PROLOG
-MENENTANG SEGALA DUNIA
-MENENTUKAN TAKDIR SENDIRI
-MERANGKAI TAKDIR YANG DIINGINKAN
-BILA LANGIT JADI PENGHALANGKU KU ROBEKAN LANGIT
-BILA BUMI MENAHAN KAKIKU KU HANCURKAN BUMI
-AKU ADALAH PEMILIK TAKDIR KU SENDIRI-
Di Kota Yinhu, di bawah langit kelabu Kerajaan Bela Diri Selatan, seorang pemuda bernama Shen Tianyang tumbuh dalam bayang-bayang kehinaan.
Terlahir dari keluarga bela diri, ia justru dianggap sebagai noda—tak berbakat, tak berguna, dan tak layak mewarisi darah leluhur.
Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Shen Tianyang hidup lebih rendah dari orang biasa.
Tatapan meremehkan dan bisikan hinaan menjadi kesehariannya, perlahan mengikis martabat dan harapannya. Namun dari jurang keputusasaan itulah, takdir yang lebih kejam mulai bergerak.
Sebuah pertemuan terlarang mengubah segalanya. Akar Spiritual yang menentang hukum langit terbangun di dalam tubuhnya, menyeretnya ke jalan yang tak dapat ditinggalkan—jalan yang dipenuhi darah, penderitaan, dan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beruang Terbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 – Pertarungan yang Tidak Seimbang
Shen Tianyang bukan hanya seorang alkemis muda yang menakjubkan, ia juga telah melangkah hingga tingkat kelima Ranah Bela Diri Fana di usia yang begitu belia.
Namun, di balik bakat surgawinya, tidak tampak sedikit pun kesombongan di wajahnya. Sikap tenang dan terkendali itu secara diam-diam membuat beberapa kepala cabang serta para tetua Keluarga Shen mengangguk dalam hati, memberi pengakuan tanpa kata.
Pandangan Shen Tianyang kemudian beralih ke seorang pria paruh baya yang berdiri di sisi Shen Haohai.
Pria itu adalah saudara kandung Shen Haohai— Shen Yihan— seorang kultivator yang telah mencapai tingkat ketujuh Ranah Bela Diri Fana. Wajahnya tampak halus dan terawat, janggutnya rapi, dan sejak awal pemilihan kepala keluarga, ia memilih untuk tetap diam, bagaikan gunung es yang tak tersentuh.
Kini, Shen Tianyang akan berhadapan dengannya—meski perbedaan tingkat kultivasi di antara mereka begitu mencolok.
Napas semua orang tertahan. Tak seorang pun menyangka bahwa dalam pemilihan kepala keluarga Shen, akan terjadi peristiwa yang sedemikian mengguncang tatanan.
Seorang junior menantang paman kandungnya sendiri, seorang ahli tingkat ketujuh Ranah Bela Diri Fana— ini bukan sekadar duel, melainkan benturan antara keberanian dan realitas.
Shen Yihan tidak menunjukkan kemarahan sedikit pun ketika melihat keponakannya dikalahkan sebelumnya. Ia hanya mengeluarkan tawa aneh, bernada ejekan yang dingin menusuk tulang...
“Tak peduli seberapa besar bakatmu,” ucapnya perlahan, “Menantang ahli tingkat ketujuh Ranah Bela Diri Fana hanyalah jalan menuju kekalahan.”
Dalam lubuk hatinya, Shen Yihan mengakui satu hal.. jika Shen Tianyang diberi beberapa tahun lagi, kekalahan di pihaknya hampir pasti. Namun saat ini, di momen ini, ia yakin memiliki peluang kemenangan seratus persen.
Shen Yihan adalah kultivator Qi Es yang langka, salah satu dari sedikit anggota Keluarga Shen yang memiliki Qi Sejati dengan atribut khusus. Qi Es miliknya tidak hanya dingin, tetapi juga sarat dengan niat membunuh yang tersembunyi.
Seorang jenius muda Keluarga Shen menantang pamannya sendiri— jika cerita ini terdengar di luar sana, pasti akan dianggap sebagai lelucon gila.
Namun setelah menyaksikan teknik bela diri Shen Tianyang barusan, para anggota keluarga yang berkumpul di alun-alun tidak lagi berani menilai dengan mudah.
Meski demikian, sebagian besar masih percaya bahwa Shen Tianyang akan kalah.
Perbedaan usia dan pengalaman terlalu besar.
Shen Yihan adalah seorang master tingkat ketujuh Ranah Bela Diri Fana, telah mempelajari banyak teknik bela diri tingkat tinggi, memiliki Qi Sejati yang mendalam dan kokoh— sesuatu yang, menurut logika umum, mustahil dikalahkan oleh seorang pemuda.
Pertarungan yang sangat timpang pun akan segera dimulai. Keheningan menyelimuti alun-alun. Setelah duel ini, takdir kepala keluarga akan ditentukan.
Selama dua bulan terakhir, Shen Tianyang telah mengolah Tehnik Naga Hijau.
Ia memiliki Akar Spiritual Yin-Yang Ilahi dan menghabiskan waktu yang tak terhitung setiap harinya untuk menyerap energi spiritual langit dan bumi, memadatkan Qi Sejati di dalam tubuhnya.
Dengan lima pusaran Qi Sejati berbeda atribut yang berputar bersamaan, kedalaman Qi-nya jauh melampaui kultivator seusianya.
Di antara tingkat kelima Ranah Bela Diri Fana dan tingkat ketujuh, terbentang tingkat keenam—Ranah Kesadaran Ilahi.
Kesadaran Ilahi adalah kekuatan mental khusus yang dipupuk melalui kultivasi spiritual, memungkinkan seseorang mengendalikan Qi Sejati dengan presisi sempurna.
Ia bukan hanya memperkuat Qi, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya Gang Sejati. Tanpa Kesadaran Ilahi, Gang Sejati hanyalah angan kosong.
Shen Yihan telah berada di tingkat ketujuh—Ranah Gang Sejati. Ia mampu memanifestasikan kekuatan Gang yang jauh melampaui Qi Sejati biasa.
Karena itulah, keyakinannya untuk menumbangkan Shen Tianyang begitu mutlak, seolah kemenangan telah digenggam bahkan sebelum pertarungan dimulai.
Meskipun teknik bela diri Shen Tianyang telah mengejutkan banyak orang, mereka yang memahami hakikat Qi dapat melihat dengan jelas: Qi Sejati pemuda itu masih “mentah”, belum mencapai tingkat Gang.
Namun pada tingkat yang sama, kekuatannya benar-benar mengerikan, seakan menyimpan potensi yang belum sepenuhnya terbangun.
Shen Yihan melangkah maju perlahan.
Setiap langkahnya membuat suhu alun-alun merosot tajam. Hembusan udara dingin berputar di segala arah, membekukan napas dan menggigilkan tulang.
Jelas terlihat bahwa kultivasi Qi Es Shen Yihan telah mencapai kedalaman luar biasa—bahkan berada di ambang terobosan berikutnya.
Di hadapan dinginnya Qi Es yang menekan segalanya, Shen Tianyang berdiri tegak. Matanya tenang, namun di balik ketenangan itu, gelombang takdir tengah bergemuruh.
Pertarungan yang tak seimbang telah dimulai.
----
Shen Tianyang adalah orang yang berdiri paling dekat dengan Shen Yihan, sehingga ia merasakan hawa dingin menggigit itu jauh lebih dalam daripada siapa pun.
Apa yang dilepaskan Shen Yihan saat ini bukan lagi Qi Sejati biasa, melainkan Gang Sejati yang dipadatkan dari Qi Sejati—kekuatan yang hanya dapat dikuasai oleh kultivator tingkat ketujuh Ranah Bela Diri Fana.
Qi Sejati Burung Vermilion milik Shen Tianyang beratribut api. Ketika hawa dingin menusuk tubuhnya,....
.... Qi Burung Vermilion itu seakan terprovokasi, langsung mengaum dari Dantian, mengalir deras melalui anggota tubuh dan tulangnya.
Arus hangat yang nyaman segera menyebar, dan tubuh Shen Tianyang yang sempat kaku pun perlahan kembali pulih.
Pada saat itu juga, Shen Yihan mengeluarkan tawa sinis yang menyeramkan, lalu menghantamkan telapak tangannya ke udara.
Tanpa wujud yang jelas, sebuah telapak tak kasatmata terbentuk, memancarkan kabut putih sedingin es. Gang Sejati Es yang menekan itu tampak jelas melesat lurus ke arah kepala Shen Tianyang, membawa niat membunuh yang membeku.
Melihat lawan bergerak, Shen Tianyang segera menggeser kakinya. Langkahnya luwes seperti ular roh, meluncur cepat ke depan. Sambil menghindari serangan mematikan itu, ia sekaligus melancarkan serangan balasan.
Gerak kaki Shen Tianyang ringan namun sarat kedalaman. Kedua tangannya berubah membentuk cakar naga.
Qi Sejati Naga Hijau yang memesona memancar dari telapak tangannya. Inilah Cakar Naga Hijau—teknik yang sebelumnya telah menjatuhkan Shen Zhenhua.
Namun kali ini, ia melepaskannya dengan kedua tangan sekaligus. Saat dua cakar naga terbentuk dari Qi Sejati, seluruh alun-alun seakan membeku dalam keheningan.
Banyak orang tanpa sadar menahan napas, mata mereka terpaku pada pemandangan itu.
“Hmph..!!"
Shen Yihan mendengus pelan, suaranya dingin dan tajam. Kedua telapak tangannya yang diselimuti es beradu, menghantam dua cakar naga Shen Tianyang.
Ledakan hawa dingin meletus. Dalam sekejap, dua cakar naga itu lenyap tak berbekas. Kedua lengan Shen Tianyang tertutup lapisan es tebal, hawa dingin yang menusuk tulang langsung menyebar ke seluruh tubuhnya, membuat gerakannya membeku.
Senyum dingin terukir di wajah Shen Yihan. Es mengembun di bawah kakinya. Dengan satu lompatan ringan, ia melayangkan tendangan kuat ke arah wajah Shen Tianyang, menghantamnya dan melemparkannya sejauh sepuluh langkah.
Tubuh Shen Tianyang terhempas ke tanah. Pipi wajahnya tergores oleh serpihan es tajam, meninggalkan beberapa luka sayat yang memerah.
Lapisan es di lengannya hancur akibat benturan, namun kedua tangannya masih kaku dan membeku.
Tanpa ragu, Shen Tianyang segera mengedarkan Seni Ilahi Taiji, menyerap energi dingin yang menyusup ke dalam tubuhnya. Pada saat yang sama, Qi Sejati Burung Vermilion yang panas mengalir deras ke lengannya, mengusir rasa dingin dan nyeri yang menyiksa.
Di saat itulah Shen Tianyang benar-benar menyadari jurang perbedaan di hadapannya.
Menghadapi ahli tingkat ketujuh Ranah Bela Diri Fana, bahkan dengan teknik ilahi sekalipun, ia berada dalam posisi yang sangat dirugikan. Namun mundur bukanlah pilihan. Ia harus menang.
“He he he he he… harus kuakui, kau adalah jenius yang belum pernah muncul sebelumnya di Keluarga Shen,” ujar Shen Yihan sambil tertawa pelan. “Namun kau dan ayahmu… terlalu sombong..!!!”
Sambil berbicara, Shen Yihan melangkah perlahan ke arah Shen Tianyang. Ia sama sekali tidak terburu-buru untuk membunuh. Ia ingin mempermainkan Shen Tianyang di hadapan seluruh anggota keluarga, sekaligus memamerkan kekuatannya untuk menebar ketakutan.
Tiba-tiba—
Tubuh Shen Tianyang memantul, dan ia benar-benar berdiri kembali.
Pemandangan itu membuat banyak orang tercengang. Semua mengira ia telah menderita luka berat akibat tendangan tadi, namun kini ia tampak seolah tidak terjadi apa-apa.
Bahkan Shen Yihan pun tak dapat menyembunyikan keterkejutannya.
Di sisi lain, Shen Tianwu—yang menyaksikan pertarungan itu—menghembuskan napas lega, sambil diam-diam mengedarkan Qi untuk menyembuhkan luka-lukanya sendiri.
Melihat Shen Tianyang belum jatuh, Shen Yihan segera melompat ke depan. Sosoknya ringan dan anggun, bergerak dengan kecepatan luar biasa. Teknik gerak ringan itu tampak indah namun mematikan.
Saat Shen Yihan mendekat, Shen Tianyang merasa seolah-olah dirinya terperangkap di dunia es dan salju. Tanah di bawah kakinya tertutup lapisan embun beku yang tebal.
Di tengah lompatan, Shen Yihan melayangkan sebuah pukulan ke udara. Tinju es itu mengguncang udara dan menghantam dada Shen Tianyang dalam sekejap.
Darah segar langsung memuncrat dari dadanya, namun seketika membeku, tertutup lapisan es putih.
“Itu adalah Gang Es Misterius..!! Teknik bela diri tingkat tinggi Ranah Misterius—sekali dilepaskan, mampu menghancurkan logam dan membelah batu..!!!” ujar Shen Tianwu dengan nada berat.
Setelah menerima pukulan itu, sosok Shen Tianyang tiba-tiba berkelebat, menghindari tendangan susulan Shen Yihan yang melesat datang.
Tendangan itu gagal mengenai sasaran dan malah menghantam tanah dengan keras. Batu-batu lantai alun-alun pecah berantakan, lalu langsung membeku oleh hawa es yang mengerikan.
“Setiap kali ia menggunakan Gang Sejati, ada dua kelemahan,” kata Shen Tianwu cepat.
“Pertama, konsumsi Qi Sejati sangat besar. Kedua, Kesadaran Ilahinya juga terkuras hebat. Jika ia tidak menggunakan Gang Sejati, ia tidak akan bisa melukaimu dengan serius!”
Mendengar itu, Shen Tianyang langsung memahami.
Saat ini, yang ia butuhkan bukanlah kemenangan cepat—melainkan waktu.
Ia harus menahan, menunda, dan menguras lawan.
Pertarungan yang timpang ini belum berakhir.
Bersambung Ke Bab diatas 13
Salam kenal para readers
Tinggalkan komentar Anda tentang novel ini di halaman ini
Terima kasih