NovelToon NovelToon
Immortal Emperor: Dao Abadi

Immortal Emperor: Dao Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:17.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di Benua Timur, di mana pegunungan menusuk awan dan kabut spiritual menyelimuti hutan purba, nyawa manusia biasa seringkali tidak lebih berharga daripada rumput di tepi jalan.

Desa Sungai Jernih adalah tempat yang damai, tersembunyi di lembah kecil di kaki Pegunungan Kabut Hijau. Penduduknya hidup sederhana bertani, berburu, dan menyembah "Para Abadi" yang terkadang terlihat terbang melintasi langit dengan pedang cahaya. Bagi mereka, para kultivator itu adalah dewa pelindung.

Namun bagi Li Wei, hari ini, dewa-dewa itu membawa neraka.

Li Wei, pemuda berusia lima belas tahun dengan tubuh kurus namun sorot mata tajam, sedang menuruni bukit dengan keranjang anyaman di punggungnya. Ia baru saja selesai mencari tanaman obat liar. Ibunya sakit batuk sejak musim dingin lalu, dan tabib desa berkata akar Ginseng Roh tingkat rendah mungkin bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34: Lelang Naga Tersembunyi

Kota Batu Hitam tidak pernah tidur. Namun, kehidupan sesungguhnya baru dimulai saat matahari terbenam.

Di bawah tanah distrik timur, tersembunyi sebuah aula megah yang dijaga oleh formasi penyembunyi tingkat tinggi. Rumah Lelang Naga Tersembunyi.

Hanya mereka yang memiliki undangan khusus atau kekayaan minimal 1.000 Batu Roh yang diizinkan masuk.

Dua sosok berjubah hitam dengan topi bambu lebar berjalan mendekati gerbang besi hitam. Penjaga gerbang, dua kultivator Lapis 9 Puncak yang berwajah sangar, menyilangkan tombak mereka.

"Berhenti. Tunjukkan token undangan."

Salah satu sosok itu Li Wei tidak bicara. Ia hanya mengangkat tangannya sedikit, membiarkan celah jubahnya terbuka, dan melepaskan sedikit aura kultivasinya.

WUUUNG...

Tekanan spiritual yang berat dan cair menyapu kedua penjaga itu. Itu bukan tekanan Qi Condensation, melainkan tekanan Foundation Establishment yang murni.

Kedua penjaga itu seketika memucat. Lutut mereka gemetar. Di dunia Kultivasi, yang kuat adalah raja. Seorang ahli Foundation Establishment bisa meratakan tempat ini jika tersinggung.

"M-Maafkan mata kami yang buta, Senior!" Penjaga itu buru-buru membungkuk dalam. "Silakan masuk ke Ruang VIP di lantai dua."

Li Wei mendengus pelan, lalu melangkah masuk diikuti Xiao Lan.

Di balik cadarnya, Xiao Lan menatap punggung Li Wei dengan kagum. Dulu mereka harus menyelinap seperti tikus, sekarang mereka berjalan masuk lewat pintu depan dan orang-orang membungkuk. Inilah perbedaan ranah kultivasi.

Ruang lelang itu berbentuk raksasa yang diterangi oleh mutiara malam. Ribuan kursi di lantai dasar sudah penuh sesak. Namun Li Wei dan Xiao Lan duduk nyaman di bilik pribadi di lantai dua, terlindung tirai sutra yang bisa melihat keluar tapi tidak bisa dilihat dari luar.

"Lelang dimulai!"

Seorang wanita cantik dengan pakaian merah menggoda naik ke panggung. "Malam ini kita memiliki harta dari reruntuhan kuno, pil dari alkemis ternama, dan budak dari ras langka!"

Barang demi barang dikeluarkan.

"Item pertama: Pedang Terbang Awan Ungu. Harga awal 200 Batu Roh!"

"Terjual 450!"

Li Wei duduk diam, menyesap teh spiritual. Barang-barang ini bagus untuk murid biasa, tapi bagi dia yang memiliki tubuh fisik monster dan teknik kuno, pedang tingkat rendah hanyalah mainan.

Xiao Lan tampak tertarik pada beberapa herbal langka, dan Li Wei membelikannya tanpa banyak tawar-menawar, membuat beberapa tamu lain melirik ke arah bilik VIP mereka.

"Item ke 20," suara juru lelang sedikit menurun antusiasmenya.

Dua pelayan membawa sebuah nampan besi. Di atasnya, tergeletak sebuah benda aneh.

Itu adalah lempengan batu hitam seukuran telapak tangan. Permukaannya kasar, penuh retakan, dan tidak memancarkan aura Qi sedikitpun. Benar-benar terlihat seperti batu kali biasa.

"Ini adalah... Lempengan Tanpa Nama," kata juru lelang. "Ditemukan oleh tim penggali di reruntuhan makam kuno Zaman Kegelapan. Tidak bisa dihancurkan oleh api maupun pedang, tapi... tidak memiliki fungsi yang jelas. Mungkin bahan tempa, mungkin sampah."

"Harga awal: 50 Batu Roh."

Hening. Tidak ada yang menawar.

"50 Batu Roh untuk itu? Kau bercanda!" teriak seseorang di lantai bawah.

Namun, di dalam bilik VIP, Li Wei hampir menjatuhkan cangkir tehnya.

Tepat saat batu itu dibuka penutupnya, Giok Dao Abadi di dalam Dantian Li Wei bergetar hebat. Bukan getaran biasa, melainkan getaran kerinduan. Giok itu memanas, mengirimkan impuls rasa sakit yang manis ke seluruh saraf Li Wei.

Mata Li Wei menyipit tajam, pupil lima warnanya berputar.

"Fragmen Langit..." batinnya. "Sama seperti rumor di pasar gelap dulu. Benda inilah yang dicari oleh Sekte Darah!"

Giok di dadanya adalah kunci, dan batu hitam itu adalah gemboknya. Jika disatukan, mungkin akan membuka rahasia kultivasi yang melampaui dunia ini.

"50 Batu Roh," kata Li Wei tenang, di biliknya.

Suaranya yang diperkuat formasi bergema ke seluruh aula.

Para penonton mendongak. "Ada orang bodoh di ruang VIP yang membelinya?"

"60 Batu Roh!"

Tiba-tiba, suara angkuh terdengar dari bilik VIP lain di seberang ruangan.

Li Wei mengerutkan kening. Siapa yang tertarik pada batu sampah ini? Apakah ada orang lain yang tahu rahasianya?

"100," tawar Li Wei langsung.

"200!" suara di seberang membalas cepat.

"500," kata Li Wei datar.

Kerumunan tersentak. 500 Batu Roh untuk batu hitam tak berguna? Ini bukan lagi soal harga barang, ini soal "Wajah" (Harga Diri).

Di bilik seberang, seorang pemuda tampan berjubah putih dengan lambang pedang emas di dadanya Tuan Muda Lin dari Sekte Pedang Misterius memecahkan gelas anggurnya.

"Siapa orang di bilik 3 itu?" tanya Tuan Muda Lin pada pelayannya. "Berani menantangku?"

"Tidak diketahui, Tuan Muda. Mereka menyembunyikan identitas."

Tuan Muda Lin mendengus. Dia sebenarnya tidak butuh batu itu. Dia hanya menawar iseng karena merasakan sedikit keanehan pada batu itu. Tapi sekarang, egonya terusik.

"1.000 Batu Roh!" teriak Tuan Muda Lin. "Rekan Daoist di seberang, aku adalah Lin Feng dari Sekte Pedang Misterius. Berikan aku muka, dan mundurlah."

Ancaman halus. Menggunakan nama sekte besar untuk menekan lawan. Biasanya, kultivator liar akan langsung mundur ketakutan.

Li Wei tersenyum dingin di balik tirainya.

"Sekte Pedang Misterius?" suara Li Wei tenang namun menusuk. "Ini rumah lelang, bukan tempat pamer silsilah. Jika tidak punya uang, diamlah."

"1.500 Batu Roh."

Geger!

Seluruh aula gempar. Orang ini gila! Dia baru saja menghina Tuan Muda Lin di depan umum!

Wajah Lin Feng memerah padam. Dia ingin menawar lagi, tapi 1.500 sudah jauh melampaui batas uang jajannya. Tetua pelindung di belakangnya menahan bahunya.

"Tuan Muda, jangan emosi. Itu hanya batu sampah. Kita butuh uang untuk item utama nanti. Biarkan dia membelinya. Nanti... kita bisa 'bicara' dengannya di luar kota."

Lin Feng menarik napas kasar, matanya memancarkan niat membunuh. "Baiklah. Biarkan dia memegangnya sebentar. Nyawanya adalah bayarannya."

"1.500 sekali... dua kali... Terjual ke Tamu di Bilik 3!"

Pelayan mengantarkan batu hitam itu ke bilik Li Wei.

Begitu Li Wei menyentuhnya, Giok di dadanya langsung tenang, seolah puas telah bersatu kembali dengan saudaranya yang hilang. Li Wei segera memasukkannya ke dalam Cincin Penyimpanan.

"Kita harus pergi sekarang," kata Li Wei pada Xiao Lan. "Tuan Muda itu tidak akan membiarkan ini berlalu."

"Kita akan bertarung?" tanya Xiao Lan, tangannya siap di kantong racun.

"Tidak di sini," Li Wei berdiri. "Di luar kota. Di mana tidak ada saksi."

Li Wei dan Xiao Lan meninggalkan rumah lelang lewat pintu belakang. Namun, seperti dugaan, beberapa aura pengintai sudah menempel pada mereka.

1
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️💪🏻💪🏻💪🏻Ⓜ️
Tatmani Oniaka
👍👍👍👍
Tatmani Oniaka
👍👍👍
Tatmani Oniaka
👍👍👍👍👍
Tatmani Oniaka
👍👍👍
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️💥💥💥Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
Sahrul Akbar
keren
MyOne
Ⓜ️🔜⏩🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😵‍💫😵‍💫😵‍💫Ⓜ️
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very very very nice Thor
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!