NovelToon NovelToon
Anak Kandung Yang Tersisikan

Anak Kandung Yang Tersisikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Saudara palsu
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadia Papendang

Klarissa anak kandung dari keluarga yang cukup kaya raya, namun sejak sepupunya datang dan di angkat sebagai anak angkat oleh kedua orang tuanya, Klarissa Tersisikan.

Kedua orang tuanya mengabaikan dan tidak peduli, saudara-saudara kandungnya, pacarnya bahkan sahabatnya tidak ada yang peduli pada Klarissa bahkan mengabaikannya.

Mampukah Klarissa hidup dalam keterabaian dari orang-orang terdekatnya??...
Apakah masih ada yang peduli pada Klarissa?...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Keesokan harinya Klarissa telat bangun hingga mau tidak mau Klarissa harus bergabung dengan keluarganya untuk sarapan, Klarissa bergabung dengan keluarganya sarapan.

Kini seragam mereka tidak sama lagi hanya Klarissa yang berbeda.

Jesika menatap Klarissa "Coba kamu tidak banyak tingkah Klarissa... Pasti kamu masih berkumpul disekolah yang sama dengan saudara-saudaramu!" Tutur Jesika

Klarissa diam fokus sama sarapannya "Klarissa...Untuk saat ini kamu tidak bisa lagi mengendari mobil di sekolahmu yang baru, kepala sekolah disana melarang anak didiknya menggunakan mobil karena parkiran disekolah sana sempit!" Terang Harry

Klarissa melongo tak percaya "What?" Batin Klarissa

Aldy tertawa "Emang enak... Makanya jangan sok lo!" Tutur Aldy

"Harusnya lo bersyukur sekolah di SMA terfavorit malah milih out dari sekolah, sekarang lo rasain tuh!" Tutur Panji

Klarissa diam menahan kesal agar tidak ada keributan di pagi hari "Klarissa... Akan naik ojol!" Tutur Klarissa

"No... Papa anterin karena papa harus mengurus semua keperluanmu disana!" Tutur Harry

Klarissa diam, tak lama mereka semua selesai sarapan Panji, Dino, Aldy dan Kirana pergi ke sekolahnya bersama sedangkan Klarissa diantarkan papanya.

"Klarissa.... Kamu jangan malu-maluin papa lagi selama sekolah disana, ngerti?" Tutur Harry

Klarissa mengangguk, mereka tidak terlibat obrolan apapun didalam mobil biasanya Klarissa akan manja jika bersama papanya apalagi papa yang akan mengantarkan sekolah, kini Klarissa diam hingga sampai disekolah tersebut.

Harry turun dari mobilnya, begitu juga dengan Klarissa, mereka beriringan banyak siswa-siswi yang memandang Klarissa

"Ada murid baru tuh!" Bisik-bisik murid

Sesampainya diruang kepala sekolah "Oh.. . Jadi ini anakmu Harry... Semoga betah ya sekolah disini!" Tutur kepala sekolah yang memang teman Harry.

"Saya titip Klarissa ya !" Tutur Harry

Jaya kepala sekolah mengangguk "Papa kekantor dulu... Nanti pulangnya papa jemput!" Tutur Harry

Klarissa mengangguk, Harry keluar dari sekolah tersebut, kepala sekolah menatap Klarissa "Klarissa... Kenapa keluar dari sekolahmu yang lama padahal disana sekolah terfavorit?" Tanya kepala sekolah

"Nggak betah pak!" Singkat Klarissa

"Kenapa tidak betah?" Tanya pak Jaya kepala sekolah

"Karena tidak ada bapak, kalau disini insyaallah Klarissa betah, karena bapak kan teman papa saya jadi kalau ada masalah saya harap bapak bantu anak teman bapak!" Terang Klarissa

Jaya tersenyum "Baik-baik tapi jangan bilang sama murid yang lain ya... Ntar mereka bilang saya pilih kasih!" Tutur pak Jaya menanggapi perkataan Klarissa

Sedangkan Klarissa tak percaya pak Jaya bakalan bilang seperti itu, biasanya pak kepala sekolah terlihat garang tapi lain dengan Jaya teman papanya dia lebih santai "Siap pak!" Tutur Klarissa

Pak Jaya tersenyum menggelengkan kepalanya "Nih anak lain dari papanya kalau papanya kaku tapi Klarissa lucu!" Batin pak Jaya

"Sekarang kamu bisa memilih jurusan Klarissa dikelas 10 ada jurusan sastra, IPS, dan IPA, kamu mau milih jurusan apa?" Tanya pak Jaya

"Sastra pak!" Singkat Klarissa

"Sastra... Kenapa pilih sastra kenapa nggak pilih IPA atau IPS?" Tanya pak Jaya

"Nyawa saya ada di sastra pak... Makanya saya bela-belain keluar dari sekolah lama saya karena disana tidak ada nyawa saya pak!" Tutur Klarissa

Pak Jaya tersenyum "Baiklah Klarissa...Belajar yang semangat ya... Semoga kamu bisa mengharumkan nama sekolah disini!" Tutur pak Jaya

"Kapan saya masuk kelas pak?" Tanya Klarissa

"Kamu sudah tak sabar ya mau belajar?" Tanya pak Jaya

Klarissa mengangguk "Baik bapak antar kamu ya?" Tutur pak Jaya

"Jangan pak saya bukan anak TK yang mau masuk kelas harus dianterin, saya akan masuk sendiri pak, dimana ya kelasnya?" Tanya Klarissa

Lagi-lagi pak Jaya tersenyum "Baiklah Klarissa kalau kamu nggak mau dianterin bapak, kamu tadi sudah melewati lapangan kan... Kamu lurus saja nanti ada kelas 10 sastra, kamu masuk 10 sastra 1!" Terang pak Jaya

"Baik pak Jaya... Terimakasih salam kenal!" Tutur Klarissa

Pak Jaya mengangguk, bel masih belum berbunyi Klarissa berjalan menuju lapangan dan saat dilapangan ada basket yang akan mengenai Klarissa, Klarissa reflek menangkap bola basket, Klarissa berjalan menghampiri siswa laki-laki yang bermain basket

"Hei... Mana bolanya!" Pintanya

Klarissa berjalan santai lalu memasukkan bola basketnya kedalam ring

"Bye... Nanti istirahat kita main!" Tutur Klarissa berjalan melalui lapangan, siswa laki-laki dilapangan melongo tak percaya ada cewek yang bisa main basket.

Bima menepuk pipinya sendiri "Dia barusan ngajakin kita main?" Tanya Bima

"Iya bro... Kayaknya lo ada saingan ini, baru kali ini ada orang yang mau main basket sama lo!" Tutur satria

"Bro... Dia masuk ke kelas 10 sastra 1, itu kan kelas lo!" Tutur Marko

Bima tersenyum "Dia... Bukannya dia cewek yang menang lomba puisi!" Batin Bima lalu berjalan menuju kelasnya

"Bro lo mau kemana?" Tanya satria

"Masuk kelas dulu, mau kenalan!" Tutur bima

"Ck... Lo nggak bisa lihat yang bening dikit!" Keluh Marko

Bima tak menghiraukan temannya, saat didalam kelas Klarissa mendekati Willy, murid miskin yang sering dibully Bima dan teman-temannya.

"Willy... Lo Willy kan temen SMP gue?" Tanya Klarissa

Willy mengangguk "Apa kabar lo, gue seneng akhirnya gue dapat temen disini!" Tutur Klarissa

"Duduklah Klarissa... Lo mau berdiri terus?" Tanya Willy

"Ya... Lo duduk sendirian?" Tanya Klarissa

Willy mengangguk, dari arah luar Bima tersenyum licik lalu menghampiri bangku Willy

"Willy... Lo duduk dibelakang, gue mau duduk disini!" Tutur Bima

Willy menatap Bima "Kenapa lo bengong... Lo nggak mau duduk dibelakang?" Bentak Bima

Willy mengangguk "Iya mau... Klarissa maaf ya aku duduk dibelakang kamu duduk dengan bima!" Tutur Willy

Klarissa menatap bima "Ck... Kenapa lo tiba-tiba mau duduk disini?" Tanya Klarissa

"Gue mau duduk sama lo!" Jawab bima

Klarissa"Gue nggak mau duduk sama lo!" Tutur KLARISSA

"Kalau lo nggak mau duduk dengan gue lo duduk didepan saja sama guru!" Ujar Bima

"Ck...!" Klarissa berdecak kesal

"Kenalin nama gue Bima nama lo Klarissa ya?" Tanya Bima

"Heeemm... Udah tau kan sekarang!" jawab Klarissa

Klarissa tiduran dibangkunya, sedangkan Bima tidur dipunggung Klarissa

"Ck... Ngapain lo tiduran dipunggung gue bima!" Teriak Klarissa

Klarissa duduk dengan tegak membuat kepala Bima reflek terbentur ke kursi

"Ck... Sakit!" Ujar Bima

Klarissa tersenyum "Makanya jangan sembarangan tidur dipunggung orang!" Tutur Klarissa

"Emangnya tadi punggung orang ya... Kirain bangku habisnya keras sih!" Ujar Bima tersenyum

"Lo bener-bener ya!" Tunjuk Klarissa

Bima memukul tangan Klarissa "Berani tangan lo nunjuk-nunjuk gue?" Tanya Bima

"Berani... Siapa lo... Lo manusia kan... Bukan hewan yang harus gue takutin kan?" Tanya Klarissa

Mata Bima melotot, semua siswa yang mendengar dikelas itu memandang Klarissa "Lo nggak tau siapa gue?" Tanya Bima

"Taulah... Lo manusia aneh yang pernah gue temui, gak usah melotot gue nggak takut... Mata lo sipit kalau lo melotot gitu nggak kayak orang melotot kayak orang mau tidur!" Tutur Klarissa

Bima mengepalkan tangannya sedangkan murid-murid yang lain menahan tawa karena baru kali ini ada siswa apalagi cewek berani sama bima. Bima siswa yang abadi, bagaimana tidak sudah 2 tahun dia tidak naik kelas.

Willy menarik tangan Klarissa "Maaf Bima.... Klarissa nggak tau lo maklum Klarissa anak baru, biar gue kasih tau Klarissa!" Willy menarik tangan Klarissa

"Apaan Willy... Lo narik-narik tangan gue?" Tanya Klarissa

"Sini Klarissa... Dia bima, dia bukan siswa biasa!" Tutur Willy

"Iya gue tau, dia keturunan cina ya "Iya gue tau, dia keturunan cina ya kelihatan kok dari matanya nggak bisa melek!" Tutur Klarissa mengencangkan suaranya membuat Bima semakin geram dengan Klarissa

Brak... Bima menggebrak bangku "Sekali lagi lo ngatain gue... Gue cium lo!" Teriak bima

Klarissa mendadak diam "Jangan macam-macam lo, kalau lo bertindak gitu gue aduin ke kepala sekolah!" Ancam Klarissa

"Silahkan bilang gue nggak takut!" Tutur Bima

"Jangan macam-macam lo... Bentar lagi kenaikan kelas lo nggak akan naik kelas!" Tutur Klarissa

"Gue udah nggak naik kelas 2 tahun, kalau gue nggak naik lagi jadi 3 tahun nggak masalah buat gue!" Tutur Bima

Klarissa melongoh tak percaya, Klarissa menoleh kearah Willy meminta pembenaran, Willy mengangguk membenarkan perkataan Bima.

Mata Klarissa melotot "Upppsss... Sorry!" Klarissa tersenyum mengangkat 2 jarinya

Bima menatap Klarissa "Jangan tatap gue, gue takut!" Tutur Klarissa

Bima tersenyum "Gila nih cewek, ini cewek yang gue taksir saat lomba puisi itu!" Batin Bima

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ayunda Marbun
kak ini aj napa yg diselesaikan greget kali sama 4 org itu, atau gk sini kubantu neruskan ceritanya biar kita kasi paham 4 iblis ity🤣
Ayunda Marbun
hajar terus queen kasi pelajaran pembatu gk tau diri itu, masukkan gw ke situ thor. biar gw hantam org org itu
Rizky Ivan
lanjut Thor sayang..
Kasih Bonda
next Thor semangat
Suanti
semoga ingatan quen cpt kembali dan org tua cpt sembuh dri koma biar balas dendam ke al dan keluarga pembantu 🤣🤣🤣
Kasih Bonda
next Thor semangat
Aldiza azahra
wah teryata bapaky varo yg bregsek itu yg ngerjai gita jd pembatu.. knpa di ales aj quee ke aly
Aldiza azahra
kyaky omogn kakek alex bener si deo metalay lmah dn mudah dimafaatkan
Kasih Bonda
next Thor semangat
Noer Asiah Cahyono
kan nenek nya kaya2 kenapa Nadhira gak minta tinggal sama mereka aja atuh yah
Noer Asiah Cahyono
kan nenek nya kaya2 kenapa Nadhira gak minta tinggal sama mereka aja atuh yah
laaa~
emg dirumah mereka gk ada cctv kah biar kluarganya bisa mantau wk. kasian si diraa
Noer Asiah Cahyono: bener banget kak, kata nya orang kaya tapi masa melepas anak2 begitu saja padhal kn nenek yg dari derel aja kaya, belum tante nya itu acha, gimna gimana smpe gak bisa makan, apa gak bisa Nadhira blng klo kelaparan
total 1 replies
Dasem Ida faizah
ilfil dengan deo dan yuna
amorabymora
niat mampir tapi malah mewek di buat author ini 😣
Kasih Bonda
next Thor semangat
Suanti
setelah nadia dan darel sadar jeblos kan ke penjara keluarga gita tentang penyiksaan ank 🤣
Ayunda Marbun
setelah nadia sadar kembali kerumah dea balik dari amnesia nya buat nadira benci sama si deo, jgn kasi ampun deo thor keterlaluan dia
Nurlaila Elahsb
maaf nih ya kak ,aku pingin kasih masukan ke kk author KL bisa sesi keluarga Clarissa di tamatkan saja ,terus buat judul baru lagi tapi tetap sambungan dari kisah keluarga Clarissa, sekarang kan anak anaknya dh pada gede tu jadi buat judul lagi,biar konsepnya berubah tidak lagi anak kandung yang di sisihkan biar jgn sama kisah awal orang tuanya sama anaknya gitu loh kk menurut aku,,kisah yg KK tulis bagus loh aku ngikutin cerita ini dari eps 1 loh kak,mknya aku tau ceritanya!!itu masukan dari aku kak semoga kk sukses terus dan sehat selalu semangat kk author 💪💪😊
Mulyani
ayiuuu dong sambungan ny mn ni lgi seruh ni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!