Pernikahan yang dikira Sarah akan membuatnya bahagia karena dia menikahi seseorang yang menjadi pacarnya selama tiga tahun. Tapi perkiraannya salah ternyata sosok yang selama ini menyandang status suaminya itu telah berkhianat dan berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari dirinya .
Bagaimana nasib pernikahannya? Apakah Sarah mampu mempertahankan pernikahannya atau justru dia harus menyerah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
SELAMAT MEMBACA !!!
Sarah yang melihat Mbok Marni terbengong hanya terkekeh geli .
" Kita mau ke Mall Nek, Vania mau beli tas sama buku besok Vania mau ikut sekolah Mbak Tasya sama Mbak Riri, iya kan Ma !" Seru Vania ceria. Sarah hanya tersenyum.
" Memangnya Vania sudah siap sekolah Nak ?" Tanya Mbok Marni sama Vania .
" Sudah Nek, Vania besok sudah mau sekolah bareng Mbak Tasya !" Seru Vania lagi dan Sarah membawa Vania masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya ingin memandikan Vania sama dirinya juga mau Mandi .
Tiga puluh menit kemudian Vania sudah cantik dengan dress warna purple dengan motif bunga yang sengaja Sarah buat sendiri desainnya untuk sang anak. Dia tersenyum bangga melihat model yang dibuatnya sangat cocok dengan Putri satu satunya itu .
Mereka keluar dari kamarnya dan Kaget ternyata di ruang tamu sudah ada dua bocil yang sudah siap dengan pakaian jalan jalannya .
" Maaf lho Mbak Sarah, ini bagaimana ceritanya kok pada mau ikut ke Mall ?" Tanya Mbak Leha nggak enak sama Sarah .
" Ini lho Mbak Leha tadi aku kan baru pulang dari Ruko dan sampainya pulang Vania cerita katanya besok dia mau ikut Mbak Tasya sama Mbak Riri sekolah. Ya sudah aku langsung mengajak beli tas sama buku ya sekalian ajak mereka . Kalau Vania dititipkan dulu boleh nggak ya Mbak Leha ?" Tanya Sarah ingin tau apa pendapat mereka .
" Kayaknya boleh deh Mbak Sarah, besok jam tujuh pergi ke sekolah untuk menemui kepala sekolah siapa tau Vania boleh ikut sekolah Mbak Sarah ." Jawab Mbak Leha menyarankan begitu karena dia juga belum tau .
" Ya sudah besok aku ke sekolahnya mereka Mbak. Dan besok kalian berdua ikut ke Ruko ya bersih bersih Ruko dulu tapi tetap aku kasih gaji Mbak Leha, Mbak Rika !" Seru Sarah memberitahu mereka berdua .
" Siap Mbak!! Kami akan kesana besok tapi dimana Ruko itu kami belum tau tempatnya ?" Tanya Mbak Rika lupa kalau mereka belum tau tempatnya .
" Ya sudah besok bareng aku saja kesananya Mbak, kan anak anak pulang sekolah jam sepuluhan jadi setelah anak anak dirumah kita berangkat ke Ruko ." jawab Sarah dan sekalian pamit pergi ke Mall bersama anak anak .
Pas lagi pulang dari rumahnya Sarah ada ibu ibu yang sangat nggak suka kalau ada yang lebih dari dirinya .
" Eh Mbak Leha , Mbak Rika dari mana ?" Tanya Mbak Sisil yang katanya dia paling kaya sendiri di daerahnya .
" Eh Mbak Sisil kami dari rumahnya Mbak Sarah mengantarkan anak kami mau ikut ke Mall sama keluarganya ." Jawab Mbak Rika dengan tersenyum padahal hatinya sudah memaki sok kayanya Mbak Sisil.
" Lho apa kalian nggak takut kalau ada apa apa dengan anak kalian, lagian kan kalian belum begitu dekat dengan mereka tapi kok kalian sudah percaya sih sama Sarah sarah itu ." Ucap Mbak Sisil berusaha mempengaruhi mereka supaya benci sama warga yang baru datang di Rt nya. Tapi para warga sudah membangga banggakannya.
" Kami Mah jadi orang nggak punya pikiran negatif sama orang lain Mbak walaupun Mbak Sarah baru menjadi warga kita tapi yang saya rasakan dia berbeda sama yang lain. Walaupun dia kaya dan baik tapi dia nggak sombong sama yang lain ." Jawab Mbak Rika lagi sambil menyindir sama orang yang berada didepannya itu .
" Ap pa maksud kamu Hah !" Seru Mbak Sisil tersinggung sama ucapannya Mbak Rika .
" Lho apa maksudnya Mbak Sisil ya , saya cuma ngomong kalau Mbak Sarah itu beda dia kaya tapi nggak sombong , apa ada ngomongan saya yang salah ya Mbak Sisil ." Jawab Mbak Rika santai dia sudah melihat wajah memerah Mbak Sisil mungkin dia merasa tersinggung padahal tadi Mbak Rika nggak ada menyebut salah satu tetangganya .
" Sudah Mbak Rika, kita pulang saja sebentar lagi suami kita mau pulang. Permisi Mbak Sisil kami pulang dulu !" Seru Mbak Leha melerai obrolan mereka kalau nggak bakal ada yang jambak jambakan rambut .
" Huh dasar orang miskin, baru dikasih sedikit saja sudah menyanjungnya sampai langit !" Kesal Mbak Sisil yang bicara sendiri .
Sedangkan di Mall terbesar di kotanya mereka para orang tua menggandeng tangan para bocil , Sarah langsung menuju ke toko peralatan sekolah.
" Selamat malam silahkan masuk dan apa ada yang kami bantu Nyonya ?" Tanya Karyawan toko yang ramah .
" Malam Mbak, kami mau mencari tas buat sekolah buat mereka bertiga Mbak sama sepatu sekalian ya Mbak ." Jawab Sarah juga nggak kalah ramah .
Mbok Marni sama Bu Leni memilih untuk duduk di sofa didekat kasir kalau Sarah membawa ketiga bocil mengikuti Karyawan yang membawakan ke tas tas untuk anak anak kecil.
" Ini Nyonya tas tasnya, Adik adik mau tas yang gambar apa ?" Tanya Karyawan itu .
Mereka bertiga mengobrol untuk memilih tas yang akan dipilihnya .
" Kami mau yang gambar Elsa saja Tante." Jawab Tasya sambil menatap wajah Sarah .
" Ambilkan yang Elsa Mbak, dibedain warna saja dan saya minta yang sepaket ya Mbak ." Jawab Sarah kepada Karyawan itu .
Karyawan itu mengambil tas yang dipinta Sarah dari gudang penyimpanan . Karyawan itu datang bersama temannya membawa tas yang sepakat tapi beda beda warnanya .
" Ayo kalian pilih warna Nak, itu yang dibawa Tantenya dan disana sudah ada botol minumnya, tempat pensil sama bekal untuk makan !" Seru Sarah .
Mereka bertiga memilih Vania dengan warna ungu, Tasya dengan warna Biru dan Riri warna pink. Setelah selesai memilih karyawan lain membawanya ke kasir dan karyawan tadi membawakan ke tempat sepatu dan ketiga langsung milih model yang sama cuma beda ukuran .
Karyawan tadi memakaikan sepatu masing masing dan akan melihat pas nggak di kaki mereka karena Sarah juga nggak tau ukuran sepatunya .
Dirumahnya Mbak Rika pulang pulang dengan wajah kesalnya dan membuat penasaran suaminya .
" Kamu kenapa sih Bu ?" Tanya Suaminya Mbak Rika.
" Aku lagi kesal Yah sama Mbak Sisil !" Seru Mbak Rika sambil meminum air di gelasnya .
" Memangnya ngapain Mbak Sisil kok bisa membuat kamu kesal begitu Bu ?" Tanyanya lagi .
" Tadi aku sama Mbak Leha baru pulang dari rumahnya Mbak Sarah mengantarkan Riri sama Tasya kesana katanya mau diajak ke Mall beli sepatu , Pas baru jalan sebentar ketemu Mbak Sisil nggak tau dari mana dia munculnya. Dia berusaha berusaha mempengaruhi aku sama Mbak Leha untuk membenci Mbak Sarah Yah. Ya aku tak terima bukan apa apa Yah, wong ya Mbak Sarah orangnya pendiam dan baik sama siapapun bukan hanya sama aku sama Mbak Leha tapi Mbak Sisil seakan akan nggak terima kalau kami dekat sama Mbak Sarah. Dan waktu Mbak Leha mengajak aku pulang dia ngata ngatain kami miskin dan apa lagi tadi Yah. Aku kan jadi kesal walaupun semua orang tau kami miskin mbok ya jangan diejek begitu Yah ." Ucap Rika menggebu gebu menceritakan semua yang dialaminya tadi bersama Mbak Leha sewaktu pulang dari rumahnya Mbak Sarah .
salam sehat sehat selalu
Aamiin