mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 35 tak akan menyerah
Bryan melangkah tegak dengan raut wajahnya yang datar dan dingin dengan sorot matanya yang tajam setajam silet.
Tak ada keramahan sedikitpun di wajah itu.
Sekilas ia melihat ke arah Xyra di sana dan sukses membuat tubuh wanita itu bagai di sambar petir.
Xyra sampai memegang kuat sandaran kursi sang suami yang tadi ia duduki karena ia yang merasakan tubuhnya tiba tiba terasa seperti limbung.
Stelan jaz warna hitam yang di padukan dengan kemeja warna toska muda membuat Bryan terlihat jauh berbeda di mata Xyra.
Kesan sombong dan angkuh laki laki itu kian sangat kentara.
Selama ini Xyra hanya melihat Bryan memakai celana bahan yang ia padukan dengan kemeja saja.
Dan jujur....jantung Xyra berdesir melihat penampilan Bryan yang terlihat lebih dominan itu.
Dan tentu saja....
Bryan terlihat berkali kali lipat lebih tampan dari biasanya dengan stelan dan penampilan seperti itu.
Menyadari pikirannya yang mulai tak sinkron dengan hati dan ucapannya selama ini.
Xyra menundukkan kepalanya dalam dalam.
" selamat pagi tuan Bryan....
silahkan duduk...."
Yari terdengar menyapa Bryan dengan ramah sambil mengulurkan tangan.
Tak lama ia mempersilahkan Bryan untuk duduk.
Bryan langsung duduk tanpa menjawab sapaan dan salam Yari.
Yari menghela nafas dan menarik kembali tangannya yang terulur namun tak mendapat sambutan dari tamunya itu.
Lana yang melihat hal itu pun ikut menahan nafas...
Sombong sekali....
Cicitnya di dalam hati mengomentari sikap sang tamu itu.
" aku ingin kau carikan mobil expander untuk wanita dengan vitur vitur terbaiknya milikmu di sini....
Dan aku akan membayarnya cash saat ini juga...
Oh ya...tentu saja jika barangmu memang terbukti yang terbaik,
Maka aku tidak akan sega segan merekomendasikan showroommu ini kepada semua teman temanku "
Tanpa basa basi.....
Bryan terdengar berkata tegas dan langsung pada poinnya.
Yari menoleh sejenak kearah Lana yang berdiri dengan raut wajah sedikit syok di belakang Bryan.
Tanpa basa basi, langsung pada poinnya dan tidak ada keramahan sedikitpun.
Terkesan sombong dan angkuh....
Kesan pertama yang Lana dan Yari tangkap dari sosok laki laki di hadapannya itu.
" baiklah tuan...saya sendiri yang akan mendampingi anda " jawab Yari kemudian.
Bryan mengangguk sekilas, tak lama netranya beralih ke arah Xyra di sana.
Dan hal itu membuat Xyra gemetar.
Tatapan tajam Bryan berubah sedikit redup.
" dia istriku tuan..." Seolah paham maksud tatapan laki laki di hadapannya, Yari menegaskan siapa sosok Xyra kepada Bryan.
Entah kenapa...
Yari tiba tiba merasa tak nyaman dengan tatapan Bryan kepada Xyra, dan lagi...
Ia seperti tak asing dengan tatapan laki laki itu.
Ia seperti pernah melihat dan bertemu dengan tatapan seperti itu.
Wajah dingin dan datar tanpa ekspresi, di tambah tatapan tajam yang begitu terasa mendominasi siapapun yang ia tatap.
Tapi Yari lupa di mana ia pernah merasakan tatapan itu.
"oh....dia istri anda ?! Ku pikir dia siapa " ucap Bryan masih dengan menatap Xyra yang masih menunduk di sana.
Namun tak lama Bryan kembali menoleh kepada Yari.
Yari sedikit mengernyit ketika tatapan Bryan terasa begitu dingin kepadanya, sangat berbeda dengan saat laki laki itu menatap Xyra tadi.
" kebetulan kalau begitu...." lanjut Bryan lagi, Yari menatap Bryan penuh tanya
" bisakah aku meminta istri anda memilih mobil yang ku inginkan itu ?! " lanjut Bryan lagi.
Mendengar ucapan Bryan, Yari melebarkan matanya seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar.
" maaf tuan....istri saya tidak memiliki latar belakang pendidikan yang mungkin anda perkirakan padanya,
Dan tentu dia tak memiliki pemahaman akan mobil mobil di showroom ini.
Saya khawatir....
Pilihannya akan membuat anda kecewa " jawab Yari.
Yari menjawab keinginan Bryan, dan tanpa sadar ucapannya membuat Xyra menjadi pusat perhatian Lana.
Ia seakan tak percaya sang bos bisa bicara seperti itu tentang wanita cantik yang tak lain adalah istrinya sendiri itu.
Menurutnya....
Itu sama dengan mempermalukan sang istri meski mungkin Yari hanya ingin jujur.
Seharusnya sang bos bisa menggunakan kata kata lain yang tentu lebih halus dan terkesan tidak menyinggung istrinya itu.
Bagaimanapun,
Pembicaraan tentang latar belakang pendidikan itu sangatlah sensitif bagi sebagian orang...
Bukan bahsa yang seperti itu....
Lagi lagi Lana bercicit dan kali ini ia tak setuju dengan sikap sang atasan.
Sementara Xyra,
Ia hanya bisa menghela nafas, apa yang di ucapkan Yari memang cukup membuat hatinya terluka.
Tapi itu adalah kenyataannya.
Dan Bryan....
Tatapan matanya menatap Yari tajam,
" latar belakang pendidikan seseorang terkadang tak menjadi jaminan jika ia benar benar paham akan suatu hal.
Terkadang pengalaman jauh lebih penting dari sekedar latar belakang pendidikan yang tinggi.
Dan aku yakin....
Istri anda memiliki selera yang cukup tinggi tentang mobil meski ia tak paham betul tentang itu.
Percayalah....aku tidak akan kecewa apalagi mengeluh kepada anda dengan apapun yang akan menjadi pilihannya untukku nanti " jawab Bryan kemudian penuh percaya diri.
Ia pernah membawa Xyra dengan mobil mewahnya...
Dan ia yakin....Xyra sedikit paham dengan fitur fitur mewah dan modern mobil mewah.
Yari menarik nafas dalam,
" baiklah tuan....terserah anda, saya hanya mengingatkan anda saja " jawab Yari kemudian.
" hemm...." jawab Bryan
" sayang...kemarilah,
Bantu tuan ini memilih mobil untuk kekasihnya mungkin "
Yari memanggil Xyra di sana sambil mengulurkan tangannya kepada wanita itu.
Dan hal itu sukses membuat darah Bryan yang mendengar panggilan itu terasa mendidih.
" calon istri....bukan kekasih..." Bryan meralat ucapan Yari barusan.
" ah iya...maaf,
saya tidak tahu " jawab Yari
" hemm...tak apa " jawab Bryan sambil melempar pandangannya ke tempat lain.
Ia malas melihat kemesraan yang akan di suguhkan oleh laki laki di hadapannya itu.
" mas....aku...
tapi aku tak tahu apapun tentang mobil....aku khawatir...."
" tak apa....nona....
Aku hanya butuh pilihanmu saja, tentang kualitasnya itu biar aku yang urus.
Dan percayalah...apapun pilihanmu itu akan menjadi pilihanku juga...." potong Bryan dengan cepat sembari menatap Xyra tajam.
" kau dengar sayang....kemari, jangan buat tuan ini menunggu " panggil Yari lagi dan panggilan itu semakin membakar darah Bryan.
" brengsek....beraninya dia memanggil Xyxiku sayang....
Tunggu saja, sebentar lagi...aku akan membuatmu menangis darah karena kehilangannya...." rutuk Bryan di dalam hati.
Xyra pun akhirnya mau tak mau mendekat ke arah sang suami.
" mari tuan " ajak Yari
" hemm..." jawab Bryan, kemudian ia bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah Yari juga Xyra dan Lana.
Lana melangkah paling depan baru di susul Yari dan Xyra di belakangnya.
Sampai di pintu ruangan,
Bryan sengaja menyentuh lengan Xyra dan hal itu membuat Xyra menoleh karena terkejut dengan perbuatan laki laki itu.
Bryan pun turut menatap Xyra tanpa ekspresi.
" inikah laki laki yang kau agung agungkan dan begitu kau jaga harga diri juga kehormatannya...?!
Sementara dia....
Buka matamu Xyxi....
tidak sedikitpun dia berusaha menjaga harga diri dan kehormatanmu...." ucap Bryan pedas dan pelan namun bisa di dengar jelas oleh Xyra,
Wajah Xyra berubah kian sendu, ia tak menampik ucapan Bryan.
Ya....
Ia sadar, selama ini ia juga merasa jika Yari memang tidak pernah menjaga sedikitpun kehormatannya atau harga dirinya meski laki laki itu terkesan sangat mencintainya.
Saat mereka berjauhan pun, mereka hampir tak pernah saling berkomunikasi.
Yari tak pernah menanyakan keberadaannya atau bagaimana kondisinya saat mereka berjauhan.
Padahal laki laki itu tahu persis bagaimana ia di perlakukan oleh keluarganya.
Yari pun tak pernah mengabarkan tentang keberadaannya saat ia berada di luar rumah.
Komunikasi mereka terjalin hanya ketika mereka sedang bersama saja.
Bryan menatap wajah Xyra dalam,
Saat ini....
Ia tengah mati matian menahan emosinya melihat Xyra bersama suaminya itu.
Ia masih berusaha menjaga kehormatan wanita di hadapannya itu,
Andai tidak...
Sudah pasti ia akan menyeret dan membawa Xyra keluar bersamanya.
Ia merasa muak melihat kemesraan palsu yang di pertontonkan Yari kepadanya
" sayang..... ayo, kenapa kau malah berhenti di sana.....
itu bisa menghalangi langkah tuan Bryan...." panggil Yari ketika Xyra berhenti diambang pintu.
" i..i...iya mas..." jawab Xyra gugup.
Dan jawaban Xyra membuat Bryan melotot kepadanya.
Ia jijik mendengar wanita itu seperti memiliki panggilan sayang untuk laki laki yang sudah ia anggap sebagai rivalnya itu.
takdir menuntun Xyra bertemu Bryan melalui kerjasama bisnis komoditi hasil pertanian Xyra dengan perusahaan Bryan, PT. YU SNACK & FOOD
Semangat, Author, secangkir kopi halu untukmu ☕😘😍😘