NovelToon NovelToon
Dewa Kematian Dan Hantu Pedang : Menantang Takdir

Dewa Kematian Dan Hantu Pedang : Menantang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:120.8k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Takdir memang gemar memainkan jalannya sendiri, mempertemukan hal-hal yang tampak mustahil dalam satu waktu yang sama. Di masa ini, takdir mempertemukan dua arus waktu yang saling berlawanan. Seseorang dari masa depan yang kembali ke masa lalunya, dan seseorang yang bangkit dari masa lalunya untuk menapaki kembali jalan yang pernah ia lalui.

Apa yang akan terjadi pada takdir keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memasuki Goa

Kegelapan goa kini hanya ditemani cahaya obor yang berpendar redup. Sebelumnya, Boqin Changing telah mengeluarkan sebuah obor dari cincin ruangnya tanpa banyak bicara. Kini benda itu berada di tangan Sha Nuo. Api kecil di ujungnya menari pelan, memantulkan bayangan panjang yang bergerak di sepanjang dinding batu lembap. Udara di dalam goa terasa dingin dan berat. Aroma tanah basah bercampur samar dengan sisa bau darah yang masih belum sepenuhnya menghilang.

Sha Nuo berdiri beberapa langkah di depan Boqin Changing, obor terangkat di tangannya. Tatapannya tetap waspada, sesekali menyapu lorong goa yang gelap seperti mulut makhluk purba.

Di belakangnya, Boqin Changing telah duduk bersila di atas batu besar. Tanpa banyak gerakan, ia mengeluarkan beberapa pil dari cincin ruangnya. Pil-pil itu berwarna berbeda. Ada yang merah gelap, biru pucat, dan satu berwarna hitam pekat. Semuanya langsung ia telan tanpa ragu.

Beberapa detik kemudian, matanya terpejam. Aura lembut mulai berdenyut di sekitar tubuhnya. Boqin Changing menarik napas panjang, lalu perlahan menyalurkan energi untuk mencerna khasiat pil-pil itu. Sensasi hangat segera menyebar ke seluruh meridian, namun rasa nyeri yang mengikuti jauh lebih dominan.

Tubuhnya terasa seperti dihancurkan dari dalam. Ingatan tentang petir barusan kembali muncul jelas di benaknya. Bukan petir siksaan dunia biasa. Bukan. Itu adalah petir siksaan dunia ganda.

Dua binatang suci yang mengalami transformasi di tempat yang sama memicu resonansi hukum langit. Petir yang turun tidak lagi sekadar menguji satu makhluk, melainkan dua eksistensi sekaligus. Kekuatan kehancurannya berlipat. Dan Boqin Changing… berada tepat di pusatnya.

Sudut bibirnya sedikit menegang. Kenaikan kekuatannya jelas terasa.

Energi di dalam dantiannya kini jauh lebih padat. Meridian yang sebelumnya hanya kokoh, sekarang seperti diperkuat ulang oleh palu langit. Bahkan inti tenaganya berdenyut dengan stabilitas baru yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.

Namun harga yang harus dibayar juga tidak kecil. Setiap inci tubuhnya berteriak kesakitan. Kulitnya terasa seperti masih terbakar. Tulangnya berdenyut. Otot-ototnya berkontraksi samar seperti menyimpan sisa serangan arus petir. Jika bukan karena fondasi tubuhnya yang telah ditempa berkali-kali, mungkin ia sudah hancur sejak sambaran pertama.

Boqin Changing menghela napas perlahan di dalam meditasinya. Untung saja… ia masih mampu bertahan. Kesadaran batinnya menelusuri tubuhnya.

Di sana, energi berputar seperti pusaran kecil namun stabil. Batas ranahnya terasa semakin tipis. Sangat tipis. Pendekar bumi puncak setengah langkah menuju pendekar langit. Ia bisa merasakannya dengan jelas. Seolah hanya satu dorongan lagi… satu kesempatan… satu pemicu… dan ia akan menembus batas itu.

Di sisi lain, Sha Nuo melirik ke belakang. Cahaya obor menyorot sosok Boqin Changing yang duduk diam seperti patung batu. Namun aura yang keluar dari tubuh pria itu tidak bisa disembunyikan. Tekanannya pelan namun berat, seperti gunung yang tertidur.

Sha Nuo menelan ludah. Ia tidak sepenuhnya memahami apa yang terjadi, tetapi satu hal pasti. Pria di belakangnya sedang berubah.

Sementara itu, di dalam keheningan meditasinya, Boqin Changing menahan gelombang rasa sakit yang datang silih berganti.

Rasa sakit itu nyata. Namun di balik rasa sakit itu… ada kekuatan. Boqin Changing tahu itu.

...*******...

Beberapa jam berlalu tanpa terasa. Di tengah lorong goa yang sunyi, hanya suara tetesan air dari langit-langit batu yang sesekali memecah keheningan. Sha Nuo sudah menguap berganti beberapa kali, namun sosok yang duduk bersila di belakangnya tetap tidak bergerak sedikit pun.

Hingga akhirnya, kelopak mata Boqin Changing perlahan terbuka. Sorot matanya kembali jernih. Ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Tubuhnya yang sebelumnya terasa seperti hancur kini justru dipenuhi sensasi ringan dan stabil. Rasa sakit yang menggerogoti setiap inci dagingnya telah mereda, digantikan oleh kekuatan yang mengalir tenang di dalam meridiannya.

Boqin Changing bangkit berdiri. Gerakannya ringan, bahkan terlalu ringan untuk seseorang yang baru saja menanggung petir siksaan dunia ganda.

Ia mengepalkan tangan perlahan. Energi di dalam tubuhnya merespons dengan patuh. Sudut bibirnya sedikit terangkat. Tubuhnya… jauh lebih enak.

Di depan, Sha Nuo menoleh begitu mendengar suara langkah.

“Apa kau tidak mau beristirahat lebih lama lagi?” tanyanya, nada suaranya datar namun jelas mengandung perhatian.

Boqin Changing menggeleng ringan.

“Aku sudah lebih baik Paman,” jawabnya tenang. “Ayo lanjutkan perjalanan kita kembali.”

Sha Nuo menatapnya beberapa detik, seolah memastikan pria itu benar-benar tidak memaksakan diri. Namun aura stabil yang keluar dari tubuh Boqin Changing membuatnya tidak berkata apa-apa lagi. Ia memutar obor di tangannya. Keduanya pun mulai berjalan kembali menyusuri lorong goa.

Beberapa langkah kemudian, Boqin Changing mengangkat tangannya. Nyala api kecil kembali muncul di telapak tangannya, memancarkan cahaya hangat yang langsung menyingkirkan sebagian kegelapan di sekitar mereka.

Namun perubahan terbesar bukanlah api itu. Mata Boqin Changing perlahan berubah. Cahaya emas berkilau di balik pupil matanyanya. Teknik Mata Dewa… telah aktif.

Dalam sekejap, dunia di hadapannya berubah. Aliran energi, retakan batu, bahkan pergerakan udara tipis sekalipun terlihat jelas di dalam penglihatannya. Setiap kemungkinan jebakan, mekanisme tersembunyi, atau fluktuasi energi langsung berada dalam pengawasannya. Ia berjalan tanpa tergesa, namun tidak ada satu pun detail yang luput.

Di sisi lain, Sha Nuo juga tidak kalah waspada. Langkahnya tetap tenang, tetapi dari ujung kakinya, kegelapan mulai merembes keluar seperti cairan hidup. Bayangan itu menyusuri lantai batu, merayap ke dinding, lalu menyebar ke segala arah.

Sebuah indra tambahan. Sebuah jaring kewaspadaan. Jika ada jebakan, mekanisme, atau ancaman tersembunyi, kegelapan itu akan menyentuhnya lebih dulu.

Namun waktu terus berjalan. Lorong demi lorong mereka lewati. Tidak ada panah tersembunyi. Tidak ada formasi pembunuh. Tidak ada mekanisme runtuhan. Tidak ada apa pun.

Sha Nuo akhirnya memecah keheningan.

“Mungkin pembuat dinding tak kasat mata di depan terlalu percaya diri,” ucapnya pelan. “Ia mengira tak seorang pun mampu menembusnya… jadi tidak merasa perlu memasang jebakan apa pun.”

Boqin Changing tidak langsung menjawab. Namun sorot emas di matanya berkedip tipis. Kemungkinan itu… masuk akal. Seseorang yang mampu menciptakan penghalang tingkat itu memang tidak perlu perlindungan tambahan bagi orang biasa.

Keduanya terus melangkah. Hingga akhirnya, lorong sempit itu berakhir. Di hadapan mereka, sebuah ruang besar terbuka. Pintu alami goa berdiri tanpa daun pintu, hanya celah batu raksasa yang terbuka lebar seperti mulut dunia lain.

Boqin Changing dan Sha Nuo saling melirik sekilas. Lalu melangkah masuk. Pemandangan di dalamnya… membuat langkah Sha Nuo langsung terhenti.

Kilau emas menyambut mereka dari segala arah. Patung-patung emas berdiri di sudut ruangan. Cangkir, piring, vas, bahkan tongkat-tongkat di sana pun semuanya terbuat dari logam mulia. Tumpukan koin emas berserakan seperti pasir. Berlian dan batu permata lain memantulkan cahaya api menjadi ribuan kilau kecil yang menari di dinding goa.

Sebuah gudang harta. Sebuah kekayaan yang cukup untuk mengguncang sebuah kekaisaran. Mata Sha Nuo tanpa sadar berbinar. Kilau itu terpantul jelas di pupil matanya.

Namun berbeda dengan dirinya, Boqin Changing hanya menatap semua harta itu sekilas. Tidak ada keterkejutan. Tidak ada keserakahan. Tidak ada ketertarikan berarti. Seolah semua itu hanyalah benda biasa.

Langkahnya justru bergerak menjauh dari tumpukan harta dan menuju sisi ruangan. Menuju dinding goa. Sha Nuo menyadari itu dan mengikuti pandangannya.

Dinding batu di sana tidak kosong. Seluruh permukaannya dipenuhi ukiran dan gambar. Gambar kehidupan manusia seperti orang-orang berburu, anak-anak bermain, dan pedagang bertransaksi. Ada juga gambar pasangan tua duduk berdampingan, petani membajak ladang, pendekar berlatih, ritual, perayaan, kelahiran, kematian, dan siklus kehidupan… terukir abadi di batu.

Api di tangan Boqin Changing bergetar pelan, menerangi relief-relief itu. Sorot emas di matanya semakin dalam. Ia tidak berbicara.

Namun jelas yang menarik perhatian pertamanya di ruangan ini… bukanlah harta. Melainkan cerita yang tertinggal di dinding batu itu.

1
Zainal Arifin
joooooooosssss 😍😍😍
Megs Kitchen
Iyaaaàaaaaaaaaa .... Om Hantu bantu Babang Boqin yah 😍😍💕💕
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Nazam Roni
macet thor
Ipung Umam
lanjutkan terus menerus Thor 👍👍
Megs Kitchen
1 tip for Babang Boqin n 1 tip again for om Hantu yah 🥰🥰💕💕
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
y@y@
👍🏾⭐👍🏻⭐👍🏾
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
gak jadi buat daging naga goreng tepung buat lauk sahurnya boqin
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
mari kita buat daging naga goreng tepung
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
Ngabuburit
Iqbal Zein
pokokee joss..
Eka Haslinda
sebelum bola pemanggil datang.. Boqin Changing dah merekrut kembali pasukan nya
Rinaldi Sigar
lnjut
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow pendekar langit 🌽🔥
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
angin kelana
lanjuuuuuttt
Akhmad Baihaki
😍😍😍
Ahmad Ridwan
yok yok besok sudah 5 tahun . waktu nya berngkat ke alam yng lebih tinggi🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!