NovelToon NovelToon
Cinta Suci Raina

Cinta Suci Raina

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:55.9k
Nilai: 5
Nama Author: tris riyana

"Setiap orang memiliki alasannya sendiri mengenai bagaimana ia harus bersikap. Jadi, tugas kita bukanlah untuk membenci ataupun bertanya mengapa? tapi kita wajib menghargainya"
.
Aisyah Raina Abdullah, gadis cantik yang memilih menutup dirinya, demi untuk menjaga marwah pribadinya juga keluarganya.

Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak ia mengenal sifat. Ada yang murah senyum, ada pula yang dingin layaknya es.

Saat itu juga, Raina menemukan sosok pria yang sangat berbeda baginya, namanya Malik Fajar Admajaya. Akrab di sapa Fajar, ia adalah laki-laki yang memiliki sifat sedingin es.

Ia juga sangat membenci sosok wanita, kecuali sang Ibunda. Selama ini ia tak mau perduli dan tersenyum pada wanita manapun, kalaupun ia memiliki seorang 'wanita' itu hanyalah permainan baginya.
.
Kemudian, dua anak manusia yang berbeda karakter itu dipersatukan dalam mahligai cinta yang halal.

Walaupun pasti banyak rintangan yang akan menghadang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tris riyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik Terang

Author Pov

Pagi ini, masih sama seperti tadi malam, wajah khawatir dari Fajar yang tidak mampu untuk ia tutupi masih mudah dibaca. Bahkan Raina yang sedang menyiapkan keperluannya, tampak heran dengan tampang gusar yang Fajar hindarkan darinya.

Raina sebenarnya wanita yang simple, ia tidak ingin memikirkan hal yang ringan menjadi berat, karena itu adalah didikan dari keluarganya. Namun, melihat Fajar yang beberapa kali mengusap kasar rambutnya, membuat Raina tertarik untuk menghampirinya, Raina merasa ada suatu masalah yang coba ditutupi oleh Fajar.

Kini, gadis berniqab itu sedang berdiri tepat di depan sang suami, yang tengah terduduk di atas kasur. Kemudian, gadis itu langsung memposisikan dirinya untuk jongkok dan mendangakkan kepalanya, kemudian mengangkat dagu Fajar.

Dilihatnya sang suami, bahkan mereka saling menatap dengan senyuman yang mengembang satu sama lain. Namun, semakin lebar senyuman Fajar, maka semakin terlihat pula kegelisahan hatinya.

Raina menggelengkan kepalanya, kemudian mulai membuka suara.

“Bukan senyuman yang seperti ini yang ana lihat sebelumnya, dari bibir Abang..” katanya sambil menyentuh bibir yang Fajar paksakan untuk tersenyum itu.

Bagaimana aku akan menceritakan padamu? Ada seseorang yang mengusik fikiranku. Aku hanya tidak ingin jika kamu mengetahui hal buruk yang orang itu ingin lakukan, tapi entah apa itu – kali ini Fajar bukannya menanggapi perkataan Raina, ia malah sibuk dengan fikiran kacaunya.

Cup..

Tapi tiba-tiba.. kecupan hangat dari Raina mendarat dipipi Fajar yang tengah termenung. Untuk pertama kalinya bahkan dalam sejarah Raina mencium pipi tegas suaminya itu, dan itu membuat Fajar sedikit melupakan teror pelik itu.

“Abang banyak fikiran ya? Tapi kenapa nggak cerita?” ucap Raina yang seolah ia mampu memahami kegelisahan hati Fajar.

“Emm.. anu.. itu tadi, ka ka..” Fajar tiba-tiba tak mampu berkata dan malah gagap karena ciuman pertama dari Raina. Ia juga tidak menyangka Raina mampu memahami perasaannya.

“Menurut ana.. hubungan suami istri bukan sebatas berbagi kebahagiaan ataupun cinta Abang, tapi juga kesedihan dan beban fikiran. Bukankah dulu Abang juga mengatakan mau berbagi masalah yang Abang punya? Ana siap mendengarkan,” ucap Raina sambil memegang dagu Fajar.

Kemudian dengan kelembutan sentuhannya, Raina menyebarkan jemarinya untuk mengusap pipi tegas Fajar.

“Masalah Abang adalah kamu..” ucap Fajar yang kemudian menarik Raina sehingga membuat gadis itu, terjatuh di dalam pelukannya.

“Dengan memelukmu seperti ini, Abang rasa sudah tidak ada lagi masalah. Bahkan memang tidak pernah ada masalah.” Katanya sambil terus mengeratkan pelukan hangatnya pada Raina, dan mencoba menghindarkan Raina dari perasaan khawatir.

Mereka berdua memang sedang dimabuk asmara, seperti layaknya sang pujangga yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta. Tapi memang benar juga sih, ini adalah kali pertamanya Raina jatuh cinta, sedangkan Fajar sudah pernah sebelumnya. Tapi.. ia baru merasakan kenikmatan mencintai dan dicintai ketika bersama Raina.

...*****...

Sementara di Kampus, ada dua anak muda yang sedang duduk bersama, tanpa ada obrolan diantara mereka. Ya.. mereka adalah Sindi dan Dhuha.

Sindi yang memiliki sifat banyak bicara, merasa tidak tahan dengan suasana tegang yang menyelimuti mereka, kemudian ia memulai membuka suaranya.

“Dhuha.. kamu bakalan sampai kapan seperti ini? sampai kapan Dhuha yang aku kenal mendapatkan senyumannya kembali?” ucap Sindi sambil mengarahkan tatapannya pada sang saudara sepupu.

“Sampai gue dapatin cinta gue. Gue akan berusaha..” Dhuha menjawab pertanyaan Sindi dengan singkat dan kemudian langsung beranjak pergi, meninggalkan gadis yang masih membulatkan matanya itu.

Dhuha.. apakah yang dimaksud Dhuha Raina? – batin Sindi yang masih memikirkan jawaban penuh teka-teki dan tanda tanya dari Dhuha.

Namun.. Sindi kembali tersadar dari lamunannya ketika seorang gadis yang memakai gamis berwarna maroon, berjalan bergandengan dengan pria yang memakai pakai senada dengan dirinya. Siapa lagi jika bukan Fajar dan Raina.

Menyadari hal itu, Sindi langsung menyapa Raina dengan teriakan khasnya. Yang membuat Fajar langsung berpamitan pada Raina dan pergi masuk terlebih dahulu. Sementara Raina, tentu saja ia langsung berjalan menuju arah Sindi.

“Sweet banget sih, pakai gandengan segala, mana bajunya kompak lagi..” ucap Sindi dengan nada khas Jomblo akut, yang haus akan kasih sayang kekasih halal.

“Owh.. ini Bang Fajar yang milihin bajunya kok, gimana bagus gak?” ucap Raina sambil berputar untuk memberikan peluang bagi Sindi menilai penampilannya hari ini.

“Cantik kok. Tapi.. masih cantikan aku lah ya..” jawab Sindi dengan nada penuh kepercayaan dirinya.

...*****...

Memang sih, Fajar sudah berubah dan menjadi sosok yang sweet pada Raina. Tapi pada orang lain, ia masih saja dengan wajahnya yang datar serta bicaranya yang singkat. Ini terbukti ketika banyak orang yang membicarakannya dibelakang, ia langsung menyorotkan mata elangnya pada mereka.

Kemudian masih dengan gayanya yang cool, dan langkahnya yang panjang ia berjalan menyusuri lorong untuk menuju kelasnya hari ini. Namun.. langkahnya terhenti ketika melihat sosok Dhuha yang tampak marah dengan ponsel yang melekat di telinganya.

“Dhuha..” kata Fajar pelan, dan langsung saja ia menguping pembicaraan Dhuha dengan seseorang itu.

Sementara Dhuha, ia masih dengan nada dan raut wajah yang marah, tidak menyadari bahwa ada seseorang yang mencoba menguping pembicaraannya.

“Ok.. gue gak mau tau, lo harus segera eksekusi perintah gue. Masalah bayaran tenang aja, begitu tugas lo beres dan bersih, gue akan langsung kasih lo bonus. Tapi.. jangan sampai ada yang tahu gue yang bayar lo.”

“Jadi.. bener Dhuha yang kirim pesan teror itu. Dan pasti orang yang tadi malam adalah orang suruhan Dhuha," ucap Fajar dengan nada suara yang pelan.

Belum banyak bukti yang Fajar kumpulkan, malah kakinya tidak sengaja menyenggol tong sampah yang mengakibatkannya berbunyi dan membuat Dhuha menyadari kehadiran Fajar.

“Fajar..” ucap Dhuha, yang melihat Fajar tengah memperbaiki letak tong sampah yang ia senggol tadi. Kemudian, ia langsung memutuskan sambungan teleponnya dan memilih untuk pergi dari tempat itu, untuk menghindari Fajar.

Setelah menyadari Dhuha yang sudah menghilang dan tidak lagi berada di tempat itu. Kemudian, Fajar berlari untuk mencari keberadaan Dhuha.

Fajar masih saja curiga dengan Dhuha, dan mencoba mengumpulkan banyak bukti, untuk membuktikan keterlibatan Dhuha dengan teror yang ia terima beberapa hari ini.

Namun, dering ponselnya menghentikan langkahnya mencari Dhuha. Dilihatnya tertulis nama Raina yang sedang memanggil.

“Hallo, Assalamu’alaikum Abang..” ucap Raina dari seberang.

“Wa’alaikumusallam, iya Raina..”

“Abang belum dikelas ya? Soalnya ana lewat depan kelas Abang tadi, tapi Abang nggak ada..”

“Owh.. Abang ke toilet, iya ke toilet sebentar tadi.” Jawab Fajar dengan alibi klisenya.

“Owh.. gitu, ya udah deh.. ana kira Abang pergi kemana.”

“Ya udah.. Abang udah selesai ini, Abang langsung masuk ke kelas ya," ucap Fajar sambil berlari untuk menuju ke kelasnya, karena sebentar lagi juga jam pelajaran akan segera dimulai.

“Ya udah Abang, Assalamu’alaikum..”

“Iya wa’alaikumusallam..”

Fajar yang baru saja sampai di depan kelasnya dengan nafas yang tersenggal, langsung berlagak cool lagi dan mencoba tenang di dalam kelas. Setidaknya hari ini ada titik terang tentang pesan teror yang ia dapatkan, bahkan dugaannya terhadap Dhuha semakin menguat kali ini.

...-----♡●♡-----...

Alhamdulillah bisa up lagi😄😁

Hemm.. akankah Fajar menemukan bukti lainnya lagi? dan apakah benar Dhuha pelakunya? Ini mah persoalan yang cukup pelik sih menurut author, menurut teman-teman gimana?🤔

Anyway, terlepas dari itu semua author mau ucapin terimakasih buat teman-teman yang sudi mampir di lapak cinta yang sederhana ini ya😍😘

Yuk dukung terus author dengan cara tekan jempolnya🖒berikan kritik dan sarannya😀serta votenya juga ya✔

Jazakillah Khair 💖

1
Dandelion
Fajarr
Dandelion
Masa lalu bisa saja merubah kepribadian seseorang, Fajar ternyata pemuda yang malang🤧
Dandelion
Fajar😬
Dandelion
wah, penasaran😍
Dandelion
Ceritanya bagus, sukaa💖
zha_zha
ceritanya indah kak... maksh.. 🙏🙏
Panah Aksara🌼: makasih ya Kak😁
total 1 replies
nazaruddin thamrin
4 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Ghiie-nae
yaaaaahhh...tamat ya thor....

semangat terus ya thor...
Panah Aksara🌼: Iya Kak, terimakasih banyak ya Kak😍😍
total 1 replies
Dian Anggraeni
senang bisa lihat notif biru di novelmu toor 👏👏👍👍👍👍
Never Home
seribu cinta untuk Raina .. eh, Riyana ....

tetap semangat untuk karya selanjutnya .... love you full....😍😍😍
Panah Aksara🌼: Makasih banyak ya kak😘 ❤1001 cinta buat kakak juga pokoknya😍😍😍

tetap semangat dan selalu sukses juga ya kak❤💪
total 1 replies
Dedek Gemmezzzz
weeeeh lama tak muncul ternyata nyiapin end 🙂 akan ada sequelnya kah...? semangat ya sayang ✊✊✊❤
Dedek Gemmezzzz: waah ikut pindah lapak kah...?
total 2 replies
Eva Santi Lubis
hadir thor mari saling mendukung
Panah Aksara🌼: siap.. insyaa Allah kakak😁
total 1 replies
mimi
lanjut thor
Panah Aksara🌼: siap.. insyaa Allah kak😁
total 1 replies
💎⃞⃟вѕ❀•พ͠ɑพɑ⃟🍏𝕸y💞
lanjuut kak
Dian Anggraeni
senang bisa up lagi tor...akupun baru mampir lagi nih...semangaaat 👏👏👏👍👍👍
Panah Aksara🌼: makasih banyak ya kak😊aku malah yang belum sempat mampir di tempat kakak..
total 1 replies
Ghiie-nae
lanjut kak.....


semangat ya....

aku udah baca sampai sini....

lanjut terooos....💪💪💪💪💪💪
Panah Aksara🌼: makasih banyak ya kak😁
total 1 replies
Never Home
episode bawang lagi... 😭😭😭
Panah Aksara🌼: kemarin kebanyakan beli bawangnya kak, gak abis2 jadinya 😢😢
total 1 replies
isniriswana
tetap berjuang juga untuk author semangat meraih cita cita 👍👍❤❤❤

di tunggu kelanjutan nya 👍👍❤❤❤
isniriswana: sama sama sayy❤❤❤
total 2 replies
Liana'S
Lanjuuut
triana 13
semangat kak 😉


salam hangat dari Zahra Anak Yang Tak Berdosa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!