Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30: PERJAMUAN TERAKHIR SANG RAJA
BAB 30: PERJAMUAN TERAKHIR SANG RAJA
Badai salju di puncak Shimla malam ini seolah menjadi saksi bisu atas runtuhnya sebuah dinasti. Cahaya merah dari laser penembak jitu keluarga Malik menyapu pepohonan pinus, mencari target yang paling mereka incar. Aarohi berdiri di antara dua pilihan sulit, sementara Shravan terisak pelan di balik pelukannya. Di depan mereka, Deep Raj Singh berdiri tegak, membelakangi mereka, menghadap ke arah datangnya puluhan anak buah Aryan Malik yang mulai mengepung gua.
"Aarohi, bawa Shravan ke lembah di balik bukit ini. Abhimanyu sudah menunggu dengan helikopter medis di sana," suara Deep terdengar sangat tenang, kontras dengan gemuruh helikopter yang meraung di langit.
"Deep, kau terluka parah. Kau tidak bisa menahan mereka sendirian!" teriak Aarohi. Meskipun benci masih ada, ia tidak bisa membiarkan Shravan melihat ayahnya mati di depan matanya.
Deep menoleh sedikit, menunjukkan wajahnya yang setengah hancur akibat ledakan. Ia tersenyum—senyum tulus yang sangat langka. "Selama empat tahun ini, aku hidup sebagai monster untuk melindungimu dengan cara yang salah. Biarkan malam ini aku mati sebagai manusia yang melindungimu dengan cara yang benar."
Deep menyerahkan sebuah kunci enkripsi fisik terakhir kepada Aarohi. "Berikan ini pada Abhimanyu. Ini akan membuka seluruh sistem keamanan gedung Malik. Hancurkan mereka, Aarohi. Jadilah ratu yang seharusnya."
"Papa! Jangan pergi!" Shravan mencoba meraih tangan Deep, namun Aarohi menahannya dengan air mata yang mulai jatuh.
"Pergi sekarang!" bentak Deep saat peluru pertama mulai menghantam dinding gua.
Aarohi memeluk Shravan erat dan mulai berlari menembus badai salju. Ia tidak menoleh ke belakang, meskipun suara berondongan peluru dan ledakan granat mulai memekakkan telinga. Ia bisa mendengar suara Deep yang berteriak menantang maut, memancing seluruh perhatian pasukan Malik ke arah gua agar Aarohi bisa melarikan diri.
Di tahun 2026 yang penuh teknologi ini, keberanian seorang pria masih menjadi senjata yang paling mematikan. Deep meledakkan sisa-sisa persediaan amunisi yang ia bawa, menciptakan barikade api yang menghalangi jalan Aryan Malik.
"Deep! Keluar kau pengecut!" teriak Aryan Malik dari kejauhan.
Deep yang sudah tertembak di beberapa bagian tubuhnya, duduk bersandar di pintu gua yang mulai runtuh. Ia memegang detonator terakhir di tangannya. "Aku tidak akan pergi ke mana-mana, Aryan. Aku sudah menyiapkan tempat khusus untuk kita berdua di neraka."
BOOOM!
Ledakan besar mengguncang puncak gunung. Seluruh gua runtuh, menimbun Deep Raj Singh dan sebagian besar pasukan elit Malik di bawah ribuan ton batu dan salju.
Aarohi terjatuh di lereng bukit saat merasakan getaran ledakan itu. Ia berbalik dan melihat puncak gua itu sudah hilang, berganti dengan kepulan asap hitam yang membumbung ke angkasa. Keheningan seketika menyergap hutan. Raja Shimla telah jatuh.
"Papa..." bisik Shravan pelan, air matanya membeku di pipi yang dingin.
Aarohi memejamkan mata, membiarkan duka dan rasa lega bercampur menjadi satu. Dendamnya sudah terbalas, tapi hatinya merasa hampa. Deep telah membayar seluruh dosanya dengan nyawanya sendiri.
Tiba-tiba, sebuah helikopter dengan lambang kepolisian internasional muncul dari balik kabut. Abhimanyu turun menggunakan tali penyelamat, segera memeluk Aarohi dan Shravan.
"Kita harus pergi, Aarohi! Pasukan bantuan pemerintah sudah mengambil alih kota!" teriak Abhimanyu.
Saat helikopter itu terbang menjauh dari pegunungan Shimla yang bersalju, Aarohi menatap ke bawah. Ia melihat Mansion Raisinghania di kejauhan, yang kini tampak kecil dan tak lagi berdaya. Ia meraba kalung peluru di leher Shravan yang kini ia pegang erat.
"Semuanya sudah berakhir, Shravan," bisik Aarohi sambil mencium kening putranya. "Mulai hari ini, tidak akan ada lagi Tara, tidak ada lagi Deep, dan tidak ada lagi dusta. Kita akan mulai hidup yang baru."
Namun, di tengah reruntuhan gua yang terbakar, sebuah tangan yang tertutup debu bergerak sedikit di balik bebatuan. Sebuah tanda bahwa di dunia Ishq Mein Marjawan, kematian sering kali bukanlah akhir yang sesungguhnya.
Dendam paras kembar telah mencapai babak penutupnya, namun benih-benih cerita baru telah tertanam di dalam hati sang pewaris kecil, Shravan Raj Singh.