Kisah seorang Angel yang tidur dengan seorang pria di dalam kamar hotel. Pria itu adalah Devan seorang pengusaha sukses namun sudah memiliki istri dan sangat mencintai istrinya.
Ayah Devan menyuruh untuk Devan agar mempertanggung jawabkan perbuatannya, dia harus menikahi Angel karena sudah tidur bersama Angel.
Karena berita itu Angel di cap sebagai wanita pelakor dan penggoda suami orang padahal dia tidak ada sedikitpun niat untuk menjadi wanita pelakor dan wanita penggoda.
Bagaimana kisah mereka?
Mengapa Angel bisa tidur dengan Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Banyak yang ingin aku tanyakan padamu
Maaf sayang tapi aku lagi malas melakukan itu sekarang, aku lagi capek batin Devan sambil berjalan keluar dari dalam kamar lalu menapaki anak tangga satu persatu untuk jauh-jauh dari kamarnya.
Devan bingung mau kemana karena dia cuma alasan saja pada Clara mau menunjukan kamar buat Angel, sebenarnya dia tidak ingin melakukan itu sekarang karena rencananya nanti sebentar baru dia mau menunjukan kamar pada Angel.
Kemana Angel batin Devan karena tidak melihat Angel sejak dia keluar dari dalam kamarnya.
Devan ingin menyuruh Angel untuk membuatkan dia teh, namun dia tidak melihatnya sejak tadi. Entahlah Devan saat ini sangat ingin meminum teh buatan Angel padahal dia sudah meminum tadi di rumah tempat Angel di kurung.
Devan pun teringat dengan mamanya yang menanyakan kepada Angel tadi tentang kepintaran Angel memasak.
Devan sudah yakin pasti Angel sedang bersama dengan mamanya dan mereka pasti sedang berada di dapur. Devan segera berjalan menuju dapur.
######
Di dapur
"Sayang ini itu kue kesukaan Devan, dia sangat menyukai kue ini makanya mama memberikan kamu resepnya karena kamu istri Devan," ucap mama Devan.
"Aku rasa udah cukup kalau mba Clara saja yang tahu ma, aku bukan istrinya kak Devan, aku hanya pelampiasan kemarahan kak Devan," ucap Angel namun tetap memperhatikan mama Devan membuatnya dan dia juga pun ikut membantu.
Angel memang ingin mengetahui resep itu, namun rencananya untuk dia buatkan adik-adiknya nanti kalau Devan sudah mau melepaskan dirinya.
Angel tidak pernah kepikiran untuk membuatkan Devan, karena Angel yakin kalau Clara pasti tidak suka.
"Sayang Clara itu tidak tahu memasak, mama sangat ingin mengajarkan dia namun Clara tidak mau, jadi kamu saja yang belajar yah, mama ingin anak mama si Devan itu selalu merasakan kue kesukaannya walaupun bukan dari mama, kan kalau mama tidak ada nanti kamu bisa membuatkannya" ucap mama Devan.
"Tapi ma kak Devan itu sangat membenciku," ucap Angel.
"Aku tidak berani ma," ucap Angel lagi.
"Mungkin mba Clara mau kalau kak Devan yang merayunya untuk belajar memasak," ucap Angel.
"Menantu mama yang satu itu sangat keras orangnya sayang dan juga sangat manja apalagi pada Devan karena Devan juga sangat memanjakan dia, jadi tidak mungkin Devan bisa merayunya kalau Clara sudah bilang tidak mau," ucap mama Devan yang paham betul sifat menantu satunya itu.
"Devan itu sangat mencintai Clara dan sangat mengikuti kemauan Clara, jadi percuma saja lebih baik kamu saja yang belajar membuatnya yah," ucap mama Devan lalu tersenyum.
"Mama memang benar kak Devan itu sangat mencintai mba Clara, mba Clara sangat beruntung di cintai betul-betul sama kak Devan dan juga kak Devan orang yang setia, pokoknya mereka berdua pasangan yang sangat serasi dan cocok," ucap Angel tulus.
Devan masih setia menguping pembicaraan mamanya dan juga Angel. Dia belum memperlihatkan dirinya.
"Kalau mama boleh jujur, kamu juga serasi dengan Devan," ucap mama Devan sungguh-sungguh.
"Aku ini bukan siapa-siapa ma, aku hanya tempat pelampiasan sakit hati kak Devan, dan aku nggak cocok sama sekali dengan kak Devan, kak Devan itu hanya cocok dengan mba Clara," ucap Angel.
"Tetap saja kamu istri Devan juga sayang jangan terlalu berpikir begitu, kamu juga punya hak atas Devan," ucap mama Devan.
"Mama ada-ada ajah," ucap Angel canggung.
"Beneran loh sayang," ucap mama Devan.
"Heem aku nggak mau menjadi perusak hubungan orang ma," ucap Angel.
"Nggak kok kan Devan yang ingin menikahi kamu," ucap mama Devan sambil membantu Angel menyusun rapi kue yang telah mereka buat bersama.
"Tapi itu semua hanya kesalahpahaman makanya kak Devan ingin menikahiku ma, dan entah siapa yang tega memfitnah aku," ucap Angel.
"Jadi kamu beneran di fitnah?" tanya mama Devan.
"Iya ma tapi kak Devan tidak percaya," ucap Angel lemas.
"Seandainya aku tidak menikah dengan kak Devan pasti sekarang aku sudah menikah dengan kekasihku, dia juga sangat baik dan sangat setia," ucap Angel sambil mengingat almarhum Diki.
"Oh jadi kamu disini, buatkan aku teh," perintah Devan yang tiba-tiba muncul membuat mama Devan dan Angel terlonjak kaget. Lalu Devan segera pergi dari dapur.
"Ma apa tadi kak Devan mendengar kita berbicara?" tanya Angel panik.
"Nggak tahu juga sayang, kamu nggak usah panik gitu lagian kita nggak bicara macam-macam juga tadi," ucap mama Devan.
"Heheh iya juga sih ma," ucap Angel.
"Aku sebenarnya senang banget sekarang, karena disini ada mama, tadinya aku sangat takut untuk kesini, aku takut banget sama kak Devan dan mba Clara," ucap Angel jujur.
"Iya sayang mama juga senang banget kamu ada disini, mama jadi ada teman masak dan lain-lain," ucap mama Devan.
"Sekarang ayo buatkan Devan teh, mama nggak menyangka kalau dia akan menyuruhmu untuk buat teh ketika disini, biasanya dia memberitahukan mama," ucap mama Devan senang karena melihat Devan yang mau menyuruh Angel.
"Aku kan disini pelayan ma," ucap Angel sambil membuatkan teh untuk Devan.
"Mungkin bukan cuma itu," ucap mama Devan membuat Angel bingung namun tetap melanjutkan kerjaannya.
######
Apa-apaan wanita itu masih mengingat orang yang sudah meninggal, pakai kata seandainya dia tidak menikah dengan aku lagi, yakin banget kalau kekasihnya itu baik, lagian aku juga mau menikah dengan kamu itu cuma karena terpaksa tahu nggak, cuma mau buat kamu menderita Angel batin Devan sambil duduk di sofa menunggu Angel.
Devan masih terus duduk sambil memikirkan sesuatu.
Apa benar dia itu di fitnah, tapi siapa juga sih yang mau fitnah dia itu, nggak mungkin banget semua bukti tertuju sama dia juga batin Devan.
"Nggak mungkin dia di fitnah, iya nggak mungkin, lagian mana lagi wanita itu kenapa lama sekali apa dia masih melanjutkan ceritanya tentang kekasihnya yang sudah tiada itu" gumam Devan kesal.
Masih pusing dengan pikirannya sendiri, Angel pun datang membawakan teh buat Devan, beserta kue kesukaan Devan yang di buatnya tadi bersama dengan mama mertuanya.
Mama Devan tidak ikut keluar karena dia memang sengaja ingin mendekatkan Angel dan Devan, agar Devan bisa melihat kebaikan Angel dan tidak menyiksa Angel lagi, setelah berbicara lama dengan Angel, mama Devan sudah sangat yakin kalau Angel itu gadis baik dan juga sangat sopan.
Bahkan jika bisa jujur mama Devan lebih menyukai Angel yang lemah lembut dalam berbicara, berbeda dengan Clara yang kadang kasar ketika berbicara.
Mama Devan lebih merasakan Angel cocok dengan Devan.
Setelah meletakan semuanya Angel pun ingin segera pergi kembali ke dapur, namun Devan menahan tangannya.
"Duduk di sebelahku sini, banyak yang ingin aku tanyakan padamu," ucap Devan.