Fandi, seorang mahasiswa jurusan bisnis, memiliki kemampuan yang tak biasa—dia bisa melihat hantu. Sejak kecil, dia sudah terbiasa dengan penampakan makhluk-makhluk gaib: rambut acak-acakan, lidah panjang, melayang, atau bahkan melompat-lompat. Namun, meskipun terbiasa, dia memiliki ketakutan yang dalam.
BENAR! DIA TAKUT.
Karena itu, dia mulai menutup matanya dan berusaha mengabaikan keberadaan mereka.
Untungnya mereka dengan cepat mengabaikannya dan memperlakukannya seperti manusia biasa lainnya.
Namun, kehidupan Fandi berubah drastis setelah ayahnya mengumumkan bahwa keluarga mereka mengalami kegagalan panen dan berbagai masalah keuangan lainnya. Keadaan ekonomi keluarga menurun drastis, dan Fandi terpaksa pindah ke kos-kosan yang lebih murah setelah kontrak kos sebelumnya habis.
Di sinilah kehidupannya mulai berubah.
Tanpa sepengetahuan Fandi, kos yang dia pilih ternyata dihuni oleh berbagai hantu—hantu yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga sangat konyol dan aneh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30 : Keputusan Baswara, Kembali ke Bagian Tengah
Baswara berbeda dari Alya. Alya mungkin bisa langsung pingsan di tempat karena dia hanyalah manusia biasa. Dia tidak memiliki toleransi terhadap hal-hal supranatural seperti ini. Tapi Baswara?
Dia adalah Raja, salah satu penguasa di Kerajaan Gaib. Dia paham betul apa yang baru saja terjadi.
Kyai Jagakarsa dan Rinjani memang kuat. Apalagi Kyai Jagakarsa. Namun dibandingkan dengan Fandi, mereka bukanlah apa-apa.
Seberapa sering seseorang di dunia gaib ini menyaksikan hantu yang seharusnya menghilang, kembali utuh dan sehat?
Ini praktis menghidupkan kembali orang mati yang hanya memiliki satu napas tersisa.
Awalnya, Baswara berniat mengendalikan Fandi dibawah kekuasaannya dengan menjodohkan Fandi dan Rinjani. Namun setelah menyaksikan sendiri kekuatan Kyai Jagakarsa, penjaga Fandi, serta penguasaan Fandi atas berbagai jimat, dia sadar bahwa rencana itu tidak lagi realistis.
Fandi bukan manusia biasa yang bisa dengan mudah dia kendalikan. Kekuatan yang mengelilinginya terlalu besar. Jika dia memaksakan niatnya, itu bisa berbalik menjadi ancaman.
Terlebih lagi, Baswara kini memiliki Rairo, yang sudah lebih dari cukup untuk memperkuat kerajaannya.
Dan kalaupun mengesampingkan Rairo, Rinjani sendiri, dalam kekuatan penuhnya, sudah lebih dari cukup untuk membantunya melindungi kerajaan.
Dengan pemikiran itu, Baswara akhirnya melepaskan niat awalnya dan beralih ke sesuatu yang lebih tulus. Jika dia tidak bisa menjadikan Fandi anak buahnya, maka lebih baik menjadikannya teman.
Memberi hadiah yang tulus sebagai permulaan adalah pilihan terbaik.
Kejadian penghancuran Fandi terhadap sebuah kerjaan gaib telah dirahasiakan, dan hanya hantu Kuno yang mengetahui hal itu. Baswara sendiri juga tidak tau.
Meski begitu, Baswara tidak lagi bersikap arogan. Dia menurunkan egonya dan berbicara dengan nada lebih merakyat. "Fandi, terimakasih telah menyelamatkan Rinjani. Tolong, jika ada sesuatu yang bisa aku lakukan, katakan saja. Aku akan memberikannya padamu sebagai hadiah."
Rinjani tetap diam. Dia merasa bersalah.
Dia hampir membunuh Fandi.
Namun sebaliknya, Fandi menyelamatkan nyawanya dan menyelesaikan masalahnya.
Jika bisa, dia juga ingin memberikan sesuatu kepada Fandi sebagai bentuk balas budi. Karena itu, Ketika ayahnya bicara, dia tidak mengatakan apapun.
Di sisi lain, Alya tiba-tiba menarik lengan baju Fandi dengan ragu-ragu. "Mas Fandi, yang lain masih di bagian tengah. Selain itu Mas Dimas juga belum ditemukan."
Fandi mengangguk.
Tentu saja dia tidak melupakan teman-temannya.
Namun karena semua kejadian yang terus berdatangan, dia belum benar-benar sempat memikirkannya. Sekarang, dengan segala urusan yang mulai terselesaikan, dia bisa kembali fokus mencari mereka.
"Gue nggak lupa," katanya setelah beberapa detik hening. Dia menghela napas, lalu menoleh ke Baswara. "Saya ingat anda memiliki sedikit kekuasaan di Hutan Bayangan?"
"Hutan Bayangan? Aku memang memiliki sedikit kendali dibeberapa tempat. Ada apa?" Baswara menatapnya sejenak sebelum akhirnya mengangguk.
"Aku membutuhkan akses untuk menggunakan portal ke pulau apung." Kata Fandi langsung.
"Pulau Apung? Untuk apa kamu pergi ke sana?!. Fandi, kamu juga harus tau... Pulau itu, sedikit..." Baswara tidak melanjutkan.
Fandi mengangkat kedua bahunya. "Mau bagaimana lagi, aku harus menjemput teman di sana."
"Ah, itu dia." Baswara kemudian melepas gelang di tangannya. "Bawa ini, kamu akan bisa menggunakan portal kemanapun."
Fandi mengangguk. "Bagaimana aku harus mengembalikannya?" Tanyanya ragu.
Baswara ingin mengatakan untuk tidak mengembalikannya ketika matanya melirik Rinjani. Meski Baswara takut dengan kekuatan Rinjani yang melebihinya. Dia masih menyayangi semua anak-anaknya. Jadi dia berkata, "Bawa Rinjani bersamamu. Kembalikan saja padanya setelah selesai." Kata Baswara ringan.
Rinjani melongo, dia melihat Baswara dengan tidak percaya.
Apakah ini ayahnya? Dia benar-benar memberikannya pada Fandi. Tidakkah dia tau Fandi memiliki banyak orang mengerikan di sekelilingnya.
Tapi apalagi yang bisa dikatakan Rinjani. Dia selalu menuruti kedua orangtuanya, sehingga dia mengangguk setuju.
"Baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke bagian tengah hutan bayangan." Kata Fandi. Dia berbalik untuk pergi ke gerbang pintu keluar.
Rinjani mendengus dan memutar matanya. "Kenapa sangat merepotkan. Berikan gelang itu." katanya meremehkan.
Fandi sedikit bingung. Tapi dia masih melemparkan gelang ke Rinjani.
Setelah menerima gelang, Rinjani tidak tinggal diam. Dia melemparkannya ke langit. Lalu dia membuat segel aneh di tangannya. "Bagian tengah mana yang mau kamu datangi?"
"Barat, yang biasa dilewati Mbah Semi." Kata Fandi dengan tenang.
Rinjani melihat Fandi dengan tidak percaya. "Hah, Kamu kenal Mbak Semi?"
"Penah nolongin dikit." Kata Fandi tidak peduli.
Tapi dia mendapat tatapan ngeri dari Rinjani dan Baswara. Segera Fandi tidak memperhatikan mereka.
Dari gelang yang dilemparkan Rinjani, sebuah portal hitam perlahan-lahan terbuka.
"Masuk," kata Rinjani, sebelum melangkah lebih dulu.
Momo melihat kepergian mereka dengan tidak yakin. Dia mengendus sebentar, setelah mengingat bau Fandi, dia kembali ke tampilan malas dan tidak peduli.
—————
Bagian Tengah.
Rinjani melangkah melewati portal, diikuti Fandi, Alya, dan Parto. Parto memutuskan, bahkan jika Fandi belum mengijinkannya ke dunia manusia, dia masih bisa mengikuti Fandi selama di dunia gaib.
Lagipula ada beberapa pria tampan yang datang bersama Fandi. ¯\_(ツ)_/¯
Mereka berjalan melewati jalanan berbatu, hingga akhirnya menemukan sebuah kedai sederhana di tepi jalan. Aroma makanan yang familiar langsung menyambut mereka, membuat perut Fandi yang sudah lama tidak diisi, mulai bergejolak.
Di salah satu meja kayu panjang, duduklah Mbah Semi, Blue, Raka, dan Arief. Mereka tampak santai, menikmati hidangan di hadapan mereka seolah ini hanya makan siang biasa di dunia manusia. Mbah Semi menyeruput teh hangatnya dengan tenang, sementara Blue dalam wujud manusianya, sedang mengunyah seporsi nasi goreng dengan ekspresi puas.
Dalam perjalanan mencari Raka dan yang lainnya, Parto telah menjelaskan bahwa Mbah Semi membawa mereka berdua ke penginapan.
Dengan sedikit rasa bersalah, Fandi pikir akan melihat teman-temannya khawatir. Tapi apa, dia tidak menyangka kalau teman-temannya akan makan dengan tenang dan lahab!
Tidakkah mereka takut dengan dunia gaib.
Apakah mereka tidak mengatakan kalau dia menghilang mereka akan sengsara.
Dimana kesetiaan kawan.
(ノ`Д´)ノ彡┻━┻
"Kalian..." Fandi mendekati mereka dengan ekspresi datar. "Apa itu enak?"
"Banget. Coba aja," jawab Raka dengan mulut penuh makanan.
"Iya. Mantap," timpal Arief, mengangguk puas.
Fandi menyipitkan matanya. Sebuah senyum licik muncul di wajahnya. "Gue pernah dengar mitos... Kalau manusia makan makanan dari dunia gaib, mereka nggak akan bisa balik lagi ke dunia manusia."
"Uhuk! Uhuk!" Arief langsung tersedak keras.
Raka yang baru saja akan menelan, mendadak membeku dengan ekspresi horor.
Fandi terkekeh pelan melihat reaksi mereka. Dia melipat tangan di dadanya dan menatap mereka dengan tatapan puas.
"Itulah pembalasan. Temannya hilang bukannya dicari malah tenang makan-makan." Keluh Fandi kesal.
Raka dan Arief saling memandang. "Mbah Semi sama Blue suruh kita tenang." Bela Raka.
"Iya." Arief mengangguk. "Karena mereka bilang gitu, ya kita santai aja dong. Mbak Lili sama Dek Anis malah lagi jalan-jalan."
Fandi melirik Blue yang menunduk makan dan Mbah Semi yang melihat kearah lain.
Sepertinya kata-kata Raka dan Arief tidak salah.
Tapi Fandi masih memutar matanya bosan. "Tenang aja, gue cuma bercanda tadi," katanya santai. "Nggak akan ada kutukan atau semacamnya. Lagian kalian makan bareng Mbah Semi dan Blue, mereka nggak akan mencelakai kalian."
Arief langsung mendesah lega, sementara Raka menatapnya dengan kesal. "Brengsek lo, Fan. Gue hampir muntah semua makanan gue tadi!"
Mbah Semi yang sedari tadi diam menggelengkan kepala. "Aku tidak salah, hihihihihi... Siapa di dunia ini yang berani melakukan hal buruk padamu. Bukankah mereka telah hilang dan tersucikan.. hihihihi."
Kemudian Mbah Semi menunjuk bangku di sebelahnya. "Duduklah dulu. Perjalananmu pasti panjang." Dia juga melirik Rinjani, wajah asing baru yang datang bersama Fandi.
Fandi menggeleng. "Nggak perlu, Mbah. Kita bisa langsung pergi ke Pulau Apung."
Mendengar itu, ekspresi santai Mbah Semi sedikit berubah. Dia mengangkat alisnya dengan tertarik. "Kau menemukan cara?"
Fandi mengangguk dengan pasti. "Ya, aku menemukan caranya."
"Hihihihihi.... Kalau begitu sudah beres." Kata Mbah Semi dengan gembira.
jd kisah ttg Asti ini nanti jd yg terakhir ya?
maaf jika selama ini ada komen aku yg ga berkenan 🙏🙏🙏
cerita dr kak oThor bagus banget, cuma belom sempet buat baca kisah yg lain🙏🙏🙏 so sorry
eh mbak parti kmrn udh belom ya, sama.yg dia berubah punya sayap hitam 🤔...
Fandy dan yg lainnya msh jomblo, emang sengaja ga dibuatin jodohnya ya kak oThor?
kutunggu sll lanjutan ceritanya 😍🙏🙏
pemilik kos biasanya menyimpan rahasia yg tak terduga... apa iya Bu Asti bukan mnausia?
sosok ini berhubungan dg kehadiran dek Anis jg tayangga ...
siapakah sosok itu? apakah musuh Fandy dr dunia goib?
maaci kak oThor