NovelToon NovelToon
Suamiku Kuli Bangunan ~ Penyesalan Setelah Bercerai

Suamiku Kuli Bangunan ~ Penyesalan Setelah Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Duda
Popularitas:21.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nelramstrong

Malu memiliki suami seorang kuli bangunan, Nadira Maheswari terus mendesak Arga untuk menceraikannya.

Semula permintaan itu ditolak oleh Arga. Ia tidak ingin putri semata wayang mereka tumbuh tanpa orangtua yang lengkap.

Namun, setelah mengetahui istrinya ternyata telah memiliki pria lain, akhirnya Arga menyerah. Ia merasa egois karena menahan wanita yang tidak bisa dia bahagiakan, bahagia bersama pria lain.

"Kalau kamu merasa sanggup bertanggung jawab atas dia, datanglah kemari. Temui aku secara jantan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nelramstrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Kembali

Angin pagi itu berhembus sedikit kencang. Arga yang baru selesai menunaikan sholat subuh di mesjid pulang dengan langkah santai, bersama Ruslan sambil berbincang ringan.

Di kejauhan, mereka mendengar suara teriakan istri Ruslan. Keduanya mempercepat langkah, dan terkejut saat melihat perkelahian dua wanita.

"Kalian sedang apa?!" tanya Arga dengan suara berat.

Nadira memutar tubuh dengan perlahan. Ekspresi wajahnya sendu, penuh kerinduan.

"Mas Arga."

Arga membeku di tempat. Matanya terpaku pada wajah wanita di hadapannya yang tirus dan pucat. "Nadira? Ada apa? Kenapa kamu mendadak pulang ke sini?" tanya Arga dingin.

Nadira segera mendekat. Ia hendak meraih tangan mantan suaminya, namun pria itu justru melangkah mundur menjauhi.

"Mas, di mana Andini? Aku ingin bertemu dengan dia. Aku sangat merindukannya," ucap Nadira lirih. Air mata mulai merebak.

Arga tidak menjawab, ekspresinya datar. Pria itu kemudian mengalihkan pandangan ke arah Ruslan. "Mas, saya pinjam motornya boleh? Aku mau jemput Andini pulang."

"Biar saya saja yang jemput, Mas," ujar Ruslan sambil melirik Nadira, tahu ada banyak hal yang mungkin ingin mereka bicarakan.

Arga mengangguk singkat. Ia segera membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan Nadira masuk.

"Mbak, bisa temani di sini!" panggil Arga pada istri Ruslan. Ia tidak ingin ada gosip yang tidak mengenakkan menyebar, dan sampai ke telinga calon istrinya.

Istri Ruslan mengangguk dan ikut masuk ke dalam rumah.

Nadira duduk di atas tikar sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling. Tak ada yang berubah di rumah itu, selain suasananya yang terasa dingin.

"Mas, memangnya Andini di mana? Kenapa Mas Ruslan sampe harus menjemputnya?" tanya Nadira.

Arga muncul dari dapur membawa teko air dan kue. Kue yang biasanya ada di hajatan. Nadira berpikir, mungkin ada pernikahan dan Arga diberikan kuenya.

"Dia di rumah bidan Rini," jawab Arga tanpa menunjukkan ekspresi apapun.

Istri Ruslan menatap Nadira sinis. "Mbak Nadira kenapa pulang? Pasti diusir ya sama suami barunya?" celetuknya sambil tersenyum miring.

Nadira meremas boneka yang dibawanya dengan kuat, seolah melampiaskan kemarahannya. "Memang apa salahnya aku pulang? Aku ingin bertemu Andini dan Mas Arga."

Istri Ruslan berdecih. "Alasan. Pasti diusir, kan?"

"Makanya realistis jadi orang. Pengen kaya itu ya kerja, bukan nikah sama orang kaya terus ninggalin suami dan anak!"

"Kamu bisa diem nggak?!" Nadira mendorong tubuh istri Ruslan.

"Nadira, cukup!" lerai Arga dengan tegas.

Nadira mendengus dingin lalu memalingkan wajah. Ia menatap Arga dengan mata berkaca-kaca. "Mas, aku tau aku salah. Aku buta waktu itu."

"Aku pikir Mas Bima mau menikahiku, ternyata aku hanya dijadikan pembantu di rumahnya. Aku disuruh ngurus ibunya yang sakit-sakitan dan keluarganya."

Ia mulai terisak pelan.

"Hpku disita, nggak dikasih upah dan hpku disita, makanya nggak bisa hubungi kamu juga Andini," cerita Nadira menabur bubuk kebohongan untuk mendapatkan empati.

Arga tidak menanggapi. Ia memilih diam tanpa memberikan komentar. Pria itu bahkan memilih menatap ke arah lain, meskipun Nadira duduk di hadapannya.

Istri Ruslan memutar bola matanya malas. Ia berpikir apa yang dikatakan Nadira adalah kebohongan.

"Aku udah lama ingin meninggalkan rumah itu, tapi mereka terus menahanku sampai aku melarikan diri. Aku pergi dari rumah itu tanpa membawa apapun," lanjut Nadira.

"Aku... dua minggu ini aku kerja di rumah makan buat dapetin ongkos pulang, Mas. Lihat tanganku! Penuh luka dan melepuh. Tubuhku jadi kurus kering dan pucat. Aku menyesal telah meninggalkan kalian."

Tangis Nadira pecah. Namun, entah benar dia menangis karena menyesal, atau mengambil hati Arga.

"Dasar wanita tak tahu diri. Setelah susah baru kamu cari Mas Arga. Dulu, kamu bahkan mengejeknya dan meninggalkannya. Sekarang, kamu sadar, kan. Bahwa tanpa dia, kamu nggak lebih baik dari tau!" ejek istri Ruslan menggebu-gebu.

Nadira hanya bisa menahan kemarahannya pada istri Ruslan. Yang terpenting saat ini baginya, yaitu membujuk Arga supaya mau menerimanya kembali.

"Mas, aku sadar sudah salah selama ini. Aku udah nyakitin hati kamu dan Andini. Tapi, aku juga sudah dihukum begitu kejam oleh takdir."

"Aku mohon, maafkan aku, ya. Beri aku kesempatan. Aku janji akan menebus kesalahanku dan memperbaiki semuanya," tutur Nadira penuh harapan.

"Jangan mau, Mas," kata istri Ruslan.

"Mas Arga..." Nadira mengiba.

Arga, belum sempat menjawab sudah mendengar suara motor berhenti di luar. Mereka bertiga serempak menoleh ke arah pintu.

Tak seberapa lama, sosok Andini muncul sambil tersenyum lebar. "Ayah, Andini pulang!" seru gadis itu ceria. Tanpa menyadari keberadaan Nadira, ia berlari ke arah Arga dan memberikan kecupan singkat di pipi, seperti biasa.

"Andini...," panggil Nadira sambil mengulurkan tangan menyentuh rambut putrinya.

Andini menoleh. Matanya membelalak saat melihat keberadaan ibunya.

"Ibu!"

Andini langsung menghambur ke dalam pelukan ibunya. Nadira mendekap tubuh putrinya dengan erat.

"Andini, maafin ibu udah ninggalin kamu, ya. Sekarang, Ibu janji, ibu nggak akan ninggalin kamu lagi. Kita bisa tinggal sama-sama kayak dulu," bisik Nadira serak.

Andini mengangguk antusias. "Jadi, Ibu akan tinggal di sini lagi?" tanyanya dengan bola mata yang berbinar.

Nadira mengangguk tanpa pikir panjang. "Iya. Keluarga kita bakal kayak dulu lagi. Mulai saat ini, nggak akan ada yang memisahkan kita."

Andini tersenyum lebar. "Asik! Berarti Andini jadi punya dua ibu dong!" seru gadis itu.

Degh!

Jantung Nadira berhenti sesaat untuk beberapa detik. Matanya membulat sempurna. "Du-dua ibu?"

Istri Ruslan yang mendengar interaksi anak dan ibu itu tersenyum puas sambil melipat tangan di depan dada.

Sementara Arga, memilih diam tanpa berniat menghentikan ucapan putrinya.

Nadira menoleh ke arah Arga sesaat, sebelum menatap wajah putrinya kembali. Ia menelan salivanya kasar sebelum bertanya lagi.

"Andini, maksud kamu apa punya dua ibu? Ibu kamu kan cuma satu, yaitu Ibu," kata Nadira, jantungnya kini berdegup kencang.

Andini menggeleng cepat. "Andini sekarang punya dua Ibu. Satu Ibu Nadira dan satu lagi..."

Gadis itu tiba-tiba bangkit dari pangkuan ibunya lalu berlari keluar rumah. Beberapa saat kemudian, dia kembali sambil menggandeng tangan Rini, membawanya masuk ke dalam rumah.

"Ini dia Ibu Andini yang kedua, Ibu Rini!" ucap gadis itu dengan ceria, seolah memiliki dua ibu menjadi prestasi yang luar biasa.

Tubuh Nadira membeku. Wajahnya pucat pasi. Ia menoleh ke arah Arga, menuntut penjelasan.

Arga menghembuskan napas berat, kemudian mengangguk. "Besok, aku dan Rini akan menikah!"

Bersambung...

1
Wanita Aries
makanya dira jgn keras kepala
Wanita Aries
nah gtu arga harus tegas.
bagusan tu nadira pergi jauh2 deh dr hidup arga
Nelramstrong: biar kuhempaskan
total 1 replies
Ani
🤣🤣🤣🤣kenapa warnanya harus hijau tau kuda sih...
Ani: 😂😂😂😂😂😂
total 2 replies
Yuli Ana
lanjut thor
Nelramstrong: siap, kak
total 1 replies
Wanita Aries
nah lhoo dtunjukan kejantaan arga tuh rin 🤭
ceuceu
Sedikit thor up nya
ceuceu: Masyaa Allah lancar trs puasanya KK,menjelang garis finish
total 2 replies
Wanita Aries
bikin males ah ma sikap nadira yg gk tau diri
Wanita Aries
hadeh si nadira makin lma makin nyebelin
Wanita Aries
move on nadira
Nelramstrong: doain semoga cepet Nemu jodoh, kak
total 1 replies
ceuceu
Hadeuh maya kenapa ga teriak minta tolong ke orang proyek
ceuceu: iya tapi si nadira jd caper,entar arga 'g aj yg belain
total 2 replies
ceuceu
Lagian arga kaya ga ada orang lain yg gendong nadira/Drowsy/
guntur deketin nadira aj di larang arga,hawatir yg berlebih bisa memicu kecemburuan bidan rini.
Nelramstrong: Masih belum terbiasa kayaknya 😆
total 1 replies
ceuceu
Tuh kn arga masih perhatian sama nadira.
bibit" clbk nh
Nelramstrong: iya, kak. semoga 🤭
total 3 replies
Wanita Aries
namanya penyesalan mmng selalu di akhir nadira, kl di awal pendaftaran namanya
Nelramstrong: xixixix bener 🫰
total 1 replies
ceuceu
Arga hati" jgn ada celah CLBK,krn tiap hari bertemu
Nelramstrong: semoga ya, kak 🫢
total 1 replies
ceuceu
jangan aj menggoda arga krn udah punya jabatan
Nelramstrong: hai, kak. terimakasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
Wanita Aries
makin seru nih 🤣
Nelramstrong: makasih, kak
total 1 replies
aroem
bagus
Nelramstrong: terimakasih 🙏
total 1 replies
Wanita Aries
kaget yaaa mntan suami udh naik jabatan
Wanita Aries
dasar nadira gak sadar2. gmn andini mau ikt kl kelakuanmu sebagai ibu aja jahat
Wanita Aries
selamat yaa arga dan bidan rini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!