NovelToon NovelToon
Taubatnya Si Kupu-Kupu Malam

Taubatnya Si Kupu-Kupu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Romansa / PSK / Konflik etika / Mengubah Takdir
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Kayla dikenal sebagai Queen, seorang kupu-kupu malam yang terkenal akan kecantikan wajahnya dan bermata indah.

Suatu hari Kayla menghindar motor yang tiba-tiba muncul dari arah samping, sehingga mengalami kecelakaan dan koma. Dalam alam bawah sadarnya, Kayla melihat mendiang kedua orang tuanya sedang disiksa di dalam neraka, begitu juga dengan ketiga adik kesayangannya. Begitu sadar dari koma, Kayla berjanji akan bertaubat.

Ashabi, orang yang menyebabkan Kayla kecelakaan, mendukung perubahannya. Dia menebus pembebasan Kayla dari Mami Rose, sebanyak 100 juta.

Ketika Kayla diajak ke rumah Ashabi, dia melihat Dalfa, pria yang merudapaksa dirinya saat masih remaja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Kayla menarik napas panjang, berusaha menguatkan diri. Dia sudah memikirkan keputusan ini beberapa kali.

“Mas Abi,” kata Kayla lebih tenang, meski masih bergetar. “Aku menghormati kamu, Mas. Aku sangat berterima kasih atas semua yang Mas lakukan untuk aku dan adik-adikku.”

Ada jeda.

“Tapi aku tidak bisa membiarkan diriku berharap lebih.”

Di sisi lain telepon, Ashabi memejamkan mata. Ia tahu ke mana arah pembicaraan ini.

“Aku tidak mau menjadi alasan kamu terluka, dihina, atau direndahkan oleh orang lain,” lanjut Kayla. “Aku tidak mau kamu menanggung beban masa laluku.”

Suara Kayla makin lirih. “Jadi, tolong anggap aku hanya sebagai orang yang pernah kamu tolong.”

Hening. Sunyi yang terasa menyakitkan. Ashabi meremas ponselnya erat-erat.

“Kalau itu yang kamu inginkan ....,” kata Ashabi pelan, menahan semua perasaannya, “... aku akan menghormatinya.” Namun di dalam hatinya, sesuatu retak.

Kayla menutup matanya, air mata jatuh tanpa suara. “Maafkan aku.”

***

Hujan turun sejak sore, mengguyur halaman rumah Pak Ramlan dengan bunyi yang berat dan berulang. Lampu-lampu di ruang tamu menyala terang, tetapi suasana di dalam rumah itu justru terasa dingin, mencekam, dan tegang.

Dalfa berdiri di tengah ruangan. Tubuhnya tegap seperti biasa, tetapi wajahnya pucat. Rahangnya mengeras, matanya tertuju ke lantai, seolah ia tidak berani menatap kedua orang tuanya yang duduk berhadap-hadapan dengannya.

Bu Aisyah menggenggam tasbih di tangannya, jari-jarinya bergetar. Pak Ramlan duduk bersandar di kursi, wajahnya kaku, garis-garis di dahinya tampak semakin dalam.

“Dalfa, kamu memanggil kami ke sini untuk bicara serius,” ucap Pak Ramlan akhirnya, suaranya berat. “Katakan. Ada apa sebenarnya?”

Dalfa menarik napas panjang. Dadanya naik turun dengan cepat, seperti orang yang menahan beban sangat besar.

“Ayah ... Ibu ....” Suara Dalfa serak. “Ada sesuatu yang sudah lama saya sembunyikan.”

Bu Aisyah menatap putranya dengan cemas. “Apa maksudmu, Nak?”

Dalfa mengepalkan tangan di sisi tubuhnya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, pria yang dikenal dingin dan tak tergoyahkan itu terlihat rapuh.

“A-ku pernah melakukan dosa besar,” kata pria itu lirih.

Suasana mendadak sunyi. Hanya terdengar suara hujan dan detik jam dinding.

Pak Ramlan mengerutkan kening. “Dosa besar seperti apa?”

Dalfa menutup matanya sejenak, lalu menghembuskan napas panjang. “Enam tahun lalu, aku memperkosa seorang perempuan.”

Gelas yang dipegang Bu Aisyah jatuh dan pecah di lantai.

Pak Ramlan bangkit dari kursinya dengan wajah memerah. “Apa yang kamu katakan?!”

Dalfa menunduk semakin dalam. “Perempuan itu adalah Kayla.”

Ruangan hening seketika dan waktu seolah berhenti berputar. Bu Aisyah menutup mulutnya dengan tangan gemetar. Air matanya langsung mengalir.

“Ya Allah, Dalfa apa yang sudah kamu lakukan?”

Pak Ramlan berdiri kaku, napasnya memburu. Wajahnya berubah pucat, lalu merah, lalu kembali pucat.

“Kamu sadar apa yang baru saja kamu ucapkan?” tanya Pak Ramlan bergetar, bukan karena lemah, tetapi karena marah.

“Aku sadar, Yah,” jawab Dalfa pelan, tetapi tegas. “Dan aku tidak bisa hidup tenang lagi jika tidak mempertanggungjawabkannya.”

“Jadi, apa yang akan kamu lakukan?” tanya Pak Ramlan.

“Aku ingin menikahi Kayla, Yah.”

Sebelum Pak Ramlan sempat berkata apa-apa, pintu ruang tamu terbuka keras.

Ashabi masuk dengan langkah cepat, wajahnya tegang. “Apa maksudmu, Kak?!” Suaranya menggelegar.

Dalfa menoleh perlahan. Belum sempat ia berbicara, tangan Ashabi melayang. Satu pukulan telak mendarat di rahang Dalfa.

Dalfa terhuyung mundur, sudut bibirnya pecah dan berdarah.

“Abi!” teriak Bu Aisyah panik.

Ashabi mendekat, napasnya memburu, matanya menyala marah. “Kamu sudah menyentuh Kayla. Kamu menyakitinya?! Lalu, dengan entengnya bilang ingin menikah dengannya!”

Ashabi merasa Kayla terlalu baik. Tidak pantas jika dia hidup dengan orang yang sudah menghancurkan hidupnya.

Dalfa menyeka darah di bibirnya, tetapi tidak membalas pukulan itu. “Ya,” jawabnya pelan. “Aku akan melakukannya.”

Ashabi gemetar menahan amarah. “Kamu manusia atau binatang?!”

Pak Ramlan maju, menahan bahu Ashabi. “Sudah, Abi! Jangan tambah kacau!”

Ashabi menoleh tajam ke arah ayahnya. “Ayah dengar sendiri, kan? Dia merusak hidup Kayla!”

Dalfa menatap Ashabi dengan tatapan penuh penyesalan. “Aku tidak mencari pembenaran. Aku hanya ingin menebus dosaku.”

Ashabi tertawa dingin. “Menebus dengan apa? Menikahinya? Kamu pikir itu memperbaiki semua?”

Dalfa menegakkan tubuhnya. “Aku ingin menikahi Kayla. Aku ingin bertanggung jawab.”

Ruangan kembali sunyi. Bu Aisyah menangis tersedu. Pak Ramlan memejamkan mata, seolah menahan dunia yang runtuh di pundaknya.

***

Suatu malam, Kayla baru saja selesai menyiapkan obat Nayla ketika ketukan keras terdengar di pintu. Ia mengusap tangannya di kain celemek, lalu berjalan membuka pintu.

Tubuh Kayla membeku. Di hadapannya berdiri Dalfa, Pak Ramlan, dan Bu Aisyah. Wajah Kayla pucat. Jantungnya berdegup kencang.

“Ibu ... Bapak, ada apa?” tanya Kayla pelan.

Bu Aisyah melangkah maju, matanya berkaca-kaca. “Kayla, maafkan kami sudah datang mendadak.”

Dalfa berdiri di belakang mereka, menatap Kayla dengan tatapan sarat rasa bersalah.

Kayla merasakan firasat buruk. Lalu, menyuruh mereka masuk ke ruang tamu kecil mess itu. Fattan, Fattah, dan Nayla mengintip penasaran dari balik pintu kamar.

Kayla menyuguhkan air putih saja. Dia tidak punya kue atau makanan yang bisa ditawarkan.

Dalfa menarik napas panjang. “Kayla ...,” katanya pelan, tetapi jelas. “Aku datang untuk pertanggungjawaban atas perbuatanku enam tahun lalu.”

Tubuh Kayla menegang. Dunia di sekelilingnya seolah memudar. Pengangannya kuat pada nampan.

“A-ku ingin meminangmu,” ucap Dalfa sungguh-sungguh.

Kata-kata itu seperti petir yang menyambar. Kayla terhuyung, hampir jatuh jika tidak berpegangan pada meja. Air matanya langsung mengalir. Sebelum ia sempat menjawab, pintu kembali terbuka keras.

Ashabi masuk dengan wajah marah. “Aku tidak setuju!” suaranya menggema.

Dalfa berbalik. “Ini bukan urusanmu, Abi.”

“Itu jadi urusanku sekarang!” balas Ashabi tegas. “Kamu tidak bisa datang seenaknya dan memutuskan hidup Kayla!”

Kedua kakak beradik itu saling berhadapan, aura mereka beradu, udara di ruangan terasa panas meski hujan masih turun di luar.

Kayla berdiri di tengah, gemetaran, air matanya tak berhenti mengalir.

“Assalammualaikum.”

Ketegangan belum reda ketika terdengar suara lembut dari arah pintu. Di sana berdiri Pak Zaenal dan istrinya, Bu Zahra. Wajah mereka terkejut melihat suasana di dalam.

“Ada apa ini?” tanya Pak Zaenal dengan nada khawatir.

\=\=\= Jangan lupa tinggalkan jejak like dan Komentar \=\=\=

1
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
siapa ya

zahra ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ohh ada profomatir rupanya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
enak saja mau main nikah di kira gampang apa
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ehhhh kira2 piye
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
kasihan ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
wow
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
lha tenan too
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
hadehhh piye iki
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ohh mgkin kedepanya nayla akan jadi sukses agak nya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
lha apa lagi ini kejam sekali
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
lha kok bisa
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
lho kadi itu lanjutanya ya kk thor
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
waduh sama2 ini kira2 siapa yg memenangkan hati kayla ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
waduhh kira2 dapat g ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
jangan2 beneran dalfa yg menodai kaylan
tp apa iya ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
hadeh kayy piye sih jgan dikit2 pyar aja ya
tahan dlu dong
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
wehh jatuh cintrong ya 🤣🤣🤣
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
jadi itu beneran dalfa ya

aduh gimna ini
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
tak apa lah kay itu wajar tp fomuslah dgn kerja saja
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
tp apakah betul itu dalfa atau siapa ya

dan ahh masih bikin bgg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!