NovelToon NovelToon
Hei Ying Tun Tian (Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)

Hei Ying Tun Tian (Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan / Transmigrasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: DavidTri

🩸 HEI YING TUN TIAN(Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)⚠️ Han Xuan Sang Penelan Takdir Itu Sendiri

Sinopsis:
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah monster yang ditakuti dunia dan Dao itu sendiri.

Ia mencapai Law Devouring Realm, melahap Dao para genius, menghancurkan sekte besar, dan hampir menantang Langit itu sendiri.

Namun Langit tidak membunuhnya.
Langit menghukumnya.

Jiwanya dipecah dan dilempar kembali ke masa lalu, terlahir sebagai anak klan kecil dengan meridian retak dan akar spiritual cacat. Di mata dunia, ia hanyalah sampah kultivasi yang tak akan pernah melangkah jauh.

Mereka salah.

Tubuh barunya menyimpan Void Devouring Constitution, konstitusi terkutuk yang hanya bangkit setelah kehancuran total. Dengan ingatan penuh dari kehidupan sebelumnya, ia memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih kejam.

Ia tidak lagi membantai secara terang terangan.
Ia membangun bayangan nya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 - Perjamuan di Bawah Cahaya Aurora

...Bab 25: Perjamuan di Bawah Cahaya Aurora...

Suasana di dalam desa Klan Frost-Bound jauh dari apa yang dibayangkan oleh Wei dan Xiao Mei. Desa itu tidak terdiri dari tenda-tenda kulit yang rapuh, melainkan bangunan-bangunan yang dipahat langsung dari kaki gunung es, dengan arsitektur yang memanfaatkan kristal pemanas di setiap sudutnya.

Kristal-kristal itu memancarkan cahaya oranye redup yang memberikan kontras hangat terhadap langit ungu gelap yang tak pernah berganti. Meskipun suhu di luar sanggup membekukan napas dalam sekejap, di dalam aula utama klan, udara terasa cukup nyaman untuk bernapas tanpa rasa sakit di paru-paru

Han Xuan berjalan di tengah aula dengan langkah yang kini jauh lebih mantap. Rambut putihnya yang seputih salju seolah-olah menyatu dengan lingkungan sekitar, namun aura peraknya tetap memberikan batas yang jelas bahwa ia adalah entitas asing. Setiap pasang mata anggota klan yang duduk di meja-meja panjang tertuju padanya.

Ada rasa hormat yang dipaksakan, namun ketakutan tetap menjadi bumbu utama dalam tatapan mereka. Bagi mereka, Han Xuan adalah anomali yang baru saja menaklukkan Well of Eternal Frost, sesuatu yang dianggap mustahil bagi manusia dari tanah selatan yang "lembut"

"Duduklah, Tuan Han Xuan," ucap Kaelan sambil memberi isyarat ke arah meja kayu ek raksasa yang diletakkan di posisi paling tinggi dalam aula. "Di tanah kami, kami tidak memiliki kemewahan anggur buah atau rempah-rempah dari daratan tengah. Namun, kami memiliki daging Ice-Mammoth dan kaldu dari bunga Frost-Root yang bisa menghangatkan aliran Qi yang paling beku sekalipun"

Han Xuan duduk dengan tenang. Di sampingnya, Wei dan Xiao Mei tampak sangat canggung. Wei terus-menerus memegang gagang cincin transmisi di sakunya, sementara Xiao Mei hanya menunduk, sesekali mencuri pandang ke arah ukiran-ukiran kuno di dinding aula yang menggambarkan pertempuran antara manusia dan raksasa es

Pelayan-pelayan klan mulai menghidangkan mangkuk-mangkuk besar berisi daging yang mengepulkan uap. Han Xuan mengambil potongan daging tersebut.

Meskipun indra perasanya masih sangat tumpul akibat efek samping Hukum Nihilitas, ia bisa merasakan energi murni yang terkandung di dalam makanan tersebut. Energi itu tidak liar seperti energi di Benua Cangyuan; ia stabil, dingin, dan sangat padat. Setiap kunyahan seolah-olah memperkuat lapisan kristal pada meridiannya yang baru saja pulih

"Kaelan," Han Xuan bersuara setelah beberapa saat keheningan yang canggung. "Kau menyebutkan tentang 'Dewa yang Membeku' saat kita berada di gua tadi. Apa sebenarnya legenda yang menyelimuti tanah ini? Mengapa energi di sini terasa begitu berbeda, seolah-olah ia memiliki kehendaknya sendiri?"

Kaelan meletakkan cangkir kayunya, wajahnya yang keras menjadi lebih gelap di bawah bayang-bayang cahaya kristal. "Kau memiliki indra yang tajam, orang asing. Di tempat ini, energi memang memiliki kehendak. Legenda mengatakan bahwa ribuan tahun lalu, saat Benua Cangyuan masih berupa daratan tanpa hukum, salah satu dewa dari alam atas jatuh dari langit setelah kalah dalam perang kosmik. Tubuhnya menghantam wilayah utara ini, menciptakan ledakan yang membekukan segalanya dalam radius ribuan mil"

Kaelan berhenti sejenak, menatap api yang menari di pusat aula. "Darah dewa itu meresap ke dalam tanah, dan napas terakhirnya menjadi badai salju abadi yang kau lihat sekarang. Kami, Klan Frost-Bound, adalah keturunan dari para penyintas yang belajar untuk beradaptasi dengan sisa-sisa esensi dewa tersebut. Itulah sebabnya kami menyebut tempat ini The Frozen Wasteland of Gods. Kami tidak hanya tinggal di sini; kami hidup di atas jasad seorang tuhan yang sedang tertidur"

Han Xuan mendengarkan dengan saksama. Informasi ini jauh lebih berharga daripada harta karun mana pun. Jika tanah ini benar-benar terbentuk dari esensi seorang dewa, maka "Lapar" yang ia rasakan bukan sekadar kebetulan.

Hukum Devour miliknya sedang bereaksi terhadap sisa-sisa otoritas dewa yang terkubur di bawah es. Ia bisa merasakan tarikan magnetis yang sangat halus dari arah utara yang lebih jauh, seolah-olah ada sesuatu yang sedang memanggil bagian dari dirinya yang baru saja menyatu dengan Inti Dunia

“Seorang dewa yang jatuh, huh?” suara Han Zhao berbisik di dalam batin Han Xuan, kali ini terdengar lebih tenang namun penuh dengan kelicikan yang familiar. “Jika kita bisa menemukan sisa-sisa jantungnya, Xuan... kita tidak perlu lagi memakan energi kotor dari para kultivator lemah ini. Kita bisa mencapai tahap Spirit Severing yang sesungguhnya dalam sekejap”

Han Xuan mengabaikan bisikan itu, namun ia tidak bisa memungkiri bahwa pikirannya memiliki arah yang sama. Namun, ia tahu bahwa bergerak terlalu cepat di wilayah yang tidak dikenal ini adalah resep untuk kehancuran. Ia butuh lebih banyak informasi tentang faksi-faksi lain yang ada di sini

"Apakah ada orang lain yang mencari sisa-sisa dewa ini?" tanya Han Xuan lagi

Wajah Kaelan berubah menjadi sangat serius. "Banyak. Terutama The Eternal Winter Sect yang berada di puncak Pegunungan Air Mata. Mereka adalah sekte yang kejam dan menganggap diri mereka sebagai satu-satunya ahli waris esensi dewa. Lalu ada para pemburu dari luar benua... mereka yang kau sebut sebagai Pemburu Bintang. Mereka sering datang dalam kelompok kecil, mencoba menembus kabut hanya untuk mencari fragmen tulang dewa yang disebut God-Shards"

Han Xuan mengangguk. Situasinya menjadi lebih jelas sekarang. Ia sedang berada di tengah-tengah zona perang dingin yang sudah berlangsung selama berabad-abad. Kehadirannya yang membawa energi Inti Dunia dari Benua Cangyuan adalah variabel yang bisa memicu ledakan besar

Tiba-tiba, suasana di dalam aula mendadak berubah. Suhu udara turun drastis, jauh melampaui kemampuan kristal pemanas untuk menetralkannya. Minuman di dalam cangkir para anggota klan mulai membeku secara instan. Anjing-anjing penjaga di luar aula mulai melolong ketakutan

Seorang pengawal masuk dengan tergesa-gesa, wajahnya biru karena kedinginan. "Tuan Kaelan! Pasukan Ice-Wraiths terlihat di luar batas desa! Dan... mereka dipimpin oleh seorang penunggang dari Sekte Winter!"

Kaelan langsung berdiri, tangannya meraih tombak yang bersandar di meja. "Sial! Bagaimana mereka bisa menemukan kita secepat ini? Segel perbatasan seharusnya masih aktif!"

Kaelan menoleh ke arah Han Xuan dengan tatapan penuh tuduhan. "Kau! Kehadiranmu yang menarik mereka ke sini, bukan? Energi liar yang kau lepaskan di kolam tadi telah bertindak sebagai mercusuar bagi indra mereka!"

Han Xuan berdiri perlahan. Ia tidak membantah, karena ia tahu Kaelan benar. Meskipun ia telah menyembunyikan auranya, namun fluktuasi saat ia memulihkan meridiannya tadi memang terlalu besar untuk diabaikan oleh para ahli di wilayah ini

"Aku yang akan menanganinya," ucap Han Xuan singkat

"Kau gila?" Kaelan menggeram. "Kau baru saja pulih. Dan Ice-Wraiths bukan makhluk yang bisa dibunuh dengan pedang biasa. Mereka adalah manifestasi dari dendam es yang tidak memiliki bentuk fisik!"

Han Xuan tidak menjawab. Ia berjalan menuju pintu aula. Wei mencoba menahannya, namun Han Xuan hanya menepuk pundak pria itu. "Jaga Xiao Mei di dalam. Jangan keluar apa pun yang terjadi"

Saat Han Xuan melangkah keluar dari aula, pemandangan di luar desa tampak mengerikan. Di tengah badai salju yang mengamuk, terlihat ratusan sosok transparan berwarna biru pucat yang melayang di atas permukaan es.

Di tengah-tengah mereka, sesosok pria yang mengenakan jubah putih tebal berdiri di atas seekor serigala es raksasa. Pria itu memegang sebuah lonceng kecil di tangannya, yang setiap kali berdering, membuat pasukan hantu itu bergerak maju dengan gerakan yang sinkron

Pria penunggang serigala itu mendongak, matanya yang berwarna biru langit bertemu dengan mata perak Han Xuan. Sebuah senyum tipis yang meremehkan muncul di wajahnya

"Jadi, inilah pencuri kecil yang membuat keributan di perbatasan?" suara pria itu bergema, terbawa oleh angin badai.

"Namaku adalah Lin Feng dari Sekte Eternal Winter. Serahkan Inti Dunia yang kau bawa, dan aku mungkin akan membiarkan jiwamu menjadi bagian dari pasukan hantuku daripada menghapusnya sepenuhnya"

Han Xuan berdiri diam di tengah salju yang mengguyur tubuhnya. Ia melepaskan sebagian kecil dari Hukum Devour miliknya. Tanah di bawah kakinya mulai menghitam saat energi esensi di sekitarnya diserap secara paksa

"Aku baru saja makan," ucap Han Xuan, suaranya jernih di tengah deru angin. "Tapi aku rasa aku masih punya sedikit ruang untuk hidangan penutup"

Han Xuan merentangkan tangan kanannya. Kali ini, ia tidak menggunakan pedang energi. Ia memanipulasi salju yang ada di udara sekitarnya.

Salju-salju yang turun itu mendadak berhenti bergerak, lalu mulai berputar membentuk ribuan jarum es kecil yang dialiri oleh kilat ungu dari sisa-sisa otoritas tribulasinya

Lin Feng menyipitkan mata. "Memanipulasi es di depan seorang ahli dari Sekte Winter? Kau sungguh tidak tahu malu!"

Lin Feng membunyikan loncengnya dengan keras. Ratusan Ice-Wraiths menjerit dan menerjang ke arah Han Xuan bagaikan ombak biru yang mematikan. Mereka bisa menembus benda padat, menyerang langsung ke arah jiwa dan meridian lawan untuk membekukannya dari dalam

Namun, Han Xuan tetap tenang. Ia menutup matanya dan fokus pada "denyut" ketiadaan di dalam dirinya.

Hukum Devour: Void Vortex!

Sebuah pusaran hitam kecil muncul di telapak tangan Han Xuan, yang dalam hitungan detik membesar menjadi lubang hitam yang menghisap segala sesuatu di depannya.

Pasukan Ice-Wraiths yang tadi menerjang dengan ganas, mendadak kehilangan momentum mereka. Mereka tersedot masuk ke dalam pusaran tersebut, tidak peduli bahwa mereka tidak memiliki bentuk fisik. Hukum Devour milik Han Xuan sekarang mampu menelan energi spiritual murni tanpa perantara

Lin Feng terbelalak. "Apa? Bagaimana bisa... hantu es pun kau telan?"

Ia segera memerintahkan serigala esnya untuk melompat mundur, namun Han Xuan sudah bergerak. Dalam satu langkah Space-Flicker, Han Xuan sudah berada di depan Lin Feng. Tangan kanannya yang diselimuti kilat ungu mencengkeram leher serigala es tersebut

"Tingkat kultivasimu cukup tinggi," ucap Han Xuan sambil menatap Lin Feng dari jarak dekat. "Tapi pemahamanmu tentang hukum dunia ini terlalu dangkal. Kau hanya meminjam kekuatan es, sementara aku... aku adalah orang yang memakan es itu sendiri"

Han Xuan melepaskan ledakan energi ketiadaan dari telapak tangannya. Serigala es itu hancur menjadi debu beku dalam sekejap, dan Lin Feng terlempar jauh ke belakang, memuntahkan darah yang langsung membeku menjadi kristal di udara

Para anggota Klan Frost-Bound yang melihat dari balik barikade desa hanya bisa terdiam membeku. Mereka belum pernah melihat kekuatan yang begitu mendominasi dan begitu efisien.

Han Xuan tidak hanya memenangkan pertempuran; ia sedang melakukan penghapusan massal terhadap musuh-musuhnya

Lin Feng merangkak di atas es, wajahnya dipenuhi ketakutan. "Kau... kau adalah iblis dari luar! Sekte kami tidak akan membiarkan ini! Master Agung akan..."

Sebelum Lin Feng bisa menyelesaikan kalimatnya, sebuah bayangan hitam melesat dari jari Han Xuan dan menembus dahi pria tersebut.

Bukan untuk membunuh, melainkan untuk memasukkan benih pelacak. Han Xuan tidak ingin membunuh Lin Feng sekarang; ia ingin Lin Feng menuntunnya menuju lokasi sekte mereka

"Pergilah," ucap Han Xuan dingin. "Beritahu Master Agung-mu bahwa tamu yang dia tunggu akan segera berkunjung ke puncaknya"

Lin Feng tidak menunggu perintah kedua. Ia segera mengeluarkan sebuah gulungan teleportasi darurat dan menghilang dalam kilatan cahaya biru.

Han Xuan berdiri sendirian di padang es yang kini sunyi. Badai salju perlahan-lahan mereda, seolah-olah alam pun merasa tunduk pada kehadirannya.

Ia merasakan energinya kembali stabil, namun rasa lapar di dalam dirinya justru semakin tajam. Penyerapan Ice-Wraiths tadi memberinya sedikit petunjuk tentang koordinat di mana "Dewa yang Membeku" itu terkubur

Kaelan mendekati Han Xuan dengan langkah ragu. "Kau membiarkannya pergi? Mereka akan kembali dengan kekuatan penuh"

"Aku tahu," jawab Han Xuan tanpa menoleh. "Itulah tujuannya. Aku butuh peta jalan menuju pegunungan tersebut, dan Lin Feng baru saja memberikannya padaku"

Han Xuan menoleh ke arah desa, menatap Wei dan Xiao Mei yang kini keluar dari aula. Ia menyadari bahwa perjalanannya di The Frozen Wasteland of Gods akan jauh lebih panjang dari yang ia duga. Di sini, ia akan menempa kembali jiwanya yang retak, dan mungkin, ia akan menemukan cara untuk benar-benar memisahkan dirinya dari Han Zhao, atau justru menjadi satu-satunya penguasa atas kegelapan tersebut

Malam itu, di bawah cahaya aurora hijau yang menari-nari lebih terang dari biasanya, Han Xuan duduk sendirian di puncak tebing es. Ia mengeluarkan The Record of the Vanished Sovereigns yang kini mulai menunjukkan halaman baru yang sebelumnya kosong. Halaman itu bergambar sebuah jantung yang membeku, dengan tulisan kuno di bawahnya:

“Hanya mereka yang berani menjadi dingin seperti ketiadaan, yang berhak memegang api keabadian.”

Konflik dengan Sekte Eternal Winter hanyalah awal. Han Xuan tahu bahwa di balik pegunungan itu, ada sesuatu yang jauh lebih besar yang sedang menunggunya.

<>Cerita Bersambung

1
johanes ronald
idenya bagus sekali, dia ahli perang yg aesungguhnya
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: makasihh 🔥😄
total 1 replies
johanes ronald
balonku ada 5 ya? 🤣🤣🤣
cimownim
waah bagus ka ceritanya😍
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel: makasih kak🔥 jadi semangat nih😄
total 1 replies
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
btw bisa kali Like sama Koment🔥
David ☚⍢⃝☚ Rajin Up Novel
Inspirasi Novel Dari > Reverend Insanity (Fang Yuan), The Villain Of Destiny (Gu Change), Myst, Might, Mayhem / Legend Of Heavenly Chaos Demon (Cheon Ma), ada lagi tapi malas nulis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!