NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Bertani / Slice of Life / Komedi
Popularitas:15.2k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Di mata dunia, Banyu hanyalah seorang pemuda desa putus sekolah yang tidak memiliki masa depan. Kehilangan kakeknya dan divonis memiliki penyakit bawaan membuat hidupnya seolah menemui jalan buntu. Namun, roda nasib berputar 180 derajat ketika Banyu secara tak sengaja mewariskan sebuah artefak kuno Kendi Penyuling Jiwa milik sang kakek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Laris Manis Tanjung Kimpul

Meskipun Laras tidak marah, insiden "kamar mandi" malam itu tetap menyisakan kecanggungan yang kental.

Gadis itu menghindari kontak mata langsung dengan Banyu selama beberapa waktu. Kalau berpapasan di lorong, dia akan menunduk malu-malu kucing dengan wajah memerah, lalu buru-buru masuk kamar. Butuh waktu lebih dari sepuluh hari sampai Laras akhirnya berani menatap wajah Banyu lagi dengan normal.

Di sisi lain, Pak Rahmat dan Bu Yati sudah kembali dari Bandung. Keponakan mereka sudah membaik dan boleh pulang ke rumahnya sendiri untuk rawat jalan. Suasana rumah kos pun kembali hidup seperti sedia kala.

Kehidupan Banyu kembali ke jalur yang benar: bertani dan mencari cuan.

Beberapa hari kemudian, kebun sayur mini di pekarangan samping kosan mengalami panen raya ketiga.

Berkat pasokan Cairan Ajaib yang makin melimpah (hasil upgrade kendi sebelumnya), Banyu bisa memadatkan masa tanam dan memanfaatkan seluruh jengkal tanah di pekarangan. Selain Sawi Hijau (Caisim), dia kini juga memanen Bayam Jepang (Horenso) dan Selada Romaine.

Pagi buta, Banyu sudah memuat seluruh hasil panennya ke atas gerobak motor butut miliknya. Total muatan mencapai setengah ton alias 500 kilogram lebih. Gerobak itu berderit-derit, ngeden keberatan beban, seolah protes minta pensiun dini.

Tapi Banyu santai saja. Dengan fisik yang sudah ditempa energi spiritual, dia mengendalikan gerobak motor yang berat itu menuju Hotel Grand Gardenia dengan mudah, bahkan tanpa berkeringat sedikit pun.

Melihat stamina Banyu, Chef Gunawan geleng-geleng kepala kagum.

"Gila kamu, Banyu. Dulu waktu saya muda, saya juga kuat nge-wok (menggoyangkan wajan) lima puluh porsi non-stop. Tapi sekarang? Pinggang rasanya mau copot," curhat Chef Gunawan sambil memegang pinggangnya yang mulai encok.

Banyu hanya nyengir, tidak mau membahas rahasia tubuh bugarnya. Dia langsung menawarkan dua komoditas barunya: Bayam Jepang dan Selada Romaine.

Sama seperti sawi sebelumnya, sayuran yang disiram Cairan Ajaib memiliki kualitas "dewa". Daunnya hijau berkilau seperti giok, teksturnya renyah, dan rasanya manis segar. Begitu Chef Gunawan mencicipi selembar selada mentah, matanya langsung melotot.

"Bungkus! Saya ambil masing-masing seratus kilo!" putus Chef Gunawan tanpa nawar.

Hari itu, Hotel Grand Gardenia memborong total 300 kilogram sayuran.

Tapi rezeki tidak berhenti di situ. Gosip tentang "Sayuran Sultan" milik Banyu sudah menyebar di kalangan chef hotel bintang lima dan restoran high-end. Sisa 200 kilogram sayuran di gerobak Banyu langsung jadi rebutan. Karena kualitasnya tidak kaleng-kaleng, dan terbatas harga sayur-sayur itu mulai naik.

Kurang dari satu jam, setengah ton sayuran ludes terjual sold out.

Total pendapatan pagi itu? Rp 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).

Banyu melongo menatap tumpukan uang cash dan bukti transfer di HP-nya. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, namanya sudah jadi legenda urban di kalangan kuliner elit.

Bahkan saat dia hendak pulang, dia dikerubungi oleh beberapa orang berpakaian rapi yang sudah menunggunya di parkiran hotel.

"Mas Banyu! Saya Purchasing Manager dari Hotel Mulia, tolong alokasikan sayur buat kami!"

"Mas, saya Head Chef Restoran Angke, saya berani bayar seratus dua puluh ribu per kilo buat Caisim-nya!"

"Mas Banyu! Kami dari Grup Ismaya, bisa minta kartu namanya?"

Banyu kewalahan dikeroyok para pembeli agresif ini. Dia mengangkat kedua tangannya. "Waduh, ampun Bos! Maaf banget, hari ini barang kosong. Sold out! Mohon maaf, besok-besok datang lebih pagi ya!"

Wajah-wajah kecewa terlihat jelas. Namun, mereka tidak menyerah. Mereka berebut menyelipkan kartu nama ke tangan dan saku kemeja Banyu, sambil memohon agar dikabari kalau panen berikutnya tiba. Bahkan ada yang nekat menawar harga gila-gilaan: Rp 150.000 per kilogram, unlimited order.

Mereka semua adalah tambang emas berjalan. Banyu meladeni mereka dengan ramah, menyimpan kartu nama mereka, lalu buru-buru pamit sebelum dikeroyok lebih lanjut.

Chef Gunawan yang mengamati dari pintu dapur tertawa kecil. Dia menghampiri Banyu sambil menepuk bahunya.

"Gimana, Nyu? Laris manis tanjung kimpul, kan? Kalau permintaannya segila ini, kamu harus cepet-cepet ekspansi lahan."

Banyu mengangguk setuju. "Iya, Chef. Saya juga mikir gitu. Masalahnya nyari tanah kosong yang luas di Jakarta atau pinggiran itu susah, harganya juga selangit."

Chef Gunawan berpikir sejenak, lalu memberi saran. "Kalau lahan terbatas, kamu harus main cerdas. Tanam komoditas yang value-nya tinggi tapi nggak makan tempat."

"Contohnya apa, Chef? Ganja?" canda Banyu.

"Hush! Ngawur kamu!" Chef Gunawan menjitak pelan kepala Banyu. "Jamur! Spesifiknya: Truffle."

"Truffle?"

"Iya. Itu jamur paling mahal di dunia. Biasa dipakai di French Dining atau Italian Resto. Black Truffle yang bagus bisa lima sampai sepuluh juta per kilo. Kalau White Truffle, harganya bisa tembus lima puluh juta per kilo! Dan itu hitungannya kurs Dolar!"

"Buset! Semahal itu?!" Mata Banyu langsung berubah jadi simbol Rupiah.

Melihat Banyu yang sudah kepo berat, Chef Gunawan tertawa. "Eits, jangan seneng dulu. Truffle itu nggak bisa dibudidayakan alias nggak bisa ditanam manusia. Dia cuma tumbuh liar di akar pohon Oak tertentu di Eropa. Kalau bisa ditanam, saya udah pensiun jadi koki dan jadi petani dari dulu."

"Yah... kirain bisa," Banyu memasang wajah kecewa.

Tapi di dalam hati, otaknya berputar cepat. Orang lain nggak bisa tanam, bukan berarti gue nggak bisa. Gue punya Kendi Penyuling Jiwa! Apa sih yang nggak bisa tumbuh di Dimensi Kendi?

Setelah pamit dengan Chef Gunawan, Banyu tidak langsung pulang. Dia memacu motornya ke Pasar Rawa Bening.

Dia memborong bongkahan batu giok muda dan akik mentah seharga Rp 40.000.000. Dompet yang baru saja tebal, langsung kempes lagi.

Sesampainya di kamar, Kendi Penyuling Jiwa melahap habis batu-batu itu seperti monster kelaparan. Dalam setengah jam, puluhan juta rupiah berubah jadi serbuk debu.

Sakit hati memang melihat uang lenyap secepat itu, tapi hasilnya sepadan.

Ruang di dalam Dimensi Kendi meluas dua kali lipat! Sekarang luasnya sekitar 30-40 meter persegi. Cukup luas untuk eksperimen baru.

Banyu teringat ucapan Chef Gunawan. Dia googling sebentar tentang Truffle. Ternyata benar, jamur ini tumbuh bersimbiosis dengan akar pohon Oak (ek) atau pohon Hazel.

"Nggak bisa ditanam secara konvensional, ya? Oke, challenge accepted," gumam Banyu.

Keesokan harinya, Banyu pergi ke penjual tanaman hias di pinggiran kota dan berhasil mendapatkan bibit pohon Ek (Oak) impor yang masih kecil. Dia menanamnya di sudut Dimensi Kendi.

Saat ditanam, daun pohon itu layu karena cuaca Jakarta yang panas. Tapi begitu Banyu menyiram akarnya dengan air dari mata air dimensi, keajaiban terjadi. Daun-daun yang layu langsung segar kembali, tegak, dan memancarkan aura kehidupan yang kuat.

Banyu tersenyum puas. "Tunggu aja. Sebentar lagi pohon ini bakal gede, dan gue bakal panen jamur termahal di dunia."

Namun, Truffle adalah investasi jangka panjang. Masalah jangka pendek Banyu tetap sama: Butuh Duit Cepat buat sewa lahan pertanian sungguhan. Uang hasil jualan sayur kemarin sudah habis dimakan Kendi.

"Duit oh duit..."

Mata Banyu tertuju pada ladang Ginseng di dalam dimensi. Ginseng-ginseng itu sudah tumbuh cukup lama (menurut waktu dimensi). Seharusnya sudah layak jual.

"Coba gue tes jual tiga biji dulu buat modal."

Banyu memilih satu tanaman ginseng yang paling besar, yang sudah berbunga merah. Dengan hati-hati, dia menggali tanah di sekitar akarnya menggunakan tangan kosong agar tidak merusak akar serabutnya.

Namun, saat ginseng itu tercabut sepenuhnya, bahu Banyu merosot lemas.

"Yah... kok kecil banget?"

Ginseng di tangannya terlihat menyedihkan. Umbi utamanya kurus, cuma seukuran telunjuk jari tangan. Tidak montok seperti ginseng Korea yang sering dia lihat di iklan minuman energi atau poster obat kuat.

Ginseng ini justru terlihat kerempeng, keriput, dengan akar serabut yang panjangnya minta ampun bahkan lebih panjang dari umbi utamanya. Warnanya pun agak kusam, seperti kurang gizi.

"Ini mah gagal panen kayaknya. Kurang pupuk kali ya? Kurus kering gini mana laku dijual mahal?" keluh Banyu, merasa gagal jadi petani ginseng.

Penasaran, dia menggali dua batang lagi yang terlihat paling subur. Hasilnya sama saja: Tiga batang ginseng kurus, kerempeng, dan wiry (berurat). Paling besar cuma seukuran jari kelingking orang dewasa.

"Apes dah. Kirain bakal segede lobak," rutuk Banyu. "Ya udahlah, besok gue bawa ke Toko Obat Candra (Toko Obat Tionghoa legendaris) di Glodok. Laku sejuta-dua juta juga lumayan buat beli bensin."

Tanpa sadar, Banyu si petani pemula ini baru saja melakukan kesalahan penilaian yang fatal. Dia tidak tahu bahwa ginseng yang "gemuk" itu adalah ginseng ternak (farmed) yang murah.

Sedangkan ginseng yang "kurus, keriput, dan berakar panjang" seperti miliknya? Itu adalah ciri fisik Ginseng Liar Murni yang usianya puluhan tahun.

Dan harganya? Bisa buat beli mobil baru.

1
Gege
lagi thoor 10k kata tiap update 😄
Anwar Kewer
mantab thor...ttp semangat, sehat sll n lanjut thor 😍😍😍
Nugroho Sodiq
harusnya dibalik thor..waktu di dlm kendi yg cepet, tapi dunia asli lmbat..biar cepet panen..😄
DipsJr: iya ya... nanti sy revisi lagi. 🤭
total 1 replies
Yandi Hidayat
sangat bagus
Wega Luna
papi Raka paling keren,,,,🤭🤭🤭🤭GK ada Raka Raka yg lain kalo GK Raka nya Vania Bella🤭🤭🤭
Gege
bener bener apik dan epic bangeed...asal ga kesurupan setan NT yang ngajarin kalimat mbuledd ajaa buat kejar setoran pasti rame terus ini novel...
Jujun Adnin
sampe tamat
Aji L
setengah hektar tu 5.000 m²
DipsJr: wah iya ya... 😅
makasih infonya tandi di revisi. 🙏
total 1 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣untung besar ,buat jajan di luar negeri
Gege
apik dan epic
Gege
sangat apik dan epic setiap episodenya... mungkin bisa dibuatkan cerita nelayan tajir... dengan pola yang sama tapi banyak mainan air..😄🤣
isnaini naini
gas lah pak mo..ayo brngkt...
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣 siapa yg nolak nyu ,gratis lagi
Jujun Adnin
lanjut
Apriyantho Apri
Perbanyak upgrade nya dong,please...
DipsJr: cuman bisa 3 kak. biar awet. 😔
total 1 replies
D'ken Nicko
kurang banyak babnya thor
Jujun Adnin
lagi
isnaini naini
siska mungkin pnya trauma masa lalu kali ya...kok klo liat orang bawaan nya skeptis melulu awas...nanti jth cinta loh...
isnaini naini
gpp nyu 100jt buat hdiah cuma2 tp scra tdk lngsng km sdh pnya koneksi aman lah...walau agak pait jg sih...100jt gt loh...😇
isnaini naini
smngt ya nyu buat author jg...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!