Darrel melepaskan gemerlap kemewahan keluarganya dan memilih hidup sederhana demi wanita yang mencintainya. Namun, pengorbanannya berbuah pahit: sang istri justru meninggalkannya, karena tak tahan dengan kerasnya kehidupan pasca kemewahan.
Terpuruk dan seorang diri, Darrel harus menghadapi kenyataan pahit membesarkan kedua anak kembarnya. Akankah dia menyerah pada keadaan dan kembali pada kehidupan lamanya yang penuh kemudahan? Atau justru bangkit, menemukan kekuatan tersembunyi dalam dirinya, dan membuktikan bahwa dia mampu bangkit dan menemukan cinta sejati?
Kisah perjuangan seorang ayah yang terkhianati, demi masa depan kedua buah hatinya.
Temukan kisah mereka hanya di sini:
"Sang Pewaris Tersembunyi" karya Moms TZ, bukan yang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32.
"Kak Vira, motornya kenapa?" tanya Zayn ketika berada di dekat Vira.
"Loh, kok, kamu ada di sini, Sayang? Sama, siapa?" Vira balik bertanya.
"Sama Papa, sama Zoey juga," jawab Zayn sambil menunjuk ke arah papanya dan Zoey berada.
Vira mengikuti arah telunjuk Zayn dan melihat Darrel menggandeng Zoey berjalan ke arahnya.
"Oh, ya Tuhan. Kenapa di saat seperti ini, justru ketemu sama dia?" batin Vira ribut.
"Vira?" sapa Darrel dengan nada khawatir. "Motornya, kenapa?"
Vira pura-pura terkejut saat melihat Darrel. "Pak Darrel?" ujarnya sambil tersenyum meringis.
"Ini mogok deh, kayaknya. Nggak tahu kenapa tiba-tiba nggak bisa dinyalakan," jawab Vira dengan nada pasrah.
"Sini, biar saya bantu," ujar Darrel. "Tolong jaga anak-anak saya, ya," pintanya pada Vira lalu mulai memeriksa motor gadis itu.
"Bapak ngerti mesin?" tanya Vira dengan nada heran.
"Dikit-dikit, lah," jawab Darrel sambil tersenyum. "Adik saya kan, punya bengkel jadi sering lihat dia otak-atik motor."
Darrel memeriksa kabel-kabel dan busi motor Vira dengan teliti. Sementara Vira merangkul Zayn dan Zoey sambil memperhatikan Darrel dengan tatapan kagum.
Sesaat kemudian, Darrel justru tersenyum sambil menggelengkan kepala. "Bagaimana mungkin motormu bisa nyala, kalau kehabisan bahan bakar?"
"Hahhh...!" Vira langsung cengo, ia merasa seperti orang bodoh.
"Oh, ya Tuhan. Betapa bodohnya aku, sampai motor habis bahan bakar nggak ngerti. Astagaaa!" gumamnya dalam hati merutuki kebodohannya sendiri.
Vira lantas tersenyum meringis sambil menggaruk pelipisnya. Ia benar-benar malu setengah hidup. "Maaf, saya... Saya nggak tahu kalau motornya habis bahan bakar. Beneran saya nggak tahu."
Darrel tersenyum melihat tingkah Vira menurutnya sangat lucu. Matanya yang bulat bergerak ke sana kemari, dan sangat menggemaskan di mata Darrel. "Astaghfirullah, mikir apa kamu ini, Rel."
"Kak Vira, ikut kita ke mall aja ,yuk," ajak Zayn tiba-tiba.
Vira terkejut. "Hah? I-ikut ke mall?"
"Iya, Kak. Zoey juga mau Kakak ikut sama kami," timpal Zoey sambil menarik-narik tangan Vira.
"Kamu nggak keberatan, kan?" tanya Darrel sambil tersenyum menatap Vira. "Mengenai motor kamu jangan khawatir. Saya akan bantu nanti."
Vira tampak ragu sejenak, lalu tersenyum. "Boleh deh. Kebetulan saya juga lagi nggak ada acara."
"Yeeaaa, akhirnya bisa bermain dengan Kak Vira lagi." Zayn dan Zoey bersorak gembira. Mereka senang bisa jalan-jalan ke mall bersama Vira.
.
Darrel, Vira, Zayn, dan Zoey berjalan bersama memasuki mall layaknya sebuah keluarga bahagia. Zayn dan Zoey terlihat sangat senang bisa jalan bersama Vira, mereka menggandeng tangannya dengan erat sambil berceloteh tentang banyak hal. Darrel berjalan di samping Vira, sesekali tersenyum melihat interaksi akrab antara Vira dan anak-anaknya.
"Mau ke mana dulu, nih?" tanya Darrel, mencoba memecah keheningan.
"Ke arena bermain, Pa!" seru Zayn dan Zoey bersamaan.
"Oke, kita ke arena bermain dulu," kata Darrel sambil mengangguk.
Mereka pun berjalan menuju arena bermain yang berada di lantai atas mall. Selama perjalanan, Darrel dan Vira saling bertukar cerita tentang pekerjaan dan kehidupan masing-masing.
Darrel menceritakan tentang KopiKeliling dan perjuangannya membangun bisnis dari berjualan kopi keliling dengan sepeda motor roda tiga sambil membawa serta Zayn dan Zoey. Sementara Vira menceritakan tentang pekerjaannya di PT FYP Investama dan passionnya di bidang investasi.
"Pak Darrel hebat, ya. Bisa terinpirasi menciptakan aplikasi KopiKeliling dan akhirnya sukses," puji Vira. "Saya salut banget sama Anda."
"Ah, biasa saja, kok," jawab Darrel merendah. "Ini semua juga berkat dukungan teman-teman dan keluarga."
"Tapi tetep aja, Pak Darrel punya visi yang jelas dan kerja keras yang luar biasa," kata Vira dengan penuh kekaguman.
Darrel tersenyum mendengar pujian Vira. Dia merasa senang dan termotivasi untuk terus mengembangkan aplikasi KopiKeliling.
Sesampainya di arena bermain, Zayn dan Zoey langsung berlarian memilih permainan yang mereka sukai. Darrel dan Vira hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku kedua anak itu.
"Kamu suka anak kecil, ya?" tanya Darrel pada Vira.
"Suka, sih," jawab Vira dengan mata berbinar. "Lucu banget gitu, apalagi yang kayak Zayn dan Zoey. Mereka pinter juga menggemaskan."
Darrel tersenyum mendengar jawaban Vira. "Mereka anak-anak yang baik dan pengertian," kata Darrel tulus.
Vira tersentuh mendengar ucapan Darrel. Entah mengapa ia merasa nyaman dan bahagia berada di dekat Darrel.
Setelah puas bermain di arena mainan, mereka memutuskan untuk makan siang di food court. Mereka memilih salah satu restoran yang menjual makanan favorit Zayn dan Zoey.
Saat sedang makan, Zayn tiba-tiba bertanya pada Vira. "Kak Vira, mau nggak main ke rumah kita?"
"Iya, Kak. Kita punya banyak mainan di rumah," timpal Zoey.
Vira tersenyum. "Boleh deh. Kapan-kapan kakak main ke rumah kalian."
"Bener ya, Kak?" tanya Zayn memastikan.
"Iya, bener," jawab Vira sambil mengacak rambut Zayn.
Darrel merasa senang melihat kedekatan Vira dengan anak-anaknya. "Ya Tuhan, apa aku terlalu berharap jika suatu hari nanti, Vira bisa menjadi bagian dari kehidupan kami?"
Setelah makan siang, mereka berjalan menuju area parkir untuk pulang. Saat akan berpisah, Vira tiba-tiba memegang tangan Darrel. "Pak Darrel, makasih ya, buat hari ini. Saya senang sekali bisa jalan-jalan sama Anda dan anak-anak," ujar Vira dengan tatapan tulus.
Apa yang akan dilakukan Darrel? Apakah yang akan terjadi pada mereka? Akankah Zayn dan Zoey menjadi perantara kedekatan mereka?