NovelToon NovelToon
Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai / Masuk ke dalam novel / Menjadi NPC / Fantasi Wanita
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Azalea Rhododendron

Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'

Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.

Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15 : Susun Rencana

...Happy Reading^^...

...💮...

"Asher bilang beberapa hari kedepan dia memiliki tugas untuk memeriksa kapal-kapal yang akan berlabuh ke Pelabuhan Lorienfield. Menurut ingatanku tentang alur novel, Azalea pernah bercerita pada Persefone kalau awal mula Asher sakit itu setelah pulang dari pemeriksaan tersebut. Dia yang awalnya pemuda sehat dan bugar tiba-tiba saja sering jatuh sakit dan tubuhnya suka melemah. Hingga berujung dia meninggal karena terlalu memaksakan diri. Ditambah lagi Wilayah Lorienfield sedang diambang kehancuran dan bersamaan dengan itu juga Daisy Lorienfield ikut meregang nyawa karena sakit," jelasku pada suara tersebut.

"Jadi?"

Aku memutar bola mataku jengah, suara itu selalu balik bertanya saat aku tengah menjelaskan sesuatu, bukannya bantu berpikir!

"Ini adalah hidup yang kau jalanin, Nona. Jadi sudah seharusnya kau berpikir sendiri. Aku hanya menemani dan mengawasimu saja,"

Suara itu kembali terdengar. Ya, dia memang bisa membaca pikiranku.

"Jadi, rencana saya adalah ikut bersama Asher pergi untuk pemeriksaan di Pelabuhan, berharap bisa menemukan sesuatu yang mencurigakan dan kemungkinan besar menjadi penyebab Asher menjadi sakit parah di novel. Bagaimana rencanaku itu?" tanyaku penuh harap pada suara tersebut.

"Rencana yang cukup bagus, tapi bagaimana bisa kau ikut pergi bersama Asher Lorienfield dengan kondisimu yang bahkan tidak bisa bangun dari tempat tidur?"

Ucapan suara itu membuatku yang tadinya bersemangat berubah jengkel dan kesal. Aku sudah memikirkan rencana yang bagus, tapi dia malah membalikkan pertanyaan yang membuatku kesal!

"Kenapa kau marah? Aku hanya berkata realistis saja. Apa kau tidak mendengar ucapan kakak di duanimu ini? Dia akan pergi beberapa hari lagi, sementara Bibimu itu berkata kau akan bisa kembali pulih dan berjalan normal paling cepat satu minggu dan paling lambat bisa sebulan."

Sekali lagi, suara itu membuatku menjadi lesu. Tapi benar apa yang dia ucapkan, batas kesembuhanku paling cepat seminggu sementara Asher akan pergi ke Pelabuhan beberapa hari lagi. Apakah aku tidak bisa menyelamatkan Asher Lorienfield di masa ini?

"Ya, ada satu cara sih."

Kalimat itu seperti memberi tambahan energi buatku. Aku menjadi sangat penasaran dengan cara yang akan dia katakan dan tumben sekali dia memikirkan cara untukku. Padahal biasanya dia hanya diam dan malah berbalik bertanya padaku.

"Hei!"

Aku terkekeh mendengar seruannya itu. "Hehehe, maaf."

"Ya, aku punya satu cara agar Asher bisa membawamu pergi bersamanya."

"Apa caranya?"

"Bagaimana jika kau merengek saja padanya,"

"Apa! Merengek padanya?" mulutku menganga lebar mendengar saran dari suara tersebut.

"Apa kalau saya merengek akan dituruti oleh Asher?"

"Ya coba saja, dia sangat menyayangimu bukan."

"Memang kemungkinan apa yang akan terjadi jika dia menurutiku jika saya merengek?" tanyaku balik dan berpikir kemungkinan apa yang akan terjadi.

"Kemungkinannya ada dua: dia mengundurkan jadwal pemeriksaan ke Pelabuhan sampai kau bisa sembuh dan bisa dia bawa ke Pelabuhan, opsi kedua adalah kau tetap ikut pemeriksaan ke Pelabuhan dengan cara digendong olehnya. Itulah dua kemungkinan yang terjadi jika Asher menurutimu,"

Aku meneguk ludah membayangkan kedua kemungkinan yang dijelaskan suara tersebut. Membayangkan saja membuatku cukup bergidik.

"Apa Asher akan menurutiku? Terlebih lagi, opsi kedua bukankah membuat saya justru menjadi beban Asher? Menggendongku ke pelabuhan? Seperti Papa Alder akan mengizinkan saja?"

"Kalau demi kenekatanmu? Kan mereka terlalu menyayangimu, kemungkinan besar semua apa yang kau inginkan akan diizinkan oleh mereka. Ini hanya kemungkinan jika permintaanmu dituruti."

"Kalau tidak dituruti, kita harus apa?"

"Ya pasrah."

"Hah." Aku pun jadi ikut pasrah mendengarnya.

"Tapi jika kau berhasil menyelamatkan Asher, apa lagi yang akan kau lakukan?"

Aku memikirkan pertanyaan itu di kepalaku. Setelah Asher meninggal di novel, wilayah Lorienfield menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak sihir jahat yang mana itu membuat seluruh pertanian dan perkebunan gagal panen. Bahkan banyak hewan dan pepohonan mati akibat sihir yang menyebar tersebut.

"Menyelamatkan wilayah Lorienfield dan apa yang termasuk di dalamnya, orang, hewan dan tumbuhan. Entah bulan atau tahun, akan ada sihir yang entah berasal dari mana menyebar ke beberapa Wilayah termasuk Wilayah Lorienfield. Sihir ini adalah sihir jahat yang membuat banyak lahan tani, kebun dan hewan mati secara bersamaan. Aku harus bisa membuat perlindungan dari sihir tersebut!" seruku dengan penuh tekad. Ini semua demi menyelamatkan wilayah Lorienfield dan semua orang bahkan hewan yang ada di dalamnya!

"Itu tugas yang sangat berat. Kecil kemungkinannya untuk berhasil,"

Aku memejamkan mataku mendengar kembali komentar buruk itu.

"Tolong, berhenti memberikanku komentar buruk seperti itu!" seruku kesal dan geram.

"Baiklah baik."

"Lalu setelah itu apa?"

Aku terdiam sebentar.

Setelah kematian Asher Lorienfield disusul oleh Countess Daisy Lorienfield ditambah wilayah Lorienfield yang mulai hancur. Count Alder berusaha sekuat tenaga menyelamat apa yang dia bisa selamatkan, bahkan dia menjadikan putrinya Azalea Lorienfield sebagai Countess muda menggantikan posisi mendiang kakaknya. Untungnya ada beberapa pihak Kerajaan yang bersedia membantu Count Lorienfield dan wilayahnya dengan beberapa syarat, yang mana salah satunya adalah mendukung Putra Mahkota Feroz untuk naik ke atas takhta. Begitulah cerita bagaimana Azalea Lorienfield bisa berada di Taman Kaca Istana, pada saat Putra Mahkota Feroz sedang berhadapan dengan Hedia Celestian. Apakah benar kalau Putra Mahkota Feroz benar-benar jatuh cinta pada Azalea Lorienfield?

"Jika kau penasaran tentang hal itu, satu-satunya cara adalah bertemu dengan Pangeran Mahkota tersebut secara langsung."

Aku cemberut mendengar saran dari suara tersebut.

"Dipikir menemui Putra Mahkota seperti menemui tetangga ya? Dia ada di Istana yang manjadi pusat Kekaisaran ini, yang mana wilayah pusat itu sangat jauh dari wilayah Lorienfield yang berada di bagian Timur! Aku yang hanya seorang putri Count dari wilayah kecil tentu saja tidak bisa sembarang bertemu dengan putra mahkota tersebut. Jangankan aku, bahkan sekelas putri Duke saja tidak boleh bertemu dengan Putra Mahkota jika tidak ada izin khusus dari beliau sendiri."

"Astaga rumit sekali,"

"Jelas rumit!"

"Tapi bukankah dalam novel Putra Mahkota tersebut jatuh cinta pada Azalea saat pertama kali bertemu pandang? Bisa saja dia akan tetap jatuh cinta Azalea Lorienfield sesuai alur novel?" Aku bergidik ngerti mendengar penjelasannya itu.

"Berhenti! Aku tidak ingin membayangkannya!"

"Jika benar bagaimana? Dia adalah Putra Mahkota yang mana titahnya tidak boleh ditolak apalagi soal lamaran anggota Kerajaan,"

"Saya hanya berharap dia tidak jatuh cinta pada saya, saya ingin hidup bersama keluarga sayasampai ajal menjemput! Saya ingin hidup sendiri di Wilayah Lorienfield ini bersama keponakan dan cucu keponakanku di masa depan!" keluhku kesal. Aku berharap impianku ini jadi kenyataan.

"Ya, kau berdoa saja seperti itu."

Aku rasanya ingin memukul suara itu, tapi sayangnya suara itu tidak memiliki wujud.

...💮...

...Bersambung....

...Thanks For Reading My Story^^...

...Dipublikasikan pada tanggal 25 Januari 2026....

1
Alishe
masi kaku dia wkwk menanti gebrakannya deh😘
Azalea Rhododendron: oke siap^^
total 1 replies
Alishe
w demen nih kluarga bucin bontot gini🤣🤣🤣
Azalea Rhododendron: iya, nantikan terus keluarga cemara ini ya^^
total 1 replies
Alishe
mampirrr
Azalea Rhododendron: Terima kasih sudah menyempatkan ke cerita ini😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!