, kakinya mondar-mandir tanpa jeda. Ia tidak mengeluh mengerjakan itu semua.

“Ki, garamnya pakai agak banyak, biar mantap!” pinta Bu Maya dari ruang tengah, suaranya terdengar seperti perintah yang sudah terbiasa dilontarkan.

“Iya, Bu,” jawab Kirana cepat.

Padahal punggungnya sudah terasa panas, pergelangan tangannya pegal. Namun ia tetap tersenyum ketika Gita menghampiri, memeluk pahanya.

“Mama capek?” bisik Gita polos.

Kirana mengelus rambut anaknya. “Enggak. Mama kuat.”

Di ruang tengah, Kinanti baru datang. Pakaiannya rapi, wajahnya segar, rambutnya ditata. Ia duduk bersandar di sofa, Ara di sampingnya, sesekali melirik ke arah dapur. Tatapannya bukan ke Kirana, melainkan ke Rafka, yang sedang membantu Pak Darma mengangkat galon. Tatapan itu cepat. Tapi sarat makna.

Rafka merasakannya. Ia menunduk, berpura-pura sibuk. Di depan keluarga, ia suami dan menantu yang baik. Ia menjaga jarak, menjaga sikap. Namun, jantungnya berdetak lebih cepat dari seharusnya.

“Tidak terasa besok usia Kinanti sudah tiga puluh lima tahun, ya, Yah?” ucap Bu Maya ketika mereka berkumpul di ruang keluarga menjelang malam.

“Iya,” sahut Pak Darma sambil menyalakan rokok. “Kinanti, ingat enggak anaknya Pak Supri?”

Kinanti mengangkat kepala. “Yang mana, Yah? Sandy atau Tomy?”

“Tomy. Yang jadi tentara itu.”

“Oh, iya. Kenal,” jawab Kinanti ringan.

“Dia lagi cari istri,” lanjut Pak Darma. “Pak Supri tanya sama Ayah, apa kamu mau dijodohkan sama Tomy.”

Kalimat itu seperti pisau tipis yang menggores udara. Rafka refleks menoleh ke Kinanti.

Kinanti juga menoleh ke arahnya. Mata mereka bertemu sesaat cukup lama untuk menyimpan ketegangan, cukup singkat untuk tak disadari orang lain.

Kirana yang baru selesai memasak tidak melihatnya, karena masih berada di dapur. Ia juga sibuk merapikan rambut Gita yang bergelombang dan sulit diatur, jadi harus diikat.

“Enggak, deh, Yah,” jawab Kinanti akhirnya. “Aku enggak mau punya suami dari kalangan tentara. Harus siap ditinggal, bahkan siap kehilangan di medan perang. Sekarang aku fokus mengurus Ara saja.”

Nada suara Kinanti terdengar dewasa, penuh pertimbangan. Padahal di dalam kepalanya, wajah Rafka muncul jelas. Lelaki yang ada, dekat, hangat, meski bukan miliknya secara sah.

Sebenarnya sudah sejak lama Kinanti ingin menikah lagi. Sebagai wanita muda yang penuh semangat dan hasrat, dia ingin dicintai dan disayangi. Namun, pria yang ingin dinikahinya itu adalah Rafka.

“Tuh, kan,” sahut Bu Maya cepat. “Ibu juga sudah bilang. Kinanti itu belum bisa move on dari Dipta. Mana ada laki-laki sesempurna Dipta.”

Kinanti tersenyum kecil. Senyum yang sopan. Senyum seorang anak yang tidak pernah membantah. Padahal hatinya selalu mengkerut setiap kali nama almarhum suaminya diagungkan.

Malam semakin larut. Setelah semua masuk kamar, rumah menjadi senyap. Namun, tidak bagi Rafka. Matanya terbuka. Tubuhnya lelah, tetapi pikirannya tidak. Sore tadi, ia sudah tertidur di hotel bersama Kinanti.

Mengingat kejadian di hotel tadi siang, tubuh Rafka meremang. Hatinya bergejolak kembali. Dia bangkit pelan, membuka pintu kamar. Lorong rumah remang. Lampu dapur redup.

Kinanti pun muncul dari kamar sebelah.Ia tidak memakai baju tidur biasa. Wanita itu memakai lingerie yang bahan kainnya terlalu tipis, sehingga Rafka bisa melihat apa yang ada dibalik kain itu. Rambut Kinanti tergerai, langkahnya pelan namun pasti.

“Tidak bisa tidur, Mas?” tanyanya lirih.

Rafka menelan ludah. “Iya.”

Kinanti mendekat dengan tatapan menggoda. Tangannya menyentuh lengan Rafka sekilas, seolah tak sengaja.

“Mas kelihatan gelisah,” kata Kinanti, suara mesra berlapis niat.

“Kita di rumah orang tua kamu,” jawab Rafka pelan, berusaha mundur.

“Itu yang bikin deg-degan,” balas Kinanti nyaris berbisik. Senyum nakal pun tercipta dari bibir ranum bergincu merah. “Beda rasanya.”

Rafka menggeleng. “Jangan.”

“Cuma sebentar,” Kinanti mendesak, wajahnya mendekat. “Aku kangen.”

Rafka ragu. Namun keraguan itu kalah ketika Kinanti mencium bibirnya. Pagutan bibir mereka liar, berani, dan penuh hasrat yang ditekan seharian.

Pintu kamar kembali terbuka. Bunyinya membuat kedua orang yang sedang diselimuti gelora nafsu, terkejut.

“Mama….”

Ara berdiri di ambang pintu, matanya setengah terpejam.

Keduanya langsung menjauh.

Kinanti tersentak. “Ara!”

Rafka mundur satu langkah, jantungnya nyaris pecah.

“Kenapa bangun?” tanya Kinanti cepat, berubah menjadi ibu penuh perhatian.

“Mama enggak ada,” gumam Ara.

“Maaf, Mama ke kamar mandi,” Kinanti menggendong anaknya, lalu menoleh sekilas ke Rafka.

Keesokan harinya rumah Pak Darma dipenuhi orang. Acara ulang tahun Kinanti digelar cukup meriah. Beberapa kerabat dekat datang. Keluarga Rafka juga diundang. Suasana rumah Pak Darma sangat ramai.

Seperti biasa, Kirana yang paling sibuk. Sejak jam tiga dini hari ia sudah bangun dan sibuk di dapur. Memotong, menumis, mengaduk. Tangannya bergerak otomatis. Matanya berat. Kakinya nyeri. Dia banyak masak makanan berat, sementara makanan ringan Bu Maya memesannya dari Bu RT.

“Ki, gulainya kurang asin,” kata Bu Maya tanpa menoleh.

Kirana mencicipi. “Baik, Bu.”

Padahal menurut Kirana rasa masakannya sudah pas. Namun, Bu Maya selalu saja minta untuk menambahkan sedikit lagi garamnya.

Rafka ikut membantu mencuci piring. “Kamu istirahat sebentar,” katanya lirih.

Kirana menggeleng. “Nanti saja.”

Kinanti? Ia duduk manis di ruang tamu, tertawa, menerima ucapan selamat, memamerkan tas barunya. Sesekali matanya melirik ke arah dapur. Takut ketahuan sama Rafka dan Kirana.

Tidak ada rasa bersalah di sana. Hanya kepuasan.

Sore hari, setelah semua tamu pulang, Kirana pamit lebih dulu.

Begitu juga dengan Bu Maya selaku tuan rumah. Tidak ada inisiatif untuk mencari seorang pekerja harian yang bisa membantu. Dengan alasan, buang-buang uang kalau mempekerjakan orang lain hanya untuk mencuci piring.

“Mas, jaga Gita, ya. Aku mau tidur,” kata Kirana lemah.

“Iya. Istirahatlah,” jawab Rafka, hatinya teriris melihat wajah istrinya pucat.

Rafka dan Gita pun bermain ular tangga. Keduanya tertawa ketika melihat pion lawan jatuh meluncur ketika di kotak ulat.

Malam itu Kirana tidur cepat. Tubuhnya terasa remuk.

Pagi itu, setelah menyiapkan bekal sederhana untuk Rafka, Kirana masuk ke kamar. Udara masih dingin, sprei belum sempat dirapikan. Ia mengambil sapu dan mulai membersihkan lantai, bergerak pelan agar debu tidak beterbangan.

Saat itulah matanya menangkap sesuatu di sudut lantai, dekat kaki meja rias. Selembar kertas kecil. Terlipat-lipat. Seperti sengaja disembunyikan, tetapi tidak cukup rapi untuk benar-benar hilang.

Kirana berhenti menyapu.

“Apa ini?”

Entah kenapa, Kirana merasa jantung berdetak lebih cepat. Ada rasa ganjil yang tidak bisa ia jelaskan. Ia memungut kertas itu, menimbang-nimbang sejenak, lalu membukanya perlahan.

Satu detik.

Dua detik.

Mata Kirana membelalak. Deretan angka itu seperti menghantam kepalanya tanpa ampun. Angka yang tidak pernah ia lihat sepanjang hidupnya. Angka yang terasa mustahil untuk sesuatu yang disebut tas.

Tangan Kirana gemetar.

1
Sapna Anah
lgi aki"pengen daun muda sama ituma nidurin anak sendiri malukan jdinya mentang" kaya dan d hormati suka suka hati
Yuningsih Nining
Dasssar si Kinan Curut betina asyeeem masih niatnya goda suami calon anak sambung, Ngeriii Juwabpelakor mu Kinanti
Yuningsih Nining
akhirnya Alga ungkapin juga perasaan jg niat baiknya utk Kirana
Yuningsih Nining
Hugh sampe merinding jg nii
Kirana akhirnya melabuhkan Hidup kedepan ke algara
Gitaaa kaInginan mu terLaksana om Alga bakal jadi ayah sambung mu, smg kedepan hidupmu lebih berwarna jg bahagia
Yuningsih Nining
jangan salahin Kirana, itu kesahan. besar mu ogeb kinan, sukurin kena batunya jg akhir nya
Yuningsih Nining
loe sendiri kunan yang kirim. video busuk menjijikan sm si rafka , bener² picik playing victim pelakor menjijikan
Yuningsih Nining
kinara sbentar mungkin selangkah lg km dapat bukti, hari sabtu si rafka mu keluar dgn suatu alasan pastinya, dia nginep di rmhnkka mu kuntit lah dia Kirana video'in jg buat bukti ke ortu mu jg persidangan
Yuningsih Nining
kamu pasti bisa Kirana tnp si rafka asyeeemm, Kirana ada 2 tmn mu siap buat jadi spion 2 wujud manusia laku iblis rafka suamimu sm. Kka mu kinan
Sapna Anah
basib Kirana ga beda jauh dengan ku bedanya Kirana di selingkui dengan saudaranya klu aku dengan tetangga depan rmh miris bukan😭😭😭
Nova Meteng
mukanya mo taruh dmn??? anak kesayangan bumay
Nova Meteng
sp suruh kamu selingkuh,, apalagi dgn kakak ipar rrrrrrrrrt😡
Nova Meteng
yey syukurlah ketahuan,,buka aib sendiri rasakan dan nikmatilah apa yg kamu buat 😡
Nova Meteng
😡 ini sepertinya kisahku 😡🥺🥺😭?😭
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!